Baby I Love You

Baby I Love You
Perasaan yang Rumit



Di New York Syafira merasa sangat tenang sekaligus kacau, karena dia bingung harus bagaimana menghadapi masyarakat yang terlanjur memandang rendah dirinya dan juga putranya. Karena bagaimana pun dan serapat apa pun dia berusaha untuk menutupi tentang masa lalunya tetap saja akan terbongkar dan diketahui oleh banyak orang kalau dia telah hamil dan melahirkan di usia yang masih sangat muda apa lagi masih duduk di bangku sekolah.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang ini? Berapa lama pun aku akan menghindari dan sejauh mana pun aku pergi tetap saja omongan orang tak akan pernah bisa dihentikan." gumam Syafira dalam pikirannya sendiri yang sedang tenggelam dalam kerumitan.


"Syafira kau sedang apa melamun begitu dalam, apakah ada masalah yang membebani mu?" tanya teman Syafira yang sedang memperhatikannya dari tadi.


"Tidak aku hanya sedang memikirkan sesuatu saja, oh iya nanti tolong kau absen kan aku ya karena aku mau menjemput putraku dulu." Syafira meminta tolong pada temannya.


Hari - hari Syafira di luar negeri bisa dibilang sangat baik, dan Alga juga mulai perlahan ceria karena tak lagi murung seperti saat pertama kali dia datang karena merasa kalau tempat ini adalah tempat asing baginya.


...🌴🌴🌴...


Melihat Alan duduk seorang diri Anita berinisiatif untuk mendekati Alan dan dia berharap kalau Alan akan menerimanya lagi seperti dulu, dengan tatapan dan senyuman lembut Anita berjalan kearah Alan dan berdiri tepat didepan Alan. Tubuh yang seksi dengan didukung penampilan dan gaun yang pas ditubuhnya membuat Anita terlihat sangat menarik dan menggoda.


"Alan," suara lembut Anita memanggil nama Alan dan seketika Alan mendongak menatap Anita yang berdiri didepannya.


"Alan, aku mohon maafkan aku. Maafkan lah kesalahanku dulu, bukankah kau dulu selalu memaafkan aku dan membimbing ku? Lakukanlah lagi sekarang Alan, aku yakin kamu masih mau melakukannya karena kau adalah orang yang sangat peduli dengan wanita mu, dan aku akan selalu menjadi wanita mu dan tak akan pernah mengkhianati mu lagi, aku janji pada mu. Ayo kita mulai lagi semuanya dari awal sepeti dulu lagi." Anita yang berdiri tepat didepan Alan bicara panjang lebar dan menunduk mendekatkan wajahnya dengan wajah Alan.


"Ayo Alan, aku tau kamu sangat suka dengan wanita yang lembut dan terlihat patuh padamu. Raihlah aku dan peluk tubuh ku lagi seperti dulu." suara hati Anita dengan senyuman yang merekah dibibirnya yang seksi.


Alan menatap Anita dengan dalam, dan tak bereaksi atas ulah Anita yang mulai mendekatinya, Alan tau wanita yang saat ini ada dihadapannya adalah wanita yang selama 5 tahun dipacarinya dan disayanginya hingga tak pernah sekali pun akan menyakiti hatinya bahkan selalu memaafkan segala kesalahan dan tindakannya yang salah serta manja.


Melihat reaksi Alan yang diam saja sambil menatapnya Anita pun memberanikan diri mengusap wajah rupawan Alan dan mulai duduk disamping Alan, "Aku sangat mencintaimu Alan dan juga sangat merindukanmu." bisik Anita tepat ditelinga Alan.


Alan masih diam saja tak menjawab atau pun menghindari Anita, Alan mengambil segelas minuman yang tersedia didepan meja dan meminumnya sampai habis. Melihat itu Anita tersenyum karena dia tau kalau saat ini Alan sedang dalam suasana yang rumit.


"Maukah kau mengulangi lagi cerita kita Alan? Aku ingin kita bersama lagi dan kita buat cerita yang lebih menarik lagi dari pada cerita kita yang dulu." Anita berkata dengan lembut sambil menggoda Alan dan menggerakkan secara lembut tangannya untuk meraba dada Alan serta berpura - pura membetulkan posisi dasi Alan.


"Kau sangat menyukai ini Nita?" tanya Alan dan menatap Anita sambil memegang tangan Anita yang dari tadi menari di dadanya.


"Alan?" Anita menatap Alan dengan bingung.


"Aku tanya apa kau menyukai ini?" Alan kembali bertanya


"A-aku, aku sangat menyukai mu Alan." jawab Anita ragu - ragu


Alan langsung menarik tangan Anita dan memeluk Anita serta mencium Anita, dengan sangat kasar Alan menciumnya, hal itu membuat Anita kaget namun setelahnya Anita menikmati ciuman Alan dan dia merasa sangat senang karena Alan melakukannya didepan umum disaat acara ulang tahun perusahaan Alan yang bisa dilihat oleh banyak orang.


