Baby I Love You

Baby I Love You
Kemiripan Alga dan Alan



Setelah mendengarkan saran dari milky dan juga Badrul Syafira merenung sangat dalam, dia tak ingin membebani keluarga daddy-nya dan juga gak mau memanfaatkan keadaan.


"Apa yang harus ibu ambil sayang? Ibu sudah sangat bahagia dengan mu, ibu tak minta yang lain lagi." bisik Syafira pada putranya yang sedang tertidur pulas.


Syafira merebah tubuhnya ditempat tidur dan menatap langit langit kamarnya "Daddy, tolong maafkan Syafa, dan tolong hiduplah dengan bahagia jangan pikirkan Syafa lagi." gumam syafira dan menutup matanya.


...🌴🌴🌴...


"Oh ya kak, katanya tadi ada yang mau kakak ceritakan pada Al apa?" tanya Alan mengingatkan alea.


"Ah iya Sampek lupa. Sebelum kakak cerita kakak mau tanya apa kamu masih menyimpan video kita yang masih kecil gak? Kakak ingin lihat lagi." tanya alea yang membuat Alan Sakin bingung.


"Ya masih, memang kakak mau apa dengan video video itu?" Alan menanyakan pada kakaknya terlihat misterius.


"Tidak, kakak hanya ingin mencari dan memastikan sesuatu." jawab alea yang semakin membuat Alan makin bingung.


"Jadi kakak mencarik hanya untuk menanyakan itu saja?" Alan bertanya untuk memastikan.


"Sebenarnya ada lagi yang ingin kakak katakan, namun nunggu kabar dari Ndaru dulu." jelas alea dan Alan pun menyerah dan tak tanya lagi.


Dan keesokan harinya Alan menyerahkan video yang diminta oleh alea semalam, lalu pergi ke kantor bersama dengan Adit.


"Kak aku sudah mendapatkan tempat tinggal Syafira, dan ternyata selama ini dia tinggal di rumah putri Bu Damiyah ibu asrama Syafa dan Ayunda dulu." jelas Adit pada Alan selama perjalanan ke kantor.


"Jadi dialah yang membantu Syafa dan juga menyembunyikan Syafa selama ini." gumam Alan dan tersenyum.


"Dia orang yang memberitahu aku tentang kehamilan Syafa dan dia juga orang yang membantu Syafa kabur dan menyembunyikannya dari ku. Benar benar tak terduga." sambung Alan yang merasa lucu karena dirinya berhasil dipermainkan oleh orang orang yang tak diduganya.


"Apa kamu tau pastinya dimana tempat mereka? Kalo sudah nanti siang kita langsung kesana." sambung Alan memijat pelipisnya.


"Ok, aku sudah menaruh orang disana untuk mengawasi mereka." ucap Adit


...🌴🌴🌴...


Setelah menyelesaikan semua pekerjaan dannjuga urusannya Alan dan Adit langsung bergegas berangkat ke daerah tempat tinggal Syafira.


Dalam perjalanan mereka bertemu dengan bocah kecil yang menggemaskan dan juga jail.


"Paman aku kan gak ambil, jangan pukul aku nanti ku lapolkan pada papa ku loh." teriak alga pada seorang pria paruh baya yang menangkapnya karena mengusili dia saat sedang memanen mentimun.


"Siapa papa mu ayo laporkan, sini biar ku pukul juga papa mu." ucap orang itu dan alga langsung lari.


"Ya, ya.." mobil yang dibawah Adit tiba tiba oleng


"Kenapa Dit? Apa kehabisan bensin, tadi tak kau cek." tanya Alan bingung.


"Gak bensin masih banyak, kayaknya bannya bocor." ucap Adit keluar dan mengecek semua ban yang ternyata ban belakang kempes.


"Aku ganti dulu kak." Adit mengeluarkan ban sereo dan dongkrak.


"Apa benar di sini Dit?" Alan bertanya sembari melihat lihat kampung itu yang terlihat sangat asri dan juga sejuk.


"Alga jangan lari kembalikan karet karet itu." teriak orang itu mengejar alga.


"Papa...Tolong aga, aga mau dipukul paman jahat." teriak alga yang lari ke arah Alan.


Bruk


"Eh, aduh." keluh Alan yang merasakan sakit karena menabrak bamper depan mobil.


"Hos hos hos." nafas orang yang mengejar alga.


"Kenapa kak?" Adit kaget karena Alan mobil dengan suara yang sangat keras.


"Eh,?" orang yang mengejar alga ternganga melihat Alan.


"Pa - papanya Alga?" orang itu mengamati Alan, lalu lari meninggalkan Alan dan Adit yang kebingungan.


"Lah, kenapa orang itu lari kak?" Adit menatap Alan


"Mana aku tau, mungkin dikira aku akan marah padanya kali." Alan menjawab dengan bingung.


"Kenapa paman lali?" alga muncul dari balik belakang Alan dan membuat Adit terkejud.


"Kenapa Dit?" Alan bingung menatap Adit yang melongo.


"Apa tak bisa ganti? Kalo tak bisa biar aku yang ganti." ucap Alan dan berbalik dengan megangi pinggangnya yang sakit karena menabrak bamper mobil.


"Eh, anak siapa?" Alan terkejud melihat alga yang berdiri dibelakangnya.


"Ini tak salah kak?" Adit memutar tubuh Alan dan menatap Alga serta Alan bergantian.


"Telima kasih paman kalena Uda mengusil paman tadi." ucap alga sambil tersenyum menunjukkan sederet gigi putihnya.


"Namamu siapa?" tanya Alan sambil jongkok mensejajarkan tinggi tubuhnya dengan alga.


