
"Wah bukankah itu asisten Adit? Keren banget dia, tampan, gagah, dan juga senyumnya sangat menawan." seorang wanita penghibur di wisma cantik itu berkata saat dia melihat adit keluar dari wisma itu dengan kedua pengawalnya dan seorang gadis.
"Mau dibawah kemana gadis itu? Aku juga mau melayani dia." ucap teman dari wanita penghibur itu menimpali.
Setelah dari menjemput gadis yang diperintahkan oleh alan, adit membawah gadis itu ke restoran untuk diperkerjakan di sertoran sesuai dengan perintah alah.
...🌴🌴🌴...
"Dimana kak Lea?"
Adit berjalan masuk dan menanyakan soal kakaknya pada pegawe restoran yang menyambut kedatangannya dari pintu samping, karna adit masuk dari pintu samoing.
"Ada di ruangannya tuan mas Adit" pegawe itu menjawab sambil menunduk di hadapan adit.
Adit melangkah melewati pegawe itu dan menuju ruangan alea dengan wajah yang sumriangah, semua pegawe yang melihat selalu senyum - senyum sendiri, pasalnya jika kedua tuan muda itu datang pasti mereka akan membuat keonaran yang akan membuat mereka bertingkah lucu didepan kakaknya demi mendapatkan maaf dari sang kakak.
Para pegawe sangat kenal dengan para bos mereka, jika marah alan akan berbaikan dengan cara memberikan kecupan pada kakaknya, sementara adit akan memeluk dan mengangkat kakaknya tinggi - tinggi karna sekarang posturnya sudah lebih tinggi dari pada alea kakaknya.
Ceklek
"Kak.."
Melangkah masuk mendekati alea yang sedang sibuk dengan komputernya dan alea hanya meliriknya sekilas tanpa berkata apa pun.
"Kau kesini membawah pengawal ada apa?"
Alea berkata tanpa melihat adit yang terus berjalan mendekatinya.
Kedua pengawal adit berdiri di kanan dan kiri depan pintu, sedangkan gadis yang dibawahnya hanya bisa berdiri mematung di depan pintu.
"Kakak aku yang cantik" 😁 nyengir menunjukkan giginya.
"Jangan macam - macam, apa kamu ingin aku melemparmu dengan komputer ini?"
Merasa kesal karna tau jika sikap adit melemah gitu berarti ada sesuatau yang tak beres.
"Boleh mintak tolong ya, ini perintah kak Alan soalnya? Aku cuma mengikuti saja." 😁 memeluk alea dari samping dan mengecup pipi alea.
"Eh, kok dia jadi berubah dan tidak seperti tadi ya? Sikap dan juga raut wajahnya berbeda. Dia jadi terlihat seperti anak kucing yang lucu."
Gadis yang dibawah adit terkejud melihat sikap adit yang tiba - tibah berubah jadi manja dan juga sangat kalem dan lembut dihadapan alea.
"Siapa sebenarnaya wanita cantik itu ya?" gadis itu terus bergumam dalam hati melihat interaksi adit dan wanita cantik yang dipanggil kakak olehnya.
"Katakan apa yang harus ku lakukan." melihat dan membalas pelukan adit dengan memegang pipi adit.
"Baiklah."😊
"Masuklah.!" berkata dengan nada tegas dan dingin.
"Eh.? Sikapnya langsung berubah begitu cepat bagai kilat." gadis itu melangkah masuk sambil bergumam menatap adit.
"Siapa nama mu? Dan berasal dari mana?"
Alea menatap gadis yang berdiri dihadapannya dengan sangat lama menunggu gadis itu menjawab pertanyaannya.
"Ehm. Sa - saya dari wisma cantik dan sa - saya Sandra dewi."
Dengan takut dan wajah yang tertunduk serta meremas jemarinya gadis itu menjawab pertanyaan alea dengan suara yang terbatah - batah.
"Hem. Apa kau sudah lama bekerja di wisma cantik?" alea bertanya lagi pada gadis itu.
"Ti - tidak, sa - saya baru 1 minggu di sa - sana."
"Sandra dewi. Apa kau sudah pernah melayani pelanggan di sana?" alan bertanya dengan nada dinginnya yang berdiri tepat disamping alea yang duduk di kursi kerjanya.
