
"Kak, kenapa tiba - tiba ngajak ke asrama sih? Lihat jadi heboh kan keadaannya." ucap adit pada alan yang telah membuat keadaan asrama putri jadi riuk karna belum pernah ada pria yang berkunjung.
"Kenapa kau ribut sekali sih Dit. Gak bisa diem dari tadi." kesal alan pada adit yang sedari tadi ngomel.
"Daddy.!" teriak ayunda yang keluar dari lorong asrama menuju ke ruang tunggu asrama.
Semua teman ayunda memperhatikan dan mereka terlejud saat ayunda memanggilnya daddy, mereka pun yang tadi berusaha mengambil perhatian alan dan adit pergi karna mereka merasa kalah kalo dipanggil daddy pasti dia suami dari mamanya ayunda begitulah pikir teman - teman asrama ayunda.
"Ya, ternyata daddy-nya ayunda ku pikir kakaknya atau om-nya." gerutu para siswi yang dari tadi muter - meter do depan ruang tunggu.
"Syafa dimana Yun?" tanya adit mewakili isi hagi alan.
"Syafa lagi ikut bimbingan pulangnya masih nanti malam." jelas ayunda pada kedua daddy-nya.
Setelah bercakap - cakap dan saling bergurau adit dan alan pun pamit pulang sama ayunda dan langsung melanjutkan perjalanan mereka untuk mengunjungi cafe alan.
...🌴🌴🌴...
"Selamat malam tuan Alan, tuan Adit. Tumben main ke sini? Silakan masuk tuan." sapa karyawan alan menyambut kedatangan alan dan adit.
"Tolong siapkan ruang vip untuk kami, dan nanti akan ada tamu tolong antarkan langsung ke ruangan" ucap alan pada karyawannya.
"Baik tuan." karyawan alan memberi hormat dan pergi untuk menyiapkan ruang vip di cafe.
Saat alan lagi bersantai di ruangannya tiba - tiba saja ada nomor masuk yang tak dia kenal. Dan setelah berbicara dia juga mengundang orang itu ke cafe.
1 jam kemudian teman - teman alan datang dan karyawan alan di cafe mengantar mereka di ruang vip yang sudah disiapkan, sesuai dengan pesan alan.
"Kita mau nunggu siap lagi ini Lan.?" tanya Daniel yang merasa heran karna alan tak menutup pintu dari ruang vip yang mereka tempati.
"Nanti kalian akan tau siapa yang akan datang." ucap alan sambil tersenyum misterius
"Emang siapa yang diundang lagi?" tanya daniel pada adit, dan adit juga merasa bingung karna tak tau apa - apa.
"Tuan Alan tamunya sudah datang." karyawan alan memberi tau.
"Baik, suruh masuk." ucap alan
"Selamat malam tuan Alan." ucap salam dua orang yang baru datang.
"Loh tuan Nanang, tuan Sugeng?" adit dan yang lain merasa terkejud dengan kedatangan 2 pebisnis yang sulit dihubungi dan tak mau terlibat dengan sekandal apa pun dalam bidang bisnis.
"Tuan Nanang, Tuan Sugeng silakan. Saya sudah menunggu anda berdua, tidak begitu sulit untuk menemukan alamat cafe saya bukan?" ucap alan mempersilakan dua orang tamunya.
"Tidak, tidak sulit karna posisinya dipinggiran jalan yang mudah untuk ditemukan." ucap nanang dengan senyum ramah.
"Saya tak menyangka akan disambut dengan para anak muda." tuan sugeng tertawa terbahak.
"Wah saya yang sangat terhormat bisa bertemu dengan anda pebisnis yang luar biasa. Dan terima kasih karna anda mau meluangkan waktu anda untuk bertemu dan menerima undangan saya." ucap alan dengan sangat hormat pada tuan sugeng.
"Baiklah - baiklah kita santai saja dulu baru membahas urusan kita, karna sudah lama saya tidak berkumpul dengan para pemuda hebat seperti kalian semua." tuan sugeng berkata sambil duduk santai dan menikmati hidangan yang tersedia diatas meja.
"Bagaimana papa bisa melakukan ini pada ku? Bukankah tadi papa bilang kalo ada pertemuan bisni? Dan tak pernah mau tiap kalian aku bilang kalo Alan ada ingin ketemu sama papa, terus apa ini yang papa maksud?"
Kesal dandi pada papanya yang merupakan pebisnis unggul dibidangnya dan tak pernah mau mengambil resiko dengan bekerja sama bersama para pebisnis yang memiliki banyak keunggulan.
"Kenapa kau berisik sekali, aku bukan tak mau. Bisnis ini akan kau warisi nanti saat aku sudah bosen. Karna kau sudah mau terjun kedalamnya, jadi aku juga mau memulainya."
Tuan sugeng berkata dengan santai dan menenggak minumannya.
Perkumpulan yang dilakukan oleh alan untuk menyamarkan pertemuan bisnis dengan perkumpulan biasa membuat pembicaraan kerja sama antara ketiganya berhasil dan berjalan dengan lancar.
Melalui perundingan dan kesepatakan antara alan, tuan nanang dan juga tuan sugeng akhirnya ketiga orang itu menentukan kesepakatan untuk bekerja sama dalam bidang perhotelan dan akan mengikuti tender lahan yang ada dipinggiran pantai.
...🌴🌴🌴...
"Kalian dari perwakilan yang dikirimkan tuan daren? Selamat bergabung, semoga ada yang kalian pelajari selama 1 minggu kedepan." ucap alan menyambut kedatangan orang - orang daren.
