Baby I Love You

Baby I Love You
Kemunculan Kembali



Ayu dan Rina yang mencari Lisa akhirnya bisa melihat kalau Lisa ada dalam dekapan Alan dan terlihat sangat nyaman.


"Maafkan kami pak atas keteledoran kami dalam menjaga." ucap Rina dengan sopan pada Alan


"Dik ayo ikut Tante" Ayu mengulurkan tangannya pada Lisa


"Gak mau" Lisa mengalungkan tangannya ke leher Alan dan menenggelamkan wajahnya di leher Alan.


"Apakah dia momongan kalian?" dengan lembut Alan bertanya pada kedua wanita yang berdiri didepannya.


"Benar pak" Rina dan Ayu menjawab bersamaan


Aditya tersenyum melihat tingkah Lisa yang manja pada Alan karena teringat akan masa kecil Syafira yang selalu manja pada Alan setiap kali Alan baru pulang dari luar negeri, dan Alan menatap Adit dengan bingung sambil mengerutkan keningnya.


Seolah mengerti dengan arti tatapan dari sang kakak Aditya langsung tersenyum lagi dan kali ini dia memunculkan sederet giginya


"Kau." suara Alan dalam


"Tidak, aku hanya teringat akan masa kecil Syafa yang juga selalu nempel dan maja pada kakak setiap kali kakak baru datang dari luar, persis seperti gadis kecil ini." ucap Adit dan Alan tersenyum sambil menepuk punggung Lisa dengan lembut.


"Begini saja, kalian beritahu pada mama gadis kecil ini kalau dia ada bersama dengan kami di ruang tunggu vip." ucap Aditya pada Rina dan Ayu


"Baik pa." Rina dan Ayu menjawab bersama lagi


"Ayo kak." Aditya membawah Alan masuk


"Dada" Lisa dengan wajah riang melambaikan tangannya pada Rian dan Ayu.


"Bagaimana ini, dia adalah donatur utama acara ini kan" Rina berkata dengan khawatir


"Ya ayu tak tau, aku hanya membantumu saja." Ayu menjawab dengan santai


"Duh bantu aku cari solusi dong" Rina menggoyang lengan Ayu.


Didalam ruang tunggu Alan dan Aditya sudah disambut oleh banyak hidangan dan juga ditemani oleh wali kota yang sudah menunggu dari tadi.


Alan berjalan dengan sangat sambil mendekat Lisa yang terlihat sanga tenang, dan saat Alan duduk Lisa pun tak mau untuk duduk sendiri karena dia memilih duduk dipangkuan Alan.


"Mau buah" Alan menawarkan buah pada Lisa


"Putri siapa nak Alan." tanya wali kota pada Alan


"Putri dari peserta pak." jawab Aditya langsung.


Alan terlihat sibuk dengan Lisa dan mereka berdua terlihat sangat akrab bagai anak dan ayah, senyum lembut dan perlakuan Alan pada Lisa membuat perhatian pada semua orang dan ada beberapa orang yang mengambil foto Alan dan Lisa.


Rina dan Ayu lari untuk menemui kepala panitia untuk melaporkan kalau Lisa saat ini ada bersama Alan dan Aditya di ruang tunggu vip.


Dengan takut Rina yang merupakan penanggung jawab untuk menjaga Lisa mendekati kepala timnya yang terlihat sedang sibuk. Jantung Rina berdebat kencang karana takut untuk dimarahi sebab tak bisa menjaga Lisa dengan baik.


Tatapan tajam dari kepala panitia membuat Rina langsung ciut dan menatap Ayu yang berdiri disampingnya. Rina tersenyum sebelum dia bersuara, dan dengan nada bergetar Rina mengungkapkan apa yang sedang terjadi.


Dengan kaget ketua tim meminta pada Rina dan Ayu untuk diam dan tak bicara dulu sama Syafira karena takut kalau acara hari ini akan kacau kalau sampai Syafira pergi meninggalkan panggung.


Sedangkan di rumah tunggu Alan dan Aditya terpaksa tak ikut ke depan untuk menyaksikan penampilan para penyanyi dan penari bahkan permainan musik yang sudah disediakan untuk menghibur.


Terlihat Alan sangat senang bermain dengan Lisa hingga mereka berdua jadi sangat akrab satu sama lain, apa.lagi Lisa yang sangat patuh dan juga menurut membuat Alan menyukainya dan berniat ingin mengadopsi Lisa untuk dijadikan putrinya.


