
Tak terasa 6 tahun pun telah berlalu dengan sangat cepat dan kini Alga telah tumbuh menjadi remaja yang bisa dibilang sangat tampan dan juga sangat berkharisma, remaja dengan usia 18 tahun yang telah sukses dengan usaha dan kerja kerasnya sendiri.
"Kakak..." Alisa berlari saat dia melihat sang kakak yang sudah dia rindukan selama ini.
Alisa lari menghampiri kakaknya dan langsung melompat kedalam pelukannya tanpa menghiraukan citranya dan pandangan orang yang begitu banyak di bandara, Alisa memeluk erat kakaknya.
Ya Alisa telah tumbuh menjadi gadis kecil yang cantik dan lincah dan mewarisi kecantikan Adinda sang nenek dan Alisa tumbuh menjadi gadis kecil yang sedikit tomboy dengan menyukai style yang sangat berbeda dengan kakak sepupunya Andini dan Asyifa yang terlihat lebih feminim. Alisa benar - benar mirip dengan Adinda dengan paras cantik dan tubuh tinggi namun gaya tak menunjukkan wanita sama sekali walau rambutnya panjang, namun Alisa lebih suka mengikatnya dengan gaya ikat kuda.
"Oho, princes." Alga menangkap tepat saat sang adik melompat kedalam pelukannya.
"Aku sangat merindukanmu pujaan hatiku" Alisa memeluk erat sang kakak dan menghujani ciuman bertubi - tubi.
"Kau mau membuat wajahku memar hem" Alga menghentikan aktifitas adiknya untuk terus menciumnya.
"Selamat datang kembali sayang." Syafira menyambut putranya dengan senyuman hangat dan kedua tangan terbuka.
"Halo honey" Alga memeluk sang mama dan mengecup bibir mamanya.
"Kau telah tumbuh menjadi jagoan boy." Alan terlihat bangga pada putranya.
"Kau pasti akan lebih bangga denganku setelah aku mengalahkan mu nanti pa" jawab Alga tersenyum lebar
Di rumah Alga disambut dengan sangat meriah oleh seluruh anggota keluarga besarnya dan Milky beserta keluarganya juga ada di sana karena Syafira menghubungi kakak angkatnya itu untuk ikut bergabung dengan kebahagiaan keluarganya.
"Tante Milky" Alga langsung mengenali Milky saat dia melihat wanita yang berdiri diantara keluarnya yang lain.
"Sayang, kau sudah dewasa aku sangat merindukanmu." Milky memeluk Alga dan menumpahkan air matanya.
"Aku juga merindukan Tante." Alga membalas pelukan Milky
"Terima kasih atas semuanya, aku bangga padamu." Milky mengurai pelukannya dan membelai wajah Alga
"Hay bro." Alga melakukan tos tinju dengan Badrul dan saling peluk
"Semuanya sudah ku siapkan" bisik Badrul sambil memeluk Alga
"Hem, aku tau om pasti bisa." jawab Alga sambil menepuk punggung Badrul.
Kembalinya Alga dirayakan dengan sangat meriah dan terlihat jelas kalau Alan sungguh sangat bangga pada putranya itu, dalam benak Alan dia ingin membawah Alga ke perusahaan dan menjadikanya pangeran di dunia bisnis sebab dulu Alan telah terjun ke dunia bisnis diusianya Alga sekarang.
...🌴🌴🌴...
"Aku dengar katanya bos kita telah datang ke sini dan akan berkunjung ke perusahaan, aku jadi tak sabar ingin bertemu dengan bos kita itu yang katanya masih mudah dan tampan." pegawai 1
"Benar - benar, aku dengar asisten Ariana bilang kalau bos akan berkunjung dalam waktu dekat ini dan ingin mengenal kita semua." pegawai 3
"Seperti apa ya bos kita, karena selama 6 tahun ini kita bekerja tanpa tau dan melihat seperti apa wajah pimpinan kita" pegawai 2
"Benar, katanya dia masih kecil" pegawai 4
"Itu tak mungkin, jika dia masih kecil bagaimana dia bisa menjalankan perusahaan yang begitu besar, terlebih lagi telah membawah kita semua keluar dari masa kritis saat masih ditangan bos Daren." pegawai 1
"Benar, mungkin usianya saja yang lebih muda dari bos Daren." pegawai 3
"Aha rasanya aku tak sabar agar cepat hari Senin lagi." pegawai 2
"Kau benar, untuk pertama kali aku menantikan hari Senin lagi padahal baru kemaren kita baru saja lewati hari Senin." pegawai 1
Semua pegawai di kantor Alga baik yang peria dan wanita sedang tak sabar untuk bertemu dengan bos mereka yang selama 6 tahun ini telah memimpin mereka namun tak pernah dilihatnya, dan hanya bicara melalui Ariana asisten sekaligus sekretaris Alga yang datang sejak 6 tahun lalu.
