Baby I Love You

Baby I Love You
Ungkapan cinta 1



Setelah menunggu sekitar 15 menit akhirnya Syafira dan milky datang, Syafira setelah menolak untuk dianter sama Alan pada akhirnya berjalan dengan pasti menuju mobil Alan dan masuk di kursi penumpang saat Alan dengan diam menatapnya tajam. Dan Alan mengikutinya dari belakang dan duduk disamping Aditya yang sedang nyetir.


"Lain kali jangan berpenampilan seperti seorang gadis yang sedang menggoda lawan jenis begitu, besok pindah pulang ke rumah Daddy akan jemput kamu besok." ucap Alan tanpa melihat Syafira.


"Anu, Syafa masih harus ngajar." jawab Syafira dengan ragu.


"Iya mulai besok kirim semua jadwal kamu sama Daddy, akan Daddy antar sendiri sesuai dengan jadwal kamu ngajar dan yang lainnya." ucap Alan dan Syafira hanya tertunduk saja saat Alan melihatnya dari kaca spion.


"Syafa ini Daddy Adit harus belok kemana untuk ke rumah Syafa?" tanya Aditya saat mereka hampir sampai perempatan.


"Iya lurus saja Dad nanti ada masjid masuk gang dibelakangnya." jawab Syafira.


"Ok sudah sampai." ucap Aditya saat mereka sudah sampai.


"Terima kasih Daddy." Syafira keluar dari mobil diikuti Alan juga keluar.


"Berikan pelukan pada Daddy sayang." ucap Aditya dengan merentangkan kedua tangannya, dan Syafira memeluknya.


"Kenapa harus pakai pelukan." Alan memisahkan Syafira dari Aditya dengan kesal.


"A-apa Daddy mau masuk dulu." tanya Syafira ragu - ragu.


"Tidak sudah malam, kamu masuk dan istirahat. Apa Alga sudah tidur?" tolak alan dan bertanya soal alga.


"Iya pasti sudah tidur sama ibu, karena sekarang ada ibu jadi dia tidak ikut." jawab Syafira sambil menunduk.


"Baiklah, masuk dan istirahatlah." ucap Alan dan Syafira masuk kedalam rumahnya.


Setelah itu Alan dan Aditya pulang, dan setelah mengantar Alan Aditya langsung pulang ke rumahnya untuk istirahat karena besok mau ada perjalanan keluar kota.


...🌴🌴🌴...


Dirumahnya dan didalam kamarnya Alan melamun dan memikirkan soal Syafira serta mengingat lagi penampilan syafira dalam pertunjukan tadi. Wajah Alan tiba - tiba saja jadi terlihat kesal dan juga merah lalu dia mengepalkan tangannya.


"Daren, dia benar - benar orang yang berbahaya. Aku harus menjauhkan dia dari Syafira, karena aku tau kalau Daren mulai menargetkan Syafira." gumam Alan dengan kesal.


"Alan apa kamu sudah bicara sama Syafa? Bagaimana apa kah dia mau kembali lagi ke rumah ini." tanya Alea yang pagi - pagi sudah datang ke rumah Alan dan menyiapkan sarapan untuk Alan.


"Sudah kak, mau atau tidak dia harus tetap kembali ke rumah ini. Setelah ini akan menjemput dia." Alan menjawab langsung.


"Alan jangan terlalu keras padanya, dia sudah menjadi seorang ibu dan bukan anak - anak lagi." Alea mengingatkan Alan agar dia tak salah lagi seperti dulu yang selalu memaksakan kehendaknya sehingga Syafira memilih untuk pergi.


"Alan tau dia telah banyak berubah bahkan sudah mulai pandai menggoda dan menarik perhatian lawan jenis." jawab Alan dengan nada kesal


Alea yang mendengar merasa jawaban Alan ada yang aneh tapi Alea tak tau apa. Dan setelah selesai sarapan langsung berangkat untuk menjemput Syafira yang ma dibawah pulang dan tinggal di rumah lagi bersama seperti dulu.


...🌴🌴🌴...


"Selamat pagi tuan Alan." sapa Badrul yang melihat Alan sudah berada di depan rumah.


"Dimana Syafa?" tanya Alan tanpa basah basi


"Maaf Kiky baru saja pergi karena hari ini ada jadwal mengajar di rumah tuan besar Guntoro." jawab Badrul dengan sedikit takut pada Alan.


"Apa dia adalah guru tari di rumah Guntoro?" tanya Alan yang terlihat tak suka.


"Iya ben..." kalimat Badrul terhenti karena Alan menatapnya dan memotong penjelasannya.


"Katakan siapa yang mengajarinya menjadi penari?!" tanya Alan dengan kesal memotong kalimat Badrul.


"Itu sebenarnya dia belajar sendiri dan mengambil pelajaran tari dari sejak awal karena dia punya bakat untuk itu." jelas Badrul.


"Hem, kapan selesainya dia mengajar di sana." tanya Alan lagi dengan nada dingin.


