Baby I Love You

Baby I Love You
Salah mengenali



"Alga, dimana jagoan ku yang tampan." teriak Alan mencari Alga.


"Di sini, hahaha" Alga muncul dari halaman belakang dengan tawanya yang lucu sambil mengangkat kedua tangannya keatas.


"Ayo kita ambil baju Alga." ajak Alan saat dia baru pulang dari kantor dan mendengar itu Alga terlihat sangat senang.


"Nanti kita naik mobilnya Om ya, Aga duduk didepan ya?" Alga menarik tangan Alan sambil lari kecil.


"Mama duduk dibelakang Aga mau didepan sama om." Syafira didorong ke pintu belakang oleh Alga


Selama perjalanan Alga tak mau diam, dia banyak cerita ini dan itu serta bertanya banyak hal, lalu memegang semua yang ada didalam mobil itu karena rasa penasaran. "Mama kenapa di mobil ayah gak ada ini dan ini?" Alga mulai bertanya banyak hal pada Syafira karena di mobil Badrul tak ada AC, alat untuk mengecas handphon, layar musik dan masih banyak lainnya.


"Alga duduk diam." bentak Syafira dan Alan hanya tersenyum menatap Alga serta Syafira dari tadi cekcok.


"Eh, ini bukan arah kerumah Aga om." saat menyadari kalau Alan tak membawahnya pulang ke rumahnya Alga pun bertanya dengan bingung


"Iya, kita beli baju baru saja untuk Alga yang lama dikasikan orang ok." ucap Alan menatap Alga sambil mengedipkan mata.


"Ok, ayo,,," teriak Alga kegirangan.


"Anak ini sangat cerdas, bahkan dia sadar kalau ini bukan arah pulang ke rumahnya, Syafa mengajarinya dengan sangat baik rupanya." gumam Alan dalam hati menatap Syafira dari spion.


Setelah sampai disalah satu mol milik Alan, dia membawah Alga kesebuah toko baju dan mencobak semua baju yang ada disana serta membelinya semua yang tadi dicobak oleh Alga.


"Wah tuan Alan, putranya sangat tampan dan dia juga sangat cocok dengan model baju apa pun." ucap manajer dari toko baju itu.


"Ya, dia memang bintang dan idola dalam rumah kami." jawab Alan tersenyum bangga.


"Aga juga mau yang ini." tunjuk Alga pada setelan kaos dan jaget serta celana yang dipajang disebuah patung.


"Ok boy, apa pun permintaanmu." jawab Alan dan setelan itu pun dibeli Alan untuk Alga.


"Jangan semuanya dibeli sudah cukup." kesal Syafira pada Alga dan Alan yang terlihat makin kompak satu sama lain.


"Mama, kenapa mama jadi nenek sihir yang jahat. Gak seru." Alga sewot dan sembunyi dibelakang Alan.


"Hai anak nakal, mau nenek kurung didalam kamar tanpa lapu kamu." ucap Syafira menunduk dan memajukan kepalanya pada Alga yang sembunyi, lalu menarik tangan Alga dan menggelitiknya.


"Kirim semuanya ke rumah." ucap Alan pada manager toko baju itu.


"Baik tuan Alan." manager toko baju itu langsung menyuruh pegawainya untuk membungkus semua baju yang dibeli oleh Alan dan mengirimkannya ke alamat rumah Alan.


"Ayo, hindari nenek sihirnya." Alan mengangkat tubuh Alga dan membawahnya lari keluar dari toko itu, saat Syafira menggelitik Alga hingga tertawa terpingkal - pingkal.


Hari itu Alga terlihat sangat bahagia, dia lari kesana kemari dengan ditemani oleh Alan. Bahkan mereka berdua melakukan permainan mandi bola bersama dan memenangkan banyak hadiah dipermainkan pasangan ayah dan anak yang diadakan oleh salah satu dari tempat belanja itu.


"Alga minum dulu." teriak Syafira memanggil Alga agar minum air dulu.


"Iya,,," Alga lari dan mendekati Syafira lalu mengambil botol airnya dan meminumnya.


Alan menatap kedua orang yang tak dia sangka telah hadir dalam hidupnya itu. "Anak angkat dan anak kandungku bagaimana bisa hidupku bisa seperti ini." gumam Alan dalam hati, lalu bermain lagi sama Alga.


"Kita makan dulu baru pulang." ajak Alan pada Syafira dan melajukan mobilnya menuju kesebuah restoran, setelah puas bermain sama Alga.


...🌴🌴🌴...


"Tuan Alan, selamat malam." sapa pegawai restoran itu saat melihat Alan melangkah masuk sambil menggendong Alga.


"Ditempat biasanya tuan, silakan." pegawai restoran itu menunjukkan jalan pada Alan.


"Apa semuanya lancar? Tak ada masalah di restoran?" Alan bertanya pada pegawai restoran itu saat mereka telah masuk kedalam ruang vip restoran itu.


"Semuanya lancar dan tak ada masalah tuan Alan." pegawai itu menjawab dengan sopan.


"Hem, bagus." Alan tersenyum dan mengangguk.


"Kamu mau makan apa?" Alan menyodorkan menu pada Syafira yang duduk didepannya.


"Terserah saja, Syafa tak pilih - pilih makanan." Syafira menjawab dengan menunduk malu.


"Aga ikut sama Om saja." jawab Alga yang duduk disebelah Alan.


Setelah selesai makan malam Alan membawah Syafira kembali ke rumah dan Alga telah terlelap dalam pangkuan Syafira karena capek bermain selama jalan - jalan ke mol sama Alan.


