
Hari - hari Alan dan Syafira telah berubah, kini hanya ada kebahagiaan yang meliputi mereka berdua dan Syafira juga telah lebih bisa menghadapi omongan orang yang masuk kepadanya.
Kegiatan Syafira pun kini telah berubah, dia telah keluar dari grup yang telah membesarkan dirinya karena dia ingin fokus mengurus rumah. Jadi selain mengurus rumah dia juga menjadi pemain musik di kafe dan restoran milik keluarganya sama seperti kegiatan alm. Adinda dulu, dan dia juga menjadi pengurus dari kafe.
"Syafa, apa kau sudah selesai? Mau pulang bareng." Ayunda menawarkan pada Syafira untuk pulang bersama.
"Tidak kak, masih ada urusan yang harus aku selesaikan. Nanti aku pulang sendiri saja." tolak Syafira
"Baiklah, kalau begitu aku balik duluan ya. Nanti kau hati - hati kalau balik." Ayunda pun pulang lebih dulu
Kini Ayunda memegang restoran dan Syafira memegang kafe sebagai kepala pengurus dan Aleana sekarang hanya mengurus butik karena dia tak ingin pusing dan lelah dengan mengurus semuanya sendirian, karena sekarang anak - anaknya sudah besar dan mampu untuk diberikan tanggung jawab jadi masing - masing dari Ayunda dan Syafira memiliki tanggung jawabnya sendiri.
Seperginya Ayunda, Syafira mulai sibuk dengan laptop yang tadi dibawahnya, Syafira terlihat sedang melakukan sesuatu yang serius karena dia terlihat sangat fokus pada layar laptopnya dan juga menerima beberapa panggilan dari seseorang.
...🌴🌴🌴...
"Ayu, kenapa kau pulang sendirian mana Syafa" tanya Alan saat dia melihat Ayunda pulang seorang diri
"Dad, tadi aku sudah mampir dan menawari dia pulang tapi dia tak mau katanya masih ada yang harus dia selesaikan dan meminta aku untuk pulang duluan." jawab Ayunda lalu dia menghilang dibalik pintu rumahnya yang ada didepan rumah Alan.
"Pekerjaan, sebenarnya apa yang sedang dia kerjakan. Kenapa sejak datang dia terlihat sibuk dengan sesuatu di handphonenya, namun saat aku lihat tak ada hal yang aneh." Alan berjalan masuk rumah sambil berfikir
"Papa, mama mana, apa mama masih kerja?" tanya Lisa yang tak melihat mamanya dari sejak pagi.
"Ya mama masih bekerja sayang, ayo tidur sama papa saja ya." Alan mengangkat Lisa dan membawah Lisa masuk kedalam rumah.
"Mama" teriak Lisa saat dia hampir masuk rumah dan melihat Syafira pulang.
"Sayang belum tidur putri mama" Syafira mengambil alih tugas Alan yang menggendong Lisa.
"Kenapa pulang begitu larut, apakah begitu banyak pekerjaan di kafe?" Alan bertanya dan mencium pelipis Syafira
"Iya ada sedikit pekerjaan yang harus ku selesaikan saat itu juga, maafkan aku karena pulang telat." Syafira meminta maaf pada Alan.
"Tidak apa - apa, jangan terlalu lelah" Alan tersenyum dan mengusap kepala Syafira dengan penuh rasa sayang.
...🌴🌴🌴...
Saat Syafira keluar untuk pergi jalan - jalan bersama dengan Ayunda dan Milky tanpa sengaja dia bertemu dengan ibu - ibu yang dulu menggosipkan tentang dirinya, dan Syafira tak pernah menyangka kalau dia akan bertemu dengan mereka yang dulu menentang putranya untuk bersekolah di sekolah yang sama dengan anak - anak mereka karena status kelahiran putra Syafira.
