Baby I Love You

Baby I Love You
Konferensi pers



Setelah kembali dan disambut oleh semua orang dengan hangat Syafira merasa sangat bersyukur memiliki keluarga yang begitu sangat menyayanginya. Terlihat Syafira masih kikuk dengan semua orang karena dia merasa malu selalu pergi tanpa kabar dan kembali begitu saja.


Namun tidak dengan Lisa, dia terlihat sangat senang dengan banyaknya orang dan teman sebayanya Andini dan Syifa kedua sepupunya yang tak jauh beda umur mereka bertiga hanya selisih 1 dan 2 tahun.


Setelah satu bulan Syafira kembali berkumpul dengan keluarganya lagi terlihat senyum Alan mulai kembali dan perasaaan Alan yang dulu selalu murung kini telah cerah lagi. Semua karyawan di kantor Alan menatap bingung dan bertanya - tanya dengan perubahan dari bos mereka yang saat ini begitu baik dan murah senyum.


"Kenapa ya dengan pak Alan belakangan ini sepertinya auranya sungguh sangat baik dan dia juga tak pernah marah - marah lagi seperti dulu."


"Iya kau benar, selama sebulan ini dia sungguh sangat manis yang selalu tersenyum bahkan tak pernah lagi membentak dengan nada tinggi saat kita melakukan kesalahan."


"Iya, tapi agak sedikit aneh ya. Setelah dia melakukan perjalanan ke luar negeri untuk memantau hotelnya yang ada disana begitu kembali dia sudah jadi seperti orang lain."


"Aku tak peduli apa yang terjadi, yang pasti kantor yang bagai tanah gersang dan tempat pertempuran selama 5 tahun ini sekarang telah menjadi taman bunga yang sangat indah dan damai tanpa ada makian dan amarah yang selalu membuat aku tercekik setiap saat."


"Iya, iya setuju dan semoga saja hal baik itu akan selalu menyertai pak Alan agar dia selalu menjadi malaikat yang tampan dan bukan iblis yang tampan."


Semua karyawan di kantor Alan sedang bergosip mengenai perubahan Alan yang 360 drajad dari 5 tahun yang lalu. Dan kantor yang dulunya sangat sepi itu kini telah menjadi hidup karena tak ada lagi ketegangan dan tangisan setiap kali ada yang dipanggil Alan untuk masuk kedalam ruangannya.


...🌴🌴🌴...


Saat pulang dari kantor Alan disambut oleh harumnya masakan Syafira dan teriakan si kecil Lisa yang selalu menunggunya dengan senyuman merekah indah di wajahnya lucunya.


"Papa capek." tanya Lisa yang sudah bergelayut manja pada Alan


"Hem, papa sangat capek." Alan pun menjawab dengan manja dan meletakkan kepalanya di bahu Lisa.


"Pa, 1 Minggu lagi adalah pendaftaran masuk ke sekolah dan sepertinya Aga harus kembali ke LA." ucap Alga yang berjalan dan duduk di sofa depan Alan.


"Iya papa tau, papa akan mengantar kamu setelah Konferensi pers lusa." jawab Alan


"Baiklah" Alga pun merasa santai.


"Sayang makanan sudah siap" teriak Syafira dan semuanya datang mendekat.


"Hei, mandi dulu baru makan dan jangan dibiasakan seperti ini" Syafira menahan Alan untuk duduk


"Sayang" Alan memelas


"Tidak." Syafira berkata dengan tegas.


"Baiklah, tungguin papa ok" Alan mencium pipi Lisa lalu pergi.


"Ayo makan buah dulu sambil nunggu papa selesai mandi." Syafira menyodorkan semangkuk kecil potongan aneka buah


Ya walau syafira masih sedikit canggung tapi dia tetap melakukan tugasnya, namun masih belum tidur bersama dengan Alan karena dia masih tidur di kamar putrinya dan Alan juga tak memaksa karena bagi Alan asalkan Syafira merasa nyaman dan tak akan pergi lagi Alan bisa menerima semuanya.


...🌴🌴🌴...


"Bagaimana apa kamu sudah siap?" Merisca dan Alea bertanya pada Syafira.


