
"Fifi lusa ada acara pembukaan olahraga untuk segala bidang kamu mau ikut gak? Karena akan ada bayaran yang lumayan banyak." Ariana mengajak Syafira untuk ikutan dalam acara pembukaan olimpiade
"Apa lagi sih kak, emangnya kamu gak ada teman yang lain kenapa selalu mengganggu aku." Syafira menanggapi Ariana dengan cuek dan tatapan kesal
"Duh elah non, ini kan ada bayarannya. Dan lagi cuma pertunjukan ice skating, bukankah kau jago dalam hal itu." Ariana berkata dan memajukan bibirnya
"Apa permainannya berpasangan atau individu?" tanya Syafira
"Em, sepertinya berpasangan dan juga individu. Tapi pasangannya itu orang ahli loh, mereka adalah bintang dan para senior di bidang ice skating kau tau kan kalau mereka itu luwes dan juga tampan - tampan semua." Ariana berkata dengan sangat semangat menceritakan siapa saja yang akan ikut dalam acara itu.
"Kenapa sepertinya kakak yang terlihat sangat senang, jangan bilang kalau kakak menyuruh ku untuk ikutan karna kakak akan mendekati salah satu dari mereka." Syafira sangat kenal dengan sahabatnya ini
"Kau benar, eh maksudku bukan begitu. ah sudahlah pokoknya bayarannya mahal dan aku daftarkan kamu untuk putaran pertama saja ok." Ariana langsung mengelak setelah dia keceplosan menjawab
"Hei jangan bilang kalau kakak sudah mendaftarkan aku" Syafira menunjuk pada Ariana
"Hahaha,.iya maaf" Ariana tersenyum dan melangkah mundur.
Syafira tersenyum dan merasa tak tau harus bagaimana dia menghadapi Ariana karena kalau bukan karena Ariana yang dulu menolong dan membantunya Syafira tak akan bisa menjadi seperti sekarang ini. Kesuksesan dan kebaikan yang saat ini bisa dicapai oleh Syafira adalah atas campur tangan Ariana dan Aron yang dulu selalu mendukung dan juga memberinya semangat serta membantu dia dalam segala hal saat Syafira belum punya apa - apa.
...🌴🌴🌴...
Alan yang sudah tak sabar ingin segerah pergi untuk bertemu dengan anak dan istrinya dia pun telah berangkat ikut penerbangan malam tanpa memberitahu siapa pun di keluarganya karena dia tak ingin bikin ribut semua orang. Begitu sampai Alan langsung menuju hotel miliknya dengan dijemput beberapa karyawan dari pihak hotel yang sudah di hubungi sebelumnya.
"Akan ada acara apa ini" tanya Alan yang melihat ada banyak spanduk yang dipasang sepanjang jalan
"Oh itu bos, akan diselenggarakan perlombaan olahraga dari segala bidang dan dari segala aspek kalau tak salah pada hari ini dan mereka sangat antusias untuk acara kali ini. Sebab akan ada permainan ice skating dari para juara dunia dan juga akan berpadu dengan pemain biasa dalam permainan mereka." jawab bawahan Alan.
"Oh begitu ya." ucap Alan tersemtum
Kedatangan Alan sungguh sangat beruntung karena dia tak harus mencari keberadaan Syafira sebab sudah bertepatan dengan acara olahraga dan pertunjukan ece skating yang akan dibawakan oleh Syafira.
Sesuai dengan informasi yang didapatkan oleh Alan sore itu Alan pergi ke tempat acara untuk menyaksikan pertunjukan yang akan dibawakan oleh Syafira. Terlihat Alan sudah menyiapkan beberapa orang yang akan mengikuti Syafira saat acara selesai dan juga mencari keberadaan dari kedua anaknya.
"Halo bos, rumahnya kosong tak ada siapa pun didalam." lapor seseorang yang diperintahkan oleh Alan untuk mencari ke rumah Syafira.
"Ok, tetap awasi tempat itu barang kali nanti ada yang datang laporkan pada ku." ucap Alan lalu mematikan teleponnya.
Alan berjalan ke arah tempat ice skating dan saat dia masuk langsung disambut oleh teriakan dan keseruan para penonton yang sudah memadati tempat itu. Beberapa dari mereka adalah para anak muda dan pria yang terus meneriaki nama Fifi yang menjadi bintang dalam acara sore itu.
