Baby I Love You

Baby I Love You
Perasaan yang lebih jelas



"Kenapa om punya foto momy? Dia momy aga." alga terus mengatakan foto gadis itu adalah momy dia, sementara Alan terpaku karena terkejud kalo anak yang sedang dalam pangkuannya adalah putranya sendiri, karena dia yakin kalo itu adalah anak Syafira artinya dia adalah anaknya juga.


Mendengar celotehan dari alga alan sangat senang, dan dengan seketika Alan mem|Luk alga dengan sangat erat karena dia sangat bahagia putranya sangat pintar karena Syafira merawatnya dengan sungguh sungguh.


"Sayang putra papa." ucap Alan dan menghujani alga dengan ciuman hingga alga terbahak karena terkena jenggot dan juga Kunis Alan yang mulai tumbuh dan menancap di kulit alga.


"Geli dan cakit om" ucap alga menahan mulut Alan dengan kedua tangannya yang mungil sambil terbahak.


Melihat itu Merisca, Farid dan Oni terkejud. Mereka bertiga menatap kagum dan juga senang karena putra Alan datang sendiri mencarinya.


"Om adalah papa aga?" tanya alga menatap Alan.


"Iya sayang, om papa aga." Alan menjawab dengan tersenyum.


"Tapi papa aga ada di bulan, momy bilang papa aga tinggal di sana. Nanti kalo uda besar aga mau kesana untuk ketemu papa." jawab alga dengan polos dan suara cadelnya.


"Kenapa papa tinggal di bulan sayang? Papa ada di sini" merisca ikut mendekat dan bertanya pada alga yang ada dipangkuan akan.


"Karena papa aga uda meninggal." jawab alga dengan sangat polos.


"Apa?" Alan dan yang lainnya menjawab bersamaan karena terkejut.


"Gadis nakal bagaimana bisa dia mengatakan aku meninggal disaat aku masih sehat seperti ini." jawab Alan dan yang lain tertawa lebar, sementara alga menatap bingung semua orang.


"Kalo om papa aga apa om tau nama asli princess?" tanya alga lagi dengan menatap Alan dan suara cedalnya


"Nama princess?" Alan Bertanya dengan bingung menatap alga.


"Iya prinsess, dia adalah wanita yang sulit dan juga galak." Alga menjelaskan dengan cedal serta ekspresi yang lucu.


Sementara disisi lain Badrul dan milky sedang kebingungan mencari alga yang tiba tiba menghilang entah kemana. Badrul sudah bertanya pada semua orang yang ada disekitar ruang rawat bu Damiyah di rumah sakit itu dan juga perawat yang mungkin melihat alga namun semua mengatakan tak tau. Sementara milky melihat disetiap kamar barang kali alga main ke kamar lain.


"Bagaimana? Disemua kamar tak ada, aku tak melihatnya." ucap milky cemas dan berkata pada Badrul.


"Sama orang - orang juga tak ada yang melihatnya." jawab Badrul sama cemasnya dengan milky.


"Alga kemana anak ini tiba tiba saja dia menghilang." Badrul merasa bersalah karena tak bisa menjaga Alga dengan benar.


"Tunggu dulu, apa jangan jangan dia pergi keruang vip yang dikatakan oleh model Bayu kemaren?" milky mengingat pertemuannya dengan bayu kemaren dikoridor rumah sakit.


"Memang dia dirawat di vip berapa?" Badrul bertanya pada milky dengan tak sabar.


"Aku lupa tapi ingat kamar vip saja." milky menjawab dengan menatap Badrul.


"Kalo begitu akan sulit, kita gak mungkin membuka dan masuk kedalam kamar vip satu persatu." Badrul menjawab dengan tak sabar.


"Iya maafkan aku, karena aku lupa. Ku pikir dia tak akan benar benar kesana." milky terduduk lemas dan mencoba mengingat nomor kamarnya.


...🌴🌴🌴...


Di rumah Syafira sedang masak banyak hidangan untuk menyambut kepulangan bu damiyah dari rumah sakit. Syafira menyibukkan dirinya dengan berbagai bahan makanan yang akan di olehnya.


"Ok, semuanya sudah selesai. Sekarang tinggal menatanya diatas meja makan karena sebentar lagi pasti mereka datang." Syafira menata masakan masakan itu dengan rapi di atas meja makan dengan senyum yang selalu mengembang.


"Sebaiknya aku mandi dulu saja karena gerah setelah selesai masak dan tubuh ku juga bau masakan, pasti nanti alga akan berkomentar kalo aku bau dan gak mau mendekat pada ku." Syafira tersenyum dan langsung masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dari keringat.


30 menit kemudian Syafira keluar dari kamar mandi, "Ya Allah segar banget setelah selesai mandi, tapi kenapa mereka lama sekali? Bukannya hanya menjemput pulang saja ya, atau masih menunggu dokternya karena belum datang jadi lama." gumam syafira yang menunggu dengan melihat acara tv.


"Kalo diam begini aku jadi kepikiran soal Daddy kemaren, bagaimana keadaannya ya? Dan kenapa Daddy bisa jatuh sakit, lebih lebih karena dehidrasi." Syafira berfikir sejenak.


"Tapi kenapa ya Daddy bisa begitu, apa karena pekerjaan yang banyak dan menumpuk hingga lupa makan dan minum, tapi itu tidak mungkinkan.?" gumam syafira lagi.


"Minta maaf, kemaren Daddy menangis dan meminta maaf pada sambil bersimpuh. Apakah daddy..."gumam syafira lagi dengan menghela nafas dalam mencobak mengingat kata kata Alan kemare.


