
Merisca membawah Alan berdiri dan masuk kedalam kamarnya, lalu duduk ditempat tidur Alan. Sementara alea dan Ayunda membereskan kamar yang berantakan dan sepertinya Alan menghukum dirinya sendiri dengan terus memukul Sindang karena ada bekas darah didinding dekat kamar mandi.
"Apakah Syafa akan memaafkan Alan Te? Bisakah kesalahan Alan ini dimaafkan?" Alan terus bertanya seolah dia tak akan pantas untuk dimaafkan.
"Sayang, Syafa adalah anak yang baik. Dia pasti memaafkan kamu karena kamu adalah Daddy-nya dan juga suaminya."
"Bukankah keputusan untuk menikahinya adalah keputusan yang bagus sayang? Mintalah maaf dan akui langsung didepannya, Tante yakin Syafa pasti memaafkan kamu." ucap Merisca sambil terus mengusap wajah Alan dan memeluknya dengan erat.
"Tapi bagaimana jika dia benci sama Alan, karena dia telah pergi meninggalkan alan setelah kami menikah" kata kata Alan menunjukkan kekhawatiran.
"Sayang percayalah Syafa tak akan membenci atau menyalahkan kami, karena kamu juga tak tau dan tak sadar waktu itu." jelas merisca.
"Alan...Bruk" kalimat Alan belum selesai namun dia sudah jatuh pingsan karena dehidrasi dan juga kurang nutrisi.
Semua keluarga Alan membawah alan ke rumah sakit, karena 1 Minggu lebih tak makan dan juga minum membuat kondisi Alan lemah.
...🌴🌴🌴...
"Alga jangan lari lari.!" teriak milky mengejar alga yang lari di koridor rumah sakit.
Sudah 1 Minggu Bu Damiyah dirawat di rumah sakit karena penyakit darah tingginya, dan selama 1 Minggu juga milky dan Kiky bergantian menjaga. Karena Kiky merasa berhutang pada keluarga Bu damiyah dan juga menganggap Bu Damiyah sebagai ibunya sendiri.
Bruk
"Aduh." pekik bayu yang ditabrak oleh alga
"Cakit." keluh alga yang jatuh setelah menabrak Bayu.
"Eh, adik kecil tak papa? Maaf ya kenapa kamu kok lari lari di rumah sakit, dimana mama kamu?" tanya Bayu pada alga dengan jongkok untuk mensejajarkan tinggi badannya dengan alga.
"Om model, Om model baju kelen kan?" ucap alga dengan mata berbinar karena dia sangat suka dengan penpilan bayu setiap kali melihat peragaan busana di tv.
"Kamu kenal sama om rupanya." ucap Bayu senang karena dikenali oleh anak kecil yang tak bisa berbohong, karena anak kecil selalu berkata sesuai dengan apa yang mereka lihat dan mereka rasakan.
"Ga." panggil milky.
"Mama, ini Om model yang aga cuka lihat di tv sama ayah." ucap alga melaporkan pada milky.
"Ah, maafkan anak saya. Apa dia tidak merepotkan Anda?" tanya milky pada bayu sambil mengucapkan kata maaf
"Tidak, dia tidak merepotkan. Dia anak yang pintar." ucap Bayu memegang kepala alga.
"Sekali lagi maaf." ucap milky.
"Tidak apa, saya permisi dulu." ucap Bayu dan pergi melewati milky dan alga.
"Om model, cakit apa? Aga akan tengok om dimana?" tanya alga sambil teriak teriak.
"Di kamar vip 302" jawab Bayu sambil tersenyum.
Disisi lain didalam kamar rawat umum Syafira sedang menyuapi Bu Damiyah bubur dengan sangat telaten.
"Mommy, nenek. Tahu tidak tadi aga ketemu cama om model yang cakep di tv, om itu ada di cini di lima cakit ini." ucap alga memberintahu Syafira.
"Apa? Om Bayu di sini, siap yang lagi sakit ya?" gumam syafira dalam hati.
"Besok aga anak tengok om model di Kamal pip 302." ucap alga lagi.
"Bocah ini sangat nakal, sampai capek aku ngejar karena dia lari lari terus." ucap milky duduk di sofa.
"Cucu nenek sangat pintar ya." ucap Bu Damiyah sambil mengusap kelapa alga.
