
Setelah mendengarkan nasehat dari Bu Damiyah untuk menyuruh Syafira kembali lagi pada keluarganya, dan Syafira menjelaskan panjang lebar pada Bu Damiyah dan Syafira tak ingin bahwa Daddy-nya terpaksa bertanggung jawab atas perbuatan yang tak disadarinya dan menjelaskan kalau semua itu bukan sepenuhnya salah dari Daddy-nya karena dialah yang datang mendekati daddy-nya tanpa tau apa yang sedang terjadi pada daddy-nya.
"Ibu tau kekhawatiran mu nak, tapi cobalah sekali saja kamu dengarkan pendapat mereka semua karena mereka adalah keluargamu. Jika nantinya mereka masih tak bisa menerima mu maka kamu bisa kembali lagi kesini." jelas Bu Damiyah lagi yang berusaha untuk membujuk Syafira.
"Apa kamu tau kalau Daddy mu juga sedang dirawat di rumah sakit yang sama dengan ibu waktu itu.?" tanya Bu Damiyah.
"Syafa tau Bu, karena Syafa sudah bertemu dengan Daddy." jawab Syafira tertunduk.
"Kamu tau alasan kenapa dia masuk ke rumah sakit?" tanya Bu Damiyah lagi sambil menatap Syafira yang tertunduk tak mau menatap Bu Damiyah.
Syafira diam tak bisa menjawab pertanyaan Bu Damiyah karena dia tau kalau Daddy-nya masuk kerumah sakit karena menanggung rasa bersalah setelah mengetahui kalau dirinya lah yang telah membuat masa depan Syafira hancur.
"Pikirkanlah nak, sudah waktunya Alga tau siapa ayahnya. Gak mungkin untuk selamanya kami akan diam merahasiakan semua kenyataan itu dari putramu kan? Dia berhak untuk tau." nasehat Bu Damiyah.
Syafira terus merenung dan berfikir keras untuk masalah dirinya dan juga kenyataan tentang Alga. Bagi Syafira mungkin tak apa jika dia tak bersama dengan daddy-nya, tapi tak adil bagi Alga yang tak bersalah harus ikut menanggung semuanya, Pikiran Syafira terus saja bergelut dengan akal sehatnya.
"Kiky ada tawaran untuk hadir dalam festival disebuah pesta tahunan perusahaan besar, dan mas sudah mengambil persetujuan itu jadi nanti kamu dan juga Milky akan tampil sebagai penutupan acara." ucap Badrul memberitahu.
"Apa mbak Milky sudah setuju mas?" tanya Syafira yang sebenarnya agak malas untuk tampil.
"Sudah tadi aku sudah beritahu dia dan dia sudah tanda tangan untuk bayarannya." jelas Badrul lagi, dengan terpaksa Syafira pun menerima.
...🌴🌴🌴...
Sesuai dengan perjanjian hari festival yang ditentukan pun datang, milky, Syafira dan Badrul berangkat ke acara itu bersama dan karena mereka akan tampil diakhir acara jadi Syafira berkeliling dulu untuk melihat - lihat suasana festival yang sangat ramai, karena Syafira tak perlu persiapan untuk tampil dia cukup mengganti kostum dan menata rambut saja.
"Hai nona boleh aku kenalan dengan anda?" sapa Daren pada Syafira yang sedang menikmati suasana malam festival.
"Maaf saya masih ada urusan tuan, saya permisi." tolak Syafira dengan lembut pada Daren dan pergi meninggalkan Daren.
"Hem siapa gadis itu, dia sangat menarik." Daren menatap Syafira yang pergi meninggalkan dia dengan memunculkan seringai dibibirnya.
"Kak haruskah kita datang kesini? Entah kenapa aku gak suka dengan keramaian ini" Ayunda terus saja mengeluh pada Denis
"Kenapa kamu dari tadi mengeluh sih sayang, kita nikmati saja dan aku dengar katanya akan ada tampilan Kiky diakhir penutupan nanti." jelas Denis pada Ayunda.
"Benarkah? Baiklah, kalau begitu aku akan menghubungi Om Adit sekarang." Ayunda langsung menghubungi Aditya untuk menceritakan kalau Syafira kemungkinan akan tampil dalam festival tahunan perusahaan Guntoro agar Alan bisa datang.
