Baby I Love You

Baby I Love You
Pertemuan di klab malam



Tepat pukul 11 malam pesta itu akan berakhir, namun tiba - tiba Ayunda maju dan naik podium menyerahkan sesuatu pada MC untuk menayangkan sebuah video sebagai penutup acara.


"Maaf semuanya, mohon waktunya sebentar saya ingin menayangkan video seorang anak jenius yang mungkin kalian suka, dan video ini aku ambil sendiri saat melakukan penelitian." ucap Ayunda dengan pengeras suara.


"Alga"


"Ya...!" jawab bocah kecil yang sangat menggemaskan.


"Apa kamu tak capek lari - lari begitu?"


"Tidak." berlari kesana kemari sambil bersenandung lagu anak - anak, dengan judul Naik Delman.


"Apa alga mau jadi seorang artis nanti kalo sudah besar?"


"Tidak, tidak." menjawab dengan cepat sambil melambai - lambaikan kedua tangannya.


"Terus mau jadi apa?"


"Tunggu, kenapa aku merasa pernah melihat adegan yang sama seperti ini?" ucap alea yang merasa sangat familiar dengan video anak kecil itu.


"Dia anak dari panti asuhan mana?" sambung alea lagi.


"Emmm, mau jadi pilot." lari lagi dengan merentangkan kedua tangannya.


"Kenapa pilot?"


"Kalna aga mau bawah momy ke bulan." berkata dengan riang.


"Bulan, kenapa?"


"Untuk ketemu papi." masih lari dan melompat.


"Papi alga astronot ya?"


"Bukan, tapi kata momy papi tinggal di bulan cekalang." menjawab dengan mendongak melihat orang yang bertanya.


"Kenapa gak tinggal sama alga dan mami alga di sini?"


"Kalna papi cudah meninggal." menjawab dengan wajah sedih.


Setelah kalimat dan ekspresi sedih alga, video itu berakhir.


"Nah itu adalah cuplikan bocah kecil yang pintar bukan dia lebih dewasa dari usianya, dan dia sangat merindukan papanya. Apa diantara anda - anda semua ada yang berkenan untuk mengangkatnya sebagai anak angkat?" ucap Ayunda lagi dan membuat semua orang tertegun dengan kalimat dari Ayunda ucapkan termasuk alan, yang begitu tertarik dengan anak itu setelah melihat video itu.


"Apa yang dilakukan oleh ayunda sih." ucap alea melihat anaknya dengan heran.


"Entahlah aku juga tak tau, tapi anak itu sangat lucu." ucap oni yang juga merasa tertarik dengan anak kecil itu.


"Iya juga, tapi aku seperti teringat sesuatu dengan video itu. Tapi apa aku lupa." alea lagi - lagi berkata seolah tau dengan video itu, karna dia merasa familiar dengan video anak kecil itu, seolah dia pernah lihat video yang sama seperti itu.


"Baiklah semuanya silakan renungkan tak perlu buru - buru." ucap Ayunda lagi dan mengakhiri kata - katanya.


Semua orang berkasak kusuk mengenani video itu, dan Ayunda tersenyum melihat reaksi Alan yang tak bergerak menatap terpaku pada anak kecil yang ada dalam video itu.


...🍂🍂🍂...


Pagi itu dalam kamarnya Alan bermipi kalo dia sedang dikejar - kejar sama anak kecil dan dipukul dengan kayu ranting.


"Sayang kemarilah, papa tau papa salah tapi tolong maafkan papa nak." bujuk Alan pada anak kecil yang sedang menangis dengan kesal dan marah pada dirinya.


"Gak mau.! Papa jahat.!" teriak anak kecil itu memegangi telinganya.


"Sayang tolong jangan benci papa nak, papa akan memperbaiki semuanya." bujuk Alan lagi.


"Tidak.! Aku benci sama papa, papa jahat. Kenapa papa nikah dan tinggalin mama, aku gak mau ikut sama papa." anak kecil itu berlari menjauh dari Alan dan menggandeng tangan seorang wanita lalu pergi menjauh dari Alan.


"Tidak, tidak tolong jangan. Jangan pergi.!" teriak Alan dan tersadar dari mimpinya.


"Astagfirullah, hanya mimpi. Apa gara - gara tidur lagi setelah shalat subuh, atau karna kepikiran anak kecil dalam video Ayunda." Alan bergumam dan bangun dari posisi tidurnya, kringat bercucuran ditubuh Alan kerna mimpinya.


