Baby I Love You

Baby I Love You
Rasa Bangga



Malam semakin malam dan acara pun telah sampai pada puncaknya untuk memperkenalkan pimpinan baru yang selama ini sedang ditunggu - tunggu dan membuat semua orang penasaran.


"Selamat malam semuanya, maaf pasti semua orang sangat menunggu dan penasaran dengan pimpinan kami yang selama ini telah membuat kalian semuanya bertanya-tanya." ucap Ariana


"Apakah pimpinan kalian sudah ada di sini? Beritahu kami."


Ucap semua orang dengan sangat penasaran dan tak sabar.


"Ya sekretaris Ariana, selama ini aku sangat ingin tau wajah bos kami yang memiliki wajah sangat mudah bahkan lebih mudah dari anak kami." tuan Rendra berkata dengan suara keras sehingga semua orang melihat kearahnya


"Apa? Lebih mudah dari anak - anak kita, berarti dia masih kecil."


Kasak kusuk semua orang dan Aditya tersenyum karena dia teringat akan masa kecilnya dan kakaknya Alan yang telah memimpin perusahan disaat usia Alan masih 15 tahun.


"Akankah yang mengalahkan Daren adalah anak kecil, apa kakak percaya untuk itu" Aditya berkata dan menatap Alan


"Aku tak tau kita lihat saja" jawab Alan tersenyum.


"Kalau memang iya, dia pasti anak yang luar biasa." Aditya kembali berkata dan tersenyum.


"Tapi apakah yakin kalau itu anak kecil." ucap Dandi yang juga ikut hadir dalam acara itu.


"Aku lebih yakin kalau itu adalah wanita yang bernama Ariana itu, karena dia adalah orang yang sulit untuk ditaklukkan." Aditya berkata dengan sangat yakin kalau itu adalah Ariana


"Apa kau yakin" Alan bertanya dan melihat Aditya


"Tentu saja, karena beberapa kali aku bertemu dia adalah orang yang luar biasa." Aditya


"Apakah Daddy Yos benar - benar yakin?" Alga


"Tentu saja boy" Aditya


Alga tersenyum dan berdiri dengan tegak untuk melihat apa yang dibicarakan dan disampaikan oleh orang - orang dari perusahaannya, serta kasak kusuk semua orang yang menunggu dengan penasaran untuk bertemu dengan dirinya.


"Pimpinan kami sebenarnya sudah ada di sini bersama dengan kita semuanya, beliau sangat ingin mengenal kalian semuanya sehingga beliau memilih untuk mengenal kalian lebih dekat sebelum memperkenalkan dirinya."


"Dan beliau adalah anak yang baik, kami percaya kalau kalian semuanya akan menyukainya."


"Baiklah, saya tak ingin membuat kalian penasaran dan menunggu lebih lama lagi untuk bertemu dengan pimpinan kami."


"Kami akan mempersilakan pada beliau untuk datang dan bergabung dengan kami sekarang."


Ucap Ariana dengan senyuman yang sangat menawan dan membuat semua orang penasaran sehingga mereka melihat sekeliling dan saling pandang.


"Kenapa mereka membuat orang penasaran ya, dan kenapa om Badrul ada bersama mereka." Alga berkata dan itu membuat Alan dan Aditya melihat Alga bersamaan


"Apa? Itu beneran om Badrul kan" Alga menunjuk kedepan setelah melihat papa dan Daddy nya bergantian.


"Eh, kau benar. Aku tak memperhatikannya tadi." Aditya


"Kau benar kenapa Badrul bersama mereka" Alan


"Tentu saja, karena dia adalah bagian dari keluarga Golden Grade Comfort pa" ucap Alga dan melangkah maju melewati beberapa orang yang berdiri didepannya.


"Kau mau kemana Ga" tanya Alan


"Tanya sama om Badrul" jawab Alga tersenyum dan melangkah maju lagi.


"Bocah itu putramu" Dandi bertanya pada Alan


"Hem, dia baru datang dari luar negeri." jawab Alan bangga.


"Tapi kenapa mereka begitu hormat pada putramu, lihatlah." Dandi berkata dan menunjuk pada Alga yang semakin dekat dengan podium.


