Baby I Love You

Baby I Love You
Perjamuan Makan



Malam itu Alan dan Syafira menghadiri perjamuan makan malam atas perpanjangan masa jabatan dari wali kota dan banyak dari kalangan pebisnis yang juga hadir karena mereka menyukai wali kota yang saat ini, sebab setiap urusan dan tata kerja dari wali kota sangat bagus serta sangat sistematis.


"Tuan Alan, tak menyangka kita bertemu di sini." sapa salah seorang pebisnis yang juga ikut hadir dalam acara malam itu.


"Wah iya tak menyangka." balas Alan tersenyum.


Saat Alan berbincang dengan beberapa orang dan membahas masalah bisnis, Syafira memilih menjauh dan mencari makanan karena dia tak mengerti dengan acar pembicaraan mereka, juga tak tau apa - apa dengan masalah bisnis.


"Kau lihat itu adalah adalah wanita pasangan dari pebisnis Alan, tak sangka dia masih sangat muda. Apakah dia seorang wanita yang seperti itu?" wanita 2


"Entahlah kita tak tau soal itu." wanita 1


"Tapi dia adalah penari klub yang telah menjadi bintang malam itu bukan sih?" wanita 2


"Oh benar. Jadi itu adalah dia, cantik juga ya orangnya kalau dilihat secara langsung." wanita 1


"Iya tapi aku tak menyangka kalau selera tuan Alan seperti itu, jangan - jangan karena dia hebat diatas ranjang." wanita 2 dan tersenyum ringan.


"Belum tentu, karena dia terlihat sangat sopan dan juga sangat baik. Kurasa dia bukan wanita yang seperti itu, karena tadi aku melihat dia berbincang dengan ibu wali kota dengan sangat seru, aku rasa dia adalah wanita baik. Karena jika dia bukan wanita baik tak mungkin dia bisa berbincang dengan ibu wali kota dengan sangat akrab." wanita 3


"Benarkah? Kalau begitu apa statusnya sebenarnya, karena dia terkenal dikalangan para pria sebagai bintang malam di klub ternama milik tuan Daniel." wanita 1


"Klub milik tuan Daniel bukalah sebuah klub biasa dan tak akan membiarkan sembarang orang datang, hanya mereka yang mempunyai akses untuk masuklah yang bisa masuk kedalam klub itu, dan juga klub itu sangat bersih tak pernah ada hal yang buruk yang terjadi didalam klub itu dan lagi penjagaan dalam klub sangat ketat." wanita 3


"Benar juga sih, karena klub itu tak pernah menerima pekerja wanita, dan setiap pengunjung wanita juga diawasi dengan ketat. Begitu ketahuan berbuat kurang baik langsung diusir keluar." wanita 2 dan wanita 1 juga ikut mengangguk.


"Kalau j*l*ng meski sudah didandani model apa saja dan bersembunyi dalam kedok apa saja masih saja tetap seorang j*l*ng." ucap Anita menimpali pembicaraan wanita - wanita itu "Dia adalah wanita yang memang seperti itu, dan aku sudah sering melihatnya berjalan dengan bergonta ganti pria." lanjut Anita dengan tatapan mengejek pada Syafira.


Anita berusaha untuk memprovokasi ketiga wanita yang tadi berbincang membicarakan Syafira yang terlihat tenang dengan makan dan memilih banyak menu makanan yang tersaji diatas meja.


"Non Anita." wanita 1 menyapa dan yang lainnya menatap Anita bertanya.


"Dia adalah wanita yang memiliki anak diluar nikah dan tanpa tau siapa ayah dari anaknya itu, dan lagi riwayat hidupnya itu sungguh sangat berantakan, dia adalah saudara dari seorang penari yang bernama Milky dan dia pun mengikuti jejak sang kakak hanya saja dia hamil dan melahirkan tanpa tau siapa ayah dari anaknya, kalau menurut kalian wanita seperti itu apakah pantas berada di sini? Didalam pesta para orang - orang terhormat dan bergaul dengan kita dengan tak tau tempatnya sendiri dimana." jelas Anita dengan kesal.


"Apakah yang non Anita katakan itu benar? Jadi dia adalah wanita yang seperti itu?" wanita 2


"Tentu saja, dia bahkan tak tamat sekolah karena telah mengandung dengan tak jelas, dan apakah wanita seperti itu pantas bersanding dengan tuan Alan yang terhormat dan pebisnis ternama." jawab Anita yang sudah menyelidiki Syafira, hanya saja Anita tak tau secara mendetail siapa Syafira yang sebenarnya dan siapa ayah dari anak yang dilahirkan oleh Syafira.


"Ya Allah makanannya sangat enak - enak, tak menyesal aku ikut Daddy kesini." Syafira bergumam dengan bahagia dan mencicipi semua menu yang ada diatas meja itu dan memenuhi mejanya sendiri dengan berbagai jenis makanan dan kue - kue.


