
sekarang di ruangan itu hanya tinggal mereka berdua, mike dan hugo yang sibuk dengan pikirannya masing masing.
sementara aleska telah memacu mobilnya untuk menemui ruby yang sedang menunggunya di mension.
sementara ruby yang telah selesai merapikan diri dan memakai gaun terbaiknya malam ini telah duduk di balkon kamarnya yang menghadap ke halaman depan mension sambil menunggu aleska yang tidak kunjung datang.
"apa yang di lakukan nya hingga sampai sekarang masih belum datang, apakah dia lupa kalau sudah mengajak ku untuk keluar makan malam hari ini" (ucap ruby kepada dirinya sendiri dengan rasa sedikit kecewa)
*****
tapi tiba tiba handphone nya yang berada di atas meja di sampingnya berdering.
ruby menoleh ke samping untuk melihat layar handphonenya, tapi itu hanya nomor yang tidak di kenal, dia berusaha mendekat dan meraih ponselnya.
"hallo?"
@
"ya, apakah ini ruby?" (terdengar suara seorang wanita dari seberang sana)
"benar, saya ruby" (jawab ruby)
"syukurlah, ini Tante sayang" (ucap nyonya carlyss)
wajah ruby yang tadi lesu kini seketika berubah menjadi cerah mendengar suara nyonya amanda.
"benarkah ini Tante?" (tanya ruby memastikan)
"benar, apakah kamu sibuk?" (tanya nyonya carlyss)
"tidak Tante aku sekarang sama sekali tidak sibuk hanya sedang menunggu seseorang yang mungkin telah melupakan janjinya"
(ucap ruby kepada nyonya carlyss dengan nada bicaranya yang awalnya terdengar ceria sekarang berubah terdengar sedikit sendu)
"sayang apakah sekarang kamu sedang menunggu seseorang?" (tanya nyonya carlyss dengan nada yang penuh perhatian)
"benar Tante, aku sedang menunggu kak aleska, tapi Tante tidak perlu kwatir dia pasti akan datang." (ucap ruby dengan penuh keyakinan)
"begitu kah, sepertinya hubungan kalian berdua sangat dekat" (kata nyonya carlyss)
"tidak Tante, dia adalah orang yang sangat dingin, lihat saja sampai sekarang dia masih belum datang setelah membuat janji" (ucap ruby dengan sedikit nada kesal yang terdengar pada suaranya)
nyonya carlyss tersenyum mendengar semua perkataan ruby. dan berkata.
@
"sayang, sepertinya kamu sangat menyayangi kakak laki laki mu aleska" (ucap nyonya carlyss)
tepat saat nyonya Carlyss mengatakan itu aleska datang ke kamar ruby.
dia langsung membuka pintu dan berjalan kearah ruby dengan langkah besar.
sementara ruby yang mendengar suara pintu kamarnya di buka berbalik menoleh ke belakang melihat siapa yang datang.
ruby melihat aleska berjalan menuju ke arahnya tanpa niat untuk berhenti.
seketika tubuh kecilnya sudah berada dalam pelukan pemuda itu. dengan tetap memegang handphone nya yang masih menyala.
untuk beberapa saat mereka berdua hanya terdiam, ruby juga telah melupakan jika dia sedang berada dalam panggilan telefon dengan nyonya carlyss.
"aska? apakah terjadi sesuatu?" (tanya ruby kepada kakak laki lakinya dengan tubuhnya yang masih berada dalam pelukan aleska yang sekarang sudah mulai di panggilnya dengan aska jika dia sedang kesal.)
"ya, aku juga berharap terjadi sesuatu" (ucap aleska dengan meletakkan tanganya di belakang kepala ruby dan dagunya yang berada tepat fi atas kepala gadis itu.)
"apa yang sedang kamu bicarakan?" (ucap ruby yang sekarang sudah mulai kembali sadar dan berusaha melepaskan tubuhnya dari pelukan aleska)
"apakah kamu sudah menunggu lama?" (tanya aleska dengan lembut dengan mengabaikan pertanyaan ruby)
@
"ya, aku sudah menunggu hingga berjamur, aku kira kakak tidak akan datang karena melupakan janji kakak" (omel ruby sambil menatap ke arah aleska karena sekarang tubuhnya sudah bebas dari pelukan pemuda jangkung itu.)
