Baby I Love You

Baby I Love You
Penampilan Syafira



Sehari sebelum pesta ulang tahun wali kota Aditya sudah memberikan gaun pada Syafira dan gaun itu terlihat sangat bagus juga sangat pas ditubuh Syafira seolah Aditya tau betul ukuran tubuh Syafira. "Bagaimana kamu suka?" tanya Aditya saat Syafira membuka dan melihat gaun itu.


Syafira tersenyum dan mengangguk dengan sangat senang "Suka banget dan sepertinya ukurannya pas sama Syafa, Syafa coba dulu Daddy tunggu." Syafira lari masuk kamar mandi dan mencoba bajunya sedangkan Aditya menunggu sambil duduk di tempat tidur Syafira.


"Apa yang kau lakukan duduk di situ." ucap Alan yang baru datang dan melihat Aditya duduk didalam kamar Syafira.


"Daddy bagaimana?" tanya Syafira yang keluar dari kamar mandi dengan gaunnya sebelum Aditya berhasil menjawab pertanyaan Alan, dan Aditya menatap Alan sambil memainkan alisnya.


"Cantik bukan putriku" ucap Aditya tersenyum dan wajah Syafira langsung bersemu merah karena di kamarnya tak hanya ada Aditya melainkan juga ada Alan.


"Wah mommy cantik sekali." celetuk Alga yang masuk dari luar karena melihat dua orang ada di kamarnya.


"Deg." jantung Alan berdebar dan darahnya berdesir melihat Syafira yang begitu cantik menurut Alan "Aku ke kamar dulu." Alan langsung pergi meninggalkan kamar Syafira, dan Aditya mendekati Syafira lalu memutar tubuh Syafira dan melihat sekeliling dan memiringkan kepalanya seolah dia sedang meneliti Syafira.


"Daddy hentikan Syafa malu." Syafira tertawa menatap Aditya


"Pilihan Tante kamu memang tak salah, bagus banget dan untuk pilihan ukuran adalah pilihan Daddy. Kamu terlihat sangat cantik sayangku, Daddy jadi gak rela melepas mu kalau begini." Aditya memeluk Syafira dan Alga juga ikutan memeluk Syafira.


"Kalian apa an" Syafira tertawa dan mereka bertiga pun jadi tertawa bersama.


Sementara didalam kamarnya Alan merutuki dirinya yang selalu melihat kearah lain soal Syafira apa lagi Alan melihat Syafira mengenakan gaun warna coklat dengan memperlihatkan sedikit belahan punggungnya yang terlihat sangat mulus dan gaun yang begitu pas dengan lekuk tubuhnya.


"Haruskah Adit memberinya gaun model begitu, tak bisakah dia memberinya yang lebih bagus lagi." gumam Alan "Ya itu memang sudah bagus, tapi kenapa harus terbuka begitu bagian belakangnya, meskipun sedikit tetap saja itu terlihat." Alan terdiam dan wajahnya memerah saat dia membayangkan tampilan Syafira tadi.


"Syafa, aku dengar dari Daddy Yos kamu akan ikut datang ke acara ulang tahun pak wali kota ya?" tanya Ayunda yang lari kerumah Alan untuk mencari Syafira.


"Iya, karena Daddy Yos merengek gak ada pasangan." jawab Syafira tersenyum.


"Syukurlah... hahaha" Ayunda tertawa terbahak dan membawah berputar - putar.


"Memang kenapa kak?" Syafira merasa bingung.


"Kau ini, masak gak tau kalau kakak ipar mu itu keponakannya wali kota. Dan aku pasti akan canggung sekali kalau sampai aku sendirian sedangkan Tante Sandra sibuk dengan para tamu, kalau ada kamu kan aku jadi ada teman bicara." ucap Ayunda menjelaskan.


"Oh iya, aku lupa kalau kak Denis keponakan orang penting." jawab Syafira tersenyum.


