Baby I Love You

Baby I Love You
Keputusan



"Alan bagaimana kamu bisa melakukan itu pada kami, bukankah kamu sendiri yang menyetujui kalau kamu akan menikah dengan putri ku Fira!!" tuan Guntoro marah besar karena Alan memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan Fira saat itu juga.


"Alan jangan keterlaluan, aku sudah mengumumkan kalau kita akan menikah. Bagaimana aku akan menanggung malu dihadapan teman - temanku nanti, tolong jelaskan apa yang terjadi dan apa yang kau lakukan padaku saat ini, ini tak adil untuk ku Alan. Jika kamu menyukai wanita lain itu tak masalah bagi ku tapi ku mohon jangan lakukan ini pada ku Alan." Fira juga merasa marah dan menuntut penjelasan pada Alan, karena merasa tak adil diputuskan secara sepihak oleh Alan.


Alan dan keluarga yang lainnya hanya menatap diam melihat tingkah Fira dan juga papanya yang terlihat sangat marah dan banyak meminta penjelasan atas pemutusan hubungan ini yang dilakukan secara sepihak oleh pihak keluarga Alan.


"Oalah, pertemuan ini untuk memutuskan hubungan toh. Ku pikir untuk melanjutkan hubungan, tau gitu aku gak akan berkerja keras untuk menghalangi." gumam Ayunda dalam hati dan mengawasi dari tempat duduknya dengan tenang.


"Alan kau tak bisa melakukan ini pada ku, kenapa kau mempermalukan aku dan keluarga ku sampai seperti ini." kesal Fira yang merasa tak terima karena Alan tak menjelaskan dan hanya diam saja.


"Aku pasti akan menuntut atas ketidak adilan dari putriku yang telah kau permainkan ini." tuan Guntoro menggebrak meja dengan sangat keras, dan Fira menangis sangat menyedihkan.


"Dan anda sebagai orang tua kenapa anda hanya diam saja dan tidak mengatakan apa pun, apakah anda dari awal memang sengaja mau mempermalukan keluarga kami seperti?!" Tante Fira menuding pada Merisca, Faris, Yoni dan Alea yang datang bersama dengan Alan.


"Sebelum kalian bertindak harusnya kalian mendengarkan penjelasan ku lebih dulu sampai selesai." selah Alan menatap tuan Guntoro dan Tante Fira yang terlihat sangat marah besar.


"Apa maksud mu. Apa kau pikir kami akan terima dihina dan dipermalukan seperti ini hah?!" teriak Tante Fira nyonya Amrita dengan emosi yang sudah menguasainya.


"Fira tolong jelaskan pada Tante dan juga papa mu apa yang sudah terjadi di malam itu." suara Alan membuat Fira kaget karena tiba - tiba saja Alan mengungkit masalah itu setelah 3 tahun lamanya.


Fira menatap Alan dengan bingung dan banyak pertanyaan di hati Fira saat itu, karena dia tak menyangka kalau Alan bakalan menanyakan kejadian yang sudah lewat dan hampir dilupakan oleh Fira sendiri.


"Kenapa kamu diam saja, apa kamu sudah lupa akan kejadian malam itu?" tanya Alan pada Fira sambil menghubungi seseorang. "Masuklah dan bawah berkasnya." ucap Alan lalu menutup teleponnya.


"Apa maksud mu Alan, malam apa dan ada apa dengan putriku." tuan Guntoro yang tak terima masih saja marah - marah.


"Kak." Ndaru dan Aditya masuk dengan membawah sebuah map ditangannya.


"Fira Yusniawati, harusnya aku melaporkan mu kepada pihak berwajib karena telah melakukan tindak pidana dengan memberikan obat terlarang pada seseorang dan juga melakukan penipuan." ucap Alan menyerahkan berkas itu pada Fira.


saat Fira membuka map itu dia terkejud dan tubuhnya bergetar, "Ya, sesuai dengan yang kamu lihat dan kamu baca kalau di situ tertulis hasil sampel dari DNA yang diteliti tak sama dengan milikmu, itu menandakan kalau bukan kamu wanita dimalam itu. Aku tak tau kamu membayar perawat atau dokter yang mana untuk mengganti hasilnya waktu itu, jika kamu tak terima dengan keputusan ku ini maka aku bisa membawa masalah ini ke pengadilan jadi terserah kamu mau yang mana untuk menangani masalah ini. Kau terima keputusan ku atau kita bawah ke pengadilan kasus 3 tahun yang lalu." jelas Alan dengan santai menatap Fira yang tubuhnya semakin bergetar.


