Baby I Love You

Baby I Love You
Ingin Memilikinya



"Halo lama tak jumpa"


Dirga menyapa Syafira yang sore itu sedang terlihat duduk santai sambil menatap layar laptopnya dengan serius.


"Oh mas Dirga, iya lama sekali mas Dirga tak datang kemari"


Syafira membalas dengan ramah pada sapaan Dirga.


"Sedang apa terlihat sangat serius, apa aku menganggu mu? Jika iya aku akan pindah" Dirga


Syafira tersenyum "tak masalah jika mau pindah karena aku tak akan melarang"


"Eh." Dirga kaget karena jawaban Syafira yang tak terduga


Syafira tertawa lagi "kenapa, merasa sayang untuk pindah? Silakan duduk, itu kan yang ingin kamu dengar dari ku"


"Kau sungguh sangat terbuka ya dan tak basa basi, membuat orang jadi tak tau harus berkata apa lagi." Dirga mengeluh dan duduk di depan Syafira


"Aku tak suka basa basi, dan maaf aku buka tipe wanita yang suka memaksa atau malu - malu" Syafira berkata dan tersenyum lagi


"Senyummu sungguh sangat indah, aku suka jika melihat mu tersenyum seperti itu. Dan itu yang membuatku selalu mengingat mu serta merindukan mu." Dirga mencoba untuk menggoda Syafira


"Wah benarkah? Sungguh beruntung aku karena dirindukan oleh orang seperti anda." jawab Syafira tanpa malu - malu.


"Ya ampun ini cewe ya, sungguh sangat luar biasa. Dia bahkan bisa mengimbangi apa yang aku katakan, apa dia memang selalu begini sama sua orang." gumam Dirga dalam hati menatap Syafira yang terlihat biasa saja dengan godaan Dirga.


"Apa sibuk sampai tak kelihatan selama ini" Syafira menatap Dirga


"Hem, ya sangat sibuk karena di perusahaan ada proses pemasaran yang sangat ketat harus mencapai target pasar." Dirga menjawab dengan apa adanya.


"Kau sendiri sedang mengerjakan apa, ku lihat dari tadi kau sangat serius menatap laptop mu itu." Dirga balik bertanya


"Oh ini aku sedang bermain game, untuk mengisi waktu sambil menunggu waktu ku untuk tampil." Syafira menunjukkan layar laptop yang sudah diganti dengan tampilan game.


Syafira dan Dirga berbicara dengan sangat seru, dan obrolan mereka nyambung sehingga membuat Dirga nyaman untuk bicara lama dengan Syafira hingga tak terasa mereka ngobrol sampai 1 jam lebih dan sudah waktunya Syafira untuk tampil menyanyi didepan pengunjung kafe.


"Sebentar ya aku kerja dulu." Syafira bangun dan maju untuk bernyanyi saat pemain band telah memanggilnya.


"Selamat malam, malam ini adalah malam spesial untuk para pasangan, dan selain ada menu makanan untuk para pasangan akan ada juga hadiah bagi mereka yang bisa menyelesaikan misi dari kafe ini." ucap Syafira dan itu membuat semua pengunjung yang datang dengan pasangannya jadi bersemangat.


"Malam ini ada diadakan pemilihan untuk beberapa pasangan yang mendapatkan kode khusus dari kafe ini atas pesanan menu pasangan yang dipesan, dan yang beruntung bisa mendapatkan hadiah berupa tiket menginap di hote milik PT. Antariksa Sauntetik Howl"


"Baiklah, untuk malam ini juga aku akan menyanyikan lagu sesuai dengan permintaan pasangan yang beruntung, semoga kalian bisa menikmati."


Syafira berjalan menuju ke alat dram dan duduk dengan mantap. Terlihat Syafira sedang memegang stik dram dan mencoba menyetel suara musik dari setiap Alan dram itu, lalu syafira menatap pengunjung dan melempar senyum manisnya.


