
"Aku baru tau kalau ternyata bos kita sudah menikah dan memiliki istri yang sangat cantik dan juga multitalenta" pegawai 2
"Iya kau benar, dan itu yang membuat aura dan suasana hati bos kita sekarang penuh dengan bunga yang bermekaran" pegawai 1
"Hem, rasanya aku ingin sekali melihat istri bos, karena aku sangat menyukai pemain piano yang bernama Fifi seja dari dulu saat aku melihat kiriman video dari sepupu ku yang bekerja LA" pegawai 2
"Benarkah? Jadi kau sudah tau tentang dia sejak dulu" pegawai 1 dan 3
"Iya dan aku tak menyangka kalau ternyata dia adalah istri bos kita" pegawai 2
Di kantor Alan selalu saja ada pembahasan soal Syafira sejak Konferensi pers itu diadakan. Dan Syafira menjadi bahan pembicaraan utama dikalangan pegawai wanita yang membahas soal Syafira yang merupakan artis dan bintang dari luar negeri yang dikenal dengan nama dan sebutan Fifi.
"Kak, sepertinya acara kemaren membuat Syafa jadi terkenal" Aditya berkata dan tersenyum
"Ya, setidaknya sekarang mereka telah tau kalau aku telah memiliki keluarga dan Syafira adalah istri dari seorang Alan" dengan bangga Alan berkata
"Hem, baiklah setidaknya sekarang tak akan ada lagi orang yang akan meremehkan dia, dan lagi dia sekarang bukan lagi bayo kecil kita dulu. Dia telah berubah menjadi wanita yang kuat dan penuh dengan semangat" Aditya berkata dengan bangga.
"Iya, aku rasa pengajaran dan bimbingan mu padanya telah membuahkan hasil dan membuat dia mampu mengatasi segala masalahnya, tapi juga sangat pandai untuk bersembunyi." Alan berkata dan menatap Aditya yang duduk didepannya.
Aditya tersenyum dan bertingkah sombong didepan Alan "tentu saja siapa dulu dong Daddy Yos nya yang selalu ada untuk ya dan mengajarinya selama ini"
"Jangan bilang kalau kau juga mengajarkan padanya untuk melarikan diri dari ku" Alan menatap tajam pada Aditya
"Eh, tentu saja tidak. Kalau soal itu ku rasa dia belajar pada kakak, karena kakak kan suka sekali lari dan tiba - tiba menghilang." Aditya berkata dan mengingatkan Alan akan dirinya yang lari disaat kabar meninggalnya papa Mexca
"Sudah jangan mengiat tangan mengingat yang sudah berlalu, bagaimana apakah kakak sudah merencanakan sesuatu yang bagus, karena kakak bilang ingin melamar Syafira lagi." sambung Aditya
"Hem, aku sudah memboking restoran untuk malam ini, dan juga sudah mengirimkan gaun untuk digunakan Syafira nanti malam. Aku akan melamarnya dan melangsungkan pernikahan kami kembali, dan kali ini akan ku lakukan dengan benar dan meriah" ucap Alan dengan senyum yang merekah
"Ok, kali ini tolong lakukan dengan baik. Aku akan pulang dulu" Aditya berkata pad alan dan meninggalkan kantor.
Sedangkan Alan setelah menyelesaikan pekerjaannya dia juga meninggalkan kantor dan menuju ke restoran yang sudah dia pesan penuh untuk malam ini, karena dia ingin memanjakan Syafira dan memberikan kenangan indah untuk Syafira.
Sedangkan Syafira yang ada di rumah juga sudah siap dan mengenakan gaun yang dikirimkan Alan, syafira meninggalkan Lisa putrinya bersama dengan Ayunda karena dia diminta Alan untuk pergi sendiri.
Seorang supir telah menunggu di luar rumah dan dia langsung membuka pintu mobil untuk syafira begitu dia melihat Syafira berjalan keluar dari rumah.
...🌴🌴🌴...
Disebuah restoran mewah duduk seorang pria dengan setelan jas hitamnya yang terlihat sangat tampan sedang berdiri didepan jendela kacang dan garis rahangnya terlihat sangat jelas dengan sinar lampu yang menyinari wajahnya.
