Baby I Love You

Baby I Love You
Penggagalan Rencana



"Bagaimana bisa jadi seperti ini" tuan saiful menatap tak percaya dengan apa yang dia lihat dan baca.


"Jadi tuan Saiful selama ini anda yang telah membuat kekacauan dan penurunan harga pasar, apa yang sebenarnya anda ingin lakukan. Apakah karena anda dikeluarkan dan saham anda diambil paksa makanya anda jadi seperti ini dan anda ingin membuat kecurangan ini" tuan Anang berkata dengan marah dan menatap tua Saiful sangat tajam.


"Tapi bukankah dari sejak awal memang saham itu bukan milik anda, karena anda juga telah merebut saham milik keponakan anda." tuan Abdi pun ikut bersuara dan menatap tuan Saiful dengan kesal.


"Apa maksud kalian, kalau pun itu milik keponakan ku setidaknya aku masih memiliki hubungan keluarga dengan dia, sedangkan bocah itu dia telah mencuri dengan tak baik." tuan Saiful berkata dengan nada tinggi.


"Benarkah, apa seperti itu. Aku rasa benar tuan Rendra kita tak harus ada di sini, buang - buang waktu saja." tuan Anang bangun dan pergi meninggalkan ruangan itu


"Aku ikut dengan mu" tuan Abdi pun ikut pergi bersama dengan tuan Anang.


"Jika ingin pergi maka pergi saja kalian, aku tak butuh dengan kalian dan ku pastikan kalian akan menyesal nantinya." teriak tuan Saiful dengan marah


"Sial, siapa sebenarnya bocah itu kenapa dia bisa melakukan ini semua." tuan Saiful marah besar karena rencana untuk merekrut tuan Anang dan tuan Abdi untuk menghancurkan Alga dan merebut kembali perusahaan Daren gagal.


"Sekarang bagaimana?" tuan Guntoro bertanya dan melihat Daren sama tuan Saiful bergantian


Terlihat tuan Saiful bernafas dalam dan Daren tak bisa berkata apa - apa lagi karena semua yang dia lakukan telah ketahuan bahkan semua rencana yang telah dibuat pun ketahuan. Sampai - sampai perusahaan yang bekerja sama pun telah dicantumkan sebagai perusahaan sahabat dengan PT. Golden Grade Comfort


1 Minggu sebelum rapat.


"Bagaiman Ga" Aron bertanya pada Alga yang terlihat sibuk


"Mereka pasti akan mengumpulkan semuanya om dan membuat mereka semua melawan balik pada kita, dan sepertinya ini adalah permainan tuan Saiful dan tua Daren. Tapi sayangnya mereka tak tau siapa aku, orang yang sudah ku anggap hama adalah mereka yang harus dibasmi sampai tuntas." Alga berkata dengan tersenyum sinis


"Apa yang akan kau lakukan pada mereka" Aron terlihat penasaran


"Aku akan membiarkan mereka berhasil dulu dalam rencana mereka dan akan ku pukul talak setelahnya, bagaimana menurut om" Alga menatap Aron


"Kau akan bermain dengan pasar." Aron menatap layar laptop Alga


"Tentu, permainan jarak jau hanya bisa seperti ini. Kita beri umpan pada mangsa yang akan kita mangsa dulu baru kita bisa mendapatkannya dengan utuh." Alga lagi - lagi kembali tersenyum


"Sial, saat seperti ini dia terlihat seperti orang asing dan bukan bocah yang ceria dan ramah seperti biasanya." gumam Aron dalam hati menatap Alga yang terlihat serius.


"Om sepertinya mereka bekerja sama dengan tuan Guntoro, tapi siapa dia?" Alga menemukan kalau tuan Saiful bergabung dengan Daren dan juga tuan Guntoro dalam pasar modal dan mereka membuka perusahaan yang berjalan di bidang makanan siap saji untuk melawan perusahaan yang baru dipegang oleh Alga karena direbut dari tangan Daren.


"Guntoro? Aku juga tak tau siapa dia, coba minta Ariana untuk menyelidikinya" Aron memberikan saran


"Hem, baiklah karena di sini tidak ada data yang lengkap aku akan coba hubungi Tate Ariana dulu."


"Bocah itu, telah tumbuh dewasa dengan sangat cepat. Siapa sangka anak kecil yang dulu lucu dan menggemaskan saat pertama kali bertemu sekarang telah menjadi predator di bidang bisnis."


"Pemilihan ku memang tak pernah salah kalau dia adalah orang hebat, dari sejak awal aku selalu melihat dia tertarik dengan dunia bisnis. Yang ku pikir hanya pikiran anak - anak, tapi malah berkembang jadi seperti ini. Keturunan Mexca benar - benar berbahaya"


Aron bergumam sendiri dan mengingat kembali saat - saat pertama kali dia bertemu dengan Syafira dan Alga saat mereka melarikan diri dan bersembunyi dari sesuatu yang tak diketahui, namun ketertarikan Aron pada Alga yang selalu mengikuti dia bermain game online dalam pasar laba membuat Aron mengajari Alga dan berakhir dengan hal yang saat ini dia lihat sendiri. Alga bocah kecil dulu telah menjadi pimpinan perusahaan diusianya yang terbilang masih sangat mudah dan mampu menggulingkan orang lain yang telah ditargetkan dengan sangat gampang.