Satu pukulan stik drum itu dan membuat Syafira memainkan alat itu dengan sangat indah dan juga merdu dengan berpadu sama suara nyanyiannya yang terdengar sangat merdu membuat semua orang yang tau Syafira selalu bermain dengan piano itu terkejud melihat permainan dram dari Syafira yang terlihat anggun dan Lues ternyata sangat lincah dan penuh energi malam itu.


Banyak orang yang mengambil gambar dari permainan Syafira termasuk Dirga juga ikut mengabadikan momen permainan dram Syafira yang membuat dia kaget dan juga terpukau.


"Selamat malam tuan." sapa pegawai kafe pada Alan yang datang


"Malam" jawab Alan singkat.


"Dia sungguh luar biasa."


Alan tersenyum melihat permainan Syafira yang terlihat sangat bertenaga dan penuh dengan energi, terlebih lagi begitu banyak orang yang mengambil gambar dan merekam permainan Syafira.


"Bayi kecilku telah menjelma menjadi putri yang sungguh sangat memukau dan selalu memberikan kejutan" gumam Alan yang tak bisa lepas dari menatap Syafira.


"Wa, wah sayang aku dapat kodenya." seorang gadis berteriak dengan sangat senang


"Wah benar kita menang." sambung dari kekasih gadis itu dengan mengangkat sebuah piring yang didalamnya tertulis kode angka yang menunjukkan kamar hotel yang akan menjadi tempat Meraka untuk menginap dengan segala fasilitasnya.


"Selamat untuk pasangan yang beruntung. Malam ini semua makan yang kalian pesan akan digratiskan dan kalian juga bisa menikmati malam dan hari bersama kami di hotel untuk 1 hari." ucap Syafira saat dia selesai bernyanyi.


"Katakan apa kalian ingin aku menyanyikan sebuah lagu untuk kalian malam ini." tanya Syafira


"Iya aku ingin lagu teman bahagia dari jaz" ucap gadis itu


"Baiklah semoga anda menikmatinya" Syafira bangun dan mengambil sebuah gitar, setelah menyetel dan menyesuaikan nada Syafira langsung menyanyikan lagu yang diminta oleh pasangan yang telah memenangkan kode hadiah.


Takkan pernah terlintas


Tuk tinggalkan kamu


Jauh dariku, kasihku


Karena aku milikmu


Kamu milikku


Separuh nyawaku


Hidup bersamamu


Berdua kita lewati


Sehidup semati


Mentari pun tahu


Kucinta padamu


(lanjutin sendiri ya lagu selanjutnya...😅)


"Gila sebenarnya dia siapa, kenapa dia begitu sangat luar biasa. Tidak hanya piano, drum bahkan gitar, dia sungguh sangat luar biasa" Dirga bergumam sendiri dan merasa sangat semakin tertarik pada Syafira.


"Selamat untuk kalian berdua. Ini adalah tiket kalian dan kalian bisa mengambil kemewahan hotel kami kapan saja." Syafira menyerahkan tiket pada pasangan yang beruntung itu.


"Terima kasih banyak, boleh kah aku mengambilnya 2 hati lagi saat ulang tahun hati jadi kami" tanya gadis itu


"Tentu, kami akan menyiapkan kejutan untuk kalian berdua nantinya." jawab Syafira


"Terima kasih, sayang." gadis itu terlihat sangat senang


"Wah kami juga mendapatkan kode lain." teriak pasangan lain yang juga mendapatkan kode hadiah


"Wah selamat untuk kalian." Syafira tersenyum dan bertepuk tangan dan diikuti yang lainnya.


