
Setelah Syafira mematikan sambungan telponnya dari Badrul dia menatap Alan dengan takut. Dan seolah tau serta paham Alan membiarkan Syafira pergi dari hadapannya, namun dengan m|memberinya ancaman.
"Sa - Syafa..." kalimat Syafira gantung.
"Ingat jangan sampai kamu pergi terlalu jauh, angkat telpon Daddy dan jangan abaikan." Alan mengucapkan kata katanya yang terdengar sebagai ancaman bagi Syafira.
"Tapi itu bikin utusan dad..." kalimat Syafira tertahan oleh tangan Alan yang membungkamnya.
"Jangan lupa bahwa kamu masih istri Daddy baby, dan kamu belum mengenal Daddy sepenuhnya. Daddy gak suka milik Daddy diambil orang apa lagi suka berontak."
"Kamu sekarang sudah dewasa jadi Daddy tak akan menahan jika mau membuat kamu patuh." bisik alan ditelinga Syafira sedangkan tangannya bertengger di dada Syafira sehingga membuat Syafira terkejud dan mundur dengan cepat.
Alan memunculkan seringainya "ingat kamu adalah istri Daddy, dan Daddy gak suka jika milik Daddy disentuh oleh orang lain."
"Siap siaplah Daddy akan menjemput mu"
Setelah mengatakan itu Alan melepaskan genggam ditangan syafira sehingga Syafira bisa pergi dengan berlari menjauh dari Alan.
"Bocah nakal, semakin lama semakin tak bisa diatur. Rasa kesal sudah tersimpan sangat lama, aku tak akan membiarkan kamu lari lagi." gumam Alan yang melihat Syafira pergi menjauh dari dirinya.
Selama perjalanan Syafira terus melamun dalam mobil dan jadi sangat pendiam, dia tak menyangka kalo daddy-nya bisa jadi begitu berani pada dirinya. Wajah Syafira tiba tiba memerah saat dia ingat tangan Alan yang meremas dadanya.
"Kiky kamu gak papa kan? Wajahmu sangat merah apa kah kamu demam?" tanya milky yang merasa khawatir pada Syafira.
"Ah tidak kah, mungkin karena lari jadi merah." jawab syafira menghindari tatapan milky karena malu.
"Mommy" alga bergelayut manja karena sudah mulai ngantuk.
Dengan mendekap tubuh mungil alga Syafira lagi lagi teringat akan Alan, bahkan ingatan itu tentang kejadian 4 tahun lalu saat Alan dengan kasar dan brutal menyentuh dirinya yang masih belum tau apa apa.
Glek
Syafira menelan salifanya dan mendekap alga semakin erat lagi, " aku gak mau menyerahkan kamu padanya, aku juga gak mau terlibat masalahnya dengan-nya." gumam syafira liri yang hanya bisa didengar oleh dirinya saja.
Mommy cakit." keluh alga yang didekap erat oleh syafira.
"Maaf sayang, karena ibu sangat menyayangi mu. Cup" Syafira membelai wajah alga dan mengecup kening serta pipi alga dengan gemas.
...🌴🌴🌴...
Sementara di rumah Alan langsung masuk kedalam kamar syafira karena jejak Syafira tak ada kamar itu telah menjadi kamarnya dan sebagian dari baju baju Alan ada didalam kamar syafira.
Tok...Tok...Tok
"Iya, siapa." Alan keluar dari kamar syafira.
"Maaf tuan non alea tadi kesini bilang kalo tuan sudah datang disuruh ke rumah nya karena mau ada yang dikasi Taukan" jelas Bu aminah pada Alan.
"Baik, terima kasih ya bi." ucap Alan dan masuk lagi kedalam kamar syafira.
Setelah mendengar pesan dari bi aminah Alan langsung pergi ke rumah alea untuk mendengar apa yang ingin dikatakan oleh alea kepada dirinya.
"Kak, tadi bibi bilang ada yang ingin kakak sampaikan pada ku." Alan melangkah masuk melihat alea dan juga oni duduk di ruang tengah yang terlihat seperti sedang menunggu kedatangan alan.
"Iya kemarilah, aku ingin mengatakan sesuatu pada mu, tadi aku sudah cerita pada kak Oni." jelas alea pada ada dan Alan merasa bingung melihat ekspresi oni yang terlihat terkejud dan juga sendu.
"Ada apa sebenarnya kak?" Alan duduk di sofa sebelah alea.
"Maksud kakak apa? Emang ayu dan Ndaru cerita apa sama kakak?" Alan semakin bingung.
"Apa kamu tau kalo Syafa tadi juga datang ke pesta pertunangan Ayu?" tanya alea dan Alan mengangguk.
"Jadi kamu juga melihatnya?" oni membuka suara.