"Wah kamu terlihat sangat menikmati, sampai - sampai tak melihat dan mendengar kalau ada orang yang memanggil mu." ucap Almansyah mendekati Syafira yang sedang asik menikmati makanannya sambil duduk seorang diri.


"Ah maaf mas, aku tak tau dan juga tak dengar karena suara musiknya yang keras." jawab Syafira tersenyum.


"Boleh aku duduk?" tanya Almansyah dengan sopan.


"Tentu silakan, karena ini adalah pesta orang tuan mas Almansyah." jawab Syafira tak kalah ramahnya. "Tapi katanya balik ke luar negeri kenapa sekarang ada di sini apakah pulang khusus untuk acara ini?" tanya Syafira pada Almansyah.


"Kalau aku bilang pulang khusus untuk mu bagaimana?" tanya balik Almansyah pada Syafira dan Syafira langsung tersedak dengan pertanyaan itu.


"Tak apa, bercandanya sungguh mengagetkan." jawab Syafira setelah merasa tenang karena ditepuk - tepuk punggungnya oleh Almansyah dan meminum air.


"Lihatlah, dia terlihat begitu sangat akrab dengan putra wali kota yang tak pernah pulang karena belajar di luar negeri. Kalau bukan wanita j*l*ng yang tau bagaimana caranya menggoda seorang pria bagaimana mungkin bisa seperti itu." Anita membuat ketiga wanita itu semakin mempercayai ucapan dari Anita.


"Wah Alan kamu semakin bersinar saja, aku tak menyangka kalau kamu bisa berkembang sampai seperti ini. Kau sungguh sangat luar biasa." puji wali kota yang sudah mengenal Alan sejak Alan memulai merintis kemabli perusahaan peninggalan dari orang tuanya


"Bapak bisa saja, ini semua juga karena dukungan dari banyak pihak." jawab Alan santai.


"Wah - wah memang buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Dia sangat mirip dengan alm. tuan Mexca yang selalu renda diri." ucap tuan Nanang


"Benar - benar, itu sebabnya aku sangat mendukungnya karena aku yakin dia adalah orang yang sangat luar biasa." sambung tuan Budianto.


"Tuan - tuan terlalu memuji, jika tak ada dukungan dari kalian semua saya juga tak akan bisa sampai dipuncak seperti ini, lagian ini adalah acara bapak wali kota kenapa jadi bahasannya kearah saya." jawab Alan dan tersenyum.


Keseruan acara malam itu membuat semua orang jadi ikut seru dan para pebisnis menggunakan kesempatan itu untuk saling mengenal dan bertukar kartu nama serta berusaha mengikat persahabatan yang mungkin kalau nanti akan bisa menguntungkan mereka.


"Nona air?" tawar seorang pramusaji pada Syafira.


"Iya terima kasih." Syafira mengambil sebuah jus jeruk.


"Baiklah Syafa aku tinggal dulu ya." pamit Almansyah pada Syafira.


"Iya, iya silakan." jawab Syafira dan dia kembali memakan segala macam kue yang dia ambil.


"Makan begitu banyak tak takut membengkak?" tanya Alan mendekati Syafira


"Apa yang ditakutkan, Syafa sedang dalam masa pertumbuhan." jawab Syafira mendongak dan tersenyum menatap Alan.


"Dasar babi." Alan mengusap kepala Syafira lembut dan penuh rasa sayang lalu menyodorkan semangkuk es krim yang diambil Alan khusus untuk Syafira.


"Hm, setelah mengolok malah memberiku gula yang penuh dengan kandungan kalori yang begitu besar." Syafira menatap Alan dengan cemberut.


"Tidak mau?" tanya Alan menjauhkan semangkuk es krim itu.


"Mau dong." Syafira langsung menahan tangan Alan dan menerima es krim itu lalu memakannya dengan lahap. Alan menatap tersenyum melihat Syafira yang makan tanpa pilih - pilih dan rasa khawatir seperti yang dilakukan kebanyakan seorang wanita.


"Kenapa Daddy kemari, apakah sudah selesai berbincang - bincangnya?" tanya Syafira menatap Alan yang duduk didepannya.


"Daddy ingin lihat babi kecil Daddy yang dari tadi tak berhenti untuk makan, dan mulut kecilnya itu dari tadi terus saja bergerak tanpa henti menggiling makanan yang masuk." jawab Alan tersenyum menatap Syafira.


"Biarin." jawab Syafira tersenyum


"Makan pelan - pelan saja." ucap Alan


Syafira memakan es krim yang tadi dibawakan oleh Alan dengan lahap sampai habis, dan Syafira merasa sedikit sakit kepala setelah es krimnya habis, dan Syafira berfikir kalau itu hanya karena kebanyakan makan dingin.