"Papa, ayo kita main lagi papa hehe." Alga mengigau dalam tidurnya.


"Mau sampai kapan kamu diam dan tak ingin memberi tahu kalau aku adalah papanya." ucap Alan lagi dan itu membuat Syafira kaget.


Syafira menunduk tak bersuara sambil memeluk Alga dengan erat, "Syafa,,, akan beri tau pelan - pelan." ucap Syafira liri dan Alan hanya diam.


...🌴🌴🌴...


"Berikan pada ku biar aku yang bawah dia masuk." Alan mengambil Alga dari pangkuan Syafira dan berjalan masuk kedalam rumah.


"Kalian baru pulang?" Alea yang ada di rumah Alan menegur saat melihat Alan dan Syafira baru masuk rumah.


"Kenapa gelap - gelapan kak, aku taruh Alga dulu." Alan masuk kedalam kamar Syafira dan meletakkan Alga disana.


"Lampu dapur mati tadi kakak sudah nyuruh kak Oni untuk beli tapi sampai sekarang belum datang juga beli lampu." Alea berdiri di dapur dengan sorot lampu handphon sedang bikin kopi.


"Hem, nanti Alan ganti sendiri saja kak. Alan ganti baju dulu ya." Alan naik keatas untuk ganti baju.


"Sayang ini lampunya." Oni yang masuk kedalam rumah Alan mau ganti lampu.


"Kata Alan nanti diganti sendiri, taruh disitu saja ayo kita pulang kak." Alea mengajak pulang suaminya karena dia sudah merasa ngantuk.


"Aku minum kopinya dulu." Oni nyeruput kopi buatan Alea


"Ya sudah Syafa mama pulang dulu ya, nanti kasi tau Alan lampunya dimeja dapur." ucap Alea dan pergi


"Baiklah papa pulang dulu ya sayang." Oni mengusap kepala Syafira dan mengikuti Alea pulang.


"Iya pa, ma hati - hati." jawab Syafira dan masuk kedalam kamarnya.


Setelah selesai mandi dan sholat Syafira keluar kamar untuk memberitahu Alan, ternyata Alan masih juga belum turun, "Hem belum turun ya, ya sudah aku cuci dulu saja cangkir kopi mama dan papa tadi. Aku pakai ini gak apa kan karena gelap juga." Syafira pun masuk ke dapur dan mencuci cangkir kopi Alea dan Oni tadi dengan menggunakan penerangan dari lampu handphonenya.


"Oh, ya Alah kok aku bisa ketiduran kak Lea pasti marah nih." Alan kaget karena dia tertidur begitu naik keatas tadi.


Buru - buru Alan turun dan dia melihat kalau alea masih di dapur dengan sorot lampu dari handphonenya. "Syukurlah aku tak terlelap lama, kalau tidak dia ngambek." gumam Alan tersenyum dan langsung memeluk dari belakang


"Maaf ya, karena tak sengaja tertidur sebentar tadi, mana kak Oni biar Alan pasang lampunya." ucap Alan, "Hei kenapa diam marah ya, kan Alan uda minta maaf." Alan mengecup bahu Syafira.


"Sudah jangan marah lagi, tadi Alan capek banget. Tapi kenapa dari tubuh kakak tercium aroma wangi yang manis seperti bukan kakak." ucap Alan yang masih saja menikmati aroma tubuh Syafira dengan mencium bahu Syafira.


"Ma-maaf." suara Syafira bergetar sontak Alan langsung melepaskan pelukannya dan berusaha membuka bola matanya lebar - lebar dalam gelapnya rumah itu.


"Ma-mama sudah pulang dari tadi." ucap Syafira lagi dengan suara yang masih bergetar.


"Maaf Daddy tak tau dan tak bisa mengenali orang karena gelap. Daddy pikir kamu adalah kak Lea." ucap Alan yang merasa malu dan jantungnya pun mulai berdebar.


"Lampunya diatas meja Syafa masuk dulu." Syafira berlari menghindar.


jeduk,,, brak. Syafira menabrak kursi dan terjatuh.


"Syafa kau tak apa? Dimana kau?" Alan yang mendengar Syafira jatuh pun panik dan meraba - raba mencari Syafira.


"Aduh." Syafira memekik karena kakinya tersandung oleh Alan.


"Oh, maaf kamu dibawah ya." Alan menunduk dan membantu Syafira bangun.


"Jangan lari, sudah bantu Daddy masang lampu dulu baru setelah itu Daddy lihat kamu terluka apa tidak, karena Daddy turun tak bawah handphon jadi tak bisa lihat." pinta Alan dan Syafira pun membantu Alan memasang lampu dapur.


Lampu dapur pun menyala dengan terang setelah diganti yang baru, Alan turun dari kursi sambil berkata, "Sudah sini Daddy lihat apa kamu terluka karena jatuh tadi." Alan berbalik dan alangkah terkejutnya Alan melihat penampilan Syafira yang tertunduk dengan hanya mengenakan baju tidur yang tipis.


Syafira menatap Alan bingung karena Alan tak memberikan reaksi apa pun setelah menatap dirinya, Syafira menunduk dan ikut kaget "Maaf Syafa masuk dulu." Syafira langsung lari masuk ke kamarnya, wajahnya memerah karena malu dengan penampilannya.


Alan tertegun dengan memegangi dadanya yang merasakan jantungnya berdebar semakin kencang karena melihat penampilan Syafira yang menurutnya sangat menggoda.


"Apa yang kau pikirkan Alan." gumam Alan berjalan menaiki anak tangga masuk kedalam kamarnya.