Baby I Love You

Baby I Love You
Tes DNA



Setelah melihat video masa kecil Alan alea semakin yakin kalo anak kecil dalam video Ayunda adalah anak dari adiknya (Alan). Tangis alea pecah karena dia merasa kesal dan juga marah pada dirinya yang tak bisa melihat kesedihan dan juga beban yang ditanggung oleh Syafira.


"Sayang, sudahlah. Kita cari solusinya sekarang ya." oni berusaha menenangkan alea


"Bagaimana dia tak takut kak, dia telah di****sa oleh daddy-nya sendiri yang sedang tak sadarkan diri karena pengaruh obat, lalu dipojokkan dan dimarahi juga oleh daddy-nya dan dipaksa mengatakan siapa orang yang telah melakukan semua perbuatan itu hingga dia hamil, bagaimana dia tak takut, dan bagaimana dia bisa mengatakan kalo orang itu adalah daddy-nya sendiri. Syafa putri mama."


"Bagaimana bisa gadis kecil itu bisa mengakui dan mengingat kembali masa kelamnya, dia pasti sangat takut mengulang dan mengenang kejadian itu kak."


Alea menangis dengan tersedu sedu mengingat kembali tentang Syafira yang dimarahi dan diadili oleh Alan atas apa yang telah terjadi, sementara dirinya tak bisa membantu apa apa.


"Tenanglah sayang." oni memeluk tubuh alea dan mengusuk punggung alea untuk menenangkan alea, dan tanpa sadar oni pun ikut menitikkan air matanya.


"Syafa putri kecilku yang ku rawat dan ku besarkan, harusnya aku menyadari bebannya saat dia yang begitu ceria tiba tiba jadi pendiam, kau benar benar bukan papa yang baik Oni." gumam dalam hati oni yang masih memeluk alea dengan erat.


"Tapi sayang bagaiman Ayunda bisa tau kalo itu syafa, dan kalo dia sudah tau dari dulu kenapa dia baru cerita sekarang setelah sekian lama?" tanya oni saat dia menyadari sesuatu dari cerita alea.


"Soal itu ayu bilang dia baru tau sekarang setelah dia menemukan barang barang Alan yang katanya hilang ada di kamar Syafa dan disembunyikan, lalu dia sadar saat ada pesta Syafa bilang ketemu sama Alan dan tak kembali ke rumah." jelas alea sesuai dengan apa yang diceritakan oleh ayunda.


"Hem, ini ada yang aneh. Jika wanita malam itu adalah Syafa lalu bagaimana dengan hasil tes dari putri tuan Guntoro yang menyatakan kalo itu adalah dia." oni berfikir dan mencobak menebak.


"Sepertinya ada permainan didalam hasil tes itu, dan Ndaru sedang menyelidikinya." ucap alea memberi tau oni.


...🌴🌴🌴...


Disisi lain Alan yang tak dapat menemui syafira dalam rumahnya karena Syafira telah pindah berfikir dalam saat dia duduk didalam mobil.


"Ini bagaimana bisa terjadi, dia seolah tau kalo kita akan datang mencarinya" gumam Adit yang juga ikut berfikir.


"Tetapkan lagi orang orang untuk mengawasi rumah ini, karena aku yakin dia pasti akan kembali lagi ke rumah ini." perintah Alan pada Adit.


"Ya aku mengerti, dari dulu dia selalu suka main petak umpet." jawab Adit yang mengingat saat Syafira masih kecil yang suka berlari dan sembunyi jika Adit datang.


"Kamu terlalu memanjakannya selama ini" ucap Alan sambil memijat pelipisnya.


"Hem" gumam Adit.


"Kita pulang dan tunggu kabar dari orang orang mu" ucap Alan dan Adit langsung melajukan mobilnya.


"Kita ke tempatnya Daniel Dit." pinta Alan saat mereka dalam perjalanan pulang.


Setelah sampai di klab daniel Alan langsung mendudukkan tubuhnya di sofa dan dia mendengarkan suara musik DJ yang memekakkan telinga, Alan seolah sedang tenggelam dalam lamunan yang sangat dalam, dia tak bergeming dan juga tak terganggu dengan kerasnya suara musik.


"Kenapa dengannya Dit?" tanya Daniel pada Adit yang duduk dimeja bar.


"Entah lah dari tadi sudah diam begitu, aku sangat takut kalo kak Alan begitu. Karena dia jadi sama seperti saat kehilangan Tante Adinda jadi orang yang pendiam dan dingin." ucap Adit pada Daniel.


"Alan, jadi semua ekspresinya itu ada pemicunya ya." Daniel melihat ke arah Alan yang duduk diam di sofa.


"Hem, dulu dia sangat usil dan juga ceria." ucap Adit lagi dengan menghela nafas dalam.


"Ya aku tau itu." jawab daniel


"Oh iya apa kamu punya alamat Syafa, eh maksudku Kiky yang baru?" tanya adit


"Ha. Alamatnya yang baru? Aku tak pernah tau dia tinggal dimana, selama ini dia tak pernah mengatakan dimana alamatnya dan juga nomor hanponnya saja hanya khusus untuk aku saja, yang untuk keluarganya aku tak punya." jelas daniel


"Rupanya dia selalu berhati hati selama ini." gumam Adit


"Sepertinya dia ada seseorang yang ingin dia hindari." ucap Daniel dan Adit mengangguk.