Hingga pasangan ketiga yang memenangkan hadiah dan mereka semua mendapatkan kemewahan sendiri sesuai dengan kode yang tertera. Selain fasilitas hotel, kemewahan hadiah dari butik dan juga tiket liburan ketaman hiburan dan semua dengan fasilitas dari PT. Antariksa Sauntetik Howl


"Wah kau sungguh sangat luar biasa, dan aku tak tau kalau kau bisa memainkan semua alat musik, apa lagi yang belum kau tunjukkan padaku." Dirga mendatangai Syafira dan bertanya dengan sangat senang


"Aku bisa memainkan semuanya." Syafira menjawab dengan penuh senyum


"Siapa pria itu." Alan bergumam melihat kedekatan Dirga dan Syafira dari balik ruang vip di kafe itu.


"Dia adalah Dirga tuan, dan dia pelanggan tetap kafe ini. Tapi sepertinya dia sangat menggemari non Syafa." ucap Dina pada Alan.


"Mereka terlihat sangat akrab." Alan


"Iya, Dirga selalu datang kalau ada jadwal non Syafa manggung saja, sejak dia tau kalau non Syafa adalah penyanyi kafe ini" Dina


"Apa mereka sering bertemu dan ngobrol begitu." Alan


"Benar tuan, tapi sepertinya non Syafa tak begitu peduli dengannya, karena kalau saya lihat sepertinya Dirga tertarik pada non Syafa." Dina


"Apa dia tak tau kalau Syafa sudah punya suami" Alan


"Sepertinya sudah tuan, karena non Syafa sudah pernah memperkenalkan dirinya dan juga non Alisa." Dina


"Hem, sepertinya dia tipe yang pantang menyerah Din." Alan


Dina tersenyum mendengarkan apa yang dikatakan oleh Alan, dan Dina hanya bisa mengangguk lalu berlalu meninggalkan Alan.


Setelah berbincang ringan Syafira pun meminta ijin pada Dirga untuk pulang karena jam sudah menunjukkan pukul 9 malam dan tak terasa waktu yang dihabiskan mereka sudah melewati waktu berjam - jam dari sore hari.


Setelah berpisah dengan Dirga Syafira berjalan masuk kedalam ruang kerjanya dan dia duduk sebentar untuk merilekskan tubuhnya, lalu mengambil handphonenya untuk menghubungi Merisca guna menanyakan keadaan putrinya yang ada bersama Merisca dari sejak siang hari karena Syafira harus ke kafe dari siang Karana ada pekerjaan yang harus dia kerjakan.


"Sayang." Alan masuk dan langsung menerjang Syafira


"Oh, ya Allah Mas." Syafira kaget karena diayak melihat Alan datang.


"Aku sangat merindukan mu." Alan menghujani ciuman sehingga Syafira mengurungkan untuk memanggil Merisca.


...🌴🌴🌴...


Di sebuah klub malam terlihat Dirga sangat galau karena dia terus teringat akan Syafira dan jadi sangat menginginkan untuk memiliki syafira.


"Hei kenapa kau Ga." Andi menegur Dirga


"Iya kenapa kau, datang - datang sudah mendung saja" Danu menyambung pertanyaan Andi


"Gila, aku tak bisa menghilangkan dia dari pikiranku." Dirga terlihat frustasi


"Hah, siapa?" Andi dan Danu bertanya bareng


"Syafira. Gadis yang ku taksir." Dirga teriak penuh penekanan.


"Hah, maksudmu istri orang itu?" Danu menatap kaget pada Dirga


"Iya, apa yang harus aku lakukan sob. Dia sungguh sangat mengagumkan dan juga sangat luar biasa." Dirga berkata dan meminum minumannya.


"Gila, sampai seperti itu." Danu menatap Andi


"Hem" Andi menghela nafas dan mengangkat bahunya


"Kalian tau, malam ini dia sungguh sangat memukau dan juga mengejutkan. Dia terlihat sangat enerjik dan sangat, sangat luar biasa."


Dirga memutar video permainan drum dan gitar Syafira yang tadi direkam pada Andi dan Danu. Terlihat kedua teman Dirga itu juga ikut terpukau melihat video rekaman permainan musik dari Syafira.