
Setelah selesai dengan acra akad dan semua keluarga pergi ke hotel untuk beristirahat dan akan melanjutkan resepsi nanti malam, Alan dan Aditya masih saja sibuk dengan pekerjaan mereka karena hari ini adalah hari akhirnya mereka menguasai sepenuhnya perusahaan milik keluarga Guntoro.
Tepat jam 8 malam acara pun dimulai dan susah banyak undangan yang datang walau pengantinnya masih belum keluar karena masih dirias, dan Syafira keluar duluan untuk memberikan makan pada Alga karena dari siang dia main terus sampai lupa untuk makan.
"Wah, apakah ini Syafira? tak nyangka ya dia sudah besar dan tumbuh dengan sangat cantik. Kapan Syafira akan menikah juga menyusul Ayunda." tegur tetangga Alea yang juga diundang ke acara resepsi malam itu dan menegur Syafira.
Mendapatkan pertanyaan itu Syafira hanya tersenyum kecut, karena dia tak akan pernah mengadakan pesta semacam ini, sebab dia sudah punya Alga dalam hidupnya dan tak akan ada pria mana pun yang mau menerima dirinya serta dia juga tak berkeinginan untuk menikah.
"Jeng ternyata ada di sini toh, kenapa tadi gak berangkat bareng saja sih. Ayo kita bertemu dengan tuan rumahnya, katanya sebentar lagi pengantinnya akan keluar." ajak dari teman tetangga itu dan mereka pergi meninggalkan Syafira.
Tak lama kemudian ada Anisa yang datang mendekati Syafira dan mengatakan kalau Ayunda akan keluar dan mereka sebagai Bridesmaid harus menemani Ayunda serta Anisa mau mengenalkan teman Danu yang akan menjadi pasangan Syafira malam ini.
"Alga sama nenek dulu ya mama mau nemenin kakak Ayu." ucap Syafira dan menitipkan Alga pada Merisca.
"Wah, ya ampun cantik sekali Ayunda."
"Benar - benar berkelas."
"Hem, pengantin prianya juga sangat tampan dan mereka berdua terlihat serasi sekali."
Semua tamu undangan yang datang memuji kecantikan Ayunda. Dan malam itu Ayunda telah menjadi bintang utamanya. Pesta malam itu berjalan lancar dan juga sangat meriah.
"Mommy, Aga mau makan kue." Alga yang dari tadi bersama dengan Merisca tiba - tiba saja mendekati Syafira dan meminta pada Syafira untuk mengambilkannya kue.
"Aku tinggal dulu ya Nisa" pamit Syafira dan dia pergi untuk mengambilkan kue buat Alga.
"Hai." sapa seseorang pada Syafira.
"Ah, akhirnya datang juga. Apa sudah tak repot?" Syafira terlihat senang melihat kedatangan Bian.
Bian tersenyum dan dia menggendong Alga serta terlihat kalau Alga juga sangat nyaman bersama dengan Bian karena mereka sering bertemu dan Bian sangat baik dengan Alga.
"Hei apakah itu calonnya Syafira? Dia terlihat sangat dekat dan kenapa pria itu mau menerima Syafira yang sudah memiliki satu anak dengan pria lain yang tak diketahui ya." bisik tetangga yang tadi menegur Syafira.
"Lah, namanya juga anak orang kaya, mau bagaimana pun pasti ada orang yang maulah." timpali temannya.
"Dia hanya anak adopsi walau sudah dijaga dan dirawat sama ya tetap saja berbeda, mungkin dia mengikuti ibunya yang hamil diluar nikah makanya dia juga begitu." ucap tetangga itu lagi
Alan yang baru datang dan mendengar itu merasa kesal, karena orang - orang itu berkata dan menghina seenaknya tanpa tau cerita yang sebenarnya dibalik semua hal yang telah terjadi pada Syafira.
"Alan kau datang, dimana Aditya?" tanya Merisca yang melihat Alan datang.
"Dia masih ada diluar, pestanya sangat meriah sekali." ucap Alan dan melihat kakak dan juga kakak iparnya sibuk menemui par tamu yang tak kunjung habis.
"Ya karena semuanya diundang datang. Ayo apa kamu sudah makan, makanlah sesuatu dulu." Merisca mengambilkan makanan untuk Alan.
Sedangkan Aditya sudah sibuk dengan istrinya dan mereka berdua memiliki dunia mereka sendiri. Alan melihat tersenyum menatap Aditya dan istrinya yang terlihat sangat bahagia.
