Fall In Love With My Sister

Fall In Love With My Sister
122 gaun indah untuk Ruby



Aleska, Hugo dan Mike masih duduk di meja makan menunggu Ruby, mereka bertiga Tengah asik berdiskusi membahas berita tentang bocor nya indentitas Hugo dan Mike.


"benar tuan, saya juga heran, berita itu menghilang lebih cepat dari dugaan kita, bahkan saya juga mendapat informasi jika semua akses pertukaran informasi baik kerja sama dan bisnis dari Rumania ke jerman di tutup secara diam diam" jelas Hugo.


Aleska yang mendengar inipun mengetuk ngetukkan jarinya ke meja, berusaha menebak nebak pihak mana lagi sekarang yang ikut campur, dan atas kepentingan apa mereka bertindak seperti itu.


"yang pasti ini berhubungan dengan orang kerajaan Rumania, tidak mungkin orang luar dapat mengendalikan pertukaran informasi dalam skala besar seperti itu" analisis Aleska setelah berfikir dan merenung panjang.


"benar tuan, saya juga berfikir seperti itu, tapi yang membingungkan kenapa mereka melakukan itu tepat saat informasi identitas kamu berdua bocor, yang secara tidak langsung jelas memberikan keuntungan kepada kita" ucap Hugo sambil terus berfikir.


"apa mungkin orang tua kita?" ucap Mike tiba Tiba.


Hugo dan Aleska spontan melihat ke arah Mike yang dari tadi hanya berdiam diri, entah mengapa dia sepertinya memang memiliki hobi untuk tiba tiba menimpali pembicaraan orang dan membuat kaget.


tapi tidak jarang juga ucapan ngawur nya dapat memberikan ide baru bagi Aleska dan Hugo.


"itu malah tidak mungkin" ucap Hugo terhenti karena dia tenggelam dalam pikirannya.


"untuk apa mereka menutupi indentitas kita berdua, sekaligus di saat yang sama menahan informasi berlebihan dari Jerman yang masuk ke kerajaan Rumania" sambung Hugo lagi.


"benar juga, lagian untuk melakukan itu memerlukan persetujuan raja atau minimal putra mahkota" ucap Mike mengatakan analisis pikirannya sendiri dengan polos, tampa melihat lebih dalam lagi apa maksud sebenarnya dari apa yang dia katakan. sementara Hugo dan Aleska dapat menangkap poin penting dari apa yang dia katakan.


"benar, mungkin itu perbuatan putra mahkota" ucap Hugo lagi, yang membuat Mike kebingungan.


"tunggu, kenapa kamu berfikir itu adalah perbuatan putra mahkota?" tanya Mike kepada Hugo.


"ada apa dengan otak mu yang biasanya berfikir kritis Sekarang Tiba tiba tidak berfungsi seperti ini?" ucap Hugo memandang kesal kepada Mike.


"coba kamu pikir, hanya putra mahkota satu satu nya di kerajaan Rumania yang tidak ingin tuan Aleska pulang, atau identitasnya di ketahui oleh pejabat pejabat tinggi lainnya di Rumania." sambung Hugo lagi.


"itu belum pasti, sebelum kita mendapat bukti nyata, selidiki ini lebih dalam" perintah Aleska, dia tidak ingin gegabah, dan jika pun itu benar, mereka harus benar benar memiliki rencana yang matang terlebih dahulu sebelum melawan putra mahkota itu.


"baik tuan, tapi terlepas dari siapapun orangnya untuk hari ini anda bisa tenang karena sementara ini posisi kita cukup aman" tambah Hugo lagi berusaha mencairkan suasana.


"ya, tapi tetap tingkatkan kewaspadaan, aku memiliki firasat tidak enak" ucap Aleska kepada Hugo dan Mike sambil melihat mereka bergantian.


tiba tiba Ruby datang menghentikan diskusi mereka.