"Syafa masih sedikit gugup ma, Tan." jawab Syafira yang akan menghadiri Konferensi pers bersama dengan Alan dan kedua anaknya.


"Tenanglah sayang, semua akan baik - baik saja. Dan ini semua untuk memberitahu Alan dirimu dan juga kedua cucuku" ucap Merisca mengusap kepala Syafira.


Acara itu pun dibuka dan dimulai, terlihat banyak sekali awak media dan para wartawan yang datang karena mereka ingin tau dan juga penasaran dengan apa yang akan disampaikan oleh Alan yang merupakan orang terkenal dalam dunia bisnis selama ini.


"Wah lihat siapa mereka" ucap seorang wartawan saat melihat Alan berjalan bersama dengan syafira dan kedua anak mereka Alga dan Alisa.


"Tunggu, bukankah dia adalah pianis dan juga dancer yang terkenal dari Los Angeles Fifi" ucap seorang wartawan yang pernah bertemu dan hadir dalam acara pentas musik yang dihadiri oleh orkestra terkenal dan Syafira adalah pemain piano dalam acara itu


"Benarkah yang kau katakan itu, lalu apa hubungannya dengan tuan Alan ya?"


Para wartawan itu pun mulai berkasak kusuk dan saling menebak apa yang akan disampaikan oleh Alan yang membawah seorang musisi dan artis yang penuh dengan teka - keti selama ini juga kedua anak yang ada bersama dengan mereka.


"Selama siang untuk semuanya dan terima kasih karena kalian telah menyempatkan waktu untuk datang dan menghadiri acara Konferensi pers dalam keluarga saya pada waktu siang ini" suara Alan membuka acara dan membuat semua orang memiliki banyak pertanyaan karena melihat Alan hadir bersama dengan seseorang yang sangat terkenal di luar negeri.


"Pak Alan bolehkah saya mengajukan pertanyaan terlebih dahulu?" seorang wartawan menyuarakan permintaan


"Silakan" Alan


"Saya dari media best the best, saya ingin tau apa hubungan anda dengan nona Fifi. Karena saya pernah menghadiri acara penghargaan musik award di Los Angeles dan mengetahui kalau nona Fifi adalah salah satu dari peserta orkestra itu" ucap wartawan itu dan mewakili dari semua pertanyaan para wartawan lain yang juga ingin tau.


Alan tersenyum dan dia menatap Syafira yang juga ikut tersenyum, "dia adalah Syafira Putri Pertiwi Abigail, putri angkat dari kakak saya Aleana Putri Almira Abigail."


Semua orang saling tatap dan makin penasaran karena mereka baru tau kalau Fifi yang terkenal di luar negeri itu adalah salah satu anggota keluarga Abigail, padahal selama ini Fifi tak pernah mau hadir kalau acara itu diadakan di Indonesia.


"Kalian semua pasti bertanya - tanya apa hubungannya dia dengan acara hari ini" ucap Alan lagi dan semua wartanya menjawab iya


"Dia adalah wanita yang sangat saya cintai ibu dari anak - anak saya yang bermana Algazali Bagus Prayoga Abigail dan Alisa Putri Prayoga Abigail."


"Jika kalian bertanya bagaimana aku bisa menikahinya, itu semua karena aku sangat mencintainya dan kami telah menikah jauh sebelum kesuksesan ini ada, tapi kami sepakat untuk merahasiakan semuanya agar dia bisa mencapai cita - citanya dan pendidikannya dengan tenang tanpa ada gangguan karena dia adalah istri dari seorang Alan. Tapi kali ini, aku tak akan bisa lagi untuk membiarkan dia terlalu jauh dari ku."


Alan menjawab dan menjelaskan semuanya sebelum para wartawan itu bertanya, dan terlihat para wartawan itu saling melihat.


