Baby I Love You

Baby I Love You
Gunjingan



Keseharian Syafira sekarang adalah menjadi penyanyi di cafe dan dia akan pulang pergi bareng dengan Alea. Syafira pun mulai aktif di acara bulanan dan mingguan di komplek sekitar perumahan. Dan kegiatan di klub jadi 2 kali dalam seminggu, sementara pekerjaannya di restoran Bian jadi hanya hari minggu saja. Selebihnya Syafira aktif di cafe milik keluarganya.


"Non Anita ini data yang non Anita inginkan." seseorang menyerahkan sebuah data hasil penyelidikan atas Syafira yang diperintahkan oleh Anita karena dia ingin merebut kembali Alan dan menghancurkan Syafira.


"Ini uangnya dan cepat kalian pergilah." Anita memberikan uang kepada orang itu dan dia lanjut minum disebuah cafe sambil melihat hasil penyelidikan dari orang - orangnya.


"Apa? Jadi dia adalah seorang wanita penari dan dia telah hamil diluar nika, gara - gara wanita seperti ini Alan menolak aku untuk kembali padanya, benar - benar keterlaluan." Anita terlihat sangat marah.


Anita membaca semua data atas diri Syafira dan dia menemukan kalau Syafira tinggal bersama dengan seorang ibu dan kakak wanita yang juga berprofesi sebagai penari bahkan ibunya tak pernah menikah dan melahirkan anaknya setelah pergi menjadi sukarela sebagai tenaga pengajar.


"Aku ingin lihat apa yang akan dilakukan oleh Alan jika dia tau siapa wanita yang dia pilih dan wanita macam apa yang dicintainya itu. Bahkan anaknya juga tak jelas siapa ayahnya." Anita bergumam sendiri dan tersenyum.


"Pelayan bill nya." teriak Anita dan dia pergi dari cafe setelah membayar.


...🌴🌴🌴...


"C*h, kau masih saja bermain dengan sekretaris mu itu." ledek Anita saat dia masuk kedalam kantor Daren dan melihat Daren bercumbu dengan sekretarisnya.


"Kenapa kau kemari, apa kau mau ikut memuaskan aku." Daren dengan santai berkata pada Anita setelah sekretarisnya keluar.


Anita berjalan mendekat dan mulai mencium bibir Daren. "Tapi aku tak suka bermain dengan barang yang masih menempel milik orang lain." Anita berbisik ditelinga Daren.


"Bersihkan dirimu dan ada yang ingin aku bicarakan dengan mu." Anita mendorong tubuh Daren dan dia duduk di sofa.


"Kau selalu punya cara untuk memaksaku, sekarang katakan ada apa?" Sambil melangkah dan memakai bajunya Daren berjalan mendekati Anita yang duduk di sofa dengan memegang sebuah map coklat.


"Kau sangat tertarik dengan seorang wa ita yang bernama Syafira yang ada disisi Alan bukan? Ayo kita bekerja sama, kau akan mendapatkan wanita mu dan aku akan mendekatkan Alan kembali." Anita berkata dengan membuat map ditangannya sebagai kipas.


"Maksudmu?" Daren duduk dan menatap Anita bertanya.


"Wanita tak sebersih yang kau kira, dia lahir di keluarga yang tak memiliki ayah dan tak jelas siapa ayahnya, bahkan dia juga telah hamil dan memiliki seorang anak diluar nikah. Kau paling tau kan cara menangani wanita seperti ini?" Anita menyerahkan map yang dipegang pada Daren.


Daren membuka dan melihat isi dari map itu, yang menuliskan semua data soal Syafira dan dimana saja perkejaan Syafira beserta jadwalnya. "Ini? Kau menyelidiki soal dia?" Daren bertanya dan menatap Anita.


"Ya, aku akan melakukan tugasku dan selanjutkan akan ku serahkan padamu sebagai pahlawan dan pangeran berkuda putih, bagaimana setuju?" Anita berkata dan memainkan alisnya.


