
"tapi banyak gadis lain di luar sana yang juga sama dengan Ruby mungkin lebih" tuan carllyss mencoba meneliti wajah kedua putranya saat mengatakan itu.
"beda ayah, entah kenapa aku merasa sangat dekat dengannya, jika di lihat sekilas kadang dia terlihat seperti ibu, hanya warna matanya saja yang berbeda."
"tuan carllyss mulai mengingat penampilan istrinya saat msih muda, dan benar saja sekilas mereka benar benar terlihat mirip, dengan warna rambut dan warna kulit yang sama, hanya matanya saja yang berbeda seperti yang dikatakan oleh putranya rice"
*****
"Carllo apakah pendapatmu juga begitu"
"ayah, Ruby memang gadis yang sangat baik dan jujur, tapi untuk berteman dengannya, seperti yang ayah katakan terlalu beresiko."
"mendengar ini tuan Carllyss mengangguk anggukan kepalanya, karena bagaimanapun juga Carllo adalah putra pertamanya yang lebih berpengalaman dan mempertimbangkan setiap keputusan yang akan di ambilnya.
termasuk mengorbankan perasaan pribadinya sendiri, berbeda dengan putra keduanya Rice, dia masih sangat polos dan tidak memikirkan akibat dari setiap tindakannya. tuan Carllo sedikit berfikir dan sedikit menoleh melihat istrinya.
"berbeda lagi dengan istri ku, semenjak kehilangan putri kami beberapa tahun yang lalu dia sangat jarang menunjukan ketertarikannya kepada seorang gadis." gumam tuan carllyss
tuan carllyss menatap ke arah Ruby untuk waktu yang lama, entah apa yang sedang dia pikirkan.
*
"maaf tuan saya terlambat, karena saya harus menyiapkan beberapa hal dengan tuan hugo sebelum dia menghadiri pesta"
tuan Abas yang merupakan asisten sekaligus adalah teman baik tuan Davidson datang kepadanya untuk melaporkan keadaan dengan sengaja mempelankan sedikit suaranya karena kedatanganya yang sedikit terlambat.
"tidak masalah, saya telah mengurusnya dengan baik, hingga tuan Hugo bisa datang ke pesta kita malam ini dengan nyaman.
tuan Davidson menggantung perkataanya dan menoleh kearah Abas untuk memberhentikan ekspresi bawahan setianya itu.
"Abas seharusnya kamu sudah tahu jika bos mereka ternyata adalah putra ku Aleska"
"benar tuan, awalnya saya juga sangat terkejut dan tidak bisa percaya, tapi mau tidak mau saya harus mempercayai mereka setelah mereka memperlihat dokumen resmi yang mereka bawa dan menunjukannya kepada saya."
dalam hati Abas sebenarnya dia sangat menghawatirkan bosnya ini karena dia tahu pasti tuan Davidson selama ini juga tidak mengetahui bahwa Aleska adalah pemimpin perusahaan keamanan yang sangat melegenda itu adalah putranya sendiri Aleska.
"Abas apa yang aku lakukan selama ini sama sekali tidak berguna. seperti yang kamu lihat dia sama sekali tidak membutuhkan bantuan ku.
jadi apa sebenarnya tujuan Aleska hingga berusaha untuk merebut perhatian ku, hanya untuk mendapatkan beberapa persen saham di perusahaan. bahkan dengan kemampuannya sekarang dia bisa mendapatkan setengah saham dari perusahaan yang lebih besar dari pada kita."
"tuan, sebaiknya anda jangan berfikir negatif terlebih dahulu kepada tuan muda Aleska, mungkin itu hanya usaha seorang anak agar keberadaanya di akui oleh ayahnya sendiri."
"Abas mungkin apa yang kamu katakan benar, bahwa harta bukanlah tujuan Aleska sebenarnya, yang dia inginkan adalah pengakuan dan perhatian dariku karena selama ini aku selalu mengabaikannya dan adiknya.
hingga hampir saja aku tidak bisa mengenali putriku sendiri sewaktu dia di gandeng oleh putra tertua carllyss datang ke pesta ku sendiri. harusnya aku di benci oleh mereka berdua."
