Baby I Love You

Baby I Love You
Perasaan yang aneh



Setelah sampai di kamarnya alan masih saja menggerutu dan mengutuk dirinya sendiri karna dia memiliki debaran yang aneh pada dirinya.


Seminggu berlalu dan seperti biasa alan akan sibuk dengan segala urusan pekerjaannya, dia berangkat pagi dan pulang malam. Sementara syfa memilih tidur dirumah alea bersama dengan ayunda.


"Alan apa kamu ada waktu? Kalo ada waktu mampirlah ke rumah tantemu dia sangat merindukanmu." mendengar itu alan tersenyum menatap faris, karna dia sadar sejak kembali dia belum pernah ke rumah tantenya.


"Iya Om, nanti kalo Alan pulang kerja Alan akan mampir kr rumah Om." menjawab dengan tersenyum lebar.


"Iya, dan kamu jangan memaksakan dirimu." mengingatkan pada alan untuk menghadapi masalah perusahaan bersama.


"Alan mengerti." mengangguk menatap faris.


Sesuai dengan yang disampaikan oleh faris, merisca langsung menghubungi alan untuk datang bersama dengan syafira.


"Hem, baiklah kalo begitu alan akan pulang dulu untuk menjput syafa tan." alan menjawab telpon dari merisca.


Setelah mematikan sambungan telpon dari merisca alan langsung menghubungi syafira untuk bersiap - siap karna mau diajak ke rumah tante merisca setelah dia pulang kerja.


Tepat pukul 6 pedang, alan sampai dan dia langsung membawah syafira ke rumah merisca, di sana ternyata sudah adah adit dan juga kekasihnya.


"Tuan." sapa seorang gadis muda dengan menundukkan kepala pada alan saat dia melihat alan memasuki rumah merisca.


"Hem." alan menjawab dengan cuek.


"Alan sayang.! Tante sangat merindukanmu anakku." merisca langsung memeluk alan begitu melihat alan.


"Alan juga sangat merindukan tante." alan membalas pelukan merisca.


"Mami Meri." syafa menyapa dengan senyum lebar dan juga memeluk merisca, alan yang melihat itu hanya bisa diam mengawasi.


Makan malam pun dilakukan setelah alan datang, suasana kekeluargaan pun sangat terasa dalam lingkup keluarga itu dan alan yang terus memperhatikan syafa membuat dia merasa aneh.


"Baiklah hati - hati kalo pulang. Apa gak menginap di sini aja karna udah malam juga Lan." merisca menawarkan pada alan agar menginap saat dia mengantar alan keluar rumah untuk pulang.


"Tidak tan besok Syafa harus sekolah dan alan ada rapat pagi." jawab alan dengan tersenyum dan memeluk merisca.


"Adit juga mau pulang ke apartemen ma, sekalian ngantar Sandra balik." adit pun ikut pamit pada merisca.


"Kenapa semua anak mama mau ninggalin mama sih.! Dan ini mas Faris juga kenapa harus memberikan apartment ke Adit, dia (adit) jadi sering tak pulang ke sini lagi." keluh merisca pada alan dan juga adit, serta suaminya faris yang memberikan apartement lamanya pada adit.


"Kan enak sayang, kita jadi bisa berduaan terus." jawab faris sambil meluk pinggang merisca istrinya.


"Benar mami, jadi berasa penganten baru terus." 😁 syafira menjawab dengan nyengir.


"Baiklah, Sandra pamit dulu tan." pamit sandra pada merisca dengan menyalamin tangan merisca dan juga faris.


"Hati - hayi ya?" ucap meriska pada sandra, dan dianggukkan oleh sandra.


"Adit hati - hati nyetirnya, kamu juga Alan."


"OK." jawab adit dan alan bersamaan.


Didalam mobil alan dan syafa saling diam dalam urusan mereka masing - masing. Alan fokus pada menyetir tanpa bersuara dan syafira bergelud dengan hati serta debaran jantungnya yang terasa tak bisa dikontrol.


...🌴🌴🌴...


Brrrtt brrrtt


"Halo." alan menjawab panggilan telpon ya.


"Baik, aku akan ke sana sekarang." lanjutnya lagi.


"Aku akan pergi dengan adit." setelah bicara akan pergi dengan adit alan langsung mematikan panggilan telponnya.


"Syafa, kamu masuk kedalam rumah. Istirahat karna daddy akan pergi malam ini." alan melihat ke arah syafa dan memarkirkan mobil di depan rumah.


Syafa bernafas legah mendengar itu, karna dia gak harus mihat daddy-nya yang dari tadi membuat jantungnya tak karuan.


"Baik, mengerti." jawab syafa yang langsung kuar dari mobil dan melesat hilang dibalik pintu rumah.


"Heh, apakah sebegitu inginnya meninggalkan aku." gumam alan yang melajukan mobilnya ke arah apartemen adit, yang sebelumnya sudah di hubungi.


...🌴🌴🌴...


Alan dan adit sampai di sebuah klab malam, dan mereka menuju keruang vvip yang disana sudah ada para teman alan Bayu, Daniel dan Dandi dan 2 orang wanita yang menemani serta melayani mereka.


"Weh sudah sampai." sapa dandi yang melihat alan serta adit melangkah masuk.