"Ninis tempatkan mereka dibagian pemasaran dan juga informasi, dan belajarlah dari mereka." ucap alan sambil tersenyum dan seolah mengisyaratkan sesuatu.
Seminggu telah berlalu para orang yang dikirim daren ke perusahaan alan tak membuahkan hasil, mereka hanya dapat informasi palsu yang telah disusun oleh alan dan adit untuk kasus tender lahan tepi pantai.
...🌴🌴🌴...
"Tuan Daren apa info yang anda berikan ini benar adanya bahwa tuan Alan tak ada kerjasama dengan perusahaan lain dalam tender kali ini? Kalo memang benar kita bisa ambil alih nanti." ucap tuan baron dengan semangat karna berfikir dia akan bisa mengalahkan alan
"Ya kita bisa ambil alih semuanya, aku yakin dia tak akan bisa menang jika tak ada dukungan. Karna tender kali ini ada dua antara lahan pinggir pantai dan juga diperkotaan." ucap daren dengan keyakinan penuh.
"Mari kita lalukan dan kita rebut lahan yang diperkotaan, karna aku dengar dia berencana untuk membangun hotel atau mol baru dengan lahan itu." ucap daren dari informasi yang diberikan oleh orang - orangnya yang brkerja sebagai pertukaran karyawan di perusahaan alan selama 1 minggu.
"Bagus, kita mulai dari situ. Aku ingin sekali melihat dan menghancurkan dia, semakin kesini dia jadi semakin sombong melebihi papanya dulu." sambung tuan baron dengan nada kesal.
"Tuan Baron jangan khawatir, aku yakin kalian ini kita bisa membalikkan keadaan. Aku sangat kenal dengannya dia adalah orang yang akan melakukan apa yang sudah dia ucapkan." daren menimpali dan merasa sangat mengenal alan karna dia berteman sama alan sejak kecil.
"Ya anda adalah temannya sejak kecil pasti anda lebih mengenal dia." tuan baron berkata dengan tersenyum lebar.
"Hahaha. Dan dari kecil sampai sekarang ternyata kelemahannya tetap sama yaitu kakak angkatnya. Kalo ingin menghancurkan dia tinggal hancurkan kakaknya." ucap daren dengan seringai yang terlihat kejam.
...🌴🌴🌴...
Hari dimulainya tander.
Semua orang telah datang termasuk daren, tuan baron, alan dan semua pebisnis yang ingin mendapatkan apa yang mereka inginkan, dan mereka yang hanya menyaksikan serta yang memberi dukungan untuk para sekutunya.
"Wah, Alan tak ku sangka kita akan bertemu di sini. Apa yang kau cari kali ini? Berlian, atau kau hanya ingin menyaksikan saja." sapa daren saat. dia mendapati alan di depan pintu masuk aula diadakannya acara.
"Ya kebetulan sekali, kau akan tau apa yang aku cari kali ini. Kau sendiri apa yang akan kau lakuka di sini?" tanya alan balik pada daren dengan tersenyum seolah tak ada apa - apa pada mereka berdua.
"Hahaha, aku akan mengambil apa yang ku anggap bagus nanti. Dan terima kasih kau mau menerima para pegawe ku sebagai pertukaran pengetahuan." ucap daren dengan santai namun mengartikan sesuatu yang terpendam.
"Tentu, tak masalah. Semoga berhasil." balas alan dengan kalimat yang ambigu, lalu meninggalkan daren.
"Cih, masih saja sombong." kesal daren sepeninggal alan.
Acara pun dimulai dari lelang barang - banrang berharga dan perhiasan yang merupakan berlian limited edition, dan alan mendapatkannya dengan harga yang tak murah.
"Hem, ternyata dia masih saja suka mengumpulkan perhiasan." daren bergumam dari kursinya yang ada ditiga blok belakang alan.
Puncak acara penawaran 2 lahan yang fantastis yang merupakan bintang pada alam hari ini telah dimulai, semua orang berlomba - lomba. Namun alan berdiri dan beranjak pergi.
30 menit melalui persaingan dan perebutan yang sengit akhirnya lahan tepi pantai jatuh ke tangan pebisnis yang unggul di bidang peroperti, sedangkan lahan diperkotaan jatuh pada pebisnis yang unggul di bidang fashion dan makanan.
"Ya selamat untuk tuan Sugeng dan tuan Nanang." teriak mc dari acara malam itu.
"Silakan maju untuk menanda tangani dan berkas yang akan diurus pengalihan namanya." mc tersebut menyambung lagi kalimatnya.
"Oh, ternyata sudah ditandantangani selamat untun tuan Al...?" mc itu bingung karna nama yang tertera di berkas tersebut bukan tuan sugeng dan tuan nanang melainkan tuan alan.
"Ada apa, kenapa mc itu seolah ragu dan terkejud?" daren bergumam disamping tunan Baron.
Alan keluar dari balik tirai di belakang mc itu dan naik kepanggung dengan gagah dan tampilan penuh pesona yang berhasil menyihir para wanita yang ikut hadir dalam acara tersebut.
"Terima kasih untuk tuan Sugeng dan tuan Nanang, ini adalah kemenangan yang luar biasa dalam hidup saya. Berkat kalian saya mendapatkan 2 lahan dan yang memang sudah saya inginkan dari dulu."
Alan berucap dengan sangat bahagia dan santai, sehingga membuat seseorang merasa kebakaran jenggot karna merasa ditipu oleh alan.