Fall In Love With My Sister

Fall In Love With My Sister
126 Amukan Media



"siap tuan" ucapnya mantap.


"bagus"


Aleska menyerang kan kembali alat komunikasi kasi itu kepada Hugo.


dan mengambil handphone nya sendiri dan menekan nomor seseorang.


"ya kirimkan padaku sekarang juga" ucap Aleska di sela sela pembicaraannya.


"dugaan kita benar tuan, mereka menuju armada tertinggal itu" ucap Mike sambil terus mengikuti arah mobil yang membawa Ruby pergi melalui layar laptop yang berada di pangkuannya itu.


"mereka sampai tuan" lapor Mike lagi.


"turunkan aku di sini" ucap Aleska.


"kalian segera susul aku nanti dan lakukan seperti yang kita rencanakan sebelumnya" sambung Aleska lagi sambil keluar dari mobil yang nyaris belum berhenti sepenuhnya itu.


bruuuummm bruuummm... suara motor sport hitam yang berhenti tepat di hadapannya.


dengan cepat orang itu bertukar posisi dengan Aleska memegang kemudi dan melesat pergi dari sana.


saat Aleska Sampai di tepi dermaga itu sialnya bertepatan dengan helikopter yang membawa Ruby terbang dari sana.


dia lengah karena orang itu membawa Ruby ke landasan yang ada di dermaga, yang membuat mereka semua keliru dan mengira dia akan membawa Ruby pergi menggunakan kapal.


"ah s!al" umpat Aleska frustasi.


di saat yang sama Hugo dan Mike sampai ke tempat Aleska dan berlari keluar dari mobilnya.


*sementara di perusahaan Davidson semua orang telah berkumpul, tuan David, nyonya Amanda, Devano, dan berbagai petinggi dari perusahaan lain yang juga ikut hadir, serta media yang sudah berkumpul dari setengah jam yang lalu mulai tidak sabar menunggu kedatangan Aleska.


mereka semua mulai membicarakan Aleska satu sama lain dan menduga duga apa yang di rencanakan oleh Aleska.


"pecundang tetap pecundang, lihat dia tidak berani hadir di sini."


"benar, kalau tahu begini untuk apa kita datang ke sini hanya menghabiskan waktu saja"


"mungkin mereka berdua sudah kabur dan dan menikah di suatu tempat, membuat keturunan cacat di sana" ucap laki laki itu sambil tertawa keras yang sengaja di buat buat, sambil melirik sekilas kepada nyonya Amanda.


di kursi kehormatan Amanda duduk dengan anggun di samping david suaminya dengan senyuman puas yng terlihat jelas di wajahnya.


dan Devano yang tak hentinya memperhatikan setiap perubahan raut wajah mamanya, dia sangat yakin jika keterlambatan Aleska ini ada sangkut pautnya dengan ibunya itu.


"hei kalian? cepat katakan sesuatu, sebelum kami pergi dari sini?" teriak seorang wanita dengan suara nyaring sambil melemparkan buku yang dia pegang ke arah panggung dimana MC acara berdiri.


tentu saja melihat itu pihak keamanan segera bergerak dan melindungi MC perempuan itu dari amukan kekesalan media.


sepertinya kali ini nama baik Aleska akan benar benar hancur, dan nama perusahaan Davidson Corperation sedikit banyak nya juga ikut terkena terdampak negatif nya.


"ini tidak bisa di biarkan berlanjut" ucap tuan David berdiri dari duduknya.


"sayang apa yang kamu lakukan?" ucap Nyonya Amanda setelah berhasil menangkap tangan David yang hendak pergi dari sana.


"aku tidak bisa hanya diam dan duduk di sini, sementara perusahaan ku akan merugi banyak karena ini?" ucap David tegas.


jelas raut menghaturkan Aleska dan Ruby terpancar jelas di matanya, tapi tentu saja dia harus mempertimbangkan apa yang akan dia katakan sementara di sana duduk Devano yang juga mendengarkan percakapannya dengan Amanda.


dia tidak ingin putra pertamanya itu salah paham terhadapnya dan berfikir jika dia pilih kasih karena Aleska sekarang lebih hebat dari pada dia.


"hallo semuanya, bisakah kalian tenang terlebih dulu?" ucap David yang telah berdiri di atas panggung.


melihat david yang turun tangan langsung, para media dan yang lainya mulai tenang dan mendengarkan apa yang ingin di katakan oleh David untuk membela anak anaknya atau pun ingin membela perusahaan maupun properti nya.


"beri kami waktu setengah beberapa menit lagi, saya akan menghubungi nya, dan saya yakin terjadi sesuatu kepada Aleska," ucapnya dengan suara yakin dan dominan.


mereka semua tampa setuju, walaupun masih ada di Antara yang mengeluh, mengomel dan kesal tapi tetap saja mereka bersedia menunggu di sana dan tidak pergi.


melihat semua sedikit lebih tenang David turun dan duduk kembali di kursinya.


"apakah nomornya masih tidak dapat di hubungi?" tanya David kepada Abas yang dari tadi juga duduk di belakangnya.


"benar tua, saya sudah menelepon ke kediaman, tapi pelayan mengatakan jika tuan muda Aleska dan nona Ruby telah berangkat dari tadi pagi" terang Abas lagi.


"bagaimana kalau saya menyusul mereka tuan?" tanya abas kepada david dengan suara yang sengaja dia kecilkan sambil sedikit melirik ke arah nyonya Amanda.


"ya, pergilah," ucap David yang mengerti jika Abas bertindak hati hati di hadapan Amanda


*hallo readers😌, selamat malam.


dukungan like dan komen dari kalian bisa memberikan kehidupan baru bagi author.


jadi selalu dukung author dengan like, vote dan kasi hadiah agar meningkat kan rating novel dan author bisa mendapat penghasilan dari itu.


juga membuat Author makin semangat berkarya dan meningkatkan kan kualitas karya lebih baik lagi, dan jika kalian ada saran langsung komen di bawah👇ya atau bisa juga dengan Dm ig author @cacacondadevita jangan lupa follow, nanti pasti author follback.


terimakasih🥰


salam hangat dari Author 🤗