Fall In Love With My Sister

Fall In Love With My Sister
029 Mobil baru



"tuan mereka menyebutnya dengan taman pohon Pinus yang di rawat dan di desain langsung oleh desainer ternama Roberto yang sangat terkenal."


"terserah mereka menyebutnya apa, malahan ini terkesan di buat khusus untuk menyembunyikan sesuatu yang membuat orang akan semakin penasaran."


asisten tuan carl memikirkan ini ada benarnya.


"apa yang tuan katakan sangat masuk akal"


*


ke esok kan harinya saat masih dini hari Aleska dan Ruby terlihat sedang asik berolahraga dan melakukan beberapa pemanasan, saat mata hari mulai menampakan diri Aleska mengajari ruby beberapa ilmu keterampilan beladiri di lapangan hijau tempat biasa Aleska lari pagi.


"untuk hari ini cukup sampai sini, bukankah kamu sebentar lagi perlu ke sekolah?"


Aleska menghentikan kegiatannya melatih Ruby, karena Ruby perlu pergi ke sekolah.


"ah benar, kakak juga harus siap siap ke sekolah kan? kemaren kakak juga tidak masuk ke sekolah, kenapa?" tanya Ruby.


"hhmmmm aku tidak kan pergi sekolah lagi?" menjawab dengan tidak peduli.


"kenapa? apakah kakak di keluarkan oleh pihak sekolah karena kakak ketauan sering berkelahi?" mulai menerka-nerka.


"tentu saja tidak, kamu tidak usah khawatir, belajar saja dengan baik, jangan biarkan siapapun menyakitimu di sekolah, mengerti?"


"iya, tapi kenapa kakak keluar dari sekolah?" masih belum mengerti.


"karena aku akan bekerja mulai sekarang"


"bekerja? apakah kakak berhenti sekolah karena sudah mendapatkan pekerjaan?"


"ya bisa di bilang seperti itu"


"tapi kak, kamu masih belum menjawab pertanyaan ku, kenapa kakak bisa masuk ke sekolah dan ke luar seenaknya? bukankah itu perlu beberapa prosedur yang cukup membuat pusing?" tanya Ruby heran.


Ruby ingat apa yang di katakan oleh sahabatnya Sintia, jika ingin pindah ke sekolah mereka sekarang, perlu mengikuti beberapa prosedur yang cukup sulit dengan biaya yang sangat mahal.


karena sekolah mereka adalah sekolah elit dan sekolah terbaik di Jerman.


apa lagi ini bukan murid pindahan biasa, karena sebenarnya dia tau jika kakaknya tidak pernah sekolah secara formal sebelumnya.


walaupun dia tahu jika kakaknya sangat rajin belajar sendiri di ruang belajarnya hingga tengah malam dan memiliki buku yang sangat banyak dalam berbagai macam bahasa asing. tapi tetap saja dia tidak mengikuti sekolah formal.


"hmm ya kakak di bantu oleh beberapa orang teman" jawab Aleska ngasal, walaupun sebenarnya itu tidak sepenuhnya berbohong, kerena yang mengurus semua keperluan aleska adalah mike, yang bisa di bilang adalah temannya.


"hah? kakak memiliki teman?"


Ruby menatap kakaknya Aleska dengan tatapan yang menyelidik, karena dia belum pernah melihat atau pun mendengar jika kakaknya memiliki seorang teman.


"ya kira kira begitu lah"


"ooohhh" jawab gadis itu sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.


melihat Ruby yang percaya begitu saja apa yang di katakan oleh nya membuat Aleska merasa sedikit kasihan.