Brrrrt


Hanpon Adit bergetar ada seseorang yang mengiriminya pesan.


"Eh, ini gambar bocah nakal. Dia adalah putra Kiky namanya alga, kenapa bisa jadi paper hanpon mu?" tanya Daniel saat melihat layar hanpon adit


"Ha, mirip Alan maksud mu apa?" tanya Daniel namun Adit sudah beranjak pergi meninggalkan meja bar dan mendekati Alan.


"Kak, kak Lea barusan mengirim pesan kalo kita disuruh pulang sekarang karena ada sesuatu yang mau disampaikan. Dan aku juga sudah tau dimana Syafa berada." ucap Adit dan Alan membuka matanya mendengar kata kata yang dibisikkan oleh Adit.


"Baik kita pulang, kita temui kakak." Alan bangun dari duduknya dan berjalan keluar.


...🌴🌴🌴...


"Apa yang kalian bicarakan?" tanya Alan yang tiba tiba muncul dibelakang alea, oni dan ndaru


"Alan?" alea terkejut mendapati Alan yang sudah berdiri dibelakang mereka.


"Se - sejak kapan kamu disitu?" tanya alea dengan ragu.


"Katakan apa maksudnya dengan data tes ada yang sama dan cocok lagi, lalu siapa dan bagaimana kamu menemukannya?" tanya Alan tak sabar pada Ndaru, sementara Adit diam bingung.


"Alan tenang dulu, dengarkan Ndaru bicara." ucap oni menenangkan alan, dan alea hanya menangis


"Benar kak, kakak tenang dulu dengarkan Ndaru bicara" ucap Adit menimpali kalimat oni.


Setelah Alan tenang dan duduk, Ndaru mulai menjelaskan semuanya. Dari dia curiga dengan hasil tes Fira sampai dia mencobak mencarik tau diam diam, sampai Ayunda datang menemuinya dan memintak dia melakukan tes dengan sampel rambut seseorang yang tak disebutkan.


Alan, Adit dan yang lainnya diam mendengarkan. Sampai Ndaru mengeluarkan hanpon Alan dan juga jas Alan yang katanya hilang. Kondisi 2 barang Alan itu masih dalam keadaan bagus dan juga tak ada tanda tanda kalo kedua barang itu dipakai.


"Jadi ini ayu yang menemukannya dan menyerahkannya pada mu?" tanya Alan dengan menatap Ndaru


"Iya dan kita harus menunggu Ayunda, semoga dia berhasil mendapatkan sampel lagi untuk melakukan tes DNA." jelas Ndaru dan itu membuat semua orang yang ada di situ bingung


"Ayunda telah menemui seseorang dengan diam diam sekarang untuk mengambil sampel dan dilakukan tes agar bisa memperkuat hasilnya." jelas Ndaru


"Sebenarnya siapa dan kenapa harus serumit ini?!" teriak Alan tak sabar dan sudah merasa kesal.


"Alan, kamu tak bisa memaksanya. Jadi dengarkan saja Ndaru." ucap alea dan dengan seketika amarah Alan ditelan lagi.


30 menit kemudian Ayunda datang dengan rambut yang dibawah dan sudah dimasukkan kedalam klip.


"Om aku sudah dapat." ucap Ayunda dan dia terkejud karena Alan juga ada di situ.


"Da - Daddy," Ayunda memanggil Alan dengan ragu.


"Kak aku butuh darah mu." ucap Ndaru seketika dan Alan dengan patuh memberikannya.


"Lakukan dengan cepat dan awasi sendiri." ucap Alan lalu berdiri dan pergi meninggalkan rumah alea.


...🌴🌴🌴...


"Bagaimana bisa, bagaimana bisa mereka menyembunyikan semuanya dari ku. Sebenarnya apa yang ingin mereka rencanakan." gumam Alan dengan kesal dalam ruang kerjanya.


"Kak mungkin saja ini demi kebaikan kakak. Sebaiknya ikuti saja, aku juga penasaran dengan rencana mereka. Dan juga Ayunda, dari mana dia mendapatkan barang barang kakak, kenapa Ndaru tak mengatakan dengan jelas, pasti semua ada alasannya." jelas Adit berusaha menenangkan Alan.


"Aku semakin tak tenang dengan semuanya, belum selesai juga masalah yang satu sudah ada yang satunya lagi. Seolah tak ada habisnya." gumam Alan yang malam itu merebahkan tubuhnya ditempat tidur syafira.


"Jangan... Ah... Sakit.!"


"Ah, hah hah. Apa yang aku impikan, kenapa aku bermimpi terus soal kejadian malam itu." gumam Alan yang terbangun dengan keringat membasahi tubuhnya.


Rasa bersalah Alan akan kejadian itu tak bisa dihilangkan, seolah dia dihantui oleh kejadian malam itu. Dan dia menyalahkan dirinya atas apa yang menimpah Syafira sebagai akibat atas hukumannya yang menyakiti seorang wanita, sehingga putrinya juga menjadi korban dari ketidak adilan seseorang.


2 minggu berlalu dan hasil dari tes DNA yang dilakukan oleh ndaru atas sampel alan dan seseorang yang tak diketahui oleh Alan punya siapa telan keluar.


"Ya Allah, i - ini benar benar mereka adalah ayah dan anak." gumam Ndaru terkejud melihat hasilnya.