"Bagaimana menurut mu Dit kalau aku bilang sama ibu dari anak ini untuk ku ambil atau ku adopsi." ucap Alan pada Aditya


"Kak jangan sembarangan ambil anak orang." Aditya memukul Alan


"Jangan, nanti sakit papa." Lisa memukul Aditya dan hal itu membuat Alan dan Aditya tertawa gemas karena melihat Lisa yang sangat lucu.


Saat Alan sedang bicara dengan wali kota terlihat Lisa sedang bermain sendiri walau sesekali dia menghampiri Alan untuk memberikan kue yang dibelikan Alan padanya.


...🌴🌴🌴...


Di rumah Alga yang baru saja pulang dari sekolahnya dia langsung menyalakan televisi untuk melihat penampilan mamanya dalam malam puncak penghargaan para orang teladan dan juga artis yang memiliki dedikasi baik.


Alga menikmati acara itu sambil menikmati camilannya yang dia beli di luar sebelum pulang tadi, sampai dia merasa kaget karena dalam acara itu menampilkan sederet para donatur dan juga wali kota yang malam itu ikut hadir.


Dengan panik Alga menghubungi mamanya untuk memberitahu kalau papanya ada diantara para donatur yang akan hadir malam itu, nun sudah berkali - kali panggilan Alga tak bisa diterima oleh Syafira karena Syafira sudah tampil dan juga handphonenya dipasang dalam mode getar.


"Pasti mama sudah masuk dalam acara, bagaimana ini jika sampai mama bertemu dengan mama." Alga menyapa layar ponselnya dan kembali menatap layar kaca dan di sana mamanya sedang tampil elegan dengan pianonya.


"Semoga tak akan terjadi apa - apa pada mama dan Alis" Alga kembali duduk dengan tak tenang.


...🌴🌴🌴...


Saat diatas panggung tanpa sengaja Syafira melihat Rina yang tak bersama dengan Lisa, sehingga membuat Syafira bertanya - tanya dan tak sabar ingin segera menyelesaikan permainannya.


"Maaf nanti aku tak bisa tampil lagi di season kedua karena ada urusan yang penting." ucap Syafira seketika setelah dia menyelesaikan permainannya.


"Urusan penting apa nyonya Fifi" tanya panitia yang menatap acara dengan bingung.


"Aku harus ketemu Rina, karena dia terlihat sendirian tanpa putriku bersama dengannya." Syafira turun buru - buru dan membuat Ariana bingung.


"Fifi ada apa." Ariana menatap Syafira


"Aku mau mencari Rina, Lisa tak ada bersamanya." Syafira keluar dan mencari keberadaan Rina.


"Fi ada apa ini?" Ariana mengikuti Syafira


"Maafkan saya mbak Fifi, dik Lisa sedang ada di rumah tunggu vip." jawab Rina dengan takut


"Ruang tunggu vip? Bukankah itu ruang tunggu Untu orang penting?" Ariana menatap Rina


"Maaf, iya tadi tiba - tiba saja dik Lisa lari dan menghilang di kerumunan orang banyak lalu dia tiba - tiba bersama dengan tuan Alan dan tuan Aditya." jelas Rian


Mendengar itu Syafira terlihat terkejud dan dia hampir jatuh tapi ditahan oleh Ariana. "Kau bilang apa tadi, dia bersama dengan tuan Alan dan tuan Aditya?"


"Benar mbak" Rina menceritakan kalau Lisa tak mau diambil dan semakin menempel pada Alan


"Fi ada apa?" Ariana menatap Syafira yang bergetar.


"Duduklah dulu" Ariana membawah Syafira duduk di kursi


"Maafkan saya mbak." Rina merasa sangat bersalah pada Syafira.


"Dimana ruang tunggunya?" Syafira menatap Rina


"Ada didalam gedung sebrang mbak." Rina menunjuk pada bangunan yang ada didepan panggung


"Antarkan aku kesana" Syafira bangun lagi dan terlihat tak sabar


"Mau aku temani Fi?" Ariana bertanya dengan khawatir.


"Tidak kamu kembalilah ke panggung nanti aku mau langsung ke hotel saja." ucap Syafira dan pergi bersama dengan Rina.


Dengan langkah pasti dan juga cemas Syafira mendatangi gedung itu, terlihat banyaknya orang di sana membuat Syafira semakin khawatir.


"Mbak Fifi sebelah sini" Rina membawah Syafira masuk kedalam suatu ruang lagi yang didalamnya terdapat banyak bagian - bagian ruangan.


"Eh dik jangan kesana." seorang pria berkata dan terlihat sedang menjaga seorang anak kecil yang sangat familiar.


