Fall In Love With My Sister

Fall In Love With My Sister
077 Pertemuan Dua Orang Dari Kerajaan Rumania



Ruby yang kaget karena Aleska tiba tiba menggenggam tangannya hanya diam dan mengikuti langkah pria tampan itu dari belakang.


pagi itu Aleska mengantar Ruby pergi ke sekolah seperti biasa.


dan akan langsung berangkat ke kantornya setelah itu.


saat sampai di kantornya terlihat Mike sudah berdiri di depan pintu ruangannya yang sedang menunggu nya.


*****


Mike yang melihat kedatangan Aleska segera menyapanya.


"selamat pagi tuan"


"selamat pagi" jawab Aleska dengan ramah dan wajah yang berbinar.


dalam hati Mike, sepertinya telah terjadi hal baik kepada tuanya.


dia juga ikut tersenyum mengikuti langkah Aleska masuk ke ruangannya.


"ada apa, kamu pagi pagi telah menunggu ku di depan pintu?"


"begini tuan, hari ini tuan Abas telah mengatur waktu nanti siang untuk melakukan konferensi pers."


"bagus, kita hanya perlu mendengarkan apa yang akan mereka katakan"


"benar tuan, mereka juga secara resmi mengundang anda untuk hadir secara langsung pada siang nanti"


"hmm sepertinya akan terjadi suatu hal yang menarik, kalau begitu segera setujui undangan itu, aku akan datang"


"baik tuan, tapi kita harus tetap hati hati karena Devano juga akan hadir pada saat itu"


"hahaha sepertinya mereka sudah berusaha sangat keras agar tidak terlihat adanya konflik sama sekali dalam keluarga Davidson antara kedua putranya kepada media."


"sepertinya begitu tuan, apakah anda akan tetap menyetujui untuk datang?" tanya Mike sekali lagi.


"tentu saja, kenapa tidak." Aleska menjawab dengan nada yang begitu yakin.


"baik lah, kalau begitu saya kan menyiapkan segala keperluan anda"


"terimakasih" ucap Aleska.


"sama sama tuan"


Mike segera pergi keluar dari ruangan Aleska dan saat dia baru kelar ternyata seseorang telah berdiri di sana untuk menunggunya.


"tuan abas?" Mike menyapa Abas yang telah berdiri di dekat pintu ruangan Aleska.


"hallo Mike, boleh saya bicara sebentar dengan anda?" tanya Abas kepadanya.


"ya tentu" ucap Mike tidak keberatan.


*


"silahkan," Abas mengajak Mike menuju ke kopi shop terdekat dari kantor mereka.


"silahkan di minum" Abas mempersilahkan Mike untuk meminum segelas kopi yang telah di sajikan oleh pelayan cafe.


"terimakasih" Mike yang merupakan putra seorang bangsawan tentu saja terbiasa dengan menggunakan etika dan sopan santun , melihat ini Abas tersenyum kecil, karena dia merasa berada di negerinya sendiri dengan berinteraksi dengan Mike yang merupakan orang dari kampung halamannya.


"ada apa tuan, apakah anda perlu sesuatu?" tanya Mike.


"hmm tidak, aku hanya ingin saling sapa dengan mu," jawab Abas santai.


"saling sapa?"


melihat muka bingung Mike, Abas langsung saja mengatakan sesuatu yang mungkin bisa membuat Mike mengerti.


"apakah kabar ayah mu baik baik saja?" tanya dengan nada bersahabat.


"hah,? apakah anda mengenal ayah ku"


Mike bertanya dengan heran, karena akan sangat sangat jarang orang luar mengenal ayahnya, yang merupakan mentri di kerajaan Rumania, dan di usianya yang sekarang dia tidak lagi melakukan pekerjaan berat dan hanya berada di sisi yang mulia raja.


tidak mungkin Abas yang masih kelihatan muda, umurnya sekitar 32 tahun bisa bertemu ayah ku kan?, pikir Mike.


ya walaupun dia dulunya ayah ku melakukan tugas mentri yang berhubungan dengan kedaulatan dan kerjasama dengan negara lain, tapi tugas itu telah lama digantikan oleh kakak ku, dan walaupun Abas melakukan kerjasama dengan kerajaan Rumania, pasti dia hanya akan bertemu dengan kakak laki laki ku (pikir Mike lagi sibuk berdebat dengan dirinya sendiri)


Abas terlihat diam beberapa saat.


