
Setelah memarkirkan mobilnya adit terburu - buru masuk kedalam klab itu dengan wajah khawatir dan nafas tersengal karna lari dari parkiran.
"Tuan Adit." sapa seseorang yang ternyata adalah manager dari klab itu.
"Dimana kakak?" tanya adit dengan gusar dan tak sabar.
"Tuan Alan dan yang laen sudah pulang dari 30 menit yang lalu.
"OK, terima kasih." adit melangkah keluar dan lari ke arah mobilnya lagi
"Aduh, hay Lan hentikan.!" teriak seseorang dari sebrang yang di dengar oleh adit saat dia menghubungi bayu.
Adit "Bay, kau dimana."
Bayu "Kami sudah di rumah kak Alan kak."
"Aduh Lan hey, iya iya itu kuat gak bisa dikalahkan ayok, naik yok." terdengar suara daniel yang seolah membujuk alan.
Adit "Apa yang terjadi?"
Bayu "Entahlah kak, ini lagi bujuk agar kak Alan mau naik."
Adit "Aku meluncur kesana sekarang."
Bayu "OK kak, hati - hati."
Setelah mematikan sambungan telpon adit langsung melajukan mobilnya kearah rumah alan dengan kecepata sedang, karna dia sudah merasa agak tenang, sebab alan sudah di rumah.
...🌴🌴🌴...
"Hmm.!" syafira yang tertidur di kamarnya merasa terganggu dengan kebisingan semua orang karna ulah alan.
"Daddy?" syafira yang terbangun dan keluar dari dalam kamarnya terkejud mendapati alan yang mabuk berat dan semua orang kewalahan mengatasinya.
"Eh, non Syafa terbangun ya." ucap bi amina yang melihat syafira berdiri di depan kamarnya.
"Daddy kenapa bi?" Tanya syafira pada bi amina yang berdiri di dekat kamarnya.
"Tidak tau non, pulang sudah begitu mabuk." ucap bi amina.
"Hihihi, tapi lucu masak bertengkar dengan semua barang yang ditabraknya." syafira terkeke melihat tingkah alan.
"Daddy.!" teriak syafira dan berhasil membuat alan berhenti serta menatapnya.
Alan melangkah mendekati syafira yang berdiri di depan kamarnya lalu memeluk syafira dengan sangat kuat tanpa ada suara apa pun.
"Daddy kenapa?" syafira yang dipeluk merasa terkejud dan berusaha melepaskan diri dengan menanyakan pertanyaan pada alan.
"Syafa, tolong ajak daddy kamu naik ke kamarnya om sudah capek. Mumpung daddy kamu jinak, ayok om bantuin." ucap ndaru pada syafira yang terlihat bingung tiba - tiba dipeluk oleh alan.
Dengan tertatih syafira berjalan sambil memeluk alan dan dibantu oleh ndaru serta daniel dan akhirnya alan berhasil sampek di dalam kamarnya.
Setelah tubuh alan dibaringkan daniel dan ndaru turun, tinggal syafira yang membantu alan melepas kaos kaki juga bajunya.
"Daddy, saat tidur daddy terlihat sangat cakep. Apakah aku boleh?" gumam syafira menatap alan yang terlelap dengan tenang.
"Tidak ini salah, dia adalah daddy mu syafa." gumam syafa lagi dan dia mau bangkit dari duduknya.
"Tapi daddy kan mabuk, dia tak akan tau kan? Hanya sekali saja." gumam syafira lagi yang lalu mendekatkan wajahnya pada wajah alan dan mengecup bibir alan singkat.
Cup
Wajah syafira memerah setelah melakukan perbuatannya, dia berdiri dari posisi jongkonya namun dia terlambat karna alan sudah menangkap tubuh mungilnya dalam pelukannya dan menatapnya dengan tajam.
"Da - daddy!?" syafira terkejud, karna alan tersadar dari tidurnya.
"Berani sekali kau melakukannya.!" ucap alan menekan kalimatnya, dan itu membuat tubuh syafira seketika langsung bergetar ketakutan.
Syafira terlihat terengah - engah dengan wajah merah padam, dan alan menatap saat dia rasa nafas syafira mulai setabil alan meraup bibirnya lagi, namun kali ini dengan sangat kasar dan brutal, alan menarik lidah syafira yang terus menghindari lidahnya dan meng-his-sap kuat lida syafira.
"Sa - sakit Dad." gumam syafira disela raupan alan yang kasar.
Brak.!
