
Keesokan harinya Syafira setelah mengajar tari disebuah sekolah tari dia tak pulang ke rumah Alan melainkan pulang ke rumah Milky karena malamnya dia ingin mengadakan pertunjukan di klab malam milik Daniel Sanjaya teman Alan.
"Kakak sudah menghubungi tuan Daniel kalau kita akan membuat pertunjukan lagi di sana dan akan memberikan kejutan dengan mengekspos diri kita secara langsung karena ingin mengenalkan diri kita kepada publik?" tanya Syafira pada milky setelah dia sampai di rumah Milky.
"Sudah Fa, kakak sudah cerita secara detail pada bos Daniel dan dia menyambut dengan sangat senang dengan kedatangan kita kembali ke klab-nya." Milky tersenyum dan mulai menyiapkan semua persiapan untuk pertunjukan nanti malam.
Stelah perundingan dengan Milky kakaknya Syafira pergi untuk menjemput Alga di sekolah karena mulai hari ini tadi Alga sudah masuk sekolah. Syafira menunggu dan mengawasi Alga yang terlihat sangat senang dihari pertamanya sekolah, karena Alga terlihat sedang bermain dengan banyak orang teman seusianya.
"Mami, teriak Alga saat dia melihat Syafira berdiri tersenyum didepan pintu gerbang masuk sekolahnya.
"Oh, anak mama yang hebat. Senang ya sekolah?" Syafira mengangkat Alga dan menggendongnya.
"Senang, senang di sekolah sangat ramai dan Aga punya banyak teman bermain di sini. Semuanya sangat seru." Alga mulai bercerita dengan sangat seru pada Syafira.
Dalam perjalanan pulang ke rumah Milky didalam taksi Syafira menjelaskan pada Alga kalau mulai nanti malam dirinya akan kembali lagi bekerja dengan Milky tantenya untuk membuat pertunjukan tari dan akan pulang larut tiap malam seperti dulu lagi.
"Apa mami mau bekerja di tempat yang bising itu lagi? Kita akan pergi dan minum minuman yang warna warni lagi ya?" tanya Alga saat Syafira bercerita kalau dirinya dan Tantenya akan bekerja lagi di sebuah klab sebagai penari.
"Iya,. apa Alga gak suka? Kalau Alga gak suka mama gak akan bekerja disana lagi." Syafira mencubit hidung putranya yang mancung itu.
"Suka, suka karena Aga bisa minum enak. Cuma suaranya berisik Aga jadi gak bisa bicara." jelas Alga dan Syafira tersenyum lalu mencium pipi putranya itu.
...🌴🌴🌴...
"Bi apa Syafa dan Alga sudah pulang?" tanya Alan lewat panggilan telepon ke rumahnya.
"Belum tuan, tadi juga non Alea menjemput tuan kecil ke sekolah kata gurunya sudah dijemput sama mamanya yang tadi pagi nganter." jelas bi Aminah pada Alan.
"Baik, kalau begitu terima kasih bi. Nanti kalau sudah pulang suruh gak usah nunggu Alan. Karena Alan akan keluar nanti malam." jelas Alan dan mematikan sambungan teleponnya.
Siang itu Alan masih rapat sampai sore hari membahas segala macam urusan perusahaan termasuk ulah tuan Guntoro yang mulai bikin masalah dengan perusahaan Alan karena rasa kesal dan kecewanya dari kejadian pembatalan pertunangan antara Alan dan putrinya Fira yang membuat tuan Guntoro tak punya muka didepan para relasi bisnisnya.
"Bagaimana kak, apa perlu kita langsung memboikot atau mengakuisisi perusahaan Guntoro?" tanya Aditya yang merasa gemas dengan ulah tuan Guntoro yang meresahkan
"Santai saja, sampai segini tak masalah. Nanti kalau sudah berlebihan dan merugikan kita baru kita hajar dia sampai habis tanpa sisa." jawab Alan santai, dan Aditya tersenyum, karena dia lupa kalau kakaknya ini adalah predator berdarah dingin kalau berurusan masalah dengan musuh - musuhnya.
"Baiklah, biarkan mereka menggonggong kita dengarkan saja dulu. Ayo tadi daniel menghubungi aku kalau bakalan ada hal menarik ke klab-nya, kita bersantai dan lihat ada apa di sana malam ini." ajak Alan pada Aditya.
...🌴🌴🌴...
Suasana klab sangat ramai karena pengumuman yang disebarkan melalui media online oleh Daniel dan mengatakan kalau bintang malam klab-nya akan kembali dengan wajah baru. Alhasil pengumuman itu membuat semua menggambar Milky dan Kiky memadati klab Daniel
"Wa, gila ini para manusia banyak banget yang datang." ucap Dandi yang datang lebih dulu.