"Wao keren sekali dia" ucap seorang pria
"Dia benar - benar luar biasa, tapi ku dengar dia adalah ibu dari dua orang anak loh." ucap pria lainnya.
"Tapi kan tidak tau suaminya, apakah suaminya meninggal atau meninggalkan dia. Aku mau untuk menggantikan posisi dari suaminya itu."
Beberapa pria membicarakan soal Syafira dan mereka bicara dengan sangat antusias. membuat Alan yang mendengarkan merasakan panas telinganya.
Alan pun mendekat dan melihat permainan Syafira yang meluncur dengan sangat indah dan sesuai dengan irama musik yang mengiringinya. Perlahan bibir Alan tertarik keatas membentuk lengkungan indah.
"Dia adalah ibu yang hebat, dia mampu menunjukkan kalau dirinya bisa dan mampu mengatasi segala hal dengan sangat baik." gumam Alan merasa bangga dengan Syafira.
Namun senyum Alan tiba - tiba saja menghilang dan berubah jadi tatapan tajam yang dingin seolah ingin menghancurkan apa saja yang ada didepannya saat melihat dua pemain pria yang masuk kedalam arena ice skating dan mereka bermain dengan Syafira.
Terlihat permainan mereka bertiga sungguh sangat bagus dan luar biasa karena Syafira bermain dengan teman seolah mereka adalah dua orang pria yang merebutkan satu wanita.
"Wah permainan mu sungguh sangat luar biasa, walau awalnya kau merasa kaget dan bingung dengan kehadiran kami tapi kau bisa dengan mudah mengatasi dan masuk dalam permainan" puji dari seorang pemain ice skating yang sudah banyak menjuarai perlombaan setelah .Erekat selesai bermain dan istirahat.
"Terima kasih, atas pujiannya. Tapi saya masih harus banyak belajar lagi, karena saya tak pernah menyangka akan bisa bermain dengan anda berdua yang sudah memiliki nama baik dalam permainan ini." ucap Syafira dengan lembut dan sopan pada kedua pria itu
"Maafkan kami yang mengejutkan mu karena tiba - tiba masuk dalam permainan mu yang seharusnya dimainkan secara individu, habisnya melihat mu bermain membuat ku tak sabar untuk mengikutinya. karena gerakanmu sungguh sangat indah." ucap dari pria lainnya yang tadi ikut masuk bermain dengan Syafira.
"Tidak apa, saya jadi bisa belajar." jawab Syafira lagi
"Kalau boleh tau siapa nama mu? Aku yakin kalau namamu bukanlah Fifi atau mama Lisa."
Kedua pria itu berbincang dengan Syafira dan menanyakan nama asli dari Syafira karena mereka merasa tertarik dengan Syafira.
"Hai Fi, oh maaf mengganggu keseruan kalian tapi aku harus membawahnya pergi dulu karena ada hal penting yang harus kami bicarakan." Ariana langsung datang dan membawah Syafira pergi dari hadapan dua pria itu.
"Ada apa?" Syafira terlihat sangat bingung.
"Tidak ada, sebaiknya kamu jangan dekat - dekat dengan mereka berdua karena tadi aku mendengar kalau mereka itu ingin memasang taruhan untuk bisa mendapatkan mu." ucap Ariana
"Hah? Benarkah." Syafira terlihat sangat terkejut
"Iya, aku dengar dengan tak sengaja saat aku lewat kamar tunggu mereka, tadinya aku ingin mengenal mereka karena mereka sangat tampan dan juga tubuh mereka sangat proporsional. Tapi setelah aku dengar itu aku jadi mengurungkan niatku, karena aku yakin kalau mereka itu adalah pemain." Ariana berkata dengan tak suka dan juga kesal
"Pemain? Tentu saja mereka adalah pemain, orang mereka adalah juara dunia. Kau amnesia ya." Syafira menangkap wajah Ariana dan menatapnya
"Kau ini, yang aku maksud itu bukan permainan olahraga tapi pemain yang lainnya. Itu loh pemain yang banyak memainkan wanita." Ariana menampik tangan Syafira dan berkata dengan kesal.