"Eh, ada apa Fa?" Tanya adit yang sudah datang dan melihat syafira lari keluar dari kamar alan dengan terburu - buru dan ekspresi takut.
"Berbuat apa lagi Alan sampai membuat anak itu takut." gumam dandi yang juga masih di situ bersama dengan adit, karna yang laen sudah pada balik ke klab untuk mengambil mobil mereka.
Sementara di dalam kamar syafira dia tak bisa mengendalikan detak jantungnya yang berdebar sangat kuat serta cepat. Dia memegang bibirnya yang tadi dicium paksa oleh alan, serta rasa sakit di lidahnya karna tarikan dari his-sapan alan yang kuat masih terasa dengan sangat jelas.
"My first kiss, ku lakukan dengan daddy."
"Tidak - tidak, daddy sedang mabuk dan tak akan sadarkan diri."
Syafira yang duduk didepan meja rias menatap wajahnya sendiri yang terlihat sangat merah padam dan detak jantungnya yang masih tak setabil menambah rona merah diwajahnya.
Sementara pagi hari di dalam kamar alan
"Ugh, kepalaku. Jam berapa ini?" alan terbangun dan bergumam sambil memegangi kepalanya yang terasa sakit.
"Ini sudah jam 10 pagi kak." ucap adit yang masuk dengan membawakan sarapan untuk alan.
"Adit, kau di sini?" alan menatap bingung pada adit yang terlihat sangat ingin bertanya banyak hal pada alan.
"Kau kenapa? Ada masalah?" alan turun dari tempat tidur dan duduk di sofa depan tempat tidurnya.
"Harusnya aku yang tanya, kenapa kakak sampai bisa mabuk kayak semalam. Apakah ada masalah yang membebani kakak?" ucap adit yang duduk disamping alan dengan menatap tak sabar.
"Hah? Hahaha, gak ada apa - apa. Aku hanya ingin minum saja." ucap alan bohong.
"Sejak kapan?" Tanya adit lagi.
"Apa?" alan terkejud dengan pertanyaan adit yang sepertinya dia salah fokus dengan pertanyaan adit.
"Iya, sejak kapan kakak ingin minum - minum sampai mabuk begitu." sambung adit pada kalimatnya.
"Ah, entahlah. Tapi aku tak melakukan apa - apa kan selama mabuk?" Tanya alan khawatir kalo dia akan berbuat aneh atau mengatakan hal aneh.
"Aku tak tau apa yang kakak lakukan, tapi danie dan dandi sepertinya punya rekaman kakak selama kakak mabuk." ucapa adit dan menyodorkan bubur di depan alan.
"Hari ini biar aku yang tangani, kakak istirahat saja dulu." ucap adit bangkit dan beranjak keluar dari kamar alan.
"Hem." jawab alan singkat dan memakan buburnya.
"Auh. Kepalaku sakit sekali, kenapa aku bisa mabuk sih." alan mencobak mengingat apa yang terjadi sebelum dia mabuk.
Kejadian waktu di klab.
"Lan, minum jus mu dulu kamu suka jus durian kan." tawar dandi pada ku dan menyodorkan segelas jus durian pada ku. Setelah itu dia sibuk dengan wanita yang dia pesan, dan kulihat semua orang sibuk dengan wanita mereka masing - masing. Dan karna kesal aku menenggak minuman digelas tanpa melihat isinya.
Setelah sekian lama memutar ingatannya dan berusaha mengingat semua kejadian akhirnya alan melihat kejadian dia mencium seorang gadis, dan alan yakin kalo gadis itu adalah syafira.
Waktu saat ini.
"Sial.! Apa yang ku lakukan, Alan kau benar - benar b*r*ngs*k. Bagaimana bisa kau melakukan itu padanya." alan terus merutuki dirinya sendiri karna mencium syafira.
"Semoga dia tak papa, aku akan mintak maaf saat dia pulang sekolah nanti." ucap alan dalam hati.
Setelah lama menunggu hingga waktu mau menjelang sore sosok syafira tak ada muncul, alan pun turun dan mencobak bertanya pada bi amina.
"Loh, iya bibi lupa mau bilang. Non Syafa ada kegiatan di sekolahnya dan harus menginap selama 3 hari, tadi pagi berangkat bareng dengan non Ayunda." jelas bi amina pada alan yang menanyakan soal syafira yang tak kunjung pulang.
"Baiklah bi terima kasih." ucap alan dan dia langsung masuk ke dalam ruang kerjanya.