"Ga bagaimana hasilnya" Aron melihat pekerjaan Alga setelah sehari ditinggalkan untuk menunggu kabar dari Ariana mengenai tuan Guntoro.


"Iya om, Tante Ariana bilang kalua dia adalah orang yang telah berurusan dengan papa dan perusahaannya telah diakuisisi oleh papa. Mereka telah bermain belakang dan aku yakin ada orang dalam yang membantu mereka sehingga mereka bisa tahu persis dengan label milik kita." Alga tersenyum menatap Aron


"Ayo kita mulai permainannya, bukankah perusahaan om harus ikut serta sekarang." Alga melihat Aron dan memainkan Alisa matanya


"Kau benar - benar licik, baiklah ayo kita mulai." Aron pun ikut dalam permainan Alga.


"Hahaha, apa om mulai lelah" Alga tertawa melihat Aron.


"Hem, baiklah aku akan melancarkan serangan. Tapi aku masih ingin bermain musik" Aron berkata dengan memasang wajah sedih.


"Tentu, om bisa terus bermain musik. Serahkan semuanya pada mu, aku hanya butuh persetujuan dari om saja untuk mengelola semuanya." Alga melihat Aron dengan serius.


"Ok, seperti biasanya lakukan sesukamu asal jangan membuat perusahaan ku rugi." Aron menyerahkan sebuah kunci dan karu pada Alga setelah mengakhiri kalimatnya.


"Tentu, akan ku buat om memiliki banyak pemasukan." Alga berkata lagi dengan sama seriusnya seperti tadi.


...🌴🌴🌴...


"Selamat pagi mas Al." sapa seorang pegawai yang menyambut kedatangan Alga di kantor Aron.


"Pagi Tante Tere" balas Alga dengan senyuman manisnya


"Apakah ada yang bisa saya bantu mas Al? Apakah pak Aron tidak masuk kantor lagi?" Tere mengikuti dibelakang Alga


"Om ingin aku melakukan sesuatu, dan aku butuh bantuan Tante Tere bisa?" tanya Alga dengan polos


"Tentu saja, apa yang bisa saya lakukan untuk mas Al" jawab Tere dengan baik dan sopan karena dia tau kalau Alga adalah orang kepercayaan Aron walau dia masih anak - anak.


Alga menjelaskan pada Tere apa yang harus dilakukan dan dikerjakan, dan Alga juga meminta pada Tere untuk melakukan penawaran dengan pihak pemasok yang ada diluar wilayah dan juga melakukan kerja sama dengan prodak label yang sama dengan label yang akan dikeluarkan oleh perusahaannya.


"Apakah tuan Aron ingin melakukan kerja sama dengan pihak mereka mas Al? Dan siapakah mereka, bukankah mereka adalah perusahaan yang berjalan di luar negeri, apakah prodak dan kualitasnya sudah pasti." Tere bertanya karena dia merasa bingung dengan tugas yang diberikan oleh Alga


"Tidak pasti Tante, kami hanya ingin memberikan umpan pada mereka. Dan buat mereka yakin dengan kita, sehingga aku bisa menangkap dalangnya." jawab Alga


"Maksudnya mas Al ingin menyelidiki mereka?" Tere menatap Alga


Alga tersenyum menatap Tere yang selalu tepat dalam menebak isi pikirannya, dan hal itulah yang dulu membuat Tere diterima sebagai sekretaris Aron atas rekomendasi dari Alga saat pemilihan sekretaris baru untuk perusahaan Aron karena sekretaris yang lama keluar.


"Apakah tidak terlalu bahanya untuk melakukan hal ini mas, dan apa tak akan ada dampak bagi perusahaan" Tere bertanya dengan cemas


"Jangan khawatir Tan, semua sudah ku pastikan. Aku hanya ingin Tante mengirimkan surat kerja sama dengan pihak mereka, selebihnya serahkan padaku." jawab Alga santai


"Baiklah sesuai perintah mas Al, saya akan melakukannya dengan segerah." Tere menjawab dengan pasti


"Baik, semoga berhasil aku akan menunggu kabar dari Tante" Alga pergi setalah bicara.


Keesokan harinya Tere langsung menjalankan perintah Alga dengan mengirimkan tawaran kerja sama dengan pihak Daren dan tuan Saiful dengan alasan tertarik dengan prodak mereka tawarkan dan akan melakukan yang terbaik untuk dipasarkan di luar negeri dan akan membantu pihak mereka untuk mempercepat peluncuran dengan waktu yang sesingkat mungkin.