"Nanti sore kita ke salon kamu bawah baju kamu ya karena Daddy Yos bilang kalau Tante Sandara sudah memilihkan untuk kamu, ok jangan lupa. Aku pergi cari baju dulu karena aku gak mau mempermalukan diriku nanti." ucap Ayunda lalu pergi berlari keluar yang sudah ditunggu Denis diluar.


"Hihihi, Kak Ayu selalu saja suka lari - lari" Syafira pun siap - siap mau menjemput Alga di sekolahnya.


...🌴🌴🌴...


Sorenya Syafira sudah janjian sama Ayunda di salon langganan keluarganya dan mereka mulai masuk dalam perawatan mulai dari perawatan wajah sampai lulur tubuh, karena acaranya malam hari dan undangnya jam 8 malam, jadi Syafira dan Ayunda menghabiskan waktu 3 jam untuk memanjakan diri mereka yang dimulai dari jam 4 sore sedangkan Alga dititipin sama Alea.


"Wah non Syafa ini dari dulu gak pernah berubah walau sudah lama sekali gak pernah bertemu." ucap pemilik salon itu.


"Tante bisa saja." jawab Syafira malu.


"Dia mah selalu membuat aku iri dari dulu, karena kulitnya tak pernah berubah dan selalu mulus." jawab Ayunda sewot karena Syafira mendapatkan pujian dari pemilik salon.


"Apa an kakak juga mulus kok kak dan sangat terawat kulit kakak." puji Syafira menyenangkan Ayunda.


Ayunda dan Syafira mulai memasuki tahap awal perawatan dan mendapatkan lulur seluruh tubuh serta rileksasi. Dan Syafira yang sudah lama tak pernah melakukan perawatan itu jadi sangat menikmati memanjakan dirinya yang seperti ini hingga dia bisa tertidur pulas.


"Ya elah ini anak beneran kebo ya tiap kali diajak kesini selalu tidur." Ayunda yang selesai dilulur melihat Syafira tertidur pulas.


"Hahaha, dia terlihat sangat lelah non Ayu." jawab pemilik salon itu.


Ayunda tersenyum dan berjalan mendekati Syafira lalu berteriak tepat ditelinga Syafira, "Kebakaran.!"


"Ah, dimana - dimana." Syafira yang kaget langsung bangun dan panik.


Ayunda dan beberapa orang salon tertawa terpingkal - pingkal melihat reaksi Syafira. "Kakak ya." Syafira mengejar Ayunda dan menggelitik Ayunda, mereka berdua tertawa terbahak - bahak.


...🌴🌴🌴...


"Kak apa kakak nanti berangkat sendiri?" tanya Aditya pada Alan setelah mereka selesai melakukan pertemuan.


"Ya nanti aku akan berangkat sama Ndaru dan Bayu." jawab Alan langsung


"Baiklah kalau begitu nanti aku langsung balik ya." Aditya berjalan ke ruangannya.


"Kak aku datang." Bayu datang ke kantor Alan dan membawakan stelan baju untuk Alan pakai.


"Kau sendirian?" tanya Alan melihat Bayu


"Tidak, sama kak Ndaru dia lagi godain si Ninis karena masih berusaha untuk mendapatkan hatinya." jawab Bayu. "Kak Adit sudah pulang tadi ku lihat gak ada di ruangannya." sambung Bayu dan menyuruh Alan untuk segera ganti baju karena sudah pukul 7 malam


...🌴🌴🌴...


Ditempat acara yang diadakan di gedung hotel milik Alan itu suasananya sangat meriah karena mendatangkan musik anak negeri dan juga ada panggung DJ juga yang katanya anak dari wali kota yang belajar di luar negeri itu yang mengundang DJ dan band untuk memeriahkan acara pada malam harinya yang akan diadakan sampai malam.


"Waoh ini mah sungguh sangat luar biasa." ucap Bayu yang sang terkesan dengan acara malam itu.


"Sebenarnya apa tema acara ini?" tanya Ndaru yang merasa bingung karena yang ulang tahun wali kota namun acaranya terlihat anak muda sekali.


