
"Kak, apa yang akan kakak lalukan dengan orang - orang daren nanti?" sambil mengolesi obat merah pada luka alan adit bertanya soal rencananya dengan orang - orang yang akan dikirim oleh daren sebagai mata - mata di perusahaan.
"Hem, tidak tau. Mungkin aku hanya akan mengawasi mereka, dan aku penasaran apa yang akan dilakukan oleh mereka." alan menjawab setelah berfikir sejenak.
"Dari dulu aku selalu penasaran apa sebenarnya yang diinginkan oleh daren dari ku, dia seolah terobsesi pada sesuatu yang aku tak tau itu apa." lanjut alan menjelaskan dengan rasa penasarannya.
"Haaaah, sudah 1 bulan bocah itu tinggal di asrama tapi tak ada kabar darinya. Apa dia menghubungimu? Aku ingin ke sana untuk melihat keadaannya." tanya alan pada adit sambil bergumam.
"Syafa mungkin lagi sibuk, terakait dengan hari ujiannya, dia menghubungi aku karna di sana ada kegiatan pembelajaran untuk persiapan ujian akhir mereka." jelas adit pada alan yang terlihat khawatir.
"Jadi dia menghubungi mu dan tak pernah sekali pun menghubungi ku, bocah itu seolah ingin menghindar dariku." gumam alan sambil menyandarkan kepalanya disandaran sofa.
"Kakak terlalu keras padanya, mungkin dia jadi takut pada kakak." keluh adit yang ikut duduk lagi di sofa setelah mengolesi obat pada luka alan.
"Hem." suara alan malas dengan menutup matanya.
...🌴🌴🌴...
Sementara ditempat lain di perusahaan daren, yusnia yang baru datang dari perusahaan alan untuk berunding langsung melangkahkan kakinya masuk kedalam ruangan daren dengan senyum yang sangat manis dan jalan yang dibuat seindah mungkin.
"Sayang kau sudah datang, bagaimana hasil dari perundingannya tadi?" tanya daren langsung yang melihat yusnia masuk ke ruangannya.
Yusnia berjalan mendekati daren dikursi kebanggaannya "Ya semua sudah selesai dan juga aku sudah men...Aaah, eghm." kata - kata yusnia tertahan oleh tarikan tangan dan c*uman dari daren dengan sangat menuntut.
"Sa - yang, ehm. Tu - tung - guh du - luh." kalimat yusnia terpotong - potong karna daren terus saja menjelajahi rongga mulut yusnia.
"Aah, Dar - ren." De*sahan yusnia saat daren berpindah ke leher putihnya.
Daren memuaskan keinginannya untuk menyentuh yusnia sekretarisnya, karna dia tau saat melakulan perundingan yusnia selalu menggunakan tububnya untuk meluluhkan hati mitranya agar segera menyetujui perjanjian kerja sama mereka.
"Kenapa aku jadi teringat akan sentuhan dan bisikan dari tuan Alan, dia seolah telah mempengaruhi pikiranku. Dia sungguh berbeda dengan Daren, dan sentuhannya juga lebih lembut dari Daren. Aku jadi sangat menginginkannya." yusnia bergumam dalam hati saat dia menikmati permainan dan sentuhan dari daren bosnya dan juga mitra ranjangnya.
"Aah, uhg. .Sayang." suara yusnia membuat daren jadi menginginkan lebih dari sekedar menc*umnya saja.
Dengan posisi duduk daren menyibak sepan yusnia dan memposisikan yusnia duduk dipangkuannya dengan kaki terbuka lebar setelah dia meloloskan dalaman yusnia dan membuka resletingnya sendiri.
"Biarkan aku menikmatinya sayang, karna aku tak rela dan ingin menghapus jejak dari pria itu ditubuhmu." bisik daren ditelinga yusnia yang baju atasnya sudah terbuka dan menunjukkan tonjolan gunung kembar yusnia yang emang pengaitnya berada di depan.
"Ehm." lengkuh yusnia yang sudah dikuasi oleh n*fsunya karna ulah daren.
"Aaah, isst." d*sahan yusnia saat batang daren sudah masuk didalam miliknya.
"Hangat sayang, punyamu selalu nikmat." bisik daren lagi dan langsung melahap salah satu dari gunung kembar yusnia sambil mulai bergoyang.
Sekitar 1 jam lamanya daren dan yusnia menikmati permainan mereka dengan posisi duduk hingga keduanya mencapai puncaknya dan sama - sama terkulai.
"Yusron, masuk keruanganku sekarang." perintah daren pada yusron asistennya lewat panggilan telpon, setelah dirinya dan juga yusnia sudah merapikan baju mereka berdua.
"Tuan Daren." ucap yusron pada daren sambil memberi hormat saat dia sudah masuk kedalam ruangan kerja daren.
"Masuklah dan duduklah, kita harus merundingkan siap saja yang harus kita kirim ke perusahaan alan untuk menjadi wakil dan juga memata - matai mereka." jelas daren pada yusron dengan sangat percaya diri.