...🌴🌴🌴...
"Kak katakan padaku apa rencana kakak selanjutnya." Alisa bertanya pada Alga yang sedang mengantarkannya ke sekolah.
"Hem, ku rasa aku akan kembali lagi ke LA" jawab Alga asal
"Gak boleh, apa an sih kak. Baru juga datang dan mau pergi lagi saja. Tak bisakah kakak tetap tinggal di sini." Alisa marah dan menatap kesal pada sang kakak
"Kau sudah besar kenapa masih saja manja hah?" Alga menyentuh kepala Alisa
"Biar, karena aku hanya manja sama kakak saja, bayangkan saja selama 6 tahun aku tak melihat kakak dan sekarang baru lihat mau pergi lagi." Alisa memeluk Alga dengan maja
"Ah itu alasan saja, kamu ingin memamerkan kakak Al sama mereka kan" ucap Andini yang duduk di bangku belakang mobil
"Hem" Alga melirik Andini
"Kakak?!" Alisa marah dan menatap Andini
"Iya kak Al, Lisa sangat nakal dan dia sering berkelahi di sekolah, lalu dia bilang juga kalau dia ingin memamerkan kakak pada mereka, karena tak ada yang lebih tampan dari pada kakak." sambung Syifa.
"Siapa yang berkelahi, mereka yang mulai duluan, aku hanya membela diri saja" bela Alisa sambil tersenyum
"Jangan jadi anak nakal." Alga melirik Alisa.
"Tapi...kenapa harus memamerkan aku coba" Alga bertanya penasaran dan menatap ketiga adiknya itu bergantian sebelum membuka pintu mobil.
"Karena mereka semua menyukai Lisa dan Lisa menolaknya." jawab Andini dan Syifa bersamaan.
"Oho." Alga tersenyum dan menatap Alisa yang memanyunkan bibirnya.
"Semoga sukses dan jangan buat mereka kecewa." Alga menggoda Alisa.
"Hem ok, my brother" Alisa menjawab dengan melakukan gerakan hormat.
"Baiklah masuklah, nanti ku jemput lagi saat pulang." ucap Alga pada ketiga adik perempuannya.
"Ok, boy." jawab mereka bertiga bersamaan
"Melihat mereka sungguh sangat menyenangkan." gumam Alga tersenyum dan kembali masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya ke arah kafe untuk bertemu dengan sang mama.
...🌴🌴🌴...
"Selamat pagi mas Al" sama Dina saat melihat alga datang ke kafe
"Pagi mbak Dina, mama ada." jawab Alga sopan
"Ada di ruangannya Mas." jawab Dina sopan
"Terima kasih." Alga melangkah masuk kedalam ruangan kerja Syafira
"Apakah dia putra mbak Syafira yang katanya dari luar negeri itu?" tanya teman Dina
"Iya benar, mas Alga." jawab Dian
"Benar sangat tampan dan gagah." sambung teman yang lainnya.
"Ma, apa sibuk" Alga mendekati Syafira dan memeluk Syafira dengan maja
"Hem, tidak juga ada apa sayang." Syafira membalas pelukan putranya
"Apa mama belum bilang sama papa mengenai pekerjaan Alga." tanya Alga setelah dia mengurai pelukannya dan duduk di kursi depan mamanya.
