
Acara malam itu sangat meriah dan semau tamu undangan juga datang semuanya, terlihat Alan sangat bahagia karena dia bisa memperkenalkan Syafira pada semua orang dan tak harus bersembunyi.
"Tuan Alan selamat untuk anda, akhirnya anda mau menunjukkan istri anda dan tak lagi menyembunyikan kecantikannya." ucap seorang tamu pada Alan dan Syafira.
"Selamat untuk mu kak, dan selamat untukmu sayang" ucap Ndaru
"Iya selamat untuk kalian berdua, dan kau jangan lagi lari - lari karena kalau tidak kau akan membuat kakakku jadi gila." ucap Bayu dan semuanya tersenyum
"Hei men, selamat ya." ucap Daniel pada Alan
"Kau sangat cantik malam ini, masih main? Tempatku masih menunggumu" sambung Daniel pada Syafira
"Terima kasih kak Daniel" Syafira berkata dengan senyuman yang mengembang.
"Kita bisa berbesan karena aku memiliki anak putri" Dandi berkata dengan memperlihatkan foto putrinya di handphonenya yang masih berusia 7 tahun
"Kita lihat apakah putriku bisa menarik perhatian dari putraku atau tidak." jawab Alan dengan sombong.
Terlihat malam itu semua orang sangat bahagia, apa lagi dari keluarga Alan semuanya sedang berbahagia. Begitu juga dengan para tamu undangan yang malam itu menyaksikan dan mendengar langsung permainan piano dari Syafira yang merupakan anggota dari sebuah orkestra yang sangat terkenal.
"Aku tak menyangka kalau seorang bintang yang begitu sangat terkenal dan sangat misterius identitasnya adalah istri dari tuan Alan." ucap seorang wanita yang mengenal Syafira sebagai Fifi.
"Loh jeng memangnya dia itu artis yang selalu hadir dalam sebuah kelompok orkestra yang selalu berhasil membuat para penonton dan pendengarnya takjub itu ya." tanya dari wanita lainnya
"Benar dan aku sangat menyukainya, setiap kali orkestranya tampil aku dan suami akan selalu terbang kesana untuk menyaksikannya, tapi dia tak pernah di zoom wajahnya hanya sebagian dari tampilannya dan permainannya saja."
"Selama 4 tahun aku menikmatinya aku selalu penasaran dengan dia karena permainan pianonya sungguh sangat indah, tapi sayangnya dia selalu saja sudah pulang begitu acara selesai. Jadi kami tak pernah bisa tau dan bertemu dengan dia secara langsung."
"Tapi hari ini adalah hari yang sangat bersejarah bagi ku, karena aku adalah penggemarnya."
Ucap wanita itu menjelaskan pada beberapa wanita lainnya kalau dia sungguh sangat mengidolakan Syafira dan sangat ingin bertemu dengan Syafira selama ini.
"Wah permainan yang sangat indah." ucap semua orang saat Syafira menyelesaikan permainan pianonya.
"Nona Fifi" wanita yang glamor menyapa Syafira
"Iya" Syafira menyebut orang itu dengan tersenyum ramah.
"Aku sungguh sangat menyukai permainan anda, dan hari ini merupakan hari yang sangat bersejarah bagi saya karena bisa bertemu secara langsung dengan anda." wanita itu berkata dengan sangat antusias serta sangat terlihat kalau dia sungguh mengagumi Syafira.
"Ah tuan Alan maafkan istri saya." ucap seorang pria mendekati Syafira dan Alan yang sedang diajak bicara oleh istrinya.
"Tuan..." Alan mencoba mengingat siapa orang itu
"Saya tuan Rido dan ini istri saya Rini." ucap orang itu memperkenalkan dirinya pada Alan dan Syafira.
"Oh iya." Alan tersenyum pada orang itu
"Maafkan saya, karena istri saya sungguh sangat menyukai anda dan dia selalu menikmati permainan anda, bahkan tak pernah meninggalkan pertunjukan setiap kali grup orkestra anda tampil" ucap orang itu
"Anda begitu mengenal saya, terima kasih banyak. Maukah anda berfoto dengan saya." ucap Syafira dengan ramah
"Apa? Be-benarkah? Tentu saja saya mau" jawab nyonya Rini dengan sangat senang.
"Oh...rupanya ada acara meriah di sini dan aku tak mendapatkan undangan untuk itu" ucap Daren yang menerobos masuk dengan paksa dan berkata dengan sangat keras serta lantang.
"Apa yang terjadi." Merisca berkata dan merasa kaget karena ada keributan dalam acara Alan.
"Sepertinya itu adalah Daren, mau apa dia membuat keributan di sini." Faris merasa kesal melihat kedatangan Daren.
"Sepertinya dalam undangan tidak ada nama itu sayang." Merisca berkata dan menatap Faris
"Memang tak ada, tapi dia selalu datang walau Tampa undangan dan tak pernah merasa malu untuk melakukan hal itu." Faris berkata dengan nada kesal
Syafira dan Aleana yang tadinya berbincang dengan beberapa tamu wanita berjalan mendekati Alan dan yang lainnya yang terlihat sedang berkumpul, karena ada keributan yang dibuat oleh Daren sebagai tamu yang tak diundang.
"Wah Alan, bukankah kita adalah tak sejak lama. Bagaimana bisa kau tak mengundang aku dalam acara yang membahagiakan ini."
"Oho, atau jangan - jangan kamu malu karena kamu telah menikahi putri angkat mu sendiri." Daren berkata dengan senyum sinis yang ditunjukkan
"Kenapa apakah kamu malu untuk itu? Tapi tak apa Alan, aku hanya tak menyangka kalau ku akan melakukan hal ini."