"Be - belum tuan, sa - saya baru mau melayani tu - tuan Alan saja kemaren tapi tidak jadi." menjawab dengan panik sambil menggoyang - goyangkan kedua tangannya.
"Apa karna itu hargamu jadi mahal?" alan bertanya lagi dengan menunjukkan seringainya.
"Ma - maafkan saya tuan, sa - saya akan melunasi hu - hutang saya."
"Sudah kamu jangan menakutinya." alea memukul lengan alan yang ingin bertanya lagi.
"Sandar. Aku boleh memanggilmu Sandar kan?" alea bertanya dengan senyuman yang sangat manis dan juga ramah.
"Boleh nona."
😊 alea tersenyum menatap sandra yang berdiri dengan takut.
"Alea, nama ku adalah Alea."
"Kamu boleh memanggil ku mbak Lea atau kak Lea." alea berkata dengan sangat lembut pada sandara yang sudah sangat ketakutan.
"Kamu mulai hari ini akan bekerja di sini, di bagian pramu saji. Kamu bisa melakukannya kan?" 😊
Tak ada yang bisa membantah kata - kata alea jika dia sudah berkata dengan senyumannya yang bagai hipnotis bagi orang yang melihatnya.
Setelah berkata dan sandra menerima alea memanggil pegawe yang bertanggung jawab dibagian peramu saji untuk menunjukkan dan mengajari sandra apa saja pekerjaan yang harus dia lakukan di restoran ini.
Alan kembali lagi ke kantor setelah semua urusan di restoran selesai, dan dia mengerjakan pekerjaan yang ditinggalkan oleh alan karna dia harus ke kampus untuk mengikuti ujian.
...🌴🌴🌴...
"Huwaaaa" 😭
"Oeee" 😭
"Loh - loh ada apa ini, kenapa pada nangis semua?"
Sambil berjalan keluar dari kamarnya alea mendekati bayi - bayi cewek itu yang sedang menangis di ruang keluarga rumahnya entah mintak apa.
"Anu nak Lea, bayi kecil ini menangis karna kaget mendengar non Ayunda menangis." jawab bi amina pada alea.
"Ya Allah, kenapa putri mama jadi cengeng begini sih." alea mendekati putrinya dan menggendongnya.
Ayun Saputra adalah putri dari alea dan juga yoni yang baru berusia 1 tahun, setelah sekian lama keguguran dan baru didapatkannya.
"Kenapa dia terus menangis ya bi?" alea bingung karna bayi yang di bawah pulang oleh alan dan juga adit terus saja menangis walo sudah diberi susu oleh bi amina dan ditimang - timang alea.
...🌴🌴🌴...
"Ya Allah anak ini, malah tidur di sini." alea mendapati alan yang tidur di sofa ruang kerjanya.
Alea "Alan bangun.!"
Alan "Egm, apa sih kak? Ini kan akhir pekan biarkan Alan tidur karna, karna capek dan ngantuk. Kemaren habis ujian langsung kerja."
Alea "Bangun dulu.!"
Alan "Kak Lea..! Kenapa dan kenapa itu bayi nangis terus berisik."
Alea "Dia kan putrimu, ini jaga dan rawat dia kakak pusing dan gak sanggup merawat 2 anak." (meletakkan diatas tubuh alan).
Alan "Ya Allha, dia bisa jatuh kak."
Alea "Makanya jagain biar gak jatoh, tuh kangen sama daddy-nya. Jadi diem kan dia. (pergi meninggalkan alan).
Alan "Duh anak Daddy, bobok ya sayang dan biarkan daddy bobok juga." (terlelap lagi dengan bayi yang juga tidur diatas dadanya).
Alan masih berewokan.
"Ya Allah kak Alan kalo dia jatoh bagaimana? Kan bisa berabeh nanti." adit ngomel sambil berusaha mengambil bayi yang terlelap juga diatas tubuh alan.
"Hem, Dit? Kamu datang." terbangun karna gerakan adit yang mengambil bayi diatas tubuhnya.
😁
"Maaf jadi kebangun ya kak, maaf ya kak."
