Baby I Love You

Baby I Love You
Rencana Liburan



Setelah acara penyambutan kesibukan Alga telah dimulai, dia mulai memasuki perkuliahan dan pekerjaan secara bersamaan. Dan Alga menerapkan sistem keluarga dalam perusahaannya sehingga Alga melakukan pendekatan diri dengan seluruh karyawannya sebelum dia memulai aktifitasnya di perusahaan dengan mengadakan tur untuk seluruh karyawannya tanpa terkecuali.


Bahkan Alga selalu mendengarkan keluhan mereka dan selalu memutuskan semua keputusan dengan adil tanpa memihak siapa pun diantara pegawainya. Bahkan Alga selalu berbicara sopan pada mereka karena menghormati mereka yang lebih tua dari dirinya.


Setelah 6 bulan berlangsung akhirnya para karyawan Alga mengerti kalau pimpinannya yang sekarang adalah orang yang baik dan tulus memperlakukan mereka sehingga mereka semuanya tak hanya mengormati Alga sebagai atasan mereka juga menjaga dan melindungi Alga bagaikan keluarga mereka dan mereka juga selalu siap kapan saja saat Alga membutuhkan mereka.


Seperti saat ini tiba - tiba saja Alga mengalami ban bocor saat dia hendak berangkat ke kampusnya dan keluarga dari karyawannya yang kebetulan memiliki usaha bengkel langsung membantu begitu melihat dan tau kalau itu adalah bos dari anaknya.


"Maaf apakah anda mas Alga? Apa ada yang bisa saya bantu?" tanya seorang pria paruh baya dengan sopan pada Alga


"Ah iya paman, maaf tiba - tiba saja ban mobil saya bocor" jawab Alga dengan sopan


"Oh sepertinya terkena paku mas, tunggu sebentar saya akan ambil alat dulu, rumah saya dekat di situ." ucap bapak - bapak itu


"Ya terima kasih." Alga merasa lega


Tak lama ban mobil Alga telah selesai diperbaiki dan setelah berbincang sebentar akhirnya Alga tau kalau bapak itu adalah orang tua dari salah satu karyawannya.


"Kebaikan mas Alga kepada keluarga saya telah membuat saya dan keluarga sangat berterima kasih dan kami akan menjaga mas Alga sebisa kami." ucap bapak itu dengan tulus


"Baiklah, tapi ini adalah pekerjaan anda jika anda tak ingin menerima bayaran dari jasa anda maka saya akan merasa sangat malu." ucap Alga dengan sopan.


"Baiklah kalau begitu saya akan menerima sesuai dengan bayaran yang seharusnya." jawab bapak itu


"Baiklah, 15 ribu" ucap Alga


"Benar." jawab bapak itu.


"Terima kasih banyak, saya akan pergi sekarang." ucap Alga pamit


"Dia adalah orang baik bahkan sangat sopan, walau dia memiliki segalanya dia tak pernah menunjukkan kesombongannya. Andai semua orang kaya seperti dia mungkin akan bagus." gumam bapak itu setelah Alga pergi


"Kenapa bapak bergumam sendiri." tanya istri dari bapak itu


"Tidak Bu, tadi bapak bertemu dengan mas Alga bos anak kita dan dia sungguh sangat baik serta sopan, bapak jadi mengandai - andai kalau semua orang kaya seperti dia alangkah bagusnya." jawab bapak itu


"Iya pak, tapi sayangnya tak akan ada yang begitu. Hanya kalau mereka sadar bahwa berbuat baik pada orang lain sama dengan berbuat baik pada diri mereka sendi yang akan bisa menghargai orang seperti kita ini." jawab dari istri bapak itu


"Ya sudah ayo." mereka pun masuk kedalam rumah.


Ya kesibukan Alga begitu padat setelah kembali, dia tak hanya harus membagi waktunya untuk berkuliah dan pekerjaan namun juga untuk waktu bersama dengan Alisa sang adik yang meminta jatah waktu untuk bersama dengan sang kakak untuk menebus waktu 6 tahun yang telah dihabiskan tanpa adanya sang kakak disisinya.


Dan Alga telah menjadi orang yang super sibuk melebihi sang mama dan papanya karena dia harus mengurus sang adik yang tak akan pernah lepas dari sisinya setelah Alga berada di rumah, karena Alisa tak akan melepaskan kakaknya apa pun yang terjadi hanya saat sang kakak pergi ke kamar mandi saja.