"Tidak, tapi Dandi bilang melihat Kiky jadi aku mencarinya dan dia ada di pesta keluarga fira." jawab Alan dengan melihat alea dan oni bergantian.
"Kiky bintang klab yang terkenal itu?" oni menjawab sang bertanya bingung.
"Iya, dia adalah Syafira. Selama ini dia ada di sekitar kita namun karena petunjuk yang dia buat diluar kota ini jadi aku tak bisa menemukan walo sudah mencarinya sekian lama." jelas Alan dengan menahan suatu emosi yang hampir meluap.
"Rasa kesal yang tersimpan lama ini sudah hampir meluap kepermukaan." ucap Alan mengepalkan tangannya.
...🌴🌴🌴...
"Kiky ada apa kok dari kembali dan naik mobil tadi kamu sudah diam dan tak bicara sama sekali." milky bertanya pada syafira yang sedang membaringkan alga yang sudah tertidur pulas.
"Maaf kak apa melihat banget?" Syafira menatap milky dengan pandangan bingung, dan milky menjawabnya dengan mengangguk.
"Aku mandi dulu ya kak." Syafira pergi membersihkan tubuhnya.
"Kenapa katanya? Dia jadi terlihat seperti dirinya yang dulu, selalu sedih dan murung." Badrul bertanya begitu melihat milky keluar dari kamar syafira.
"Belum cerita mas, kita tunggu sampai dia mau cerita sendiri saja." jawab milky yang menata belanjaan di dalam lemari es.
Setelah mandi Syafira bicara sama milky dan juga Badrul sambil duduk di teras rumah mereka. Syafira menceritakan semuanya pada milky serta Badrul siapa daddy-nya dan juga kenapa alasan dia kabur dari rumah serta alasan dia menutupi semua kebenaran tentang alga.
Badrul dan juga milky hanya diam mendengarkan cerita Syafira dengan sesekali meneyangati Syafira yang terlihat sedih serta menangis.
"Jadi kamu sebenarnya menyukai Daddy mu sendiri setelah sekian lama tak ketemu, namun karena kamu gak mau membuat kesalahan dan ingin membalas jasa dia yang telah merawat serta menyelamatkan mu waktu kecil jadi kamu menutupi semua perasaanmu serta berusaha menghindarinya?" milky mencobak mengartikan dari semua cerita yang disampaikan oleh syafira.
"Iya, Daddy harus punya pasangan yang baik dan juga yang mampu memberinya dukungan. Aku gak mau menghambat kesuksesannya, karena Daddy adalah pengusaha hebat." jelas Syafira.
"Tapi kamu kan gak tau apa yang dirasakan oleh Daddy mu, jadi kamu gak boleh hanya menyimpulkan semuanya dari sudut pandang mu saja Ky." ucap Badrul menengahi dan mencobak meluruskan pola pikir Syafira
"Aku tak tau itu mas, pikir dulu dengan adanya alga saja aku sudah cukup." jawab syafira tertunduk.
"Jadi sekarang kamu takut kalo Daddy muntah jika alga adalah anaknya dan merebutnya dari mu begitu? Dan itu sebabnya kamu ingin pergi lagi menghindari Daddy mu lagi karena kamu sudah ditemukan." Badrul bertanya lagi dan Syafira menganggukkan kepalanya.
"Itu juga kan kak milky mau ketemu sama ayah kandungnya." jawab syafira menatap Badrul dan milky bergantian.
"Kalo menurut aku kamu jangan lari dan menghindar lagi, alga juga harus tau siapa ayahnya dan dia juga butuh sosok ayah Ky." jelas Badrul lagi
"Kan sudah ada mas Badrul." jawab syafira ringan.
"Tidak, dia bagai mana pun juga pasti membutuhkan sosok ayah kandungnya. Bukankah selama ini kami juga tau kalo alga selalu Inging pergi ke bulan untuk bertemu degan ayahnya dan itu sudah membuktikan walo bagaimana juga dia pasti ingin tau seperti apa ayah kandungnya." jelas Badrul lagi dan milky hanya manggut manggut mengiyakan ucapan Badrul.
Mendengar itu Syafira tenggelam lagi dalam pikirannya sendiri, dia tak tau harus memulai dari mana dan juga tak punya keberanian untuk kembali kehadapan daddy-nya dengan setatus yang sekarang ini sebagai bintang klab.
"Kamu jangan ragu-ragu lagi untuk menentukan keputusan, apa pun keputusanmu kami selalu ada untuk kamu iya kan mas." ucap milky dan dianggukkin oleh Badrul.
"Entahlah aku masih belum pas dan masih takut untuk mengungkap semuanya." jawab syafira yang penuh dengan pemikiran.
Keraguan masih mendominasi didalam relung hati Syafira dan itu membuat Syafira masih tak mampu untuk melangkah maju dan mengatakan yang sebenarnya.