
"kenapa Dit?" alan bertanya pada adit yang baru saja menerima telpon dari seseorang.
"Sandra mengalami kecelakaan kak, katanya tak apa cuma luka lecet aja." jelas adit pada alan.
"Hey, pergilah. Lihat dan pastikan sendiri apa dia benar - benar tidak apa." ucap alan menyarankan pada adit.
"Tapi pestanya belum dimulai." bisik adit pada alan, karna dia sangat tau bahwa tuan guntoro orangnya sangat pendendam, kalo pergi begitu saja pasti akan dianggap menghina dia.
"Tak masalah, aku akan menunggu mu di sini." ucap alan mastikan.
"Baiklah kalo begitu aku akan segera menjemput kakak nanti." ucap adit dan dia melangkah keluar dari aula pesta.
"Apa? Jadi tuan alan akan sendirian, aku akan membuat tuan alan menjadi milikku malam ini." gumam fira yang mendengar kalo adit akan meninggalkan alan di pestanya sendirian.
Fira bergegas melancarkan rencananya, dia meminta tolong pada salah satu peramu saji di pestanya untuk mengantarkan sebuah minuman yang sudah dia siapkan khusus untuk alan, dan memastikan alan meminumnya hingga habis.
Seorang pelayan datang mendekati alan yang sedang berbicara dengan salah satu pengusaha yang juga diundang ke pesta ulang tahun putri tuan guntoro itu.
"Minum tuan." pelayan itu menyodorkan minuman pada alan.
"Terima kasih." ucap alan menerima minuman itu dan meminumnya pelan sampai habis.
Melihat itu fira yang sibuk menemani dan menerima ucapan selamat dari teman - temannya merasa senang, dia merasa kalo usahanya akan berhasil untuk membuat alan menjadi lelaki miliknya.
Sekitar 30 menit kemudian alan merasakan ada yang berbeda dengan tubuhnya, dan dia sadar kalo minuman yang dia minum tadi sengaja diberi obat oleh seseorang.
"Sial, ini benar - benar gawat. Tubuhku memberi sinyal aneh, rupanya minuman tadi ada obatnya." gumam alan yang mulai merasakan gejolak dalam tubuhnya.
Alan meminta ijin pada tuan guntoro untuk ke kamar kecil, dan dari pintu keluar kamar kecil itu alan keluar dan dia memesan 1 kamar untuk dirinya di hotel itu, serta menghubungi adit untuk menjemputnya di kamarnya saat dia sudah selesai.
"Bertahanlah Lan." gumam alan yang berusaha menaham diri dan kesadarannya.
Alan berjalan melewati koridor dengan susah paya, dan dia seolah sudah berada dalam ambang batasnya. Saat dia masih menyadarkan dirinya alan meminta tolong pada pegawai hotel pria yang dia temui melintas.
"Tolong antar saya kedalam kamar saya." pinta alan pada pegawai hotel itu.
"Baik tuan, mari saya antar kamar tuan nomor berapa?." pegawai hotel itu memapah alan dengan hati - hati berjalan menuju kamarnya.
Sementara di dalam pesta fira yang sudah mendapati alan tak terlihat merasa panik, namun dia tak bisa meninggalkan pesta. Karna acara telah dimulai tepat pukul 9 malam.
"Sial, kemana dia pergi. Bagaimana dia bisa lolos" gumam fira dengan kesal.
"Kamu mencari siapa? Tenang saja tuan Alan tak pergi, dia hanya ke kamar kecil." ucap tuan guntoro pada putrinya, karna dia tau kalo putrinya tertarik pada alan.
Mendengar ucapan papanya itu fira merasa tenang, dan dia menyuruh seseorang untuk melihat alan, dan mengabari kalo alan sudah ditemukan.
...🌴🌴🌴...
Dan dalam pesta yang lain acara sudah hampir selesai, sudah banyak anak yang pulang juga. Karna acaranya emang dimulai dari awal jadi selesainya juga lebih awal.
"Kak aku mau ke kamar kecil dulu ya." pamit syafira pada ayunda yang keluar dari lif mau pulang.
"OK, cepetan ku tunggu di sini." ucap ayunda dan dia duduk di lobby sama Denis.
"Kalo begitu kami pamit duluan ya. Daaa.!" pamit anisa dan danu karna mereka ingin menghabiskan malam minggu bersama.
"Sudah 10 menit, kenapa Syafa lama sekali? Apa ngantri ya." gumam ayunda melihat jam dipergelangan tangan denis.
"Ditunggu saja, cewek kan suka lama kalo ngapa - ngapain." ucap denis dengan nyengir menatap ayunda.
Brrt brrt
"Eh syafa mengirim pesan kalo dia ketemu sama daddy." ucap ayunda yang membaca pesan dari syafira.
"Hem, kita tunggu saja." jawab Denis.