"tuan, tidak seharusnya anda berfikir seperti itu, karena anda memiliki alasan sendiri hingga mengabaikan mereka berdua selama ini."
seharusnya dari awal aku sudah memperhatikan putra ku dan putriku yang ternyata sangat cantik, penampilanya sangat berbeda dari ibu nya tapi mereka sama sama terlihat sangat cantik." ucap tuan davidson mengatakan itu sambil membayangkan wajah cantik istrinya dan membandingkan dengan sosok Ruby yang berdiri di samping Aleska.
"tuan kita tidak bisa mengubah apapun, sekarang tuan tinggal memikirkan apa yang akan tuan lakukan kedepannya terhadap anak anak tuan."
"yang kamu katakan benar, sekarang aku perlu memperbaiki kesalahan ku di masa lalu dan mulai sekarang memperlakukan mereka dengan adil."
"baguslah jika tuan tidak lagi menyalahkan diri sendiri."
tiba tiba kedatangan Aleska dan ruyby kearah mereka membuat tuan Davidson menghentikan pembicaraannya dengan asisten kepercayaannya Abas, sambil melihat kearah kedatangan mereka berdua.
"ayah, aku mohon izin untuk pamit pulang terlebih dahulu, karena sepertinya Ruby tidak enak badan"
mendengar ini tuan Davidson melihat kearah putrinya yang terlihat sangat cantik malam ini.
"apakah kamu baik baik saja"
Davidson terlihat mencemaskan putrinya.
"saya baik baik saja tuan" Ruby menjawab pertanyaan tuan Davidson sambil menunduk hormat tampa memanggilnya dengan sebutan ayah malah dengan panggilan tuan terdengar sangat ganjil di telinga Davidson maupun di telinga orang yang berada di sekeliling mereka.
"bagus jika kamu baik baik baik saja, sampai di rumah langsung beristirahat dan makanlah dengan baik.
kalian berdua boleh pulang sekarang" tuan davidson berbicara kepada ruby dengan sedikit kaku, terdengar jelas dari suaranya yang berbicara terbata bata..
Aleska memegang tangan Ruby dengan sangat erat meninggalkan aula pesta yang tengah berlangsung.
tuan Davidson dan Abas asistennya memperhatikan punggung kedua orang itu dan menyaksikan kepergian mereka berdua keluar dari aula pesta.
"sepertinya aku memang tidak pantas di panggil ayah oleh putra dan putri
ku sendiri" davidson terlihat tidak bersemangat memikirkan jika dia sama sekali tidak berhak memangil Aleska, adalah putranya sendiri dan berharap di panggil ayah oleh mereka berdua karena, mengingat di masa lalu dia tidak pernah sama sekali melakukan apapun untuk Aleska dan adiknya Ruby.
saya harap tuan jangan berfikir seperti itu, kita akan menelusuri masalah ini secara terperinci, sampai kita mengetahui dengan jelas jalan apa sebenarnya yang di tempuh oleh tuan muda Aleska hingga sampai ke tempatnya sekarang." abas mencoba menenangkan tuannya yang sudah di layani nya selama bertahun tahun.
"yang kamu katakan benar sekali, tidak seharusnya aku menghawatirkan diriku sendiri, dia sendiri pasti telah mengalami hari yang berat dan melalui banyak hal hingga sampai menjadi seperti dirinya yang sekarang." karena nasehat dari abas Davidson sedikit merasa lega
"benar tuan" ucap abas.
*****
"ngomong ngomong bagaimana kabar keluarga mu di Rumania?"
Davidson mengingat kembali jika Abas beberapa hari yang lalu tiba tiba datang kepdanya untuk meminta izin cuti beberapa hari, dengan alasan ingin melihat kampung halamannya. Davidson juga merasa jika Abas sudah terlalu lama bekerja dengannya dan beberapa tahun terakhir abas tidak pernah kembali ke negara asalnya.