Baby I Love You

Baby I Love You
Hari pengakuan



Selama didalam ruang kerjanya alan merenung dan terus berfikir keras atas apa yang telah dia ingat selama dia mabuk.


Alan tenggelam dalam pikirannya atas apa yang sudah dia lakukan pada syafira, dan dia bingung bagaimana cara dia memintak maaf serta menghadapi syafira nantinya.


"Alan, kenapa dari tadi kamu bengong mulu, kakak panggil - panggil gak nyahut." tegur alea yang masuk ke dalam ruang kerja alan dan mendapati adiknya itu sedang duduk bengong dengan tatapan kosong.


"Ah, kak Lea. Ada apa, sejak kapan di sana? Alan hanya lagi capek aja kok kak." bohong alan pada alea, karna dia takut kalo nanti kakaknya itu nyangka dia yang tidak - tidak, karna hak wali syafira ada ditangan kakaknya.


"Kamu kenapa? Ada masalah apa, cerita sama kakak. Sandra bilang katanya semalam Adit pergi nyariin kamu dan kamu sedang mabuk berat." alea bertanya pada alan dengan nada lembut.


"Kemarilah, ayo duduk di sini." alea menepuk sofa disebelahnya agar alan datang mendekat dan duduk dengan santai dengan dirinya.


"Apa yang dikatakan oleh Sandra kaka?" ucap alan dengan beranjak jalan mendekati alea.


"Tidak ada, dia hanya bilang kalo Adit mencarimu ditengah malam." ucap alea mengelus belakang kepala adiknya itu dengan penuh sayang.


"Alan hanya..." kalimat alan terputus karna dia ingat akan perbuatannya pada syafira.


"Apa?" alea menunggu dengan tidak tenang.


"Apa ada masalah dengan perusahaan atau dengan kolega kamu? Tapi Adit bilang semua lancar." jelas alea dengan tidak sabar dan cemas akan adiknya itu.


Cup


Alea mengecup pipi alan, dan itu selalu dia lakukan saat alan dalam masa kalut dan bingung, serta butuh dukungannya.


Alan langsung memeluk alea dengan erat setelah dia mendapat kecupan dari kakaknya, karna dia tau kalo itu terjadi artinya dia telah membuat sang kakak khawatir dan cemas pada dirinya, serta menerima apa yang akan dia katakan dengan jujur.


"Maafkan Alan kak, tolong maafkan Alan. Maaf." ucap maaf alan berkali - kali pada alea dan itu membuat alea semakin cemas.


"Apa yang terjadi?" Tanya alea dengan paksa mengurai pelukan alan.


Alan tertunduk tak berani menatap kakaknya "Alan telah melakukan kesalahan selama mabuk, dan alan tak tau kenapa alan bisa semabuk itu." alan mulai membuka awalan untuk menceritakan dan menjelaskan semuanya pada alea tentang ingatan apa yang dia lihat salama mabuk dan perbuatannya pada syafira.


Alea yang mendengar penjelas dari alan hanya bisa diam dan mengerjapkan matanya berkali - kali, dia tak tau apa yang sedang dilanda oleh adiknya itu dalam hatinya. Alea tak tau harus bagaimana menyelesaikan masalah alan kali ini. Walo alea tau alan dan syafira tak ada hubungan darah, namun dia akan sulit menjelaskan pada syafira soal semuanya yang dirasakan oleh adiknya saat ini.


"Sayang, kakak tak tau harus bilang apa. Tapi kakak mintak kamu harus menemukan sendiri jawaban itu dalam hati mu. Kakak tak marah untuk semuanya, kakak percaya kamu bisa mengendalikan dirimu. Perjelas soal perasaanmu, jangan sampai kamu salah melangkah dan juga salah mengambil tindakan." alea mengusap pipi alan dengan lembut.


"Selesaikan dengan baik bersama Syafa, jangan sampai dia takut pada mu. Kalian tak ada hubungan darah, tapi dia masih kecil. Kakak percaya pada kamu. Kalian sudah lama tak ketemu, dan saat ketemu lagi kalian sudah sama - sama besar." ucap alea pada alan yang terlihat dilema dengan pikiranya dan rasa bersalahnya pada syafira.


"Terima kasih kak." ucap alan dengan senyum yang dipaksakan.


"Baiklah, jangan terlalu dibebankan. Kamu tak tau kan kalo Syafa itu anak yang pandai dan berpikiran dewasa dari pada usianya. Kakak yakin dia pasti bisa mengerti. Dia sangat menyayangimu, dia tak akan menyalahkan kamu, percayalah pada kakak." alea menenangkan alan dan menjelaskan soal pemikiran syafira yang lebih dewasa dari anak seusianya.


Setelah pengakuan dan pemasukan yang didapatkan oleh alan, dia merasa sedikit beban pikirannya berkurang. Dan alan sedikit bisa bernafas lega walo masih ada yang mengganjal dihatinya, tinggal menghadapi syafira.


...🌴🌴🌴...


Sementara di sekolah semua murid yang sedang menikmati hari bebas mereka melakukan banyak kegiatan bersama.