Alan terlihat cuek dengan apa tema acaranya karena dia datang untuk formalitas saja, "Kalian di sini aku bertemu dengan wali kota dulu." ucap Alan dan mendekati wali kota.


"Bagaimana, apakah bisa bermain?" tanya Sandra pada para pemain band yang bagian drummernya mengalami cidera karena tak sengaja jatuh saat berangkat ke sini.


"Maaf bu ini salah saya, karena ngotot mau bawah motor sendiri." jawab pemain drummer itu merasa bersalah.


"Haaah, sekarang bagaimana? kalau kita menyuruh pemain pengganti datang akan memakan waktu lama." vokalis band itu menghela nafas dan terlihat bingung.


"Bagaimana ini?" ucap pemain lainnya.


"Tunggu mungkin putriku bisa membantu, coba ku lihat dulu dia sudah datang apa belum." ucap Sandra dan keluar mencari keberadaan Syafira sambil mengubungi Aditya.


"Halo ya sayang ada apa?" tanya Aditya yang baru saja sampai dan mengangkat panggilan telepon dari Sandra yang terdengar panik.


"Apakah Syafa bersama dengan mu mas? Dimana kalian sekarang?" tanya Sandra pada Aditya


"Iya, kenapa emangnya, kok kamu terdengar panik gitu? Kami baru sampai dan ada diparkiran baru mau masuk." Aditya bertanya penasaran.


"Tunggu sayang jangan masuk dulu, tunggu aku di samping." ucap Sandra sambil lari keluar, "Sayang aku di sini." Sandra memanggil Aditya dari pintu samping.


"Kenapa, kau lihat panik sekali?" Aditya bertanya mendekati Sandra.


"Kenapa Tante? apa ada masalah dengan persiapan pestanya?" Syafira juga ikut merasa khawatir.


"Syafa tolong bantu Tante, kamu ikut Tante masuk dulu dan sayang kamu tunggu sebentar ya." Sandra membawah Syafira masuk dan memperkenalkan Syafira pada pemain band yang akan tampil.


"Kenapa sayang?" tanya Aditya begitu melihat Syafira keluar seorang diri.


"Tidak ada Tante cuma minta bantuan pada Syafa untuk membantu acaranya nanti." jawab Syafira tersenyum pada Aditya dan mereka pun masuk kedalam pesta itu.


Begitu banyak orang dan semua terlihat orang besar dan orang penting, tiba - tiba saja syafira jadi bergetar dan Aditya menyadari hal itu. "Kenapa sayang?" tanya Aditya bingung.


"Kenapa Tante gak bilang kalau tamunya banyak dari luar negeri Daddy. Syafira merasa grogi." ucap Syafira yang merasa tak percaya diri untuk main nanti.


"Lah emang kamu disuruh ngapain sama Tante kamu?" Aditya bertanya dengan bingung.


Syafira menelan salifanya lalu menatap Aditya dengan tatapan takut, "Disuruh bantu tampilan anggota anak band karena ada pemain musiknya yang mengalami cidera." jawab Syafira.


"Lah emang kamu bisa? Mereka akan tampil sebentar lagi jam setengah 10, ini sudah jam 9 malam, tinggal setengah jam lagi." jawab Aditya juga ikutan bingung menatap Syafira yang bingung.


"Syafa, Adit." sapa Alan dan bergabung dengan Aditya dan Syafira.


"Syafa akhirnya kamu tiba juga." Ayunda juga ikut bergabung.


"Wah - wah jadi berkumpul semua di sini." ucap Bayu yang langsung duduk disebelah Syafira.


"Halo cantik, lama gak ketemu sama Om Bay kan." ucap Bayu menggoda Syafira yang terlihat tegang.


"Daddy tinggal dulu, sudah kamu tenang Daddy percaya sama kamu." bisik Aditya lalu dia pergi sama Alan untuk menyapa beberapa orang.