"ya aku sedikit mengenal beliau" jawabnya dengan santai sambil meneguk segelas kopi yang ada di hadapannya.


"siapa anda sebenarnya? bagaimana anda bisa mengenal ayah ku?" tanya Mike ingin tahu.


"sebenarnya aku cukup dekat dengan beliau" (jawab Abas)


"cukup dekat?, bagai mana mungkin, anda yang seumuran dengan kakak laki laki ku bisa dekat dengan ayah ku yang sudah cukup tua,"


desak Mike kepada Abas.


"siapa sebenarnya orang ini" batin Mike.


"ya, yang kamu katakan benar, karena aku seumuran dengan kakak laki laki mu Mischa mangkanya aku juga menganggap ayah mu sebagai orang tua ku" (jelas Abas)


Mike ternganga mendengar penjelasan dari Abas, siapa sebenarnya orang ini, sepertinya dia cukup dekat dengan keluarga ku, apakah dia adalah teman kakak Mischa?


tapi kak Mischa tidak memiliki waktu untuk berteman, dia selalu sibuk dengan pendidikannya hingga di beri kepercayaan oleh yang mulia raja untuk melanjutkan jabatan ayah ku" lagi lagi Mike di buat bingung oleh Abas.


"siap kamu sebenarnya?" desak Mike yang mulai penasaran siapa orang yang berada di hadapan nya ini.


"jangan bilang dia adalah salah satu bangsawan juga di rumania" lagi lagi batinnya menebak.


"aku adalah sahabat Mischa, mungkin kamu tidak mengenaliku karena saat aku sering datang ke rumah mu saat kamu masih kecil, bahkan sebelum Mischa mendapatkan jabatannya yang sekarang." jelas Abas masih dengan santai.


sepertinya mereka berteman cukup dekat, hingga tahu begitu banyak tentang keluarga ku.


tapi jika dia bangsawan atau semacamnya, apa yang terjadi sehingga dia memutuskan untuk tinggal di sisi tuan Davidson? (tebak Mike lagi dan lagi.)


"ah sudahlah itu bukan urusan ku" pikirnya yang kembali normal.


"jadi begitu," akhirnya Mike kembali bersikap cuek seperti biasanya, dia kini mulai menanggapi Abas dengan santai.


"jadi, kenapa kamu berada di sini dan berada di sisi tuan muda Aleska?" kini giliran Abas yang nampaknya penasaran terhadap Mike.


Mike yang mengangkat cangkir kopinya untuk minum kembali terbatuk-batuk mendengar pertanyaan Abas.


"itu bukan urusan mu, walaupun anda berteman dengan kakak laki laki saya, tapi kita tidak begitu dekat untuk mengetahui utusan pribadi masing masing"


"aku mengerti, jika kamu tidak mau mengatakannya, tapi aku hanya heran, kenapa kedua putra bangsawan yang sangat berpengaruh dan disegani di kerajaan Rumania berada di sisi tuan muda ku, aleska." ucap Abas sengaja menekankan jika aleska merupakan tuan nya, dan mereka adalah pihak luar, untuk memancing bagai mana reaksi mike, apakah tujuan mereka menjalin kerja sama)


"hahahaha, bagaimana anda bisa mengatakan kata, ~tuan muda ku~ saat kalian semua mengabaikannya, hingga dia hampir mati kelaparan dan bekerja di luar mension untuk membeli makanan, sekarang setelah dia berdiri di puncak karirnya kalian semua mulai mengklaim jika dia adalah tuan kalian. kalian semua benar benar lucu."


Mike tidak bisa lagi mengendalikan dirinya, dia tertawa terbahak bahak, tapi wajahnya memerah karena menahan amarah.


melihat Mike seperti ini, Abas yang merupakan laki laki matang dan sudah berpengalaman sedikit menciut berada di hadapan laki laki muda ini.


bagai mana dia bisa membuat ekspresi seperti itu, sepertinya dia sudah sangat marah mendengar kata kata ku, seperti dia sudah berada di sisi aleska sejak awal, dan menyaksikan sendiri dengan mata kepalanya penderitaan tuan muda.


sebenarnya apa yang telah di lalui mereka yang masih sangat muda ini.? (pikir tuan abas dengan keras.)