Setelah mandi Alan pergi kerumah alea yang ada disebelah rumahnya untuk bertemu dengan Ayunda.


"Ayu, panggil Alan saat melihat keluarga itu sedang menikmati sarapan mereka.


"Alan." ucap alea dan oni barengan


"Kenapa Daddy? Apa ada yang bisa Yunda bantu?" jawab Ayunda dan menatap Alan.


"Video yang kamu putar kemaren diacara pesta itu, berasal dari panti asuhan mana anak kecil itu?" tanya Alan yang tak pakek basah basi langsung tanya pada intinya.


"Oh, alga? Dia bukan dari panti asuhan Dad, dia ada di sebuah desa yang tak jauh dari kota ini. Hanya butuh waktu 2 jam untuk sampai ke desah itu." jelas Ayunda.


"Hem."


"Kenapa Al? Apa kamu berencana mau mengadopsi anak itu?" tanya oni pada Alan dan alea manggut - manggut seolah suaminya mewakili pertanyaan dalam hatinya.


"Mungkin, Alan ak..." kalimat Alan terhenti karena Ayunda menyahut dan bilang kalo alga ingin terus bersama dengan ibunya.


"Maksudnya gimana itu sayang?" tanya oni pada Ayunda putrinya.


"Ya kalo emang Daddy ingin mengadopsinya berarti Daddy juga harus membawah pulang ibunya sekalian." jawab Ayunda dan seketika Alan memuncratkan air yang dia minum.


"Yunda?!" alea berkata dengan keras, karna merasa tak masuk akal dengan apa yang dikatakan oleh Ayunda.


"Bagaimana bisa seperti itu." jawab Alan dengan tenang, setelah terbatuk sebentar.


"Kenapa tidak? Karna dia adalah wanita yang hebat, apa Daddy tau Kiky? Dia adalah ibu dari alga." ucap Ayunda dengan senyum lebar.


"Bintang klab itu? Kalo seperti itu ayahnya gak jelas." jawab oni dengan malas.


"Apa? Bintang klab?" alea bertanya dengan terkejud.


"Papa jangan asal bicara dan menafsirkan begitu dong..Gak semua yang dari sana adalah orang yang gak bener, Ayunda sudah menyelidikinya dengan benar dan dia bersih kok." jelas Ayunda membela Kiky yang tak lain adalah Syafira.


"Hem, yang dikatakan oleh Dandi dan juga Daniel sama. Dia hanya datang untuk melakukan pertunjukan dan pergi setelah selesai, bahkan Daniel tak tau kapan datang dan perginya dia. Dia juga tak memungut biaya untuk pertunjukannya." jelas Alan yang pernah dikasih tau saat sedang berkunjung ke klab Daniel.


Perbincangan mereka berempat di meja makan sangat akrab dan juga hangat, yang kadang membuat alea rindu pada bunda dan juga papanya yang telah pergi begitu cepat dari sisisnya.


...🍂🍂🍂...


"Pertunjukan kali ini sepertinya akan sangat ramai." ucap milky pada kiky dalam perjalanan menuju sebuah klab malam.


"Ya karna ini malam minggu, dan klab malam itu selalu saja dipadati orang." sahut Badrul yang sedang mengemudi.


Dum


Dum


Dum


Suara musik dalam klab itu menggema hingga keluar. Suasana didalam sangat ramai dan orang - orang saling berbincang dan ada juga yang sedang duduk santai di meja bar juga sedang menari di altar bawah mengikuti dentuman musik.


Klap


lampu dan juga suara musik padam, dan teriakan dari semua orang menggema dalam klab itu. Meneriakkan sebuah nama yaitu Kiky dan milky.


"Lan kamu datang?" ucap Dandi yang sudah ada di situ dari tadi.


"Hem." jawab Alan malas dan duduk, karna sebenarnya Alan menghubungi Daniel dan datang ke klab ini hanya untuk bertemu dengan Kiky.


"Kalian." Daniel mendekati teman - temannya dan ikut duduk di sana.


"Kenapa begitu lama?" ucap Alan tak sabar.


"Ya tadi mereka menemui aku dan bilang kalo ini pertunjukan terakhir mereka, karna mereka akan pergi ke luar negri untuk melanjutkan belajarnya Kiky dan juga ketemu sama ayah milky, begitulah tadi katanya." jelas Daniel sesuai dengan yang dikatakan oleh milky.