"Ini, kamu masih menyelidiki masalah ini walau sudah 3 tahun lamanya?" tanya Fira dengan nada suara bergetar.


Alan mendekap Alga dengan erat yang duduk dipangkuannya dan memberikan buah pada Alga. "Tentu saja, karena aku gak mau melakukan kesalahan walau sekecil apa pun. Jadi untuk mendapatkan hasil yang sesungguhnya aku harus mendekati orang yang bersangkutan. Dengan begitu aku bisa mencari tau siapa wanita yang sebenarnya menemaniku malam itu, dengan begitu aku bisa memberikan keadilan pada orang yang tepat." jawab Alan tersenyum menatap Fira.


"Baik, aku terima kalau aku salah. Tapi Alan aku tulus mencintaimu selama ini dan aku melakukan ini semua karena aku tak ingin kehilangan mu." Fira berusaha untuk menyatakan perasaanya pada Alan.


"Tidak dengan keluargamu, papamu selalu ingin merebut dan mengorek usahaku dan Tante mu selalu ingin mendapatkan banyak harta dari ku. Jadi menurutku itu tidak lah tulus, dan terima kasih atas pengakuan mu. Tapi maaf, keputusan ku sudah bulat aku tak mau lagi ada hubungan apa pun dengan mu dan semua yang berhubungan dengan mu." Alan menjawab dengan menunjukkan bukti keserakahan papa dan Tante Fira yang selalu merencanakan sesuatu untuk mendapatkan keuntungan dari Alan selama ini.


"Kau lihat saja nanti. Aku pasti bisa lebih unggul dari mu dalam segala hal." ucap tuan Guntoro pada Alan dan menyeret Fira untuk keluar dari ruangan itu.


"Kau tak apa sayang?" tanya Merisca pada Alan.


"Tak apa, semua sudah selesai dan sekarang aku sudah merasa lega." jelas Alan tersenyum dan mencium kepala Alga yang duduk dipangkuannya dan sedang makan buah.


"Kau suka sayang?" tanya Alan menatap Alga.


"Suka om." jawab Alga dengan tersenyum.


"Kenapa memanggil om lagi, panggil papa saja." ucap Alan mengusap mulut Alga yang belepotan.


"Kakak ayu bilang kalau tamunya masih ada baru panggil papa, sekarang tamunya sudah pergi." jawab Alga dengan polos.


"Ah, ya. Itu hanya permainan saja." jawab Ayunda tersenyum dan menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Bagus, aku suka permainannya." ucap Alan tersenyum.


"Benarkah? Syukurlah kalau Daddy suka." Ayunda menjawab dengan tersenyum dan menatap mamanya.


"Alga, mulai sekarang dan seterusnya hanya boleh memanggil om dengan sebutan papa ok sayang." ucap Alan memerintahkan pada Alga agar memanggilnya papa.


"Kenapa? Apa akan ada tamu lagi?" tanya Alga dengan menatap Alan bingung.


"Tidak, karena mulai sekarang om akan menjadi papa Alga untuk selamanya." jawab Alan mencubit pipi Alga.


"Kenapa cucu nenek ini menggemaskan sekali." Merisca mengusap kepala Alga yang duduk dipangkuan Alan.


Setelah selesai makan Alan dan keluarganya pulang, melihat itu Syafira bersembunyi agar tak terlihat oleh yang lain dan sudah berpesan pada temannya agar jika ada yang mencarinya selain bos supaya tak memanggilkan dirinya.


...🌴🌴🌴...


Tepat jam 11 malam Syafira nyampai rumah dan Alga sudah tidur dengan lelapnya, Syafira mandi lalu sholat. Saat dia hendak naik ketempat tidur tiba - tiba pintu kamarnya ada yang mengetuk.


"Daddy." Syafira membuka pintu dan mendapati kalau Alan yang mengetuk pintunya.