"Selamat datang Al" sapa Ariana dengan sopan dan senyuman menawan.


"Selamat malam Al" Aron pun ikut menyapa dengan sopan


"Selamat malam mas Al" sapa Tere yang juga ikut dalam acara itu.


"Selamat malam mas Al" pegawai Alga yang lain juga ikut menyapa dan menunduk dengan hormat.


"Selamat malam dan terima kasih semuanya karena kalian telah membantuku selama ini, aku sangat bangga pada kalian semuanya." Alga berjalan dan berdiri diantara Arian dan Aron


Alga berbalik dan menatap semua orang, dia melemparkan senyuman lalu mengambil mikrofon dan bersiap untuk bicara.


"Selamat malam semuanya, perkenalkan aku adalah Algazali Bagus Prayoga Abigail selaku pimpinan dari PT. Golden Grade Comfort yang sudah berjalan selama 6 tahun ini."


"Selamat datang semuanya dan terima kasih karena anda semua berkenan hadir dalam acara ini, walau kalian belum pernah bertemu dan melihat ku, jadi ku anggap ini sebagai penghormatan untuk ku dari kalian."


Ucap Alga dengan tegas dan penuh wibawa saat dia menyampaikan ucapan terima kasih pada para tamu undangan yang berkenan untuk hadir dalam malam acara penyambutan dan pembukaan restoran barunya walau belum tau siapa orangnya.


"Jadi dia adalah pimpinannya?"


"Seperti itu wajah pimpinannya"


"Dia sungguh masih sangat muda"


"Dia adalah anak muda yang luar biasa."


Semua orang kagum dan kaget secara bersamaan termasuk Alan dan Aditya yang tak tau apa pun selama ini. Bahwa pimpinan perusahaan yang selalu dia bahas selama ini adalah milik putranya sendiri.


"Apakah anda yang selama ini memimpin kami dan membuat perusahan tempat penanaman modal kami sukses." tuan Rendra bertanya dengan penasaran


"Tuan Rendra, sebelum aku menjawab pertanyaan dari anda, tolong ijinkan aku untuk mengucapkan terima kasih kepada anda atas dukungan penuh anda dan rasa percaya anda selama ini kepada saya dan juga perusahaan." Alga berkata dan seorang pegawai restoran berjalan membawahkan sebuah buket untuk tuan Rendra.


"Silakan tuan." ucap pegawai itu dengan sopan


"Oh, anda memberikan penghormatan kepada saya. Terima kasih." tuan Rendra berkata dengan tersenyum


"Selama ini saya tak pernah muncul bukan karena saya tak ingin mengenal kalian semua, karena pada waktu itu saya masih harus menyelesaikan pendidikan saya. Dan baru kali ini saya bisa muncul karena semuanya telah selesai dan saya akan bekerja secara langsung dengan kalian semuanya. Maka dari itu saya berharap kalau kita semua bisa menjalin hubungan baik dan bekerja sama dengan baik juga kedepannya."


"Malam ini saya juga mengucapkan terima kasih kepada para pegawai yang selalu ada untuk saya dan bekerja keras dengan baik, besok akan ada hadiah yang diterima semuanya dan ku harap mereka semua menyukainya."


"Selanjutnya ucapan terima kasih kepada mama saya yang telah mendukung saya selama ini dan mengajarkan kepada saya cara bertahan."


"Untuk yang terakhir, ucapan terima kasih kepada orang - orang kepercayaan saya yang selalu ada dan terus mendukung serta membantu saya dalam segala hal, Tante Ariana, om Aron, Tante Tere, om Badrul, dan kalian yang berdiri bersama ku di sini. Terima kasih untuk kalian semuanya."


Ucap Alga dengan tulus kepada semua orang yang telah memberinya dukungan dan bantuan selama ini.