"Hei bukankah dia adalah Syafira itu ya, kenapa dia bisa ada di sini ya. Bukankah dia sudah lama menghilang dan kita tak pernah bertemu lagi dengan dia." ucap ibu 1 pada temannya
"Kau benar apakah sekarang dia pindah ke daerah dekat sini ya." Ibu 3
"Ya walau sudah berubah seperti apa pun dia tetap saja kelihatan, palingan dia menjadi simpanan pria lainnya lagi." Ibu 2
"Kenapa bisa begitu Bu anda menilai dia." Ibu 1
"Lihat saja gayanya sudah berubah, dulu dia biasa saja tapi sekarang dia berpakaian sangat mewah" ibu 2
Mendengar itu Syafira menahan tangan Ayunda dan juga Milky untuk tak meladeni mereka, karena bagi Syafira semua itu tak ada artinya lagi. Syafira tak ingin lelah meladeni mereka selama mereka tak menyakitinya.
"Ayo kita cari ditempat lain kak." ajak Syafira keluar dari butik itu dan melewati tiga orang yang dari tadi sedang ngomongin dirinya.
"Oh lihat dia pergi begitu saja." ibu 2
"Mungkin dia malu" ibu 1
"Ibu - ibu tolong jangan bergosip yang tidak - tidak, karena yang sedang ibu bicarakan adalah istri pemilik mol ini, dia adalah wanita dari tuan Alan." tegur seorang pegawai dari butik di mol itu yang mendengarkan mereka bertiga ngomongin Syafira dari tadi.
"Eh, apa maksud mbak ini" ibu 2
"Iya, apa anda belum melihat berita kalau dia adalah istri dari tuan Alan, dan beritanya sudah tersebar loh Bu. Permisi." pegawai itu kembali melayani pelanggan lain di butiknya setelah menegur ketiga ibu - ibu yang sedang bergosip.
"Apa iya sih kata mbak - mbak tadi." Ibu 1
"Loh iya dia adalah istri dari tuan Alan, lihatlah." Ibu 3 memberikan video yang disebar di halaman YouTube kepada temannya
"Loh, ternyata dia dari dulu adalah istri pengusaha muda yang kaya raya, tapi kenapa dia dulu diam saja dan bersikap seolah dia melakukan kesalahan ya." Ibu 2
"Lah pantas saja usaha dari dua perusahaan itu langsung tenggelam dan sekarang beralih tangan menjadi anak induk dari PT Antariksa Sauntatik Howl" ibu 1
"Maksud ibu apa?" ibu 2 dan 3 bertanya bersamaan
"Lah nona Fira dan Anita kan dulu yang memprovokasi banyak orang untuk menentang agar anak dari wanita itu dikeluarkan dari sekolah." ibu 1
Terlihat ketiga wanita yang bergosip itu merasa ciut setelah tau kebenaran dari Syafira, dan mereka langsung pergi dari butik itu dan berpencar tak lagi belanja bersama.
"Iya kak, apa kakak mau ikut aku nanti nunggu kak Badrul di sana saja." tawar Syafira pada Milky
"Iya benar kak mending nunggu di kafe atau mau bersama aku ke restoran saja nanti ku hidangkan makanan yang enank." Ayunda menawarkan diri
"Hei, kan aku yang nawarin duluan kak." Syafira terlihat kesal pada Ayunda
"Loh kan terserah kak Milky dong mau pilih ikut aku atau kamu" Ayunda berkata dengan genit
"Ya ampun kalian ini kenapa malah meributkan soal aku ikut siapa sih." Milky tersenyum melihat kelakuan Ayunda dan Syafira yang terlihat seperti anak kecil.
"Bunda ikut aku aja main mandi bola saja." Lisa berkata dengan lucu.
"Iya ikut kami aja" sambung Dini dari kalimat adiknya
"Baiklah bunda ikut kalian saja ya." jawab Milky dan kedua bocah kecil itu tertawa gembira.
"Syukurlah mereka bisa menghibur kak Milky" ucap Ayunda tersenyum
"Benar, aku tak pernah tau soal kabar kak Milky dan juga bunda Damiyah. Terima kasih kak, karena kakak telah menjaga mereka untuk ku" Syafira memeluk Ayunda.
"Hem, kau adalah adikku. Tentu saja orang - orang yang berhubungan dengan mu juga adalah orang ku" Ayunda membalas pelukan Syafira dan menepuk pelan punggung Syafira.
