
"Tante Kiky makasih sudah mau datang ke acara ulang tahun ku." ucap sepupu Fira dengan riang.
"Iya sayang selamat ulang tahun ya." ucap Syafira dengan memberikan hadiah sebuah boneka teddy.
Setelah itu dia orang berfoto dengan syafira termasuk semua keluarga fira dan lara sepupunya yang menggemari Syafira saat dia dia tampil sebagai Kiky.
"Lihat apa itu, kemana tangan orang itu dan kenapa baby mau saja dipegang dan dipeluk seperti itu." gumam Alan yang memperhatikan dari jauh.
Setelah selesai acara Syafira dan milky mohon ijin pada keluarga fira untuk undur diri dan berganti baju. mi"Saya mohon diri dulu, sekali lagi terima kasih dan selamat untuk pestanya" ucap Syafira pada bibi Fira yang sedang punya hajatan ulang tahun putrinya.
"Iya iya kami juga terima kasih karna berkat kamu pesta ini jadi meriah." ucap bibi Fira pada Syafira dan juga milky.
Syafira tak sadar kalo kegiatannya sedang diawasi oleh sepasang mata tajam yang sudah dari tadi mengawasi dia dari jauh dan sembunyi sembunyi.
"Kiky tunggu gunakan ini." milky menyerahkan tanda hitam yang terbuat dari karet untuk dipasang lagi dibawah mata Syafira sebagai tahi lalat agar dia tak dikenali jika berpapasan dengan keluarga angkatnya.
"Eh iya, makasih kak." Syafira pun memasangnya dengan bercermin dari hanpon.
"Oh jadi begitu caranya dia menyamarkan dirinya selama ini." gumam Alan yang mengetahui cara penyamaran Syafira.
"Tuan Guntoro saya undur diri, tolong sampaikan pada Fira saya tak bisa lebih lama di sini karena keluarga saya sudah mencari" bohong Alan pada tuan Guntoro untuk pergi meninggalkan pesta dan mengikuti Syafira.
"Eh, kemana dia kenapa cepat sekali?" Alan celingukan di lobby hotel.
"Kiky, milky di sini." teriak seseorang yang membuat Alan menoleh dan mendapati lagi Syafira yang sedang berjalan menuju seorang pria.
Alan dengan cepat melihat plat nomor mobil yang membawah Syafira pergi, lalu dia mengikuti dari belakang. Mereka terus melaju hingga kesebuah mol.
"Mama nanti aga makan es kim ya? Aga mau yang lasa coklat." pinta alga dengan sangat riang karena diajak pergi ke mol.
"Iya emang kamu mau beli berapa?" milky membawah alga ke sebuah kedai es krim.
"Dimana mereka semua, kenapa sudah tak ada. Aku yakin mereka masuk ke mol ini." Alan terus celingukan mencari keberadaan Syafira.
...🌴🌴🌴...
Sementara ditempat Ayunda mereka mengawasi cctv didepan mereka dan mencobak melihat satu persatu tamu yang datang.
"Tunggu. Mundur sedikit." ucap Dandi dan videonya dimundurkan ke 5 menit sebelum acara dimulai.
"Gadis itu, yang menggunakan gaun biru laut." tunjuk Dandi dan saat gambarnya diperbesar akhirnya semua orang tau kalo pengunjung yang terakhir datang memang Syafira atau Kiky, dan gadis yang membuat gaduh dengan teror telpon dari bibinya Fira juga adalah ulah dari Syafira alias Kiky.
"Benar benar datang, dia beneran datang." ucap Ayunda senang.
"Syafa putri ku." gumam alea meneteskan air mata karena rindu.
"Sudah sayang setidaknya dia baik baik saja dan juga sehat." ini memeluk tubuh alea yang bergetar karena menangis.
"Kita akan membawah dia kembali lagi pulang ma, aku janji akan menyeretnya pulang lagi." ucap Ayunda pada alea mamanya.
"Tapi dimana Daddy?" tanya Ayunda yang baru sadar kalo Alan tak ada.
"Hem, mungkin ke pesta ya Fira." ucap Ndaru dengan kesal.
"Baiklah semuanya ayo kita istirahat, karena kalian dua pasti sudah capek." oni membubarkan semua orang.
...🌴🌴🌴...
"Ah, aku lelah. Kemana lagi aku harus mencari." gumam Alan duduk di kursi dekat taman bermain.