"Ku pikir aku sudah lupa karena sudah lama tak bertemu dan juga tak melihatnya, tapi perasaan apa ini? Perasaan yang lebih jelas karena aku benar benar menyukai Daddy ku sendiri, bagaimana bisa seperti ini?" Syafira mengusap wajahnya dengan kasar.


"Daddy tau, artinya selama ini Daddy mencari tau tentang kejadian itu. Bagaimana ini, apa yang harus aku lakukan sekarang?" Syafira tenggelam dalam lamunannya karena berfikir harus bagaimana menghindari daddy-nya lagi.


...🌴🌴🌴...


"Nama aslinya adalah Syafira Putri Pertiwi Abigail." Alan menjawab dengan menatap alga yang sangat lucu dan menggemaskan.


"Waaaaah iya iya benar Papa." alga sangat riang dan menangkap wajah Alan dengan kedua tangan mungilnya.


Alan tersenyum dan mengecup kedua tangan mungil itu, ada raut wajah yang berbinar dari wajah alga. Dia terlihat sangat senang dan juga sangat antusias untuk menyentuh Alan disana sini seolah dia memang benar benar merindukan sosok papa yang selama ini dia inginkan dan dia rindukan.


"Tapi momy gak boleh tau kalo aga sudah ketemu sama papa, harus dirahasiakan dari momy." gumam alga dengan wajah sedih seketika.


"Kenapa begitu sayang? Aga gak suka ketemu sama papa dan tinggal bersama dengan papa dan juga momy kamu." Alan bertanya karena tiba tiba wajah putranya itu berubah jadi sedih.


"Karena aga mau buat kejutan untuk momy." jawab alga dengan senyum merekah dibibirnya.


"Aga apa aga senang bertemu dengan papa?" tanya faris yang juga mendekat di dekat bad Alan.


"Iya suka." jawab alga dan menempel pada dada Alan, seketika Alan mengusap kepala alga dengan rasa sayang.


"Kalo begitu tinggal lah bersama papa dan kakek di sini." pinta Faris dan menggenggam tangan mungil alga.


"Tidak bisa nanti momy akan sedih dan menangis, aga gak mau lihat momy menangis." alga kembali duduk tegak dipangkuan Alan.


"Momy akan sedih kalo gak ketemu sama aga, karena alga sering lihat momy menangis sendiri ditengah malam tiap sholat dan selalu bilang kalo rindu Daddy, dan aga gak mau ninggalin momy seperti Daddy momy." ucap alga dengan menunjukkan jari telunjuknya dan menggoyang goyangkan jarinya.


"Itu, itu artinya momy kan rindu papa momy. Karena kata ayah Daddy dan papa itu sama dengan ayah." jelas alga lagi dan membuat semua orang yang ada disitu tertawa.


"Iya itu artinya sama sayang. Duh aku bingung harus memanggilkan dia pada ku kakek atau om ya? Karena yang satu adalah adik ipar ku dan satunya lagi adalah putriku." ucap oni menggoda Alan.


"Kak.!" Alan menatap tajam pada oni.


"Ok, ok. Aga ingat ya namaku Oni. Aga mau manggil Om atau kakek?" tanya oni pada alga yang terlihat sedikit berfikir.


"Om Kakek." celetuk alga yang menggabung nama panggilan oni menjadi om kakek, yang seketika membuat semua orang jadi tertawa.


"Ah, aga harus balik nanti dicariin ayah sama mama." ucap alga seketika dan berusaha untuk turun dari pangkuan Alan.


"Tak bisakah kamu tinggal di sini bersama dengan papa.?" Alan berkata sambil memeluk alga dengan erat.


"No, aga harus kembali kasian nanti nenek, ayah sama mama nyariin aga." tolak alga dan mendorong tubuh Alan.


Cup


Alga mengecup pipi Alan sebelum dia turun dengan dibantu oleh merisca, Alan tersenyum dan ada rasa berat melepaskan alga yang mau pergi meninggalkan ruang rawat inap nya.


"Tunggu sayang" cegah Alan dan dia mengambil koran juga meminta lipstik Merisca untuk menuliskan nomor hanponnya dan diberikan pada alga.


"Nanti hubungi papa dinomor itu ya, papa tunggu aga." ucap Alan dan menyerahkan robekan koran yang tertulis nomor hanponnya dengan lipstik.


"Iya nanti aga telepon papa pakek nomor momy." ucap alga dan berjalan keluar kamar rawat inap Alan dan Alan membalasnya dengan senyuman serta anggukan kepala.


"Ayo nenek antar aga ke ruangan nenek aga yang lain." Merisca menggendong alga masuk kedalam lif.


"Nenek di sini aja aga bisa sendiri." tolak alga saat merisca mau mengantarnya sampai depan kamar rawat inap orang dipanggil nenek olehnya, begitu pintu lif sudah terbuka dan berada dilantai dasar.


"Eh, nenek Anyer sampai kamar saja sayang." pinta Merisca menggandeng tangan alga.


"Tidak usah, nenek jagain papa kasian papa sakit, aga bisa sendiri. Dada nenek." tolak alga dan berjalan menjauh dari Merisca.


Alga berjalan menyusuri koridor rumah sakit sambil berlari dengan langkah kakinya yang kecil. Dan Merisca tetap mengikutinya dan mengawasinya dari belakang sampai alga masuk kedalam sebuah kamar rawat inap swasta.