
"benar tuan, saat di perjalanan mencari istri dokter Felix saya menemukan kalau dia hidup menyendiri di sebuah desa di dekat hutan di pinggir kota.
jadi saya pergi ke setiap desa yang berada di pinggir hutan untuk mencari keberadaan istri dokter Felix tersebut, tapi sampai di desa terakhir saya di serang oleh beberapa orang hingga tidak sadarkan diri.
untung saja saya di tolong oleh ibu dan anak yang merupakan warga setempat." jelas tommy secara ringkas kepada tuanya itu.
"jadi kita masih belum menemukan jejak istri dari dokter felix tersebut.?" tanya Carl kepada Tommy.
"benar tuan, sepertinya seseorang juga sedang mengawasi gerak gerik kita"
"benar, itu mungkin saja, untuk saat ini kita hanya bisa menunggu untuk melanjutkan penyelidikan ini sampai lawan kita lengah saat itu baru kita akan kembali menyelidikinya."
"baik tuan"
Tommy segera bangkit dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan kediaman carllyss.
*
beberapa tahun yang lalu saat Carl pergi membawa beberapa pengawal meninggalkan istrinya yang baru saja selesai melahirkan untuk mengejar dokter Felix yang membawa putrinya kabur, putri mereka yang baru saja lahir.
saat subuh, mereka menemukan dokter Felix berjalan sendiri di tengah hujan badai di sekitar mension kediaman keluarga Davidson.
Carl turun dari mobilnya dan mengejar dokter Felix.
"Felix, dimana putri ku?"
tetesan hujan jatuh dari ujung rambut Carl dan mengenai wajahnya hingga seluruh badannya basah kuyup.
"tuan Carl yang terhormat, mulai sekarang kau tidak akan pernah bertemu dengan putri mu lagi." dokter Felix menjawab tuan Carl seolah dia tidak takut mati, karena Carl membawa puluhan pengawal bersamanya yang telah mengepung dokter Felix.
"Felix apa yang kau inginkan?" tuan Carl mencoba untuk tetap tenang menghadapi dokter Felix, Carl ingin tahu apa motif dokter Felix menculik putrinya.
"Carl, kau dulu demi melindungi perusahaan mu, kau menyalahkan ayah ku, dan menghancurkan rumah sakit milik ayah ku yang telah susah payah di bagun olehnya, hingga karena tidak tahan dengan tuduhan publik yang terus menyerang nya hingga dia bunuh diri."
Carl mendengar penjelasan dokter Felix kembali mengingat apakah dia pernah menyinggung seorang dokter di masa lampau. yang membuat dokter Felix sangat membencinya dan ingin balas dendam kepadanya.
sekarang dia mengingatnya.
"dokter Felix itu adalah kesalahpahaman. aku tidak pernah menyalahkan ayah mu atas kasus keracunan yang di alami pekerja perusahaan ku. waktu itu kami masih menyelidiki siapa sebenarnya yang menukar obat yang di berikan dari rumah sakit ayah mu.
tapi karena berita sudah menyebar luaskan kasus ini mengakibatkan ayah mu bunuh diri, aku juga tindak menyangka dia akan mengambil keputusan itu sangat cepat."
*****
"Carl aku tidak akan pernah mengampuni mu"
dokter Felix gelap mata, berlari dengan sekuat tenaganya ke arah carl dan menusuk carl dengan sebuah belati yang telah dia siapkan sebelumnya.
para pengawal Carl yang melihat tuan mereka di tusuk dengan belati di perutnya langsung bertindak, salah satu pengawal langsung menembak tubuh dokter Felix dari belakang beberapa kali hingga dia langsung tewas di tempat.
sementara Carl yang sudah terluka akibat tusukan belati di perutnya langsung di bawa oleh bawahannya ke rumah sakit.
sejak saat itu, Carl memerintahkan anak buah nya untuk mencari keberadaan keluarga Felix,
*
Di rumah sakit.
anak buah Carl datang langsung ke ruangan tempat Carl sedang di rawat akibat luka tusuk di perutnya yang di berikan oleh dokter Felix.