Setelah mereka bertiga merundingkan setrategi mereka, sesuai dengan yang disampaikan oleh yusnia yang telah disarankan oleh alan dan juga adit.
Sesuai dengan rencana daren pun menyiapkan orang - orangnya yang akan dikirim ke perusahaan alan untuk memata - matai dan juga berusaha mencuri ide dari perusahaan alan.
...🌴🌴🌴...
Gdubrak
"Ugh." pekik syafira yang terjatuh dan menabrak pinggiran meja.
"Gak papa Nis, aku cuma pusing aja dan juga kram perut karna lagi bulannya." ucap syafira sambil memegangi kepalanya yang terasa berputar - putar.
"Tunggu di sini aku akan panggilkan ayunda." anisa lari keluar kamar dan menuju ke dapur asrama untuk memanggil ayunda.
"Yunda, Syafa sakit.!" teriak anisa saat dia melihat ayunda sedang mengambil sarapan.
"Apa? Kenapa bisa, tadi masih baik - baik saja." ucap ayunda yang langsung lari dan diikuti anisa dibelakangnya.
"Syafa! Kamu gak papa?" ayunda membuka pintu kamar dengan keras dan mendekati syafira yang sedang duduk di kursi.
"Gak papa kak, cuma jadwalnya bulanan jadi pusing dan kram perut." ucap syafira pada ayunda yang terlihat panik.
"Tapi kenapa badanmu panas Syafa?" ayunda menyentuh kening syafira yang ternyata memang sedang demam.
"Aku telpon mama dulu ya." ucap ayunda meraih telpon genggamnya.
"Jangan kak, nanti mama khawatir." cegah syafira pada ayunda.
"Tapi... Kalo gitu aku telpon tante Sandra saja untuk nganter kamu ke rumah sakit ya, kamu harus ke rumah sakut Syafa." ucap ayunda pada syafira yang wajahnya sudah merah karna demam.
"Benar Syafa, walo sudah biasa kalo kamu kedatangan tamu bulanan seperti ini tapi sekarang kamu juga lagi demam, siapa tau kamu ada sakit lain." bujuk anisa yang akhirnya syafira menyetujui untuk menghubungi sandra.
Tak lama setelah ayunda menghubungimu sandra, dalam waktu 35 menit akhirnya sandra sampai di asrama syafira dan juga ayunda.
Dan setelah sandra bicara sama ibu asrama, sandra membawah syafira ke rumah sakit untuk diperiksakan dan ayunda menemani syafira.
"Syafa ingat kamu harus makan teratur gak boleh telat - telat makan, dan juga jangan belajar sampai bergadang. Ingat apa kata dokter tadi, harus istirahat cukup." jelas sandra saat mereka sudah didalam kamar asrama syafira.
"Tante jangan bilang daddy ya? Syafa gak mau bikin daddy Yos dan daddy Al cemas nanti." pinta syafira pada sandra dengan wajah memelas.
"Iya, tante gak akan bilang - bilang, tapi kamu juga harus jaga kesehatan ya.?" ucap sandra sambil mengusap kepala syafira.
"Yunda dan juga Nisa tante titip Syafa sama kalian ya? Jangan biarkan dia beraktifitas 3 hari kedepan dia harus istirahat total, dan surat istirahatnya yang dari dokter tolong serahkan pada pihak sekolah." ucap sandra dengan tersenyum pada anisa dan juga ayunda.
"Iya tante tenang saja." ayunda membalas ucapan sandra dengan semangat.
"Kamu juga harus jaga kesehatan jangan sampai sakit juga OK?" pinta sandra pada ayunda.
"Dan kamu juga Nisa." sambungnya dengan tersenyum menatap dua gadis yang menginjak remaja itu.
Setelah mengantar syafira ke rumah sakit dan menemani sebentar di asrama sandra pun kembali lagi ke rumahnya, dan dia berpamitan pada ibu asrama serta menitip - nitipkan syafira dan juga ayunda.
Seminggu setelahnya alan datang berkunjung ke asrama putri, dengan membawah banyak makan dan juga camilan untuk syafira dan juga ayunda.
"Maaf saya Alan daddy-nya Syafira dan juga Ayunda, bolehkan saya bertemu dengan kedua putri saya?" tanya alan pada Damiyah ibu asrama putri.
"Boleh pak tunggu sebentat ya? Sebaiknya bapak menunggu diruang tunggu saja, saya akan panggilkan Ayunda dan juga Syafira untuk anda." ucap bu damiyah pada alan.
"Ya Ampun siapa cowok itu ya cakep banget."
"Benar dia sangat keren, dan setelah bajunya itu menambah dia jadi terlihat gagah.
"Benar - benar, yang satunya juga tak kalah keren, mereka benar - benar bagai idola para wanita."
Para siswi yang tinggal di asrama saling berkasak kusuk melihat kedatangan alan dan juga aditya yang datang berkunjung ke asrama putri.
Asrama putri dibuat ricuh dan kacau dengan kedatangan alan serta aditya, karna para penghuni asrama yang semuanya wanita jadi heboh dan juga ribut karna ingin melihat alan dan aditya.