...🌴🌴🌴...


"Halo ya ada apa"


"Apa? Apa bagian teknisi tak melihatnya"


"Oh, baiklah akan ku lihat setelah ini, untuk sementara kerjakan sebisa mungkin saja."


Alga mendapatkan panggilan dari karyawannya di pabrik yang melaporkan sesuatu dan hal itu membuat Alga harus menyelesaikan kuliah dengan cepat karena dia tak ingin ada masalah dengan pegawainya.


...🌴🌴🌴...


"Selamat siang Tan" Alisa langsung menuju kantor kakaknya begitu dia selesai sekolah


"Siang, baru pulang" Ariana menjawab dengan ramah


"Iya, apa kakak ada di kantornya Tan?" tanya Alisa


"Alga sedang keluar, dia harus menyerahkan laporan kuliahnya mungkin sebentar lagi dia akan datang. Apa kamu sudah makan siang." Ariana menjelaskan dan bertanya sambil mengantar Alisa ke ruangan Alga


"Sudah tadi di sekolah Tan, kalau begitu aku tunggu kakak sambil mengerjakan tugas sekolah saja." Alis berkata dan tersenyum ramah


"Baiklah, kerjakan dengan baik jangan sampai kena marah ok." Ariana memainkan mata dengan Alisa


"Hahaha...iya." Alisa yang paham tertawa terbahak


...🌴🌴🌴...


"Bagaimana pak" tanya karyawan bagian mesin


"Iya, non Ariana tak bisa dihubungi jadi tadi aku langsung menghubungi mas Alga." jawab kepala bagian


"Loh, apa tak apa pak menghubungi langsung atasan begitu?" tanya karyawan baru itu dengan takut


"Tidak apa, mas Alga bilang kalau dia akan datang sebentar lagi." jawab kepala bagian


Karyawan baru itu merasa takut mendengar kepala bagiannya yang memanggil bosnya langsung, karena dia takut kalau nanti dia disalahkan sebab dia tak bisa memperbaiki mesin padahal dia adalah teknisinya.


"Selamat siang mas Alga." sapa satpam yang ada didepan gerbang


"Siang pak." balas Alga


"Mas Alga datang." teriak karyawan lainnya


"Mas Alga." kepala bagian menyambut Alga


"Apa yang rusak pak." Alga berjalan dan bertanya


"Saya juga tidak tau mas, tiba - tiba kata mereka mesin pres macet." jawab kepala bagian


"Apakah sudah dilihat oleh teknisi?" tanya Alga sambil melipat lengan bajunya


"Em, itu saya sudah mencobanya pak tapi saya tak tau bagian apa yang mengalami kendala." jawab karyawan baru dengan takut dan menunduk


Alga melihat sekilas karyawan itu dan tersenyum lalu menepuk bahu orang itu dengan lembut "tak apa coba ku lihat dulu dan nanti kalau memang sudah tak bisa diperbaiki kita atasi dengan yang lain."


Karyawan baru itu menatap Alga dengan mata terbelalak dan tak percaya karena dia tak dimarahi dan diperlakukan dengan lembut, terlihat semua orang membantu Alga yang membetulkan mesin dan tanpa ragu harus mengotori tangannya.


"Halo non Ariana"


"Iya tapi sekarang sudah ada mas Alga di sini."


"Iya, iya non baik."


Kepala bagian menjawab panggilan balik dari Ariana karena tadi saat dipanggil Ariana sedang sibuk dan meminta pada kepala bagian untuk menyampaikan pada Alga untuk menunggu di sana karena Ariana akan datang ke pabrik.


"Baiklah sudah selesai, jangan melakukan pekerjaan melebihi target." ucap Alga setelah membetulkan mesin


"Kakak!" teriak Alisa dengan kencang


"Oh, hai" Alga kaget karena langsung diserang adiknya


"Kenapa kau di sini." tanya Alga


"Tangkap aku dulu" Alisa yang sudah masuk dalam pelukan kakaknya


"Bukankah kau sudah nemplok seperti koala" ledek Alga


"Kakak." Alisa mengeratkan pelukannya karena takut jatuh


"Ok, ok" Alga memeluk Alisa dan menahan tubuh adiknya


"Aku sudah menunggu kakak dari tadi di kantor kakak, tapi kakak malah pergi ke pabrik" Alisa merajuk dan menatap kakaknya


"Karena di sini ada masalah" Alga


"Lalu, apa semuanya sudah selesai" Alisa


"Hem, sudah selesai" Alga


"Baiklah, kalau begitu masalah kakak dengan ku sekarang" Alisa


"Oh." Alga menatap bingung


"Aku lapar kak" Alisa


"Hahaha, baiklah sekarang turun dulu biarkan aku cuci tangan karena tanganku kotor" Alga tertawa dan membenturkan keningnya dengan kening Alisa.