"Alan, apa yang kau katakan?! Apa kau pikir aku adalah wanita murahan?" Anita berteriak dan merasa tak puas dengan kata - kata Alan


Alan yang beranjak pergi seketika berhenti dan berbalik menatap Anita yang berteriak histeris. Semua orang juga ikut menatap mereka yang telah menjadi pusat perhatian. Semua orang merasa bingung, keluarga Alan dan para relasi Alan juga merasa bingung dengan apa yang telah terjadi.


"Katakan, kenapa kau hanya diam saja? Apa karena kesalahan ku dulu kau jadi mempermalukan aku sedalam ini Alan." Anita berteriak dan membuat dirinya menjadi pusat perhatian.


"Dulu? Aku rasa nona Anita salah paham dengan ku, aku hanya melakukan seperti yang anda inginkan. Bukankah anda mendekati ku dan menggoda ku duluan dari tadi? Dan aku hanya melakukan sesuai dengan permintaan anda, tapi aku tak bisa melanjutkan sampai menjalin hubungan sesuai dengan keinginan anda, karena aku sudah memiliki seorang istri. Lagian aku rasa anda sudah puas dengan ciuman yang ku berikan pada anda." jawab Alan santai sambil menatap Anita dan biasa seolah dia tak mengenal Anita sebelumnya.


"Eh, apakah wanita itu datang dengan niat menggoda tuan Alan?"


"Sepertinya dia berharap kalau dirinya bisa mendapatkan tuan Alan untuk memanjat dan menaikkan popularitasnya."


"Sungguh sangat tak diduga, ku pikir tadi tuan Alan akan mempublikasikan dia sebagai pasangannya melihat mereka berciuman, sungguh akhir yang tak terduga sama sekali"


Beberapa orang berkasak kusuk dan membicarakan Anita sama Alan, serta mempertanyakan karakter Anita, dan semua itu membuat ayah Anita tuan Purnawan merasa malu. Dia langsung mendekati Alan dan meminta maaf pada Alan secara langsung "Tolong maafkan putri ku Alan." ucap tuan Purnawan pada Alan.


"Aku tak mempermasalahkan semuanya om, tapi aku tak suka diprovokasi apa lagi dia mengungkit masalah yang sudah berlalu yang jelas semua itu adalah kesalahannya." Alan berkata dengan tegas pada ayah Anita.


"Ayah." Anita melihat tak puas pada ayahnya.


"Ayo kita pulang kau mempermalukan saja" tuan Purnawan menarik tangan Anita dengan paksa.


...🌴🌴🌴...


Setelah keributan itu Alan meninggalkan pesta begitu saja dan dia kembali pulang ke rumah, Alan menghubungi Syafira namun nomer Syafira tak bisa dihubungi. Alan menyandarkan kepalanya disandarkan tempat tidur sambil memejamkan mata. Alan kembali mengingat akan kejadian saat dia di pesta tadi, kemudian menghela nafas dalam berkali - kali.


"Kenapa aku bisa begitu? Apa itu karena perasaan marah atau karena kesal dia terus saja menggoda ku." Alan bergumam setelah dia mengingat kejadian saat di pesta tadi.


"Syafa apa kau sibuk? Bisakah kau menghubungi Daddy setelah tak sibuk lagi?" Alan mengirimkan pesan pada Syafira yang dari tadi tak bisa dihubungi.


Alan mengusap kasar wajahnya dan dia merasa sangat rumit dengan perasaannya saat ini, Alan sadar saat dia mencium Anita dia masih merasakan getaran walau itu sedikit, tapi posisi Alan sekarang sudah tak mudah lagi karena dia telah memilih untuk bertanggung jawab pada Syafira atas segala perbuatannya dan juga mulai merasakan perasaan pada Syafira, tapi Alan masih saja ragu kalau perasaanya itu benar karena cinta atau hanya karena tanggung jawab saja.


"Kenapa semua jadi kacau." gumam Alan lagi, karena dia sadar perasaannya pada Anita yang begitu dalam tak bisa dia hapus begitu saja, karena walau bagaimana pun Anita adalah orang yang dulu telah mengisi hari - harinya yang kelam dan mampu membangkitkan semangatnya. Cinta yang telah tertanam begitu dalam membuat Alan merasa sakit yang sangat dalam saat tau penghianatan Anita, dan pernah bertekad untuk merebut Anita kembali.


Orang yang sejak dulu ditunggu Alan telah datang kembali setelah sekian lama dan menggoyahkan seluruh perasaannya serta mampu membuatnya memiliki perasaan yang sangat rumit untuk dia atasi sendiri.