"hm ya sudah, ayo kita pergi sekarang" (ajak aleska)
"y tuhan, kakak tunggu sebentar, aku melupakan sesuatu" (ucap ruby sambil melihat ke arah handphone yang ada di genggamannya)
ternyata dia masih berada di panggilan bersama nyonya carlyss.
"ada apa?" (tanya aleska sambil mengerutkan keningnya melihat ke arah handphone yang di pegang ruby)
"hallo Tante?" (ucap ruby dengan hati hati)
"hallo sayang, apakah kamu ingin pergi sekarang?" (tanya nyonya carlyss dengan lembut)
"benar Tante" (ucap ruby dengan nada bersalah)
"kalau begitu hati hati di jalan, nanti Tante juga akan mengajak kamu untuk makan malam bersama" (ucap nyonya carlyss)
"baik Tante, nanti akan ruby telfon lagi" (ucap ruby)
"baiklah sayang" (nyonya ruby)
"bye Tante" (ruby)
"bye sayang" (nyonya carlyss)
setelah mematikan telfon nya ruby melihat ke arah aleska.
"kakak kenapa?"
"hmm tidak"
"ayo pergi" (ajak aleska)
"hmm ayooook" (ruby)
aleska membalikan badannya pergi dari sana tapi saat sebelum dia membuka pintu dia di panggil oleh ruby.
"kakak,?
mendengar dia di panggil oleh ruby, aleska menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang.
"ada apa?" (tanya aleska)
@
"kakak, apakah tadi terjadi sesuatu?" tanya ruby, karena dia merasa sedikit aneh dengan perlakuan aleska, awalnya saat pertama kali dia datang aleska langsung memeluk ruby, tapi setelah ruby kembali berbicara di telfon dengan nyonya carllyss dia tiba tiba kembali bersikap dingin, tapi dia juga tidak bertanya kepada ruby dengan siapa dia berkomunikasi barusan.
tapi entah kenapa ruby merasa tidak tenang oleh sikap aleska yang tiba tiba saja berubah dingin kepadanya jadi dia memutuskan untuk bertanya.
"kakak, apakah kamu marah kepada ku? kerena berkomunikasi dengan keluarga carlyss apakah kakak tidak menyukai mereka?" (tanya ruby)
"tentu saja tidak, ayo kita pergi" (aleska)
dalam hati aleska, kali ini dia benar benar tidak merasa marah jika ruby berhubungan dekat dengan mereka dari keluarga carllyss tapi tetap saja dia juga tidak rela melihat gadis yang di sayangnya dekat dengan orang lain. jika benar apa yang di katakan oleh mike dia akan bahagia, tapi sekaligus dia merasa takut jika keluarga itu mengambil ruby dari nya, dia terus saja merasa gelisah.
"baik" (ruby berjalan mendekat ke arah aleska dan berjalan di sampingnya)
*
sementara di desa kecil di pinggir kota dekat dengan pegunungan dan hutan yang masih asri, malam itu Tommy terlihat sedang sibuk menimba air sumur, untuk keperluan mereka yang akan banyak memerlukan air bersih. tiba tiba seseorang datang dan memanggil namanya dari belakangnya.@
"Tommy? ayo kita makan malam, jangan hanya sibuk bekerja, ini sudah waktunya untuk istirahat" (panggil nyonya Anny)
"baik nyonya " (jawab Tommy)
Tommy meletakkan ember di tangan nya dan berjalan masuk kedalam rumah yang terlihat masih sedikit berantakan karena mereka baru saja pindah ke rumah itu.
*beberapa hari sebelumnya
saat itu Tommy kembali ke rumah dimana nyonya Anny dan putrinya tinggal saat merawat dia waktu sakit, tapi rumah itu sudah kosong, terlihat tidak ada jejak sama sekali yang di tinggalkan oleh tuan rumah yang tinggal di sana sebelumnya.