"Ada yang ingin Daddy bicarakan pada mu, apa kamu sudah ngantuk?" tanya Alan dan menunggu jawaban dari Syafira


"Tidak, Daddy mau bilang apa?" jawab Syafira dan bertanya menatap sekilas Alan


"Ikut keruang kerja Daddy." Alan berjalan kearah ruang kerjanya dan Syafira mengikutinya dari belakang.


"Duduklah Syafa." Alan meminta Syafira duduk di sofa dan Alan duduk dihadapan Syafira.


"Syafa, sebelumnya Daddy minta maaf padamu. Karena Daddy telah menghancurkan masa depanmu. Sekarang Daddy ingin memperbaiki semuanya, kamu kembalilah bersekolah dan jalani kehidupan mu yang seharusnya." ucap Alan menatap Syafira yang terlihat bingung. "Kamu tak perlu repot mengurus Alga. Alga biar Daddy yang mengurusnya, kamu kembalilah kehidupan remaja mu." sambung Alan lagi.


"Kenapa tiba - tiba." tanya Syafira menatap Alan bingung.


"Syafa, Daddy ingin kamu menikah dan menjalani hidup yang bahagia. Maka dari itu Daddy akan menebus semua kesalahan Daddy padamu selama ini dengan mencarikan jodoh yang terbaik untuk mu. Binalah rumah tanggamu dan kamu berhak untuk bahagia." jelas Alan lagi sambil tersenyum menatap Syafira.


Mendengar itu hati Syafira terasa sakit, karena dia tak pernah menyangka bahwa daddy-nya meminta dirinya untuk menikah dengan orang lain bahkan akan mencarikannya sendiri jodoh untuk dirinya. Syafira ingin marah dan memukul Alan dengan sangat keras agar Alan sadar dengan kata - katanya yang membuat hatinya sakit itu, namun Syafira tak bisa melakukan itu semua. Syafira hanya bisa diam membisu dan meremas tangannya sendiri.


"Maaf Daddy, tapi Syafa tak apa hidup begini. Syafa tak bisa meninggalkan Alga dan Syafa akan hidup selamanya dengan Alga, karena dia bagian dari hidup Syafa." jawab Syafira sambil menunduk dan meremas tangannya dengan kuat.


"Syafa, Daddy tak bilang kalau kamu harus meniggalkan Alga. Kamu masih bisa bertemu dengan Alga, tapi juga harus menjalani hidup kamu. Kamu harus berumah tangga dan Daddy memutuskan ini dalam waktu yang lama, sampai akhirnya Daddy ingin mencarikan kamu pria yang baik dan yang mau menerima segala kekurangan mu dan kelebihan mu. Daddy akan menebus semua kesalahan Daddy padamu dimasa lalu dan ini sudah Daddy putuskan dengan pemikiran yang sangat dalam." jelas Alan panjang lebar namun semuanya tak ada yang masuk dalam telinga Syafira, karena terlalu sakit bagi Syafira mendengarkan orang yang dia cintai ingin mencarikan jodoh untuk dirinya.


"Maaf Daddy, untuk urusan jodoh Daddy tak perlu mencarikan karena Syafa akan mencarinya sendiri dan terima kasih atas semuanya, Syafa uda ngantuk mau tidur dulu." Syafira berdiri dan keluar dari ruang kerja Alan begitu saja.


Alan diam menatap kepergian Syafira dan menghela nafas dalam, karena Alan tak tau harus berbuat apa lagi untuk menebus segala kesalahannya dulu pada Syafira. "Kenapa sulit mengurus anak perempuan." gumam Alan setelahnya.


Sementara didalam kamarnya Syafira menangis dan meratapi nasibnya, Syafira tak tau harus sedih atau senang kembali ke rumah ini karena setelah dia mendengar kata - kata Alan tadi dadanya teras sangat sesak dan sakit.


"Kenapa, kenapa orang itu harus dia. Kenapa aku harus mencintainya, kenapa?" gumam Syafira sambil meratapi hidupnya yang begitu sangat menyedihkan.


"Jadi Daddy sudah memutuskan untuk mencarikan jodoh untuk ku, kalau begitu aku juga akan memutuskan aku tak akan lagi menutupi identitas ku, mulai besok aku akan mengungkapkan siapa diriku yang sebenarnya." Syafira telah mengambil keputusan dan menghubungi Milky kakak angkatnya.