"Sayang ayo dong sudah malam ini, ayo pulang." bujuk Syafira pada alga yang lagi asyik bermain dan tak bisa dihentikan.
"Alga ayo besok main lagi, besok mau ikut ayah ke ladang apa gak? Kita mencari kereco buat dimasak mami." ucap Badrul membujuk alga.
"Benal ayah? Besok Cali keleca baleng baleng aga ya?" jawab alga dengan riang dan menghampiri Badrul.
"Dasar bocah ini, hanya patuh pada ayahnya saja." gumam syafira dengan tersenyum.
Alan melihat interaksi antara alga, Syafira dan Badrul terlihat mesra dimata Alan. Dan hal itu membuat Alan merasa kesal karena cemburu pada Syafira.
"Jadi dia pria itu? Lalu kenapa dulu tak mau bilang dan berusaha keras untuk menutupinya, dan sekarang tinggal bersama setelah aku menikahinya."
"Aku tak akan menyerahkan istri ku, bagaimana pun pernikahan mereka tak sah karena Syafira masih menjadi istri ku, walo pernikahan kami masih nikah siri karena dia masih berstatus pelajar."
Alan terus mengikuti Syafira sambil bergumam kesal dan kecewa atas tindakan yang dilakukan oleh Syafira terhadap dirinya dan juga keluarganya.
"Mas aku ke kamar mandi dulu ya." Syafira pamit pada Badrul.
Selagi Badrul berjalan ke arah parkiran, dia menjemput milky dulu di supermarket lalu berjalan ke parkiran bersama.
"Dimana Kiky?" tanya milky pada Badrul.
"Dia ke toilet." jawab Badrul dan merangkul milky.
Sementara Alan mengikuti Syafira pergi ke toilet dengan diam diam. Dan saat Syafira masuk kedalam toilet Alan berdiri didekat toilet menunggu syafira keluar.
"Waaaah, tolong." teriak Syafira dari dalam dan itu membuat Alan terkejut.
Alan yang mendengar teriakan dari Syafira tanpa pikir panjang langsung menerobos masuk kedalam toilet itu, dan Alan lihat kalo di sana ada kecoak yang sedang berterbangan kesana kemari sehingga membuat Syafira yang takut hanya bisa meringkuk ketakutan.
Alan langsung menangkapnya dan membuangnya kedalam tempat sampah dengan membungkusnya lebih dulu dengan tisu.
"Sudah tak ada berdirilah." Alan memegang bahu Syafira dan membantunya berdiri.
"Da - Daddy?" Syafira terkejut melihat Alan yang saat ini telah berdiri tepat didepannya.
"Halo baby kita bertemu lagi." ucap Alan lembut dan berbisik tepat ditelinga. Syafira.
"Ma - maaf saya harus pergi." Syafira hendak pergi meninggalkan Alan.
"Tunggu, apa kamu mau keluar begitu saja? Tak masalah jika kamu ingin jadi bahan gunjingan karena dianggap mesum didalam kamar mandi mol." ucap Alan dengan tersenyum menatap Syafira.
Mendengar itu Syafira pun berhenti dan tak jadi keluar, Syafira berdiam diri dan menjaga jarak dari Alan.
"Ayo ikuti Daddy." ucap Alan menggenggam tangan Syafira dan keluar kamar mandi bersamaan.
"Istri saya takut dengan kecoak." ucap Alan pada orang orang yang berdiri didepan kamar mandi.
"Ya Ampun sayang banget sama istrinya." sahut seseorang yang juga menunggu didepan kamar mandi.
"Daddy makasih, tapi Syafa harus pergi." ucap Syafira menarik tangannya dari genggaman Alan.
"Jadi dia pria yang kamu lindungi selama ini, dan dia juga alasan kamu pergi meninggalkan rumah. Tapi ingat kamu adalah istri ku dan aku sebagai Daddy dan juga suami kamu tak akan pernah melepas kan mu." ucap Alan menatap Syafira dengan tajam
Brrrrt
Hanpon syafira bergetar dan saat dilihat itu telpon dari Badrul yang menghubunginya karena Syafira sudah pergi terlalu lama.
"i - iya aku akan segerah kesana mas." jawab syafira dan langsung mematikan sambungan telponnya.
"Pergilah dan aku akan membawah mu pulang ke rumah lagi nanti." ucap Alan membiarkan Syafira pergi dari hadapannya.