"Sekitar 1 jam." jawab Badrul dan Alan langsung pergi meninggalkan rumah Badrul.


"Ya Allah Daddy Kiky nakutin sekali, orang yang punya kuasa benar - benar berbeda ya. Setiap kalimat yang diucapkan biasa saja namun mampu menggetarkan jiwa dan raga, duh kakiku masih gemetaran." ucap Badrul saat melihat Alan sudah pergi dari rumah itu.


Alan melajukan mobilnya ke arah rumah tuan Guntoro setelah menghubungi sekretarisnya kalau dia tak masuk kantor hari ini dan menyuruh semua jadwal pertemuan dan juga rapat ditunda sampai besok.


...🌴🌴🌴...


"Wah Alan anda datang kenapa tak bilang - bilang dulu, silakan masuk dan tunggu sebentar saya akan panggilkan Fira." bibi Fira menyambut kedatangan Alan


"Tidak perlu, saya dengar di sini ada guru tari apakah saya boleh langsung untuk melihatnya?" ucap Alan pada bibi Fira, dan dengan senang hati bibi Fira mengantarkan ke aula keluarga untuk menyaksikan Fira dan juga putrinya belajar menari.


"Fira ada Alan datang." teriak bibi Fira dan spontan itu membuat Syafira yang sedang mengajar merasa kaget.


"Alan kenapa kamu datang tanpa kabar." Fira lari mendekati Alan, dan saat mau memeluk Alan menahannya dengan tangannya.


"Jangan suka sembarangan." ucap Alan pada Fira. "Aku datang hanya ingin memastikan apakah benar di sini memang ada guru tari atau hanya alasan saja." sambung kalimat Alan menatap Syafira yang berdiri tak jauh darinya.


"Iya, iya di sini memang ada guru tari dan aku sedang belajar untuk menari." jelas Fira dengan senang.


"Alan akan ku buat kau terpukau dan tergoda padaku, aku akan menunjukkan tarian menggodaku." gumam Fira dalam hati dan mendekati Syafira lagi.


"Guru Kiky tolong ajari aku gerakan yang seksi karena aku ingin menunjukkan pada kekasihku yang datang untuk melihat aku menari." bisik Fira pada Syafira.


"Oh." Syafira diam - diam melirik Alan yang duduk memperhatikan dengan tenang dan tanpa ekspresi.


Tatapan mata Alan tak bisa lepas dari Syafira dan berkali kali Alan menelan salifanya karena gerakan yang ditunjukkan oleh Syafira. Hingga Alan sadar pada pandangannya dan mengalihkan pandangannya serta memalingkan wajahnya.


Sementara Fira yang mengikuti gerakan Syafira merasa puas dengan apa yang dilihatnya karena Alan tak lepas menatapnya, sehingga gerakan Fira mulai kacau dan dia tersenyum karena merasa Alan tertarik hingga memalingkan tatapan matanya dari dia.


"Baiklah nona Fira saya pamit dulu, ketemu lagi lusa." ucap Syafira pamit pada Fira.


"Iya iya, terima kasih guru Kiky. Hati - hati dijalan." balas Fira saat mengantar Syafira keluar rumah.


Ting (Suara notifikasi pesan masuk)


Alan


Tunggu Daddy didepan dan jangan kabur lagi, kita pulang bersama.


^^^Syafira^^^


^^^Iya^^^


"Baiklah aku datang hanya untuk melihat apakah benar ada guru tari, karena sekarang aku sudah tau jadi aku pergi dulu karena masih ada pekerjaan di kantor." ucap Alan pamit pada Fira


"Kenapa hanya sebentar?" tanya Fira dengan manja dan bergelayut di lengan Alan.


"Jika kau ijinkan aku akan datang lagi saat kau belajar tari lagi." ucap Alan melepas tangan Fira dari lengannya.


"Tentu aku ijinkan, datanglah setiap aku belajar dan berikan penilaian mu." ucap Fira dengan riang.


"Baik, aku pergi dulu." Alan keluar dari rumah keluarga Guntoro dan melajukan mobilnya.


"Masuk." perintah Alan pada Syafira yang berdiri di halte bis.


Alan melajukan mobilnya kesuatu tempat dan tanpa bicara apa pun, baik Alan atau Syafira hanya duduk diam tak bersuara hingga keheningan dalam mobil itu bisa membuat orang bisa mendengarkan detak jantung dan hembusan nafas masing - masing.


"Kapan saja jadwal mengajar di rumah Guntoro?" tanya Alan memecahkan keheningan.


"Seminggu 2 kali Dad." Syafira menjawab dengan nada takut.


"Dimana saja jadwal kamu mengajar dan juga melakukan pertunjukan." tanya Alan lagi dengan meliriknya Syafira yang duduk disampingnya.


"Deg." Syafira langsung memalingkan wajahnya saat tatapannya saling bertemu dengan Alan.