Saat sesi foto - foto Syafira ikut dipanggil dan dia berfoto dengan Alga dan Bian, Syafira terlihat sangat cantik serta Bian terlihat sangat perhatian sama Syafira. Alan yang melihat itu merasa kesal, apa lagi sesi foto bersama para Bridesmaid yang ada 4 orang wanita dan sama pasangannya yang semuanya jadi 8 orang.
Alan jadi orang yang kebakaran jenggot melihat interaksi Syafira dengan para Bridesmaid pria itu. Hingga dengan yang tadinya gak mau diajak untuk foto akhirnya maju dan ikutan berfoto. Alan mendorong pelan pria yang ada disebelah Syafira dan dia tempati disamping Syafira dengan memeluk Syafira.
"Eh,,," spontan jantung Syafira berdebar sangat kencang saat dia tau kalau orang yang berfoto dan memeluknya adalah Alan.
Tanpa berdosa Alan terus saja memeluk Syafira walau wajah Syafira sudah bersemu merah bagai kepiting rebus. Dan Alga yang melihat Alan ikutan berfoto juga merasa sangat senang hingga Alan dan Alga selalu berpose dengan sangat seru, dan tanpa sadar Alan pun menikmati kebersamaan itu.
"Baiklah terima kasih semuanya dan maaf kalau sambutan dari keluarga kami masih kurang baik untuk semuanya." ucap Alea dan Yoni pada para tamu undangan saat acaranya sudah selesai dan berakhir.
"Ah,,, akhirnya selesai juga." keluar alea yang merasa lelah.
"Sudah ayo kita istirahat, karena semua ya pasti sudah lelah." Merisca mengajak semuanya untuk kembali ke kamar mereka masing - masing.
"Tunggu, aku sebagai tokoh utamanya meminta pada kalian semua yang masih singel untuk menemani mu bermain tantangan dan berani." Ayunda meminta yang masih singel untuk tinggal dan menemaninya bermain bersama suaminya.
Syafira tersenyum dan mau pergi karena dia ingin mengantarkan Bian pulang yang malam ini sudah menemaninya dalam pesta Ayunda. Namun saat Syafira mau pergi Anisa menahan Syafira dan Bian lalu membawah mereka berdua untuk ikut bergabung.
Dalam permainan itu semua yang masih singel dan belum menikah harus ikut bergabung termasuk Alan dan semau teman - teman Alan serta saudara yang masih sendiri dan tak punya istri.
Saat permainan dimulai dan giliran Syafira Anisa memberinya pertanyaan pada Syafira untuk memilih menjawab atau tidak. Dan mendengar Syafira bilang menjawab semuanya senang.
"Aku yang tanya dulu." Anisa
"Syafa katakan dengan jujur apakah ada orang yang kau sukai?" Anisa
"Ada." Syafira.
"Apa dia ada di sini?" Anisa
"Hem, iya." Syafira menjawab malu - malu
"Aku juga mau tanya. Syafa apa kamu masih menyukai ayah dari anak kamu?" Damar
Syafira diam tak bisa menjawab karena dia tak mau Alan tau isi hatinya, sedangkan Alan menatap dengan penasaran karena dia ingin tau jawab dari Syafira.
"Aku pilih tak menjawab." Syafira memakan manisan pedas.
Setelah permainan dilanjutkan dan sudah banyak dari mereka yang mendapatkan hukuman karena mereka memiliki tantangan yang harus mereka lakukan, akhirnya permainan pun selesai dan semua orang kembali ketempat mereka masing - masing.
"Syafa." Alan mengetuk pintu kamar Syafira karena dia tak tau harus tidur dikamar siapa karena semua sudah ada pasangan sendiri - sendiri.
"Daddy?" Syafira terkejud begitu membuka pintu ternyata Alan yang berdiri didepan pintu kamarnya.
"Daddy gak tau harus tidur dimana karena kalau pulang Daddy gak kuat karena ngantuk berat." Alan mencari alasan agar bisa menginap bersama dengan Syafira.
"Papa, tidur sama Aga." Alga yang nongol langsung menarik tangan Alan untuk masuk kedalam kamar.
Malam itu pun Alan bermalam bersama Syafira dan Alga, sesuai dengan permintaan Alga Alan tidur bersama dengan Syafira dan dirinya ditempat tidur yang sama. Alga terlihat sangat bahagia karena bisa tidur bersama dengan Alan dan Syafira, Alga menggenggam tangan Alan dan Syafira.