"Persetujuan tidak hanya dilakukan dengan ucapkan saja, namun juga harus dibuktikan secara langsung." Daren menarik Anita ke pangkuannya. "Aku telah membersihkannya dan mencucinya dengan sabun." Bisik Daren


Anita pun langsung beraksi dan mereka memulai permainan yang panas bersama mulai dari di sofa diatas meja kerja Daren bahkan dikursi kebesaran Daren. Permainan mereka sangat luar biasa, dan Daren selalu saja ketagihan dengan permainan dari mantan kekasih Alan yang satu ini, karena Anita paling bisa membuat orang bergerak dan bangun hingga berkali - kali.


...🌴🌴🌴...


"Mana nak Alea? Kok gak datang bareng?" tanya salah seorang ibu


"Mama, masih mau melakukan sesuatu dulu, jadi saya meninggalnya." jawab Syafira dengan tersenyum ramah


"Oh iya, Ayunda tak pernah pulang ke sini ya? Tak pernah lihat." tetangga 2


"Benar Bu, kak Ayu pulang ke rumah mas Denis." Syafira menjawab.


"Ya sudah ayo kita mulai acaranya." Bu RT.


"Hey apa kamu tau dengan gadis itu?" Ibu 3


"Siapa? Maksud mu gadis dari rumah besar itu? Memangnya kenapa?" Ibu 2


"Aku dengar dia adalah wanita malam dan suka keluar masuk klub malam" ibu 3


"Ya ampun benar kah? Lalu kenapa Bu RT membiarkan wanita seperti itu ikut dalam perkumpulan kita ini? Nanti kita bisa dicap sebagai warga yang tak benar lagi gara - gara 1 orang." Ibu 1


"Tapi masak sih dia sepeti itu? Dia terlihat sangat baik dan ramah loh." Ibu 2


"Eh, jangan salah. Justru mereka yang sepeti itulah yang terlihat sangat baik dan ramah untuk menutupi perbuatannya yang memalukan itu, kalian jangan tertipu dengan tampangnya yang sok terlihat polos itu." Ibu 3


Para ibu - ibu dari komplek sebelah sedang bergunjing dan ngomongin soal Syafira serta mereka menilai soal pekerjaan Syafira, bahkan meragukan mengenai kebaikan Syafira.


"Lihat - lihat dia terlihat sok polos dan senyumnya itu yang bisa menarik dan membuat para pria bertekuk lutut padanya." Ibu 3


"Pantas saja dia bisa mendapatkan pria dari rumah besar itu, ternyata dia seorang ****** toh." Ibu 2


"Jangan - jangan anak yang dia bawah itu juga anak hasil itu." Ibu 1


"Oh, amit - amit, jangan sampai suami dan anak kita terpengaruh ya." Ibu 2


"Kita harus bilang sama Bu RT, agar dia tak diijinkan untuk ikut. Mengotori lingkungan saja." Ibu 3


"Semoga saja orang seperti itu cepat tersingkirkan dan dia itu pantas untuk dikucilkan dari ini, dia buka golongan orang - orang seperti kita." Ibu 2


"Kalian diam lah dan jangan asal bicara kalau gak tau apa - apa" tetangga Syafira yang tau mengenai cerita Syafira karena suaminya telah menjadi saksi di pernikahan Alan dan Syafira 5 tahun lalu.


Syafira yang mendengar ucapan para ibu - ibu dari komplek sebelah hanya bisa diam dan menahan air matanya, didalam hati Syafira merasa sangat sakit, kenapa orang yang tak tau apa - apa tentang dirinya bisa menilainya dengan begitu buruk bahkan mereka menyumpahi Syafira yang tak ada salah dengan mereka. Namun Syafira tak bisa menyalahkan mereka, karena mereka berhak menilai semuanya sesuai dengan penilaian mereka sendiri - sendiri.