"Habis Adit ngeri lihatnya, takut dia jatoh kak."
Adit nyengir sambil gendong bayi yang enak terlelap.
"Gak papa dit, ini jam berapa? Aku laper." alan bangun dan duduk sambil mengucek matanya.
"Lah emang kakak belum makan? Ini uda jam 12 siang kak." menjawab pertanyaan alan dengan melihat jam dipergelangan tangannya.
Bruuuuutt...
"Aduh baby kok kentut pas didepan muka daddy yang lagi sholat sih sayang. Hahaha" ketawa dan menggendong bayi itu pergi, karna melihat muka alan yang nyungir - nyungir karna menahan bau.
Bayi "Huwaaa" 😭
Adit "Aduh sayang kenapa kok nangis keras banget sih."
Alan "Kenapa dia nangis Dit?" berjalan keluar kamar.
Adit "Gak tau tiba - tiba aja nangis."
Alan "Lapar kalian Dit."
Adit "Terus dia dikasik makan apa?"
Alan "Lah mana aku tau."
Bayi "Huwaaaaa.!"
Adit "Telah, tambah keras nih kak?"
Alan "Sini - sini mau main ping pong ya." memberikan bola ping pong pada bayi.
Adit "Ya, ya kak dimakan." mengambil bola dari bayi, dan bayi itu pun nangis lagi.
Alan "Kau ini nakal sih Dit." memukul bahu adit.
Adit "Ya kan diman, kalo nanti dia kesedak gimana hayo?"
Alan "Kau pikir bisa masuk kemulutnya yang kecil itu? Dasar.!" menendang kaki adit.
😁
Adit "Ya kan jaga - jaga kak."
Alan "Gawang kali perlu dijaga."
Alan dan adit pun jadi bertengkar gara - gara cara mereka menenangkan bayi berbeda. Mereka jadi saling dorong dan melempar kata.
Bayi "Wahahahaha" 😀
Adit "Wah dia ketawa kak. Suka ya sayang lihat daddy iya.?" melihat dan menggoda bayi itu.
Alan "Sialan kamu." memukul punggung adit.
Alan "Dia lebih suka lihat mommy adit kan sayang." 😆
Setelah memberikan susu pada bayi itu alan dan adit kelelahan karna mereka baru tau kalo menjaga bayi butuh tenaga ekstara. Dan mereka jadi terlelap juga disamping bayi itu.
Bayi "Hu - huwaaaa.!"
"Duh telah, baru juga tidur kok uda nangis lagi sih." adit terbangun karna terkejud.
"Kenapa lagi dia kok nangis.?" alan ikut kebangun juga.
Mereka berdua pun sibuk merawat bayi itu selama akhir pekan. Dan mereka menyerah karna tak tau harus berbuat apa, serta bayi tak pernah ada lelahnya dia selalu aktif disegala hal.
"Kak apa gak bisa dipanggil dengan nama, jadi bingung kalo mau panggil bayi ini." keluh adit pada alan karna tak tau harus panggil apa pada bayi yang mereka temukan.
"Hem 🤔 tanya kak Lea aja nanti." ucap alan setelah berfikir lama.
Saat sore mereka berdua juga masih menjaga bayi itu, setelah dengan susah payah memandikan dan memakaikan baju pada bayi kecil itu. Karna kalo akhir pekan alea akan memberikan bayi itu untuk dirawat oleh alan dan juga adit.
"Ya Allah, susah banget ngerawat bayi ini. Padahal cuma 1 bayi saja." adit mengeluh dan merebahkan tubuhnya di karpet depan tv.
"Jangan mengeluh saja, gantikan gendong aku mau mandi dulu." alan menyerahkan bayi itu pada adit. Dan adit menerima sambil menggendong memberinya susu dari botol susu.
Selesai mandi dan sholat alan juga ikutan rebahan dikarpet samping adit, dan ganti adit yang mandi serta sholat.
"Ya Allah, dia suka kali ya manjat ke dada kak Alan. Dikira itu kasurnya apa, tapi mereka lucu tidur begitu."😊 gerutu adit yang melihat dua orang itu sudah terlelap dengan posisi sama seperti saat pertama adit lihat.