...🌴🌴🌴...
Setelah melalui perdebatan akhirnya Milky ikut dengan syafira ke kafe bersama dengan Lisa dan Dini juga ikut bersama. Terlihat mereka bermain dengan seru saat Syafira bekerja dan tampil di depan kafe untuk menghibur para pengunjung kafe dengan permainan piano dan nyanyiannya.
"Ya ampun dia cantik sekali ya, dan permainan pianonya juga sangat hebat seperti pemain profesional." ucap seorang pengunjung kafe itu
"Kau benar, dulu aku menyukai nongkrong di kafe ini karena suasana dan tempatnya enak, tapi sekarang aku jadi suka karena ada dia." jawab dari teman pemuda itu
Sejak kembali Syafira memang selalu tampil di depan pengunjung dan menghibur mereka dengan suara merdu dan permainan pianonya setiap hari Senin dan Jumat malam.
"Dia sangat cantik ya, aku baru tau kalau ada pemain yang begitu cantik di kafe ini" ucap pengunjung lainnya lagi
"Kau benar siapa ya dia? Aku sering kesini tapi baru kali ini bertemu dengannya." jawab dari teman pengunjung itu.
"Apa - apaan mereka, kenapa begitu banyak orang yang melihat dengan tatapan tertarik dengannya. Apa mereka tak tau kalau wanita itu sudah bersuami ya." gumam Alan kesal saat dia melihat dan mendengar begitu banyak orang yang menyukai Syafira yang saat ini sedang beraksi dengan permainan pianonya.
"Pak Alan." sapa seorang pegawai kepada Alan yang baru datang
"Siapa mereka, apa kah mereka pengunjung tetap kafe ini" tanya Alan menunjuk pada meja tempat para anak muda yang terlihat sangat menikmati permainan Syafira.
"Mera adalah pengunjung tetap pak, dan mereka sering datang ke sini." jawab dari pegawai itu
"Hem." Alan bergumam dan pergi
"Oh tuan Alan." sapa Badrul yang melihat Alan.
"Oh kau di sini." Alan kaget karena melihat Badrul masuk dari pintu samping
"Iya tuan, istri saya katanya minta dijemput di sini" jawab Badrul
"Baiklah ayo masuk dulu, dan jangan panggil aku dengan sebutan tuan panggil Alan saja." Alan membawah Badrul masuk ke area vip dari kafe itu dan Badrul tersenyum malu.
"Hem, Kiky tetap saja jadi idola sejak dulu." Badrul berkata dan tersenyum melihat permainan Syafira dan para tatapan dari pengunjung yang menikmati permainannya.
"Idola dari sejak dulu?" Alan bertanya dan menatap Badrul
"Iya, apakah anda lupa saat dia menjadi bintang klub. Padahal waktu itu dia memakai penutup wajah tapi banyak yang mengidolakannya apa lagi sekarang dia menunjukkan wajahnya yang terlihat sangat lucu dan cantik itu pasti akan lebih banyak lagi yang akan mengidolakannya, lihatlah" jawab Badrul tersenyum melihat Syafira dan meminta Alan memperhatikan tatapan pengunjung
"Hei, hei dia adalah istri orang dan dia itu wanitaku." ucap Alan dengan kesal pada Badrul
"Hahaha iya saya tau, tapi anda tak bisa melarang mereka" Badrul tertawa dan mengangkat kedua tangannya.
"Sayang" Milky mendatangi Badrul dan Alan.
"Dimana anak - anak" tanya Alan yang tak melihat anaknya
"Mereka sedang bermain di taman samping bersama dengan beberapa pegawai lainnya." jawab Milky
"Terima kasih semuanya." ucap Syafira setelah dia selesai dengan permainannya.
"Lagi, mainkan sekali lagi untuk 1 lagu" teriak dari beberapa pengunjung dan disambung oleh pengunjung lainnya.
Syafira tersenyum dan dia mengikuti permintaan mereka untuk menyanyikan 1 lagu lagi dari seorang wanita yang ingin menyampaikan rasa sayangnya pada sang suami yang saat ini sedang makan malam untuk merayakan hari jadi pernikahan mereka.