"Kak..." kalimat Adit gantung dan itu membuat Alan semakin bingung dengan tingkah Adit.


"Kau kenapa sih Dit, kayak orang linglung gitu." ucap Alan kesal.


"Tunggu kak, adik kecil siapa nama mama kamu?" tanya Adit pada alga dan ikut jongkok.


"Mama milky." alga menjawab dengan polos.


"Milky, apa dia seorang penari? Dan dia punya saudara bernama Kiky bukan?" tanya Adit lagi dengan meragakkan tarian dengan kedua tangannya.


"Ya, dia mommy ku." jawab alga lagi dengan wajah yang semakin menggemaskan.


Mendengar itu Alan pun sadar kalo anak kecil ini adalah anak yang bisa menghubungkan dirinya dengan syafira, dan berfikir kalo anak kecil itu adalah anak dari temannya Syafira.


"Ini benar benar luar biasa, ini adalah kuasa Allah kak." Adit berkata dengan menggoyangkan tubuh alan.


"Ya aku tau dia adalah petunjuk yang akan mempertemukan kita dengan Syafira." ucap Alan ringan.


"Kakak ini beg*k apa gimana sih? Emang kakak tak melihatnya, kalo ini adalah keajaiban." ucap Adit yang membuat alan semakin kesal pada Adit.


"Maksudmu apa jelaskan yang benar.!" bentak Alan pada Adit.


"Adik kecil sini." Adit mengangkat alga dan mendudukkan alga diatas mobilnya lalu memotret Alan dan alga.


"Coba lihat, kalian benar benar mirip. Ada kemiripan diantara kalian." ucap Adit menunjukkan hasil fotonya.


"Apa anehnya cuma mirip, ku pikir apa." Alan menanggapinya dengan santai.


"Iya iya benal, paman aneh hanya milip kalena aku emang tampan dan yang benal adalah paman ini yang milip aku ya, bukan aku yang milip dia. Sekarang tolong tulunkan aku." alga mengoceh dan membanggakan dirinya.


"Baiklah telima kasih paman paman aga pulang dulu nanti dimalahi mommy." alga hendak lari namun dicegah oleh Adit.


"Tunggu anak kecil, bukankah tadi kamu bilang mama mu milky. Kalo begitu aku akan mengantar mu bagaimana?" tawar Adit dan alga berfikir sejenak lalu mengiyakan.


Setelah menunggu sekitar 30nmenit akhirnya Adit mengantarkan alga pulang yang artinya dia akan ketemu sama Syafira.


"Tunggu kenapa jalannya berbeda ya?" Adit bergumam dan Alan mendengarnya.


"Kenapa Dit, ada yang salah" Alan yang sedang duduk di bangku penumpang bertanya soal gumaman Adit.


"Ah, tidak kak sepertinya ini bukan jalannyang ditunjukkan oleh orang orang yang aku kirim." jawab Adit


"Mungkin ada nama yang sama." jawab Alan acuh.


"Ya mungkin saja." Adit pun berfikiran sama dengan Alan.


"Emang paman mau cali lumah siapa?' alga yang duduk di kursi sebelah Adit ikut bertanya.


"Ah tidak kau duduk saja, setelah ini kearah mana rumah mu?" Adit bertanya dengan senyuman karena merasa gas dengan alga yang begitu pintar.


"Ah, itu ada masjid belok ke kili." ucap alga dengan sangat senang karena naik mobil yang bagus.


Setelah belok dari masjid tak bisa masuk lagi karena hanya ada gang kecil. "Tak bisa masuk." ucap Adit.


"Tak apa paman, aga tulun di sini. lumah aga Deket." alga pun turun setelah Adit membuka kunci pintu mobilnya.


"Ayo paman main ke lumah aga." ajak alga pada Adit dan juga Alan.


"Ah, tidak pamanasih ada urusan jadi paman pergi dulu." Adit melambaikan tangan dan disambut oleh alga yang juga melambaikan tangan.


"Ayo kita kerumah yang ditunjukkan oleh anak buah mu." ucap Alan setelah masuk dan duduk di sebelah Adit.


"Maaf tuan mencari siapa ya? Rumah ini kosong." ucap Bu Ema tetangga rumah milky.


"Orangnya pindah kemana ya Bu? Apa ini tau?" Adit bertanya dengan sopan.


"Oh." Bu Ema memperhatikan Adit dan juga Alan secara seksama.


"Maaf saya juga tak tau karena mereka pindah pagi pagi sekali." ucap Bu Ema kemudian.


...🌴🌴🌴...


"Subhanallah, kenapa aku baru menyadari semuanya sekarang." teriak alea dari dalam kamarnya.


"Kenapa sayang?" oni yang merasa terkejut langsung masuk dan bertanya apa yang terjadi.


"Coba lihat ini, alan dan bocah itu sangat mirip. Dia memang benar benar anak, lihatlah mata dan alis mereka sama, tatapan matanya tajam sama persis dengan alan dan juga papa. Kenapa aku tak bisa mengenalinya waktu video itu diputar." jelas alea pada oni


"Kak, jadi selama ini Syafa kita menahan semua bebannya sendirian. Ya Allah...Kenapa kita dulu tak mencobak mendengarkan penjelasannya." Alea menangis membayangkan nasib Syafira dan juga kehidupannya yang penuh beban menyembunyikan maslah begitu besar.


"Bagaimana dia tak takut, dia telah di****sa oleh daddy-nya sendiri yang sedang tak sadarkan diri, lalu dipojokkan dan dimarahi juga oleh daddy-nya, Syafa putri mama." tangis alea pecah dalam pelukan oni yang juga ikutan menitikkan air mata.