"Bu Damiyah, ini ada resep yang harus ditebus di apotik. Besok kalo sudah tak ada masalah sudah bisa pulang." ucap perawat yang datang memberitahu dan memeriksa keadaan Bu Damiyah.
"Terima kasih sus." ucap milky
"Kak biar Kiky saja, kakak di sini temani ibu." Syafira mengambil resep yang dipegang oleh milky
"Baiklah kalo begitu." milky duduk di kursi yang tadi diduduki oleh Kiky.
"Tadi alga bilang kamar vip 302, mumpung di luar biar aku lihat siapa yang lagi sakit." ucap Syafira dan berjalan menuju lif.
"Eh, Bu guru Kiky. Apa ada keluarga yang sakit?" tanya Fira pada Syafira saat ketemu didalam lif.
"Ah, nona Fira apa lagi periksa? Ibu saya dirawat di sini." jawab syafira canggung.
"Aku lagi menjenguk kekasihku, dia dirawat di sini. dikamar vip 302, kalo ada waktu mampirlah." jawab Fira dan itu membuat Syafira bingung.
"Iya, kalo ada waktu saya akan mampir." jawab syafira dengan tersenyum
"Baiklah saya duluan." Fira keluar dari lif dan melangkah masuk kedalam kamar vip yang juga mau dituju oleh Syafira.
Saat Fira sudah masuk kedalam kamar itu Syafira mengintip dari balik kaca pintu, namun karena dia tak bisa melihat siapa orang yang sedang sakit Syafira pun berjalan menuju meja merawat.
"Maaf suster, boleh tanya pasien yang dirawat dalam kamar vip 302 itu atas nama siapa ya?" tanya Syafira pada perawat yang sedang jaga.
"Sebentar ya Bu." jawab perawat itu dan mulai membuka komputer
"Kamar itu atas nama tuan Aleandro Bu." jawab perawat itu kemudian.
"Terima kasih." ucap Syafira dan dia kembali menuju lift.
"Jadi, kekasih nona Fira adalah Daddy."
"Mereka pasti akan jadi pasangan yang serasi, tapi kenapa aku jadi merasa tak nyaman begini. Harusnya aku senang, ini yang aku inginkan."
Syafira melamun dan tenggelam dalam lamunannya hingga dia tak sadar kalo ada orang memanggil namanya.
Ting
Pintu lif terbuka dan Syafira berjalan masuk kedalam lif dengan pandangan kosong serta langkah kaki gontai.
Greb
"Aaaaah.!" Syafira terkejud karena ada seseorang yang menariknya masuk kedalam lif dan memeluknya.
"Siapa?!" teriak Syafira berontak dari pelukan orang itu.
"Maaf, tolong maafkan Daddy. Daddy menyesal" ucap Alan dan mendengar itu Syafira pun tak berontak lagi karena dia tau orang itu adalah daddy-nya dan lagi tubuh Alan bergetar hebat.
"Da - Daddy." ucap Syafira.
Alan menarik Syafira ke atap gedung saat pintu lif terbuka dilantai paling atas. Dan Alan tak memperdulikan keadaannya, Syafira juga tak sadar dengan situasinya.
Bruk
"Daddy mohon maaf, tolong maafkan Daddy, maafkan kesalahan Daddy. Daddy benar benar tak tau kalo itu kamu, Daddy dalam pengaruh obat dan tak bisa membedakan orang. Tolong, tolong ampuni Daddy sayang." Alan melakukan permohonan maaf pada Syafira dengan bersimpuh didepan Syafira dan memeluk kaki Syafira.
"A - apa yang Daddy lakukan?" Syafira tertegun dan taknpernah menyangka kalo daddy-nya akan mengetahui kalo gadis malam itu adalah dirinya.
"Tolong kabulkan permohonan maaf Daddy sayang, Daddy benar benar menyesali semua perbuatan Daddy."
"Kamu telah menderita karena Daddy, kamu pasti sangat takut dan juga bingung waktu itu. Tolong berikan Daddy kesempatan untuk menebus semua kesalahan Daddy pada mu."
ucap Alan yang masih bersimpuh dikaki Syafira dan tak mau bangun walo syafira menyuruhnya untuk bangun.
"Ya Allah Daddy.!" Syafira baru menyadari kalo tangan Alan mengeluarkan darah dari bekas infus yang dicabut paksa oleh Alan.