"Lalu nona Fifi apa alasan anda selalu menolak untuk hadir setiap kali grup orkestra anda hadir di Indonesia sehingga pemain piano dalam grup itu selalu diganti." tanya seorang wartanya


"Benar, jika anda adalah keluarga dari Abigail harusnya anda merasa senang jika akan tampil di Indonesia karena anda kan bisa bertemu dengan keluarga anda" sahut dari wartawan lainnya


"Iya, aku memang membatasi semuanya dan aku selalu menolak untuk hadir karena aku tak ingin meninggalkan anak - anakku, dan pada waktu itu putriku masih terlalu kecil untuk dititipkan di rumah penitipan. Dan lagi acara musik akan membutuhkan waktu yang lama dan mengharuskan aku untuk tinggal lebih lama, karena anak pertama ku dia harus sekolah. Aku tak ingin dia meninggalkan sekolahnya hanya karena alasan mengikuti ku untuk tampil dalam sebuah acara. Tapi jika acara itu hanya sebuah acara dance atau tak mengharuskan aku untuk tampil dalam sebuah grup aku akan menerima, karena ku bisa kembali setelah aku selesai"


Syafira menjelaskan dan menjawab pertanyaan itu dengan menggunakan anak - anaknya.


"Tapi bukankah harusnya itu tak masalah karena di sini juga ada keluarga anda." tanya wartawan lainnya yang masih belum puas dengan jawab Syafira.


Syafira tersenyum "benar sekali, tapi aku tak ingin membawah putri kecilku dalam perjalanan jauh, dan aku juga tak ingin meninggalkan putraku terlalu lama jauh dari ku"


"Lalu kenapa anda memilih tinggal di Los Angeles dan melahirkan di sana, sedangkan semua anggota keluarga anda ada di sini." Wartawan


"Karena aku ingin membuktikan pada diriku sendiri kalau aku bisa dan aku mandiri jadi tak ingin menggantungkan hidupku pada keluarga. Dan aku juga ingin mengajarkan pada anak - anakku soal kemandirian, jadi mereka tau bagaimana bertahan hidup sendiri tanpa harus bergantung pada siapa pun. Sebab putraku adalah orang yang nantinya akan menggantikan papanya, jadi aku tak ingin dia menjadi anak manja yang tau kalau kelahirannya sudah serba berada. Aku ingin dia merasakan menjadi orang biasa sebelum dia mengenal siapa dirinya dan orang - orang dibelakangnya." jelas Syafira


"Lalu apakah selama ini anda membesarkan anak - anak anda tanpa memberitahu mereka siapa papanya?" Wartawan


"Iya, aku melahirkan putraku jauh dari papanya dan baru mempertemukan mereka setelah 6 tahun, begitu juga dengan putriku aku melahirkan dia tanpa papanya dan baru memberitahukannya sekarang. Semua aku lakukan karena aku ingin menunjukkan pada mereka kalau mereka harus bisa bertahan dalam hidup ini." Syafira


"Dan apakah sekarang anda sudah memutuskan untuk tinggal bersama dengan pak Alan? Lalu apakah selama ini anda menghidupi anak - anak anda yang jauh dari pak Alan dengan biaya anda sendiri." Wartawan


"Iya, seperti yang saya katakan diawal kalau saya ingin mengajarkan pada mereka hidup mandiri dan harus bisa menghadapi hidup ini, jadi semua biaya tentang mereka saya menyimpannya di rekening untuk kehidupan mereka nantinya. Dan selama ini saya mengajarkan kerja keras pada putra saya yang nantinya akan menjadi pimpinan, agar dia bisa merasakan bagaimana kehidupan orang lain." Syafira


"Baiklah mungkin dari kalian semuanya sangat penasaran kenapa kamu melakukan itu dan kenapa membiarkan istriku yang merupakan anggota keluarga Abigail harus bersusah paya seperti itu. Itu semuanya kami lakukan untuk melatih putraku yang nantinya akan menjadi pimpinan menggantikan aku, agar dia tau bagaimana kehidupan dari karyawannya dan tak akan meremehkan orang lain. Karena dia juga pernah mengalami kesulitan dalam hidup." Alan ikut menambahi penjelasan dari Syafira


Berbagai pertanyaan yang diajukan oleh para wartawan dijawab oleh Alan dan Syafira dengan baik serta merekantak menolak apa pun pertanyaan itu. Bahkan soal pertanyaan mengenai mantan Alan dan para wanita yang selama ini mengejar alan.