"Ya ada yang rindu dengan Kiky dan milky! Meraka akan tampil diakhir pertunjukan malam ini, karena perusahaan tuan Guntoro dengan khusus mengundang mereka." teriak MC yang mengatur jalannya pertunjukan.
"Gadis yang menarik aku harus bisa mendapatkannya bagaimana pun caranya." gumam Daren saat dia tau kalau gadis yang mau diajak kenalan tadi adalah Kiky sang bintang klab.
Sementara saat Daren berucap seperti itu tanpa sadar Alan yang baru datang dan mendengarkan itu merasa kesal, rasanya Alan ingin sekali segerah menarik Syafira turun dari panggung yang menunjukkan lekuk tubuhnya serta keindahan tariannya, walau tariannya ini bukan tarian seksi yang harus beratraksi dengan tiang seperti diklab milik Daniel.
"Dia memang menarik, semakin besar dia jadi semakin mengundang banyak kaum Adam. Harus diajari dengan benar anak ini." gumam Alan yang terlihat tak suka melihat tepuk tangan semua orang karena penampilan Syafira.
"Daddy." panggil Ayunda mendekati Alan, "aku sudah dapat nomer telpon Syafa dan juga alamat pastinya dia." Ayunda menyerahkan kertas yang berisikan nomer hanpon dan juga alamat rumah Syafira.
"Kamu dapat dari siapa?" Alan menerima dan tersenyum merangkul bahu Ayunda.
"Dari kekasih Daddy." jawab Ayunda tersenyum
"Jangan bicara sembarangan. Habis ini pulang sama Daddy." jawab Alan menyentil kening Ayunda.
Ayunda tertawa sambil memegang keningnya, "kan memang benar Dad, nona besar Fira Yusniawati adalah kekasih Daddy saat ini." jawab Ayunda dan menjauhi Alan karena takut disentil lagi oleh Alan.
"Kak sudah ketemu orangnya." Aditya datang dengan seorang pria bersamanya.
"Maaf tuan, saya Badrul. Apa ada yang bisa saya bantu tuan?" tanya Badrul pada Alan dengan sopan.
"Tidak ada, aku hanya ingin kamu selalu memberikan info kepada ku soal pertunjukan Syafa dimana pun itu." jelas Alan pada Badrul.
"Baik tuan." jawab Badrul yang merasa takut menatap Alan.
Setelah pembicaraan antara Alan dan Badrul akhirnya Badrul memberikan nomer kontaknya untuk memberikan informasi mengenai dimana dan kapan Syafira akan melakukan pertunjukan atau dimana tempat dia mengajar tari.
"Kiky, Kiky, Kiky teriak semua orang memanggil nama samaran Syafira saat pertunjukan dan penampilan Syafira berakhir.
Saat Milky dan Syafira mau turun dan berpamitan sama keluar tuan Guntoro tiba - tiba Aditya datang menemui Syafira, dan melihat adanya Aditya Syafira tau kalau daddy-nya pasti ada bersama dengan Daddy Aditya-nya saat ini.
"Baiklah nona Milky dan nona Kiky terima kasih atas kesediannya untuk hadir memeriahkan festival ini." ucap tuan Guntoro dan Fira.
"Sama - sama dan terima kasih tuan Guntoro dan nona Fira, kalau begitu kami pamit." ucap Milky dan mereka pun pulang.
Saat berjalan mau ke mobil Syafira kaget karena benar yang dia duga karena daddy-nya sudah keluar dari rumah sakit. Syafira sangat paham dengan maksud dari tatapan daddy-nya yang berdiri disamping mobilnya dengan Badrul yang juga berdiri dengan tertunduk.
"Masuk ke mobil sekarang." ucap Alan menatap Syafira.
"I-itu, Syafa mau..." kalimat Syafira terhenti karena tatapan Alan yang tajam.
Berjalan dengan pasti Syafira menuju mobil Alan dan masuk di kursi penumpang, dan Alan mengikutinya dari belakang dan duduk disamping Aditya yang sedang nyetir.
"Lain kali jangan berpenampilan seperti seorang gadis yang sedang menggoda atau menarik lawan jenis begitu, besok pindah pulang ke rumah, Daddy akan jemput kamu besok." ucap Alan tanpa melihat Syafira.