"Sayang" Syafira langsung memanggil Lisa.


"Ma.." Lisa terlihat sangat senang melihat mamanya.


"Kemarilah." Syafira membuka kedua tangannya dari jauh


Lisa langsung lari menuju Syafira dengan sangat ruang dan meninggalkan mainan dan kue yang dibawahnya, Rina menatap tersenyum begitu juga dengan orang yang menjaga Lisa karena perintah Alan.


"Apakah anda mama dari adik ini?" tanya pria itu mendekati Syafira


"Benar saya mamanya, terima kasih banyak sudah menjaganya dan maaf karena telah merepotkan anda." ucap Syafira dengan dengan sopan


"Mama, papa" Lisa menunjuk arah ruangan Alan


"Sayang tak boleh nakal, nanti kakak akan marah sama Lisa. Ayo kita jangan menganggu mereka ya, anak yang baik tidak boleh nakal dan harus patuh sama mama dan kakak." Syafira memberikan pengertian sama Lisa


"Baiklah, tolong sampaikan sama tuan anda terima kasih banyak dan saya harus kembali karena saya harus tampil lagi." ucap Syafira dengan sopan dan dia pun langsung pergi dari tempat itu dengan cepat.


"Dimana gadia kecil tadi" tanya Aditya pada pria yang menjaga Lisa


"Oh iya pak Adit, baru saja diambil oleh mamanya." jawab pria itu pada Aditya


"Hah? Apa kau yakin kalau itu mamanya? Kenapa kau tak hialng pada ku dulu" ucap Aditya


"Maaf pak Adit, nona tadi bilang kalau dia harus segerah tampil lagi karena dia sedang buru - buru, dan kelihatannya dia benar - benar mamanya karena adik kecil itu langsung lari menghampirinya saat melihatnya serta memanggilnya mama." jawab pria itu


"Baiklah, kalau begitu." Aditya pergi dan masuk lagi untuk mengatakan pada Alan kalau gadis kecil itu sudah diambil oleh ibunya.


Alan dan Aditya pun keluar dan menyaksikan pertunjukan yang ada dan terlihat sua orang sangat emang melihat kehadiran Alan dan Aditya yang sejak tadi sudah ditunggu - tunggu.


"Apakah dia yang namanya Fifi" tanya Alan pada seorang pria yang sejak awal mengawal Alan.


"Saya kurang tau pak Alan, biar saya tanyakan dulu." pria itu bangun dan berjalan ke arah panggung.


Setelah bertanya pria itu kembali pada Alan dan dia berjalan dengan sangat cepat untuk menginfokan pada Alan kabar yang dia dengar dari bagian belakang panggung.


"Maaf tuan Alan, dia bukan nona Fifi tapi dia adalah Ariana yang menggantikan nona Fifi karena nona Fifi berhalangan dan dia harus segerah kembali." jelas orang itu pada Alan.


"Begitu ya." Alan menanggapi dengan biasa saja.


Tak lama handphone Aditya bergetar dan itu adalah panggilan dari mamanya. Aditya keluar untuk mengangkat panggilan dari sang mama.


"Di apa kau bertemu dengan Syafira? Kau ada dimana sekarang? Dalam foto yang diambil dari para reporter mama melihatbadik Syafira diantara mereka dan dianterlihat sedang menggendong anak kecil, tapi mama sangat mengenalinya kalau itu benar - benar Syafira."


Nyonya Merica berkata dengan sangat antusias hingga membuat Aditya bingung untuk menangkap apa yang dikatakan oleh mamanya karena selama Aditya di tempat itu dia tak melihat Syafira sama sekali.


"Apa yang mama katakan tolong bicara pelan - pelan karena Adit tak bisa menangkap pesan mama" ucap Aditya


"Dengarkan mama, tadi mama melihat kalau dari bagian reporter menangkap foto Syafira dan mama mengambil gambar Syafira bersama dengan gadis kecil dalam gendongannya. Lihatlah mama sudah mengirimkan foto yang mama ambil dari televisi ke kamu." Nyonya Merisca pun mengirimkan gambar yang dia tangkap dari layar yang ditampilkan oleh reporter


"Baim Adit lihat dulu mama matikan dulu teleponnya"


Aditya pun melihat gambar yang baru saja dikirimkan oleh mamanya, kemunculan Syafira kembali membuat Aditya kaget karena gadis kecil yang ada dalam gendongan Syafira adalah gadis kecil yang sama yang sejak tadi ada bersama dengannya dan Alan, bahkan gadis itu juga memanggil Alan papa.