"Belum, mama tak ingin memberitahu papamu. Sebaiknya kau beritahu sendiri saja." Syafira tersenyum dan mengusap wajah Alga "kau telah tumbuh menjadi dewasa dengan begitu cepat, aku tak percaya kau telah menjadi orang sukses."
"Semua adalah campur tangan mama" Alga menarik tangan Syafira dan menciumnya
"Mama hanya memberimu jalan, dan kamu telah melakukannya dengan baik. Tapi ingatlah sayang untuk selalu ada pada jalanmu jangan membuat hal yang merugikan." Syafira menepuk tangan Alga dan menggenggamnya dengan erat.
"Iya ma aku tau, dan rencananya lusa aku ingin menunjukkan semuanya pada papa dan yang lain dalam acara penyambutan, bagaimana menurut mama." Alga meminta saran Syafira
"Hem, lakukan yang terbaik. Mama yakin pasti papamu akan bangga pada mu, sepeti mama yang selalu bangga padamu." Syafira tersenyum dan memeluk lagi Alga
"Baiklah Senin depan Alga akan mengadakan pembukaan atas restoran baru yang bergabung dengan perusahaan dan Alga akan menunjukkan diri Alga pada semuanya." ucap Alga
"Ya, mama akan selalu mendukung mu." Syafira membelai lagi wajah putranya.
"Oh iya bagaimana dengan kuliahmu, apa sudah kamu putuskan." Syafira bertanya dengan penasaran
"Sudah, Alga akan mengambil bisnis dan hukum." jawab Alga
"Bersamaan? Apa kau yakin?" Syafira kaget dan melihat tak percaya
"Apa mama tak percaya padaku?" tanya Alga menatap sang mama dengan serius
"Tidak, bukan begitu. Hanya saja waktumu akan terkuras habis dan kau bisa kelelahan." Syafira melihat khawatir
"Tenanglah ma, tak akan ada hal seperti yang mama khawatirkan. Percaya padaku." Alga meyakinkan mamanya
"Baiklah terserah kamu saja." Syafira tersenyum dan mencium pipi Alga.
"Baiklah, mama lanjutkan pekerjaan mama aku akan di sini untuk mengisi waktu." Alga keluar dan dia tampil dipanggung kafe dengan permainan gitarnya.
Terlihat semua orang menikmati permainan Alga dan suara Alga yang merdu juga enak untuk didengarkan, dan tak hanya pengunjung bahkan para staf kafe juga menyukainya.
...🌴🌴🌴...
"Sayang akan ada acara pembukaan restoran baru dan penyambutan pimpinan baru PT. Golden Grade Comfort, sepertinya acara itu diadakan secara besar karena pimpinan mereka dari luar negeri dan semua para pengusaha telah mendapatkan pemberitahuan dan undangan." ucap Alan sambil menunjukkan undangan pada Syafira saat mereka sedang duduk di meja makan untuk makan malam bersama.
"Apa mas Alan akan datang? Apakah Daddy Yos juga datang?" Syafira bertanya dengan melirik Alga yang duduk didepan Syafira
"Ya mas dan Daddy mu akan datang, kau ikut ya karena aku berencana untuk membawah putra kita juga karena aku ingin ag..." Alan kaget
"Bagaimana bisa." Syafira memotong kata - kata Alan.
"Maksud mu apa sayang?" tanya Alan mengerutkan keningnya
"Tak apa ma, mungkin papa ingin mengenalkan aku sama rekan bisnisnya iya kan pa." Alga memotong dan tersenyum menatap Alan
"Iya, mamamu bereaksi berlebihan." Alan meledek Syafira
"Kalian, baiklah terserah kalau begitu atur saja sendiri." Syafira kembali makan
"Mama selalu begitu kalau sama kakak pa, seolah mama ingin melindungi kakak secara berlebihan." Alisa ikutan bicara
"Mama hanya tak ingin ada yang salah." ucap Syafira pelan
"Sayang, aku tau kamu sangat khawatir. Tapi semuanya sudah lama berlalu dan sekarang tak sama lagi." Alan menepuk bahu Syafira
"Iya." Syafira tersenyum menatap Alan
Syafira melihat Alga dan terlihat senyuman terukir dibibir putranya itu, yang seolah mengatakan kalau semuanya baik - baik saja dan dia bisa mengatur semuanya.