"Dan sepertinya ini adalah pertunjukan spesial dari mereka berdua." sambung Daniel lagi.


"Tapi .. Aku seolah pernah melihat Kiky tapi lupa entah dimana, atau aku bertemu dia dijalan ya? Karna selama ini dia memakai topeng dan tadi tidak." Daniel berkata dengan berfikir keras.


Klip


Lampu panggung menyala dan suara alunan musik mulai berbunyi merdu dan para pendamping mulai muncul menari nari.


"Hemmm...Hem hem hem"


Suara yang merdu berpadu dengan suara musik dan kemunculan 2 bintang klab yang membelakangi penonton.


Dum


Dengan gemahnya suara musik yang tiba - tiba volumenya membesar tarian dari 2 gadis dan juga para pendamping itu mendapat teriakan.


Suara semua orang semakin seru dan ricuh apa lagi bintang klab yang selama ini mereka idolakan dan menyembunyikan wajahnya tiba - tiba saja mereka membuka dan membuang topeng mereka, menampilkan wajah cantik mereka berpadu dengan indah gerakan serta lekuk tubuh mereka berdua.


Deg


Alan terlonjak dan berdiri dari posisi duduknya, kedua tangannya mengepal dengan sangat erat dan pandangan mata yang menghitam menatap penari yang sedang beraksi di atas podium tari.


"Eh, Lan kenapa?" tanya Dandi yang terkejud.


"Sejak kapan dia menari di sini?" tanya Alan dengan suara berat.


"Hem, sudah sekitar 2 Tahunan." jawab Daniel bingung melihat reaksi Alan.


"Berikan ponselmu, dimana dia memarkir mobilnya?" tanya Alan lagi dengan menahan amarahnya.


"Entah dimana karna aku tak tau." jawab Daniel sambil menyerahkan ponselnya dan masih bingung.


"Kau simpan apa kontaknya." nada alan mulai dingin terdengar.


"Nama aslinya Kiky." Daniel saling tatap dengan dandi.


Alan langsung pergi meninggalkan tempatnya dan turun entah mau kemana, Daniel dan Dandi hanya menatap heran.


"Bilang Daniel agar jangan masuk ke ruangannya." Alan mengirim pesan lewat Dandi.


"Halo nona Kiky, bisa tolong temui saya diruangan saya sebelum pulang?" Alan menghubungi ponsel Kiky dengan ponsel Daniel setelah acaranya selesai tepat pukul 11 malam.


Tak lama kemudian pintu ruangan Daniel diketuk seseorang.


"Tuan?" Syafira masuk kedalam setelah ada jawaban untuk mempersilakan dia masuk.


Greb


"Aaaarhg.!" teriak Syafira karna terkejud tangannya ada yang menarik.


Cup


Alan melampiaskan amarahnya dengan menc*um bibir Syafira, dan menahan tengkuk Syafira serta mengunci tubuhnya didinding sehingga Syafira tak bisa bergerak dan juga tak bisa menghindar, karna gerakan Alan yang cepat dan tiba - tiba tak terbaca oleh Syafira.


"Hem.!" kesal Syafira yang mencobak berontak dan mendorong tubuh Alan.


Greb


Alan semakin memper erat pelukan dipinggang Syafira dan juga semakin kasar dengan c*umannya.


Kret


"Ah.!" Alan melepaskan bibirnya saat Syafira menggigit bibir Alan hingga berdarah."


"Hah hah hah" nafas Syafira Ter engah - engah, dan saat dia mau menatap Alan, dengan cepat Alan meraup lagi bibir Syafira namun kali ini dengan lembut.


"Apa tuan gila.!" teriak Syafira yang mengira kalo orang itu adalah daniel, karna lampu ruangan yang remang - remang.


Klap


Alan menyalakan lampu yang dalam seketika Syafira dapat melihat kalo orang yang tengah menyentuh bibirnya dengan paksa tadi adalah daddy-nya.


"Dad."


Brak


Syafira lari keluar dari ruangan itu dan langsung lari dengan cepat serta takut.


Bruk


"Aduh." pekik seseorang yang ditabrak syafira.


"Nona tidak pa pa?" tanya orang itu pada Syafira yang terlihat panik.


"Syafa kembali.!" teriak Alan muncul dari ruangan Daniel.


"Syafa?" Adit berkata dengan bingung, karna dia datang emang ingin mencarik Alan.


"Dia adalah Syafira." ucap Alan dengan amarah yang terlihat sangat besar.