Sedangkan diluar restoran itu Syafira yang baru saja sampai berjalan dan ada seorang pegawai yang membantunya membukakan pintu yang terlihat memang sedang menunggu kedatangan Syafira, dengan ramah Syafira tersenyum dan pewangi itu mengantarkan Syafira masuk kesuatau sudut restoran dengan ramah.
"Silakan anda naik nona, tuan Alan sudah menunggu anda" ucap pegawai wanita itu pada Syafira
Syafira berjalan dan dia tersenyum menatap Alan yang berdiri dengan termenung, terlihat seperti memikirkan sesuatu sehingga membuat Alan tenggelam dalam lamunannya.
"Mas, mas Alan" suara Syafira dengan lembut memanggil Alan dan tangannya menyentuh bahu Alan perlahan
"Oh sayang kau sudah datang" Alan terkejud dan tersenyum menatap Syafira
"Kemarilah, apa kau masih ingat dulu aku pernah membawahnya kemari." Alan membawah Syafira ke dekat jendela dan Alan memeluknya dari belakang
"Iya, aku masih ingat" Syafira tersenyum dan melihat keluar jendela.
"Dulu aku masih belum yakin akan perasaan ku, dan kali ini setelah untuk kedua kalinya kau pergi meninggalkan aku, akhirnya aku tau dan sangat yakin kalau aku mencintaimu" Alan berkata dan mengeratkan pelukannya pada Syafira.
Syafira tersenyum bahagia dan dia merasa bagai diatas langit tertinggi yang penuh dengan pelangi dan taburan bunga - bunga yang menghiasi setiap langkah kakinya sehingga dia merasakan kalau kakinya tak menyentuh tanah karena semua langkahnya penuh dengan taburan kelopak bunga mawar yang memancarkan keharuman.
"Ayu kita menikmati makan malam kita karena aku masih punya banyak sesuatu yang harus aku lakukan dengan mu." Alan membawah Syafira berjalan ke meja yang sudah penuh dengan aneka makanan yang baru saja dihidangkan oleh pegawai restoran itu
"Terima kasih." ucap Syafira dengan tulus pada Alan
"Aku yang harusnya mengucapkan terima kasih karena kau telah hadir dalam hidupku." Alan membantu Syafira untuk duduk dan mencium keningnya.
Malam itu Alan dan syafira makan malam berdua saja dengan romantis, terlihat keduanya sangat menikmati dan juga sangat bahagia dan lantunan musik klasik yang mengiringi waktu mereka menambah kesan romantis malam itu. Bahkan Alan membawah Syafira untuk berdansa mengikuti irama musik yang dimainkan oleh beberapa orang untuk mengiringi dan menemani Alan dan syafira menghabiskan waktu bersama dengan romantis.
"Sayang" Alan mengeluarkan sesuatu dari saku jasnya dan jongkok didepan Syafira saat Syafira telah duduk kembali setalah berdansa dengan Alan dalam satu mainan lagi.
"Apa yang mas Alan lakukan" Syafira terlihat kaget dengan perlakuan Alan padanya.
"Menikahlah dengan ku lagi dan kali ini aku ingin melakukannya dengan benar dan meriah." ucap Alan dan menundukkan kotak cincin peninggalan dari orang tuanya.
"Ini adalah..." Syafira kaget melihat cincin itu
"Benar, ini adalah cincin mama yang diberikan oleh papa dan hari ini aku ingin kamu yang memakainya dan menyimpannya." ucap Alan yang masih pada posisinya.
Syafira tersenyum dan meneteskan air matanya karena merasa sangat bahagia, sebab tak akan lagi ada orang yang mengatai dia sebagai wanita tak benar karena melahirkan anak yang tak diketahui siapa ayah dari anaknya.
"Bagaimana, apakah kau mau menerima lamaranku" tanya Alan yang masih pada posisi yang sama.
"Iya, aku mau." jawab Syafira dengan bahagia
"Terima kasih sayang." Alan memakaikan cincin itu dijari manis Syafira lalu dia bangun dan memeluk Syafira dengan erat.
"Baby i love you" bisik Alan pada telinga Syafira dan mencium pipi Syafira lalu memeluknya lagi dengan erat.
Syafira dan Alan pun kembali pulang ke rumah bersama dan terlihat mereka sangat bahagia dan Alan menggenggam tangan Syafira dengan erat selama dalam perjalanan.