(mungkin mereka bisa di hitung sebagai teman) batin aleska, sambil membayangkan beberapa orang bawahannya yang sangat setia dan kompeten dalam melaksanakan setiap tugas yang di berikan oleh aleska kepada mereka.


seperti saat mengurus urusan administrasi dan prosedur masuk ke sekolah Ruby, mereka hanya memerlukan waktu satu jam, jika di lakukan sesuai prosedur yang sebenarnya mungkin memerlukan waktu satu minggu bagi wali murid lainya.


hingga seorang siswa pindahan atau anak mereka yang akan pindah sekolah bisa masuk ke sekolah tersebut.


setelah selesai mandi dan mengenakan seragam sekolah Ruby turun dari lantai dua untuk sarapan, karena perut nya sudah terasa sangat lapar, mungkin karena kegiatan nya pagi ini cukup menguras tenaga.


saat Ruby sampai di lantai satu di melihat ke arah meja makan dimana Aleska telah duduk manis untuk segera menyantap roti bakar dengan selai dan telur ceplok di depannya yang telah tersaji rapi.


"apakah kakak akan pergi bekerja seperti ini?"


tanya Ruby terkejut melihat penampilan Aleska pagi ini yang sangat rapi dan mengenakan jas formal.


"ya, apakah terlihat buruk?"


"bukan begitu maksud ku...


Ruby kembali terdiam melihat sikap Aleska yang cuek seperti biasanya.


"kakak, jangan coba coba membodohi ku, apakah kakak akan bekerja di perusahaan tuan Davidson?" tebak Ruby.


"sepertinya kamu sudah tahu"


Aleska menjawab dengan sangat santai untuk menanggapi setiap perkataan adik perempuannya Ruby sambil tetap melanjutkan sarapannya dengan tenang.


"bagai mana tidak tahu, dua hari yang lalu kakak tiba tiba di panggil ke perusahaanya saat pulang sekolah, lalu ke esok kan hari nya kakak tidak lagi pergi ke sekolah seperti biasanya dan hari ini kakak mengatakan tidak akan masuk sekolah lagi, siapa yang tidak bisa menghubungkan beberapa kejadian yang sudah jelas sangat seperti ini."


"ternyata sekarang kamu sudah cukup cerdas, tidak sia sia selama ini aku melatih mu untuk mencoba menganalisa setiap situasi sebelum berpendapat."


"kakak bahkan ini sudah sangat jelas dan tidak memerlukan analisa apapun."


"hmmmm"


Aleska hanya bergumam sambil mengangguk anggukan kepalanya dan makan dengan lahap.


Ruby yang melihat kakaknya hanya mengangguk angguk kembali melanjutkan sarapannya tampa bertanya lebih banyak lagi, karena memang perutnya sudah sangat lapar dan minta di isi dengan segera.


mereka berdua melanjutkan memakan sarapan mereka dengan tenang hingga selesai, dan berjalan beriringan keluar dari mension.


saat di depan pintu ruby lagi lagi di kejutkan pagi ini.


"kakak, mobil siapa ini? apakah ada seseorang yang datang?"


Ruby bertanya kepada kakaknya sambil melihat kiri dan kanan mencari keberadaan seseorang.


"bukan, mulai sekarang aku akan memakai mobil ini mengantar mu pergi ke sekolah dan pergi ke kantor?"


"hah? benarkah ? jadi aku tidak perlu lagi berjalan kaki dan berlarian mengejar bus ke sekolah?"


ruby sangat senang melihat mobil hitam mengkilap di depannya.


"tapi kak, bagaimana kamu bisa mendapatkan ini?" Rubby kembali bertanya kepada Aleska dengan nada curiga


"ini hadiah, seperti kata mu, bukankah aku sekarang telah terkenal?"


"ah benar sekali, kenapa aku melupakan ini, jika kakak sekarang sudah terkenal dan di tawari bekerja oleh tuan Davidson, kakak sangat hebat." Ruby dengan tulus memuji aleska dengan mata yang berbinar binar.


melihat Ruby memujinya dengan wajah seperti itu Aleska tidak bisa menjelaskan seperti apa perasaanya saat ini.yang jelas apapun yang di lakukannya saat ini adalah untuk melindungi ruby.


dan pujian dari Ruby sangat berarti untuknya, seperti dia sudah melakukan suatu hal yang benar dan berguna.


walaupun banyak pujian dari pihak luar kepadanya tapi itu malah membuat Aleska merasa muak akan pujian mereka, sangat berbeda saat Ruby yang memberikan pujian tersebut.