"Kenapa tak jawab? Daddy tanya Dimana saja jadwal kamu mengajar dan juga melakukan pertunjukan?" Alan mengulangi lagi pertanyaannya.


"Itu Kiky hanya melakukan pertunjukan jika ada undangan saja dan untuk mengajar Kiky mengajar di tempat nona Fira, dan lainnya hanya melakukan kegiatan rutin di sanggar." jawab Syafira sambil tertunduk dan meremas tangannya sendiri.


"Pakai nama kamu sendiri jika sama Daddy." suara Alan terdengar seperti sedang marah untuk Syafira.


"Ba-baik." Syafira menjawab dengan terbata karena takut.


"Ikut Daddy makan siang dan malam dengan partner kerja daddy, karena daddy Adit sedang ada kerjaan keluar kota." ucap Alan dan membawah Syafira kesebuah salon.


Setelah melakukan persiapan dan pemilihan baju semua memakan waktu kurang lebih 2 jam dari jam 10 sampai 12 siang, dan pertemuan siang pun langsung dilakukan oleh Alan dengan partner pertemuan dari jam dengan partnernya disebuah restoran Cina karena mereka adalah orang cina. Dan selama pertemuan itu Syafira hanya bisa diam disamping Alan tak berani bersuara atau pun melakukan tindakan yang nantinya akan mempermalukan Alan.


"Apa kamu lelah?" tanya Alan pada Syafira yang hanya diam saja, duduk dengan tenang.


"Tidak Dad." jawab Syafira tersenyum.


"Istirahat dulu di kamar hotel karena Daddy masih ada pertemuan lagi, kamu tak perlu ikut. Nanti malam saja baru ikut lagi. Kalau masih lapar kamu bisa pesan makanan, masuklah Daddy tinggal sebentar." Alan membuka pintu hotel dan pergi setelah Syafira masuk.


Tak lama kemudian sekitar sore hari Alan datang dan ikut istirahat di sofa saat dia melihat Syafira terlelap dalam tidurnya. Dan Alan terbangun saat dia mendengar suara anak kecil yang sedang bercerita kalau dia sedang main ke taman hiburan dan juga makam es krim yang banyak.


"Maaf Daddy jadi kebangun ya karena suara telepon Syafa, ini alga yang telepon dan cerita kalau dia sedang diajak mama Lea jalan - jalan sama ibu juga." ucap Syafira panjang lebar menceritakan.


"Daddy tau, kenapa kamu terlihat takut pada Daddy? Apakah kamu masih teringat kejadian yang lalu yang telah Daddy lakukan pada mu?" tanya Alan dengan rasa bersalah yang dalam pada Syafira.


"Anu, itu hanpon Daddy dari tadi berbunyi." ucap Syafira mengalihkan pembicaraan.


"Baiklah, setelah sholat ikut Daddy lagi." ucap Alan dan masuk kedalam kamar mandi.


"Loh kenapa belum siap, gak sholat?" tanya alannyanh melihat Syafira masih duduk di sofa.


"Syafa lagi dapat." jawab Syafira malu - malu, lalu Alan sholat magrib sendiri, dan setelah itu mereka berangkat ke restoran hotel untuk ketemu sama partner Alan lagi.


"Wah tuan Alan siapa ini yang anda bawah?" tanya partner Alan yang sedang menunggu kedatangan Alan.


"Ya karena anda membawah istri anda maka saya juga membawah istri saya. Biar saat kita melakukan pembicaraan kerja para wanita bisa membahas urusan mereka sendiri." jawab Alan dengan senyuman khasnya dingin dan penuh kharisma.


"Wah tuan Alan sangat pengertiannya sama saya." jawab dari istri partner Alan.


Dan saat Alan sedang membahas urusan bisnis istri partner Alan mengajak Syafira pindah meja dan mereka ngobrol asik sendiri. Melihat itu Alan tersenyum dalam hati dia tak pernah menyangka dan berfikir kalau putri kecilnya telah tumbuh dewasa seperti saat ini telah bisa menemani dia dan juga bisa membuat orang lain senang.


"Baiklah terima kasih tuan Alan dan Syafa nanti kalau suami - suami kita bertemu lagi ayo kita ketemu lagi ya." ucap dari istri partner Alan yang merasa cocok sama Syafira.


Dan setelah pertemuan itu Alan membawah Syafira naik kelantai dua restoran itu yang ternyata disana sepi tak ada pengunjung sama sekali. Alan membawah Syafira ke jendela yang menghadap luar dan menyuruh Syafira melihat kebawah ke lampu - lampu kota yang bersinar


"Kita mau apa di sini Daddy?" tanya Syafira yang merasa bingung.


"Lihatlah kebawah." bisik Alan dan saat Syafira melihat tiba - tiba saja lampu - lampu itu paham dan menyala dengan kata maaf dan tak lama lagi menyala dengan kata i love you. Syafira yang melihat itu merasa kaget dan terpaku.