"Bayu, apa aku harus bilang pada ayahmu soal ini? Kendalikan dirimu." tegur adit pada bayu yang sedang asyik bercumbu dengan salah satu wanita yang menemani mereka.


"Ais.! Ancamanmu sungguh tak bermutu." jawab bayu kesal dan melepaskan wanita itu.


"Bagaimana hasil kerja sama kita apa kamu mengikainya?" tanya dandi setelah alan duduk di sofa.


"Di sini bukan tempat yang tepat untuk membahasnya." jawab adit mewakili alan yang sudah meminum jusnya.


"Aih dia benar - benar pengikut yang setia." dandi membalas jawaban dari adit.


"Heh, bukankah kau juga sama." cibir adit oada dandi yang selama 10 tahun ini selalu menanyakan kabar soal alan pada dirinya.


"Apa kau mau mati hah.!?" kesal dandi pada adit yang pembawaannya tenang sama seperti alan.


"Akan ku patahkan tanganmu sebelum berhasil membunuhanya." celetuk alan yang membuat dandi jadi ciut.


"Hahaha 😅 makanya kalo tak berani jangan macam - macam." ejek daniel yang sedari tadi mengawasi dengan diam.


"Sial.! Emang kau berani.?" Tanya dandi menatap daniel.


"Tidak, 😁 makanya aku diem." jawab daniel sambil nyengir.


Keriet


"Alan.!" panggil seorang wanita yang menerobos masuk ke dalam ruang vvip.


"Hem?" menatap pada wanita yang berdiri diambang pintu.


"Kau? Bagaimana tau kalo aku ada di sini." Tanya alan dengan dingin pada wanita itu dan menatap tajam ke tiga orang yang tadi mengundangnya, serta pertanyaan yang seola berkata siapa yang menyuruhnya datang ke sini.


Ketiga orang yang mendapat tatapan tajam dari alan, serempak mengangkat bahu mereka karna tak tau dan seakan berkata bukan kami yang mengundang.


"Alan, tadi aku melihat kamu datang dan aku mengikutimu sampai ke sini." wanita itu berkata dengan percaya diri serta melangkah mendekati alan.


"Sebaiknya kau pergi, kami tak mengundang mu." celetuk adit yang seketika menghentikan langkah dari wanita itu.


"Adit, jangan terlalu kasar pada wanita." ucap alan mencegah adit yang hendak menyeret wanita itu keluar.


"Dan kamu, kita sudah putus 1 tahun yang lalu. Jadi aku sudah tak ada urusan dengan mu lagi." ucap alan dingin tanpa melihat wanita itu.


"Tapi Alan, itu hanya kesalah pahaman saja. Aku benar - benar tak ada hubungan dengan pria waktu itu." ucap wanita itu yang melangkah mendekati alan lagi.


"Benatkah?! Tapi sayang aku tak melihatnya begitu." jawab alan yang masih dengan nada dingin.


"Baiklah, kalo kamu masih ingin tetap di sini aku yang pergi. Adit ayo.!" alan berdiri dan diikuti oleh adit.


"Dan untuk kalian, terima kasih kita lanjut laen kalian."


"Oh ya, Bayu. Cepat pulang jangan melakukan penanaman dengan sembarang orang." berkata dengan menatap bayu.


"Ba - baik kak." bayu menjawab dengan gagap, karna dia tau kalo suasana hati alan sedang tak baik.


"Alan.!" panggil wanita yang berdiri dan dilewati oleh alan.


"Aku pastikan akan mendapatkan mu lagi alan." gumam wanita itu dalam hati sambil mengepalkan kedua tangan.


"Aih, gak seru.! Gara - gara seseorang pertemuan kita gagal." celetuk dandi yang membuat wanita itu kesal.


"Harusnya kalo sudah jadi mantan kamu tak perlu mengerjar - ngejarnya lagi Nita." ucap daniel pada wanita mantan alan yang berdiri dengan amarah menatap ke tiga sahabat alan yang berkata dengan nada mengejek.


...🌴🌴🌴...


Ceklek


"Sudah tidur ya? Manis sekali, tapi kenapa kau mengerutkan alis saat tidur begini." alan menyentuh kening syafa dengan jari telunjuk.


"Putriku sangat cantik." ucap alan mengusap pipi syafa.


"Kenapa ada perasaan aneh tiap kali melihatnya." gumam alan sambil memegang dadanya sendiri.


Alan tak mengerti dengan getaran yang ada didadanya setiap kali dia menatap syafira, dan alan juga merasa nyaman saat dia tidur dengan memeluk syafira dalam pelukannya.


Setelah membersihkan diri dan shoalat alan turun lagi ke lantai dasar dan membuka kamar syafira lagi.


Alan melangkah dengan pelan mendekati syafira yang sedang terbuai dalam mimpinya yang indah.


Alan naik ke tepempat tidur syafira pelan - pelan karna takut kalo nanti mengganggu dan membangunkan syafira dari mimpinya.


Alan menarik selimut dan menenggelamkan tubuhnya dibalik selimut yang sama dengan yang dipakai syafira.


"Selamat malam." ucap alan dengan memberikan kecupan pada kening syafira, dan dia langsung terlelap sambil memeluk tubuh kecil syafira.