"apakah ini tidak terlalu berlebihan?" tanya gadis kecil itu memegang rok gaunnya.


seketika Aleska, Hugo dan Mike melihat ke arah Ruby.


walaupun wajahnya sedikit tertunduk tidak semangat tapi gaun yang dia kenakan memancarkan power yang membuat siapapun yang melihatnya akan memandangnya tinggi tak tersentuh.


kulit putih jernih di balut dengan gaun hitam sampai lutut, mata merahnya di padukan dengan gaunnya yang warna hitam polos membuat dia sangat powerfull, berkasta tinggi, sekaligus anggun membuat siapapun tidak dapat memandang rendah dirinya.


tidak sia sia Aleska menghabiskan waktu dan tenaganya untuk memilihkan gaun untuk Ruby,


dia melakukan nya untuk mengembalikan kepercayaan diri gadis itu, sekaligus untuk sedikit menekan orang orang yang ingin merendahkannya nanti di acara konferensi pers dengan dandanan mendominasi dan agung.


ya kali ini Aleska berniat untuk bermain psikologi semua orang.


gadis yang kini berdiri di depannya, dengan wajah terlihat lebih bersinar dari biasanya, mungkin itu karena efek makeup yang di poleskan pada wajah polosnya, bibir yang awalnya merah alami sekarang di buat lebih merekah dan penuh, dan rambut indahnya yang di biarkan terurai alami membuat mereka bertiga berdiri terpaku menatap ke arah gadis itu.


"kakak? aku bilang apakah ini terlalu berlebihan?" tanya Ruby sekali lagi, kali ini tangannya memegangi ikat pinggang yang melingkar di pinggangnya yang memberikan aksen penegasan pada gaun polosnya, dengan ikat pinggang itu dia terlihat lebih energik dan dewasa, menghilangkan sisi polos dengan penampilan mudah di tandas pada dirinya.


yah, harga ikat pinggangnya saja bisa membeli satu pesawat jet, tidak terbayang harga gaunnya secara keseluruhan.


di lengkapi dengan beberapa perhiasan kalung yang melingkar indah di leher putihnya yang buah kalungnya berbentuk satu tangkai mawar, dengan tangkainya dari emas putih dan bunga mawarnya dari berlian merah, senada dengan warna matanya.


cincin yang bertengger indah di jari telunjuk masih dengan bentuk setangkai mawar yang sengaja di bentuk melingkari jari tangannya.


(kamu bisa bayangkan desain unik yang langsung di desain dan di pesan oleh Aleska ini sangat cocok untuk Ruby, tangkai mawar nya yang sengaja dia buat sedikit lebih panjang agar bisa melingkari jari telunjuk Ruby, dan nanti akan bertemu dengan bunga sendiri yang juga berwarna merah yang terbuat dari bahan yang sama, bedanya pada cincin Ruby terdapat satu daun berwarna hijau tua.


mengartikan jika kemanapun dia pergi, dia membawa kehidupan bersamanya.


"sama sekali tidak berlebihan, ini sangat pas" ucap Mike yang masih melongo melihat ke arah Ruby.


"ya nona anda sangat cantik" tambah Hugo.


tapi yang di puji malah melihat ke arah Aleska menunggu respon dari kakaknya itu.


melihat Ruby yang menatap kakak ya menunggu komentarnya.


Hugo sedikit menyungkitkan sikunya ke arah Aleska yang masih sedikit terhipnotis oleh penampilan Ruby.


"ah ya??" menatap Hugo.


"ah ya cantik" ucap Aleska spontan tersadar.


"ayo berangkat sekarang" ucapnya mengalihkan pembicaraan. dan berjalan duluan keluar.


Ruby mengikuti langkah Aleska dari belakang, begitupun dengan Mike dan Hugo.


dalam hati Ruby dia sedikit mengeluh, hampir saja aku beku karena sikap dinginnya yang sudah sampai tulang" gerutunya sambil berjalan, dia cukup kesal di tinggal begitu saja oleh Aleska.


sementara Aleska telah berdiri menunggu Ruby di depan pintu mobil yang telah dia buka, jadi saat gadis itu sampai dia langsung mempersilahkan nya masuk dan kembali menutup pintu.


dia dengan sikap gentleman memutari mobil dan duduk di kursi kemudinya.


*hallo readers😌, selamat malam.


dukungan like dan komen dari kalian bisa memberikan kehidupan baru bagi author.


jadi selalu dukung author dengan like, vote dan kasi hadiah agar meningkat kan rating novel dan author bisa mendapat penghasilan dari itu.


juga membuat Author makin semangat berkarya dan meningkatkan kan kualitas karya lebih baik lagi, dan jika kalian ada saran langsung komen di bawah👇ya atau bisa juga dengan Dm ig author @cacacondadevita jangan lupa follow, nanti pasti author follback.


terimakasih🥰


salam hangat dari Author 🤗