Fall In Love With My Sister

Fall In Love With My Sister
142 Kedatangan Aleska



Hingga Aleska menjalankan aksinya saat mereka semua lengah, Aleska berjalan hati hati dan mengendap-endap untuk mencari keberadaan Aaron, dan mengambil kesempatan untuk bicara berdua dengan pemuda itu.


Ruby yang tidak bisa istirahat dengan tenang, segera bangkit dari tidurnya, dia merasa begitu gelisah, tidak nyaman baginya untuk benar-benar tidur nyenyak saat berada di wilayah asing seorang diri.


dia memutuskan untuk mandi lebih awal, seperti yang di katakan oleh pelayan sebelumnya, jika dia akan makan malam dengan Aaron malam ini. Selesai mandi Ruby mengenakan gaun yang di belikan Aaron sebelumnya di Polandia.


Setelah selesai dia kembali tertarik melihat ke arah pintu masuk balkon kamarnya yang menghadap ke kolam teratai indah itu, perlahan langkah Ruby mendekat dan membuka pintu itu perlahan, angin malam yang dingin langsung membelai wajah yang tampak lesu.


dia dengan tenang berdiri memegang tepi balkon sambil menikmati angin membelai wajahnya.


sementara Aleska sudah berdiri mengendap-endap menempel pada sisi lain dinding luar kamar Ruby menghindari pelayan perempuan yang baru saja lewat.


Setelah pelayan itu tidak terlihat lagi, Aleska kembali melangkah ke arah kolam teratai, dimana di ujung kolam itu adalah ruang pribadi dan ruang kerja Aaron.


"Nona?" Panggil pelayan mengejutkan Ruby.


Dia refleks melihat ke belakang melihat menghadap pelayan itu, tepat saat dimana Aleska melewati balkon kamarnya dan menuju ujung kolam itu degan gerakan lincah dan waspada.


"Apakah anda sudah siap?" tanyanya lagi.


"Yah" jawab Ruby singkat sambil berjalan keluar dari kamar itu menuju ruang makan.


*Aleska berdiri di depan jendela kaca ruang kerja Aaron, sambil memperhatikan pemuda itu yang terlihat sedikit gelisah terlihat dari tindakannya yang berjalan mondar mandir di depan mejanya.


Sontak Aaron membalikkan badan melihat arah suara lompatan.


Dia sedikit terkejut sebelum menyadari jika itu adalah Aleska. "Bagus, ternyata kamu bergerak lebih cepat dari dugaan ku," ucap Aaron kembali mendapatkan ketenangannya.


"sebenarnya itu tidak sulit" jawab Aleska acuh sambil melangkah mendekat ke arah Aaron.


"apa yang ingin kamu lakukan?" tanya Aaron dengan wajah yang terlihat sedikit waspada berada di sekitar Aleska, akibat aura dingin yang di pancarkan oleh pemuda itu.


"tidak banyak, bahkan aku bisa membantu mu" ucap Aleska menggantung ucapannya.


"apa maksud mu, jangan main main dengan ku, di sini bukan wilayah mu, kamu jelas tahu dengan sangat baik bahwa kamu lemah di sini tampa siapapun yang bisa membantu mu." ucapnya dalam satu tarikan nafas tapi tetap mempertahankan nada bicaranya seperti biasa, senormal mungkin.


"kamu kenapa malah seperti orang ketakutan, padahal kamu juga tahu dengan sangat baik ini adalah wilayah kekuasaan mu, dan aku tidak memiliki kekuatan apapun di sini." balas Aleska lagi membalikkan perkataan Aaron.


memang dia adalah manusia dingin dan jarang bicara, tapi jika berhubungan dengan Ruby hal yang tidak suka dia lakukan pun tampa sadar dilakukan olehnya.


"ya, aku akui kamu cukup berani datang ke sini seorang diri...." ucapnya yang awalnya tenang, kini tiba tiba terhenti dan berubah panik memikirkan kemungkinan (apakah Aleska telah menemui Ruby sebelum dia datang ke ruangan ini). batin Aaron.


"aku tidak akan bertele-tele.....