"Gak usah, biar Syafa pulang sama daddy. Aku ingin berdua sama kak Denis." ucap lirih ayunda yang bisa didengar oleh Denis dengan jelas.
Setelah itu ayunda mengirimi pesan pada syafira untuk menjaga daddy-nya dan pulang bersama dengan daddy saja karna dia ingin keluar sebentar sama denis.
10 menit sebelumnya.
Saat syafira keluar dari kamar kecil dia salah jalan lagi dan akhirnya dia ketemu sama alan yang sedang dipapah oleh pegawai hotel, berjalan dengan tertatih dan wajah tertunduk seolah menahan rasa sakit.
Ceklek
Pegawai hotel itu mengantar alan sampai ketempat tidur, dan merebahkan tubuh alan dengan pelan.
"Terima kasih, cepat keluar dan tutup pintunya." perintah alan di kesadaran terakhirnya.
"Daddy, itu adalah daddy." ucap syafira dan dia langsung mempercepat langkah kakinya.
"Eh.!" syafira terkejud karna dia tertabrak dengan pegawai yang mau keluar dari kamar alan.
"Nona mau ngapain?" Tanya pegawai itu yang melihat syafira panik.
"Maaf itu pria yang masuk tadi, yang barusan anda bawah masuk. Kenapa dengannya?" Tanya syafira pada pegawai itu dengan panik.
"Ah, saya tidak tau karna saya berpapasan tadi di lorong, sebaiknya anda lihat sendiri, saya permisi." ucap pegawai hotel itu lalu dia pergi meninggalkan syafira.
Seperginya pegawai itu syafira langsung mengirim pesan sama ayunda, dan menceritakan kalo dia bertemu dengan daddy Al.
10 menit kemudian.
"Daddy" syafira melangkah masuk kedalam kamar alan dan menutup pintunya.
Alan yang sudah dikuasai oleh obat tak bisa mempertahankan kesadarannya dengan benar. Mendengar langkah kaki masuk mendekati tempat tidurnya alan langsung menarik dan menerkam tubuh kecil syafira.
"Aaaahhrg.!" teriak syafira terkejud karna mendapat tarikan dari alan.
"Daddy.!" syafira panik karna alan langsung menekannya ditempat tidur.
"Hem." suara alan berat dengan nafas panas serta pandangan kabur yang telah dikuasi oleh has - srat yang telah mengalahkan akal sehatnya.
Dengan kasar alan mempermainkan tubuh kecil syafira seolah dia mencari sesuatu yang tak bisa membuatnya merasa puas.
"Daddy jangan.!" teriak syafira yang mendapatkan gigitan - gigitan kecil dari alan.
"Berisik.!" bentak alan dan langsung meraup bibir syafira dengan kasar.
Sraaakk
Dengan 1 tarikan kuat baju syafira dirobek oleh alan dan menunjukkan bongkahan daging kembar kenyal yang dibungkus dengan penutupnya.
"Daddy, jangan." tangis syafira yang takut pun pecah saat alan berpindah menjelajahi ceruk lehernya dan meninggalkan tanda merah keunguan di sana.
Alan membalikkan tubuh syafira dan menjelajahi punggung mulus itu dengan sangat liar, dia menggigit di sana sini dan melepas pengait dari penutup daging kembar syafira. Lalu dengan cepat juga melepas semua baju yang melekat ditubuhnya. Dan kini mereka sama - sama polos tanpa penutup benang pun.
"Lakukan tugasmu." bisik alan pada telinga syafira, lalu dia membalik tubuh syafira dan melahap gading kembar syafira dengan sangat lahap dan menghis - sap kuat ceri kecil diatas daging itu.
"Auh. Sakit daddy." teriak syafira yang merasa kesakitan dengan permainan kasar alan.
Alan bagai sudah dikuasai oleh setan, dia tak memperdulikan tangis syafira, karan dia merasa kesal dan ingin melampiaskan pada orang yang telah sengaja mengobatinya.
Alan terus mempermainkan tubuh syafira karna dia berfikir itu adalah orang yang memberinya obat.
"Aaargh.!" teriak syafira melengking, menggema dalam ruang kamar hotel itu saat alan melakukan penyatuan tubuhnya dengan paksaan agar bisa segerah memasukan juniornya pada sarangnya.
Darah ping mengalir dari ************ syafira, dan seketika syafira pingsan karena menahan rasa sakit. Namun alan tak sadar dia menganggap bahwa orang yang berada dibawah tubuhnya sudah tenang. Alan bergerak dengan lincah dan sangat bersemangat karena pengaruh obat, hingga dia mendapatkan beberapa pelepasan yang dia lepaskan dalam rahim syafira.
"Ugh." syafira tersadar dan berusaha untuk bangun. Dia menatap alan yang sudah terlelap dengan sangat tenang disamping tubuhnya.