"Kenap kau ini susah sekali cuma mau bilang bahwa mereka itu adalah Casanova, hah. Bukanya kau menyukai itu." Syafira menggoda Ariana
"Ah lupakan mereka, aku tadi melihat seseorang yang merupakan Casanova yang sebenarnya diantara orang - orang saat aku melewati resto, dan dia terlihat sangat luar biasa matang. Dengan wajah yang menawan, garis rahang yang jelas, tatapan mata yang tajam bagaikan elang serta bentuk tubuh yang luar biasa dengan balutan baju perpaduan setelah putih dan hitam membuatnya terlihat sangat luar biasa. Walau pun setelan bajunya biasa saja dengan celana hitam dan kaos putih serta jaket hitam juga kaca mata hitam" Ariana berkata sambil membayangkan apa yang tadi dia lihat.
"Hei bukannya tadi kau bilang tatapan matanya tajam bagai elang, kalau tertutup kaca mata hitam bagaimana kau bisa tau soal tatapannya. Kalau menghayal jangan keterlaluan." Syafira memukul Ariana lalu pergi keruang ganti.
"Loh dimana anak - anak ku kak." Syafira yang tak melihat Alga dan Lisa di ruang ganti merasa bingung.
"Oh iya aku lupa kalau mereka ada di resto karena tadi bilang lapar, jadi aku membawah mereka kesana. Ayo kita juga kesana." Ariana berkata dengan santai
"Kak kau meninggalkan merek begitu saja di sana sendirian." Syafira terlihat panik
"Hei tenanglah, apa kau pikir aku sudah gila. Mereka bersama Aron di sana, mana mungkin aku meninggalkan anak - anak sendirian." Ariana berkata dengan cepat.
Setelah selesai berganti baju Syafira pun keluar dari arena ice skating karena dia sudah selesai dan tak akan tampil lagi, sebab Ariana mendaftarkan Syafira hanya pada sesi pertama saja karena Syafira hanya pemain pembantu bukan orang yang akan mengikuti lomba.
"Halo bos, orang yang anda cari sedang berjalan menuju resto bersama dengan seorang wanita dan dia sudah tak akan tampil lagi karena dia hanya pemain pembuka saja." ucap orang suruhan Alan yang mengawasi Syafira atas perintah Alan.
"Hem, awasi terus aku akan segerah kesana." ucap Alan dan mematikan sambungan telepon.
...🌴🌴🌴...
"Mama" Lisa berteriak girang melihat mamanya datang.
"Wah, wah, wah siapa ini yang datang. Aku sungguh tak menyangka kalau kamu bisa berkembang dengan sangat luar biasa seperti ini. Dari bidang musik, dancer, bahkan olahraga kau jagonya." ucap Aron memuji Syafira
Syafira tersenyum dan duduk disebelah Aron dan anak - anaknya. "Semua juga karena kalian berdua dan aku sangat berterima kasih, kalau bukan karena kalian aku tak akan bisa seperti sekarang ini"
"Hei, bagaimana mungkin. Kau itu adalah ibu yang hebat. Apa kau tau apa yang diteriakin oleh banyak orang tadi saat kamu tampil, ehem...itu sungguh luar biasa." Aron berkata dengan sangat heboh.
"Tapi yang aku heran kenapa kalian membawah anak - anak makan di resto ini, bukankah dari panitia ada konsumsi?" Syafira menatap Aron dan Ariana bergantian.
"Itu dia yang mengusulkan" tunjuk Aron pada Ariana.
"Itu karena yang aku ceritakan pada mu tadi soal Casanova sejati yang memikat hati." Ariana berkata dengan senyum malu - malu,
"tapi saat aku sampai dia sudah pergi dan itu semua gara - gara Aron yang terlalu banyak ini itu jadi lama" seketika senyum Ariana hilang dan jadi tatapan murka pada Aron.
"Apa sudah selesai ma, mama gak tampil lagi?" Alga bertanya dan dia sibuk nyuapin adiknya.
"Gak mama gak mau lagi, cukup satu putaran saja karena mama ingin menghabiskan waktu bersama dengan kalian." Syafira berkata dengan tersenyum.
"Ok, bagaimana kalau setelah ini kita ke taman hiburan pasti saat ini disana sangat ramai karena juga ada pertunjukan musik di sana" Ariana berkata dengan senang.
Orang yang disuruh Alan untuk mengawasi Syafira pun menginfokan pada Alan kalau Syafira dan yang lainnya akan pergi ke taman hiburan. Sehingga Alan mengurungkan niat untuk menemui Syafira di resto dan dia langsung pergi ke taman hiburan untuk menunggu Syafira dan yang lainnya datang.