Sedangkan Alan menatap Syafira dengan tatapan sendu karena menganggap kalau Syafira masih trauma dengan kenangan yang dialaminya bersama dengan Alga yang waktu itu masih kecil, padahal kekhawatiran Syafira saat ini adalah dia takut kalau Alga tak bisa melakukan penyambutan dengan benar jika dia harus muncul bersama dengan Alan.
...🌴🌴🌴...
Hari H disebuah restoran yang menawarkan berbagai nuansa dan masakan dari Cina hingga Nusantara itu terlihat semua orang sudah sangat sibuk, hampir semua karyawan pilihan dari perusahaan telah hadir.
Restoran yang dibuka dengan beberapa blok dan menunjukkan nuansa yang berbeda disetiap bloknya itu memberikan kesan seolah pengunjung sedang hadir dan berkunjung ke negara aslinya karena nuansa dan pembuatan dekorasinya disesuaikan dengan aslinya, hal itu yang menjadikan daya tarik yang diberikan oleh restoran itu. Dan terakhir pada bagian belakang yang menghubungkan dengan semua blok menyajikan halaman yang luas dengan bangunan yang bisa dibuka tutup sehingga bisa menjadi ruangan tertutup dan terbuka secara bersamaan.
"Keren, ini sungguh luar biasa dan sangat hebat."
"Benar, perancangnya juga sungguh sangat memikirkan detailnya dengan sangat teliti."
Semua undangan terlihat sangat kagum dan takjub melihat bangunan restoran yang terlihat biasa saja dibagian luar namun bagian dalamnya sangat luas dan menyajikan nuansa yang berbeda setiap bloknya serta halaman yang luas yang menghubungkan semua blok itu mampu menampung lebih dari 800 orang itu juga tak kalah luar biasanya karena miliki pengaturan buka tutup, hingga bisa menyajikan pemandangan out door dan in door.
"Wah benar - benar luar biasa ya kak." ucap Aditya kagum dengan nuansa yang disajikan oleh restoran itu.
"Kau benar, pemikiran yang sangat luar biasa." Alan pun juga ikut kagum
"Apa papa menyukainya?" Alga bertanya dan menatap Alan
"Tentu, ini pemikiran dan dekorasi yang luar biasa, terlihat seperti aslinya." Alan terus memuji dengan tatapan bangga
Alga tersenyum dan merasa puas dengan penilaian Alan dan juga Aditya yang selalu memuji pembuatan bangunan dan pimpinan dari perusahaan baru ini.
"Kau sangat membanggakan sayang" bisik Syafira tersenyum puas pada Alga.
Alan melirik dan menatap istri dan anaknya yang berpelukan, Alan merasa aneh namun dia senang melihat keakraban anak dan istrinya yang terlihat saling menyayangi satu sama lain.
Waktunya telah tiba pada acara puncak dimana sang bintang utama harus keluar dan menunjukkan dirinya, semua orang terlihat sangat penasaran dengan orang yang telah mengundang mereka.
Satu persatu orang - orang yang bersangkutan keluar mulai dari Ariana, Aron, Badrul dan beberapa pegawai yang merupakan orang kepercayaan Alga atas pengaturan Ariana.
Semua orang terlihat tak sabar dan saling menebak kalau pimpinan baru dari PT. Golden Grade Comfort adalah salah satu dari mereka dan beberapa pengusaha melihat itu adalah Ariana, karena selama ini Ariana yang bergerak aktif.
"Selamat malam semuanya dan selamat datang, terima kasih karena anda semua berkenan hadir dalam acara ini walau kalian belum pernah bertemu dan melihat ku, jadi ku anggap ini sebagai penghormatan untuk ku."
Ucap Alga mengejutkan semuanya termasuk anggota keluarganya yang juga ikut hadir dalam acara penyambutan dan pembukaan restoran baru miliknya.
"Itu wajah pimpinan baru PT. Golden Grade Comfort? Dia terlihat sangat mudah"
Ucap semua orang yang hadir dan merasa kaget dengan kehadiran Alga ditengah - tengah acara.