Banyak yang menggunakan hal itu untuk pendekatan pada orang - orang yang diincar atau disukai, termasuk ayunda dan Denis dua orang yang saling suka dan saling cinta, mereka memanfaatkan waktu bebas sekolah dengan melakukan pendekatan dan pernayataan cinta.


"Haaaah... Ini adalah hari yang sangat menyenangkan, kita akan lulus setelah ini." ucap syafira dengan sangat riang walo dia tak ada pasangan.


"Aku akan lulus diusia yang sangat mudah dan akan kulia dan memiliki gelar sarjanah dengan usia yang mudah, sarjanah mudah hahaha.!" teriak syafira dengan tawa yang lebar dan diikuti oleh ayunda serta anisa.


"Ya di sini kau yang paling muda adik ku.!" ucap ayunda dengan memeluk syafira dengan erat serta dibalas syafira tak kalah eratnya.


"Syafa, apa rencanamu setelah ini? Apa kamu akan mencari pacar, tinggal kamu saja yang belum punya pacar kita jadi gak bisa dobel date." keluh anisa dengan memanyunkan bibirnya.


"Gak papa aku bisa jadi bodyguard kalian nanti hahaha.!" tawa syafira pecah.


"Aku sebenarnya juga punya orang yang aku sukai, hanya saja aku tak bisa menggapainya." ucap syafira sendu dan membuat ayunda serta anisa tertegun menatap syafira dengan tatapan bertanya - tanya.


"Syafa, apa maksudmu barusan? Jadi kau menyukai seseorang? Siapa - siapa dia, ayo katakan siapa orangnya." anisa menggoyang - goyang tubuh syafira karna dia ingin tau siapa orangnya.


"Benarkan Yun, sebagai kakaknya kamu pasti juga ingin tau siapa orangnya iya kan?" anisa menatap ayunda dan dibalas dengan senyuman oleh ayunda yang seolah dia punya firasat kalo adiknya sedang dalam dilema besar.


"Hey ayo kenapa kalian hanya berkumpul bertiga saja kami juga inging bersama dengan kalian." Denis datang mendekat dan duduk disebelah ayunda, begitu juga danu.


"Ah, ayo kita gabung dengan yang lain, untuk bakar - bakar jagung." syafira mengalihkan pembicaraan dan dia langsung bangkit lari bergabung dengan para guru serta teman yang lainnya.


"Kenapa sayang, sepertinya kamu lagi ada pikiran yang mengganggu mu.?" Tanya Denis pada ayunda yang bengong menatap kepergian syafira dan anisa serta danu.


"Syafa, dia menyembunyikan sesuatu dari ku." ucap ayunda dengan terus menatap aktifitas syafira dan teman - temannya.


"Mungkin itu hanya perasaanmu saja sayang, bukankah dia emang seperti itu orangnya." jelas Denis pada ayunda dengan senyum khasnya yang memunculkan gingsulnya.


"Ya, mungkin itu hanya perasaanku saja, ayo gabung dengan mereka semua." ayunda menarik tangan Denis untuk bergabung dengan teman - temannya yang lain.


3 hari telah terlewatkan acara di sekolahnya mereka semua pun kembali lagi kerumah mereka masing - masing.


"Syafa, apa kamu tau aku dan Denis sudah jadian dan kami telah resmi pacara denganya mulai hari itu." jelas ayunda pada syafira yang tidur di rumah alea karna mereka pulang malam, jadi syafira gak mau mengganggu alan.


"Hem, kakak senang?" Tanya syafira dengan senyum menatap ayunda yang wajahnya memerah karna malu dan juga bahagia.


"Ya, apa kamu juga tau kalo kami sudah ciuman." ayunda menjelaskan tentang ciuman pertamanya, sementara syafira malah teringat akan ciumannya dengan alan saat alan mabuk.


"Sangat kasar dan sakit." syafira tanpa sadar bergumam karna mengingat ciuman pertamanya yang direbut alan dengan kasar dan brutal.


"Hah? Kenapa kau malah bilang kasar dan sakit. Itu adalah hal yang sangat mendebarkan, karna sentuhannya sangat lembut. Pikiranmu lagi kemana sih Syafa.?!" ayunda menatap syafira dengan tajam dan kesal.


"Ah, hahaha... gak kak maaf tadi aku membayangkan apa itu tidak sakit dan kasar, Itu maksudku." bohong syafira pada ayunda karna dia gak mau kalo sampai ayunda tau tentang dirinya dan alan.


"Oh, pikiranmu ini. Itu sangat berkesan dan sangat nikmat, nanti kalo kau sudah punya pacar dan melakukannya kau akan merasakannya." ayunda berkata sambil tersenyum bahagia.


"Aku sudah melakukannya kak, tapi bukan dengan orang yang saling mencintaiku. Hanya aku yang suka dan itu adalah rasa suka yang terlarang." gumam syafira dalam hati dengan merebahkan tubuhnya dan menutup matanya.


"Kau sudah ngantuk Syafa? Ayo kita tidur besok saja kita beres - beresnya" ayunda juga ikut merebahkan tubuhnya.


"Hem." jawab syafira dan dia meneteskan air mata merasa sesak dalam hatinya dengan pengalaman first kissnya yang tak berkesan sama sekali.