"tuan kami telah menemukan kediaman dokter Felix tapi kami tidak menemukan satu orang pun di sana. sepertinya istrinya telah mengetahui ini dan pergi meninggalkan rumah itu terlebih dahulu." lapor anak buah carl.
"setelah saya selidiki keluarga davidson tidak ada hubungannya dengan dokter Felix tuan, mungkin waktu itu kita kebetulan menemukanya di sekitar kediaman davison.
juga karena tepat pada malam itu istri kedua yang merupakan istri kesayangan davidson juga melahirkan dan meninggal akibat pendarahan pada saat malam itu"
jelas bawahan Carl yang menganalisis situasi pada saat itu.
"hmm, untuk saat ini cukup, kalian kembalilah dan selidiki dimana keberadaan anggota keluarga dokter Felix yang lain " ucap Carl dengan berbagai banyak pikiran yang terlintas di kepalanya.
"baik tuan, kami akan datang dan melaporkan secepatnya kepada anda" dia pun undur diri dengan sopan dan keluar dari ruangan Carl.
*
ke keesokan harinya di rumah sakit.
Carl meminta asistennya Steve untuk mengurus segala keperluannya dan pulang dari rumah sakit hari ini juga.
karena dia mengawatirkan anak dan istrinya yang saat ini yang masih menunggunya di rumah. karena Carl sengaja tidak memberitahu mereka jika dia masuk rumah sakit dan terluka.
mobil Carl yang di kendarai oleh asisten sekaligus orang kepercayaannya yaitu Steve berhenti tepat di depan mension Carl, Carl turun dari mobil seperti biasa dan di sambut oleh kedua putranya, karena istrinya masih terbaring lemah di tempat tidur.
setelah Carl kembali dari kamar istrinya dia segera kembali ke ruang kerjanya.
tok tok tok....
seseorang datang mengetuk pintu ruang kerja Carl.
"masuk" perintah Carl karena dia mengetahui siapa yang datang.
"selamat siang tuan" sapa bawahan Carl.
"iya, apakah ada kemajuan?"
"iya tuan, sebenarnya kami menemukan informasi jika istri dokter Felix hidup dengan putrinya di sebuah desa di pinggir hutan. informasi nya dia sangat menyayangi putrinya.
tapi tuan, anehnya seperti yang kita tahu selama ini Felix tidak memiliki anak." jelas bawahan Carl.
"kita simpan dulu informasi ini, jangan sampai Carllo dan Rice mengetahui ini, apalagi ibu mereka Amelia, aku tidak ingin memberikan harapan yang besar kepada mereka semua.
karena ini masih belum bisa kita buktikan jika putri ku masih hidup. bisa saja dia sengaja mengadopsi seorang anak untuk mengelabui kita. tapi seandainya pun putri ku telah tiada aku ingin tahu bagaimana dia meninggal dan dimana jasadnya di kuburkan."
"baik lah tuan."
"aku tau istri dan anak anak ku yang lain begitu yakin jika adik mereka masih hidup, jika mereka mengetahui informasi ini aku takut mereka akan kecewa.
carl sangat sedih membayangkan nasib malang putri semata wayang nya.
*flashback Carl off
"hahahaha kakak aku sangat senang hari ini"
carl mendengar suara kedua putra nya yang baru pulang. Carl segera menghentikan Lamunannya tentang kejadian beberapa tahun yang lalu saat dia kehilangan putrinya dan Carl pun langsung keluar dari ruangannya.
"selamat malam ayah" sapa Rice saat melihat ayahnya keluar dari ruang kerjanya.
"selamat malam, dari mana saja kalian kelihatannya sangat bahagia. "
carl bertanya kepada kedua putranya sambil melihat jam di pergelangan tangannya yang sudah menunjukan jam 9 malam.