"Dia sungguh sangat luar biasa." tuan Anang


"Kau benar, dia berada diatas prediksi kita" tuan Abdi


"Tak salah aku mempercayainya." tuan Rendra


"Kau tau tentang semuanya sayang?" Alan menatap Syafira


"Iya, maafkan aku karena aku ingin Alga sendiri yang bilang pada Daddy Yos dan mas Alan." jawab Syafira tersenyum


"Kau sungguh luar biasa, dia melampaui ku" Alan berkata dengan bangga dan berkaca - kaca


"Ya dia jauh dari kita semua kak. Kita baru mengenal dunia ini seusianya dan dia telah lebih awal memimpin kita." Aditya juga berkata dan meneteskan air mata karena merasa bangga pada keponakannya.


"Baiklah untuk semuanya silakan menikmati acaranya." ucap Alga dan dia turun dari podium


Beberapa orang berjalan mendekatinya, mengajaknya berjabat tangan dan saling menyapa. Semua orang merasa sangat kagum dan juga takjub pada pemikiran dan kepemimpinan yang telah dijalankan oleh Alga selama 6 tahun ini.


Alan dari jauh melihat putranya dengan rasa bangga yang tak bisa diungkapkan, Alan tak pernah menyangka kalau putranya bisa berkembang dengan begitu pesat dan sangat mengagumkan, bahkan Alan tak lepas menggenggam tangan Syafira yang ada disampingnya seolah dia mengungkapkan rasa terima kasih yang besar karena telah memberikan seorang putra yang mampu membuatnya merasakan bagaimana bahagianya menjadi seorang ayah yang memiliki bintang dalam kehidupannya yang dulu kurang baik.


"Tuan Alan, ini sungguh sangat luar bias. Ternyata gen memang sangat mempengaruhi ya, dulu kau telah menjadi singa di dunia bisnis diusia mu yang masih mudah, dan sekarang putramu telah menjadi raja bahkan diusia yang jauh lebih muda dari mu." ucap tuan Baron menyapa Alan yang duduk dengan mata berkaca - kaca.


"Kau benar, bahkan aku ingin rasanya menjodohkan anakku dengan putrinya siapa tau aku akan memiliki keturunan yang berkualitas juga" tuan Sugeng ikut bicara.


"Kalau dengan putramu ku rasa tak mungkin, tapi kalau dengan cucuku itu pasti." tuan Budianto angkat bicara.


"Kalian ini kenapa berbicara seolah - olah Alan akan menyetujuinya." tuan Nanang meledek semuanya


"Terima kasih semuanya, dukungan kalian juga sangat berarti bagi ku." Alan berkata dengan serius


"Kami pasti akan selalu mendukungmu, apa lagi sekarang kami tau kalau pimpinan PT. Golden Grade Comfort adalah putramu. Kau pasti bangga padanya" tuan Sugeng berkata dengan senyuman lebar


"Terima kasih taun Sugeng" ucap Alan


"Ya lihatlah, dia sedang sangat sibuk menerima semua ucapan dari semua orang yang mungkin akan menariknya untuk bergabung dengan mereka." ucap Dandi menunjuk pada Alga yang sibuk menerima ucapan dari semua orang


"Hem, yang kau katakan benar dan aku memang sangat bangga padanya. Rasanya tak bisa ku ucapkan bagaimana rasa bangga ku padanya." Alan berkata dengan senyuman yang tak lepas dari wajahnya dan juga air matanya keluar tanpa bisa dibendung.


"Aku sangat bersyukur memiliki istri yang sangat baik dan juga putra yang luar biasa" sambung Alan


"Ya nyonya Syafira memang ibu yang luar biasa karena mempu membawah generasi baru yang sangat matang, saya sudah mendengar ucapan dari putra anda bagaimana cara anda mendidiknya dan mengenalkannya pada dunia." tuan Nanang berkata dengan tulus atas pujiannya.


"Terima kasih." ucap Syafira dengan senyum lembutnya.


Pujian tak lepas dari keluarga Alan atas kesuksesan dari putranya yang telah mampu mendobrak dunia bisnis dan menunjukkan sayapnya di dunia bisnis dengan sangat lebar. Alan telah mendapatkan banyak pujian atas kesuksesan dari putranya dan hal itu membuat Alan memiliki rasa bangga yang tak bisa diungkapkannya atas nama putranya.