Syafira dan yang lainnya ngobrol sambil makan hidangan yang tersedia dan tanpa terasa pukul setengah 10 pun datang.


"Wah lihat pemainan band-nya akan dimulai." ucap semua orang yang terlihat sangat antusias.


"Selamat malam, untu ucapan pertama kami ucapkan selamat ulang tahun untuk bapak wali kota, dan kami di sini untuk menghibur semuanya. Bagi yang muda mudi silakan bergabung bagi yang para hadirin bapak dan ibu terhormat silakan menikmati tampilan kami dan semoga menghibur kalian semua." ucap vokalis dari grub band itu.


"Baiklah, untuk memulai permainan kami aku akan memanggil pemain drummer pengganti kami yang berasal dari kalian semua karena drummer kami sedang cidera, untuk itu ku panggil drummer pengganti kami nona Kiky mari bergabung dengan kami." ucap vokalis itu dan Syafira langsung berdiri dengan grogi dan gugup.


"Eh, kamu masih aktif di band Syafa?" tanya Ayunda terkejud dan menatap Syafira berbinar.


"Tidak kak, semoga tak ada masalah kali ini." Syafira berjalan dengan ragu - ragu.


Alan merasa kaget melihat itu dan dia sedikit kesal saat vokalis band itu membantu Syafira naik panggung dan mengantar Syafira ke posisinya sebagai drummer dengan senyumnya yang menurut Alan dibuat - buat.


"Baiklah." vokalis itu menatap Syafira dan mengangguk begitu juga dengan Syafira.


Lagu pertama yang dimainkan oleh Syafira adalah lagu dari Ari **** dengan judul penjaga hati yang memiliki ritme ringan dan semua pemain band itu terkejud saat melihat permainan Syafira yang mengenakan gaun itu begitu juga dengan para penontonnya, bahkan Alan dan Aditya tak kalah terkejutnya karena melihat Syafira bermain musik itu pun drum.


"Kita lanjut dengan lagu hampa bisa sayang?" tanya vokalis pada Syafira dan Syafira memberi tanda ok sambil tersenyum, lagu pun dilanjutkan dengan Hampa dari Ari **** yang lebih memainkan drummer dan Syafira mulai menikmati permainannya.


"Syafa keren.!" ucap Ayunda berteriak dengan seru


"Gila jadi Syafa bisa main drum?" Bayu terlihat ternganga menatap permainan Syafira. "Aku tak menyangka kalau keponakan ku itu sangat luar biasa, dia selain bisa main alat DJ juga bisa drumm, bahkan tariannya juga sangat memukau." Bayu terus saja memuji Syafira


"Gila, siapa gadis itu? kenapa dia terlihat sangat menarik, aku jadi ingin semakin mendekatinya dan mengenalnya." gumam Daren yang dari awal memang sudah tertarik sama Syafira.


"Hem, aku baru tau kalau seorang wanita yang begitu anggun juga bisa memainkan alat musi drum sungguh sangat luar biasa."


"Ya seorang wanita yang bisa memainkan alat musik memang terlihat sangat indah dan cantik."


"Gadis itu sungguh sangat memukau, dia terlihat sangat mengagumkan."


Semua orang yang melihat dan hadir dalam acara itu memuji penampilan Syafira dan mereka semuanya sangat suka dengan penampilan Syafira dan Syafira terlihat cantik menurut mereka.


"Siapa gadis itu, sepertinya dia bukan bagian dari band itu tapi dia bisa mengimbangi permainan mereka dan seperti seorang profesional." ucap anak dari wali kota itu yang juga ikut mengagumi cara Syafira dan penampilannya yang bisa memeriahkan suasana.


Penampilan band malam itu justru jadi seolah itu adalah acara pertunjukan dari Syafira karena semua orang jadi memuji penampilan Syafira yang terlihat semakin asik dan enjoy dan dia juga terlihat menyatu dengan semua personil band itu walau mereka baru bertemu hari ini namun Chemistry diantara pemain sungguh sangat menyatu.