"Dia barusan turun katanya mau membantu anak buahnya mengamankan para pengunjung yang berusaha untuk menerobos masuk." jawab Dandi juga sama berteriak.
Setelah sekitar 30 menit akhirnya semua sudah bisa dikontrol dan sebagian pengunjung yang berdesakan di luar pulang karena Daniel berjanji pada mereka yang belum bisa masuk hari ini akan membuka untuk mereka dengan sistem bergilir agar mereka semua kebagian dan pertunjukan tari dari bintang malam klab itu akan berlangsung selama 1 minggu kedepan.
"Hah, akhirnya mereka mau mengerti juga. Lelah sekali." Daniel merebahkan tubuhnya di sofa dekat Dandi.
"Apa yang dilakukan oleh anak buah mu?" tanya Bayu yang merasa bingung dengan beberapa anak buah Daniel yang mendekati para pengunjung dan seperti memberikan sesuatu pada mereka.
"Oh, mereka sedang mendata yang hadir hari ini. Karena tadi aku menjelaskan pada semua pengunjung ku kalau yang hadir hari ini tak akan bisa datang besok, dan aku membuat pendaftaran secara online untuk para pengunjung klab ini mulai besok. Keren kan aku hahaha" Daniel tertawa terbahak setelah menjelaskan pada kedua temannya, "Tak ku sangka kalau bintang klab ini bakalan kembali lagi setelah 6 bulan haitus dan bikin klab ku sepi, tapi sekarang dan kedepannya pasti akan ramai lagi." jelas Daniel yang terlihat merasa lega.
"Yooo." teriak semua pengunjung saat lampu utama klab itu padam karena mereka mengerti kalau ini saatnya sang bintang muncul.
"Kedua penari mu itu sungguh luar biasa dan mereka seperti magnet uang bagimu." Dandi tersenyum karena dia juga sangat menunggu pertunjukan malam ini.
"Halo semua." suara Kiky memenuhi ruangan dengan senyum dari bibir kecilnya yang terlihat seksi karena dia memoleskan lipstik warna pink disana.
"Baik Kiky" teriak semuanya karena mereka mengenali kalau yang keluar dan menyapa mereka adalah Kiky karena tato bunga yang ada di pahanya.
"Gila, dia semakin memukau saja." Bayu dan Dandi memuji bersamaan penampilan dari Kiky.
Sementara diluar klab Alan dan Adit terjebak karena dia masuk lewat pintu utama. Mereka berdua tak bisa berjalan sama sekali dan semua orang berhimpit - himpitan satu sama lain. Dengan susah payah Alan melewati puluhan orang sampai akhirnya dia selamat, namun tidak dengan kancing jas-nya yang lepas entah kemana.
Alan mendengar suara seorang gadis yang menyapa mereka semua dan teriakan dari semuanya membuat Alan menutup telinganya dan Alan mendengus karena dendang telinganya hampir pecah karena teriakan semua orang.
"Kak, di sini." Adit mengulurkan tangan untuk membantu Alan keluar dari kerumunan orang.
"Ini klab apa tempat pertunjukan orkes sih padat banget orangnya hampir tak bisa lewat" gerutu Alan setelah dia lolos dari himpitan orang dan membuat jasnya rusak.
Kiky dan Milky mulai menari dan semua orang ikut menari dengan berdesakan. Sampai pada puncak pertunjukan Kiky membuka topengnya dan membuang kearah pengunjung dengan tarian dan kedipan mata yang menggoda membuat suara teriakan semakin seru.
Kiky tak tau kalau diantara pengunjung itu ada seseorang yang sedang terbakar emosi dan api yang ada didalam tubuhnya hampir menjalar keluar membakar seluruh gedung klab milik Daniel. Ya, orang itu adalah Alan. Dia mengepalkan kedua tangannya dengan kuat dan tatapan mata tajam yang tertuju pada Syafira yang sedang menari diatas podium dengan puluhan penonton pria yang meneriakinya.
"Aku suka baby, baby ku ini." Daniel berkata dengan sangat puas.
"Besok tutup klab mu ini." kesal Alan tanpa melihat Daniel.
"Eh?" Daniel menatap Alan bingung.
Aditya hanya diam melihat kakaknya yang sedang menahan emosinya karena ulah Syafira yang memilih untuk kembali lagi aktif dalam pertunjukan di klab malam yang dulu telah sempat berhenti karena menghindari kakak dan juga dirinya yang berusaha keras untuk mencarinya. Aditya menghela nafas dalam dan tak tau lagi harus berkata apa untuk menenangkan kemarahan kakaknya ini