Terlihat pihak Daren dan tuan Saiful sanga senang dan mereka akan mengeluarkan prodak yang sama dengan perusahaan Alga namun mereka akan launching lebih awal dan akan menebus pasar luar negeri dengan begitu saat perusahaan Alga mengeluarkan prodak yang sama makan mereka bisa menuntut pihak perusahan Alga atas peniruan prodak.


1 Minggu setelahnya.


"Benar - benar mereka sungguh sangat licik." tuan Abdi mengomel sambil berjalan keluar ruangan


"Aku tak menyangka, walau kita hanyalah orang luar setidaknya tuan Al tak pernah merugikan kita dan selama ini dia selalu memberikan keuntungan yang baik." sambung tuan Abdi


"Aku sudah curiga saat tiba - tiba dihubungi untuk ikut rapat dan pertemuan rahasia." tuan Anang bergeleng kepala


"Kita harus memberitahu tuan Al untuk hal ini." ucap tuan Abdi


"Apa kau pikir dia tak tau, apa yang kita bawah ini adalah bukti kalau dia telah tau segalanya. Karena jika tidak asistennya tak akan datang memberikan berkas ini pada kita." tuan Anang berkata dan menunjukkan berkas yang dibawahnya (berkas pemberian Ariana)


"Kau benar, aku sungguh kagum dengan dia dan tak sabar ingin bertemu dengannya secara langsung." ucap tuan Abdi


"Kau benar." tuan Anang pun setuju.


...🌴🌴🌴...


"Kakak, kapan kakak akan kesini aku merindukan kakak. Rindu, rindu, rindu sekali."


"Apa kakak tau, sekarang aku sudah masuk sekolah dan aku punya banyak teman, aku juga memasak dengan papa dan aku juga melakukan banyak kegiatan ini dan itu, kakak aku ingin sama kakak."


Celoteh Alisa yang sedang melakukan video call dengan Alga dan menceritakan banyak hal tentang dirinya dan kegiatannya selama di sekolah.


"Apa Lisa menjadi anak yang baik di sana? Tidak merepotkan mama dan papa?" tanya Alga penuh rasa sayang


"Iya, Lisa jadi anak yang baik tidak nakal, Lisa juga suka ke salon sama uti Risca dan uti Lea" jawab Alisa dengan sangat riang


"Hem, yang lagi bicara sama kakak kelihatan seru banget, apa papa boleh bergabung sayang." Alan ikut datang dan bergabung dengan putrinya


"Papa." Alisa terlihat sangat senang


"Halo pa." sapa Alga


"Bagaimana dengan mu di sana, semuanya baik? Ini hari libur dan kau tak pulang hanya melakukan video call seperti ini. Apakah kau sungguh sangat menyukai tinggal sendiri." Alan terlihat kesal pada Alga karena saat liburan sekolah Alga memilih mengikuti kegiatan di luar sekolah dan tak pulang untuk berkumpul dengan keluarganya


"Pa, bukan tak ingin pulang. Cuma aku ingin melakukan banyak hal yang ingin ku lakukan, dan aku janji setelah menyelesaikan semuanya di sini aku pasti akan pulang dan menetap di sana." jawab Alga yang tau kalau papanya sedang kesal pada dirinya.


"Kakak tinggal di sana sama om Aron dan Tante Ariana papa, jangan marahi kakak, kakak sibuk belajar." jawab Alisa yang dianggap memarahi kakaknya.


"Papa tak memarahi kakak sayang, papa hanya merindukan kakakmu saja." Alan mengangkat putrinya dan mendudukkannya di pangkuannya.


"Lisa juga rindu kakak." jawab Alisa dengan polos.


"Iya papa tau." Alan mengusap kepala Alisa


"Baiklah, jaga dirimu dan jangan lupa kau masih punya papa di sini. Jika ada apa - apa bilang saja jangan mengatasi semuanya sendiri dan juga jangan terlalu lelah bekerja karena mamamu bilang kalau kau bekerja paruh waktu saat tak ada kegiatan di sana. Fokuslah belajar." pesan Alan pada putranya


"Siap pa, aku akan kembali 6 tahun lagi dan ku pastikan aku tak akan membuat papa kecewa karena aku akan melakukan penangkapan besar. Baiklah aku tutup dulu, bye princes." jawab Alga penuh dengan keyakinan sebelum menutup panggilan dan hal itu menimbulkan pertanyaan besar pada Alan.


Hari - hari telah berlalu kehidupan Alan dan Syafira sangat baik serta sangat stabil, kebahagian selalu meliputi mereka dan kebersamaan dalam keluarga selalu diadakan setiap sebulan sekali untuk berkumpul bersama dan berbagi segala hal bersama. Seperti saat ini keluarga Alan membawah seluruh anggota keluarganya untuk berlibur ke Bali dan mereka menikmati hari liburan bersama dengan sangat seru, semuanya ada hanya tinggal Alga yang tak pernah hadir, karena sejak memutuskan untuk tinggal dan belajar di luar negeri Alga hampir tak pernah pulang sama sekali dan hanya berhubungan dengan keluarganya melalui panggilan video.