"Apa karena dia tumbuh dewasa dan menjadi sosok wanita yang sangat cantik sehingga kamu merasa sayang jika dia harus dimiliki oleh orang lain dan akhirnya kamu menikahinya sendiri."
"Daren cukup, ku rasa kami tak ada mengundang mu. Sebaiknya kau keluar dari tempat ini" Aditya berkata dengan nada tinggi
"Oh kenapa, apa kau juga merasa malu untuk itu atau kalian menikmatinya bersama." Daren semakin keterlaluan berkata
"Daren!!" Alan dan Aditya berkata bersamaan, namun Syafira menahan mereka berdua.
"Oh siapa ini, apakah ini adalah pengantin wanitanya" Daren tersenyum menatap Syafira
"Kenapa, apa kau dipaksa olehnya. Bukankah kau sudah pergi meninggalkan dia kenapa kau kembali lagi. Jika mereka memaksamu kau bisa mengatakannya secara langsung jangan takut, biar semua orang yang ada di sini tau siapa mereka terutama Alan." Daren berkata dan melihat kesemua tamu undangan
"Mengatakan semuanya" Syafira berkata dan menatap Daren
"Ya katakan apa alasan mu pergi meninggalkan dia dan apa alasan mu untuk kembali lagi. Jika memang mereka memaksamu kami yang ada di sini pasti akan melindungi mu." Daren berkata dengan percaya diri.
Syafira berjalan kearah MC dan dia mengambil mikrofon, Alan dan keluarganya yang lain menatap Syafira dengan bingung begitu juga dengan para tamu undangan yang hadir.
"Halo semuanya, aku adalah Syafira Putri Pertiwi Abigail. Dan memang benar aku adalah putri angkat dari keluarga Abigail." ucap Syafira dengan pengeras suara
"Namun di sini yang harus kalian semuanya ketahui adalah, aku tak pernah menganggap Aleandro Putra Prayoga Abigail sebagai ayah angkat ku."
"Aku memang menggunakan nama keluarga Abigail namu dalam akte kelahiran ku nama ayahku tertulis atas nama Aditya Yosef Pradana Abigail, dan aku tak pernah menganggap Aleandro orang tua angkat ku."
"Yang kalian ketahui di sini aku adalah putri dari Aleana Putri Almira Abigail dan Yoni Andika Saputra. Mereka adalah orang tua angkat yang tertulis dalam hukum, namun aku meminta agar nama Aditya tertulis dalam akte karena aku ingin menjadi keluarga Abigail yang sebenarnya."
"Dan Aleandro, dari sejak awal tak pernah ku akui sebagai ayah, aku melihat dia sebagi seorang pria dewasa yang aku cintai."
"Ya aku cintai, aku mencintai orang yang memungut aku dari jalanan. Karena aku melihat dia sebagi sebagai pria"
"Adan asal kau ketahui tuan Daren, aku tak pernah melakukan perbuatan tanpa pemikiran, jika kau ingin tau alasanku pergi itu semua bukan karena Aleandro, tapi itu karena dirimu"
Semua orang jadi berkasak kusuk saat Syafira mengatakan kalau alasan dia pergi adalah Karana Daren.
"Apa yang kau katakan, bagaimana bisa itu karena aku yang tak ada hubungannya dengan semua ini." Daren berkata dengan tak terima
"Tak ada hubungan." Syafira menatap Daren
"Bagaimana bisa kau mengatakan kalau semuanya tak ada hubungannya. Apakah kau lupa apa yang kau lakukan dan kau katakan saat berada di bandara." ucap Syafira dan Alan menatap tak mengerti.
”Kau menyelidiki tentang aku dan mempengaruhi Anita dan Fira untuk kau jadikan tameng dan membuat aku tersudut dengan menyebarkan rumor bahwa aku telah melahirkan akan diluar nikah."
"Kalau saja hanya karena rumor itu aku tak akan menyerah karena aku telah mempersiapkan diriku untuk menjadi layak sebagai wanita Aleandro."
"Namun kau yamg ingin mengalahkan suamiku tapi tak bisa menjangkaunya, jadi kau ingin menggunakan aku sebagi alasan dan kelemahannya. Tapi kau telah salah karena ingin mengusik keluarga Abigail yang memiliki nama lebih dari sekedar nama."
"Kepergian ku karena aku tak ingin kehadiranku membuat suami dan keluargaku jadi kacau, jadi aku menyerahkan rekaman yang kau ucapkan pada ku di bandara pada pihak berwajib dan aku mengatakan kalau aku dalam bahaya dan butuh perlindungan."
Syafira berkata dan menjelaskan semuanya bagaimana dia bisa kembali lagi ke LA namun tak ada nama dalam pendaftaran penumpang dan bagaimana identitasnya tiba - tiba menghilang tanpa jejak.
"Jadi alasan kepergiannya adalah karena dia mendapatkan ancaman dari tuan Daren, sungguh dia sangat kejam"
"Bukankah dia juga seorang pebisnis, harusnya dia bisa bersaing dengan jujur."
Suara semua orang yang ada ditempat pesta itu dan mereka semua menatap pada Daren, sehingga membuat Daren merasa kesal dan malu lalu dia pergi meninggalkan pesta Alan dengan sangat kesal.
"Sayang." Alan berjalan mendekati Syafira dan memeluknya.
Pesta malam itu pun dilanjutkan lagi sampai selesai dan semua orang jadi merasa kasian pada Alan dan juga Syafira yang harus terpisah begitu lama hanya karena ancaman dan ulah Daren yang membuat dua orang yang saling mencintai terpisah oleh jarak dan waktu cukup lama.