"Pergilah, biar aku yang tangani di sini" Ariana berkata pada Alga


"Hem, tolong ya Tan" Alga mengangguk


"Ya ampun dia sayang banget sama adiknya, wanita yang akan menjadi istrinya pasti akan sangat beruntung"


Bisik - bisik para karyawan yang melihat interaksi Alga dan Alisa


"Istri, aku tak akan membiarkan wanita sembarangan untuk mendekati kakakku" gumam Alisa dengan kesal saat dia mendengar ucapan para karyawan Alga.


...🌴🌴🌴...


"Sayang apa yang kau lakukan" tanya Alan pada Syafira yang sedang sibuk di dapur


"Masak untuk makan malam kenapa, apa mas Alan butuh sesuatu?" Syafira menatap Alan bertanya


"Tidak, em...sebenarnya ada yang ingin aku katakan pada mu." Alan menatap dengan serius


"Ada apa, kenapa terlihat sangat serius. Apakah sesuatu yang sangat penting?" Syafira jadi merasa penasaran


"Iya, tapi kita tunggu anak - anak saja nanti." ucap Alan dan pergi meninggalkan Syafira


"Ada apa dengannya" gumam Syafira menatap kepergian Alan.


"Hei turunlah pergi mandi." perintah Alga pada Alisa yang datang ke rumah dengan digendong oleh Alga


"Assalamualaikum ma" Alisa langsung lari masuk kedalam kamarnya


"Waalaikumsalam, adikmu datang ke kantormu lagi" Syafira menatap Alga


"Hem, sepertinya sudah jadi kebiasaan" jawab Alga santai


"Dia jadi semakin nakal dan tak tak langsung pulang" Syafira mengeluh


"Yang penting dia tak lari kemana - mana ma," ucap Alga "dimana papa ma" Alga mencari keberadaan Alan


"Di ruang kerjanya, oh iya tadi papa mu mau bilang sesuatu tapi katanya nunggu yang lain aneh sekali." jawab Syafira


"Oh iya ma, apa tak sebaiknya mama sama papa pergi liburan. Sejak kalian bersama kalian tak pernah pergi untuk bersantai kan." ucap Alga


"Kau yang bilang ya boy, kalau begitu kami akan bener - bener pergi" ucap Alan dan berjalan ke arah Alga


"Tentu pa." Alga tersenyum


Saat makan malam Alan pun membahas lagi soal pergi liburan untuk bersantai berdua dengan Syafira, Alga dan Alisa menyetujui dan meminta kedua orang tua mereka untuk pergi lebih lama dan menikmati kebersamaan mereka berdua.


"Jadi kalian setuju" tanya Alan lagi untuk memastikan


"Tentu saja, kalian harus berbulan madu dan saat pulang bawakan kabar baik untuk ku. Aku akan merawat berapapun adik yang akan kalian berikan pada ku" ucap Alisa dengan semangat


"Sembarangan, apa yang kau katakan hah" Syafira menatap Alisa dengan tajam


"Hei ma, sudah saatnya kalian memberiku adik" Alisa berkata dengan serius


"Tentu papa akan memberikan adik dan papa harus berusaha keras untuk itu." jawab Alan dengan semangat.


"Ya kalian harus pergi, apa papa sudah tau mau kemana." Alga bertanya pada Alan


"Masih belum tau, mungkin ke Paris" jawab Alan dan Syafira hanya tersenyum.


"Itu juga bagus pa, mama suka kan. Aku akan pesankan tiket untuk kalian" ucap Alga penuh dengan semangat.


Keesokan harinya Alan mendapatkan kabar kalau dia telah mendapatkan tiket dan hotel di Paris dan mereka berdua akan liburan ke Paris selama 1 bulan, Alan dan Syafira tinggal pergi karena Alga telah mengatur segalanya untuk mereka.