
Setelah beres - beres ayunda dan syafira santai duduk sambil nonton acara kesukaannya tv dan ngemil di rumah dengan tenang, karna alea sedang pergi keluar kota bersama dengan oni untuk urusan bisnis mereka, jadi syafira tinggal di rumah alea bersama ayunda, karna syafira gak mau pulang kerumah alan.
"Kak apa kakak mau aku masakin mie instan juga? Karna aku mau masak mie instan ini." teriak syafira dari arah dapur.
"Ya, aku juga mau, bentar ya aku mau telponan dulu sama kakak iparmu." teriak ayunda dari ruang tengah dan itu didengar oleh alan yang masuk masuk ke dalam rumah itu.
"Bocah itu, masih kecil sudah pacaran." gumam alan melangkah masuk dan melihat syafira sedang sibuk di dapur.
"Ehem.!" alan yang sudah berdiri di belakang syafira yang sibuk masak.
"Eh, Da-daddy." syafira terkejud menatap alan salah tingkah karna dia teringat akan kejadian saat alan mabuk.
Alan menatap syafira dengan tatapan penuh dengan kebingungan, antara mau mengungkap dan bertanya soal kejadian saat dia mabuk atau tidak.
"Daddy Al." ayunda memanggil nama alan saat dia selesai telponan sama Denis dan mendekat kenarah dapur.
"Hem, kau sedang pacaran? Anak kecil tak boleh pacara dulu kalian masih sekolah. Belajar yang benar dan baik." ucap alan sambil menyentil kening ayunda.
"Ih, daddy sakit. Apa an masih kecil kami sudah besar." ayunda menjawab dengan memonyongkan bibirnya.
"Oh iya dad, minggu besok kami mau ikut kepesta ulang tahun teman, kami ijin ya sama daddy, karma mama sama papa kan masih belum datang pasti."
"Kemana acara perayaannya diadakan?" tanya alan, yang terus bicara sama ayunda dan mengabaikan syafira, karna sebenarnya dia berusaha untuk menghindari syafira.
Alhasil alan bukannya menjelaskan dan menanyakan tentang kejadian pas dia mabuk pada syafira malah dia menasehati dua remaja itu (ayunda dan syafira) untuk tidak pacaran terlebih dulu dan harus fokus belajar dengan lebih giat demi masa depan mereka.
Dari nasehat yang diberikan oleh alan membuat syafira jadi terus menghindari alan, karna dia gak mau alan menyadari kalo dirinya sedang jatuh cinta.
...🌴🌴🌴...
"Selamat siang tuan tuan Alan, saya ingin mengundang anda keacara perayaan ulang tahun putri saya minggu besok yang akan saya selenggarakan di hotel Xxx pada jam 8 malam. Saya harap anda bisa datang untuk ikut merayakan kemeriahan pesta putri saya nanti, karna dia sangat mengagumi anda." undang tuan Guntoro pada alan untuk acara ulang tahun putrinya.
"Terima kasih atas undangannya, akan saya usahakan." ucap alan pada tuan guntoro yang telah mengundangnya, setelah mereka selesai menghadiri rapat di kantor alan.
"Baiklah, saya berharap anda bisa datang. Kalo begitu saya permisi tuan Alan." pamit tuan guntoro pada alan.
"Iya, Ninis antarkan tuan Guntoro keluar." perintah alan pada ninis sekretarisnya.
Lalu alan melanglahkan kakinya menuju ruang kerjanya, dan lama setelah alan masuk kedalam ruangannya adit juga ikut menyusul masuk kedalam ruangan alan dengan bawah berkas yang harus ditanda tangani oleh alan.
"Dit, minggu besok putri tuan guntoro akan ulang tahun. Tolong kamu carikan kado untuknya." printah alan pada adit sambil menanda tangani berkas yang dibawah oleh adit.
"OK, kakak akan datang kepesta itu dengan siapa?" adit bertanya dengan menatap alan serius.
"Kenapa kok menatapku begitu, ada yang salah?" Tanya alan seolah dia tau kalo adit sedang manatapnya walo dia tak melihat adit.
"Putrinya Guntoro bukannya menyukai kakak." ucap adit pada alan yang dijawab dengan senyuan oleh alan.
...🌴🌴🌴...
Sementara disekolah ayunda dan syafira sedang heboh untuk acara ulang tahun temannya yang mengundang hampir semua teman sekolahnya.
"Ayunda, nanti aku jemput ya saat berangkat ke pesta." ucap Denis pada ayunda yang mau pulang sekolah.
"Boleh, nanti kami akan siap - siap begitu kamu bilang otw ya." jawab ayunda dengan riang, karna dia berfikir jika dia bisa iku maka dia bisa sekalian pacaran sama denis.
Setelah berpamitan dengan teman - temannya ayunda dan syafira pun pulang dengan naik mobil jemputan adit yang sudah stay di depan gerbang sekolah mereka.
"Kok Daddy Yos yang jemput, biasanya dijemput sama supir?" Tanya ayunda begitu dia masuk kedalam mobil.
"Kenapa, gak suka dijemput sama daddy?" adit berkata dengan wajah dibuat sedih.
"Hahaha, tentu saja kami sangat senang kalo daddy yang jemput. Iya kan kak?" ucap syafira dengan tertawa lebar.
Dalam perjalanan pulang mereka bertiga selalu bercerita kesana kemari dan tertawa bersama dengan bahagia.
"Ya, kami akan kepasta besar di hotel Xxx. Kerenkan dad? Kami akan menggunakan gaum yang paling bagus nanti." jawab ayunda dengan centil.
...🌴🌴🌴...
Setelah sampai di rumah syafira dan ayunda sedang sibuk menyiapkan baju mereka masing - masing untuk acara nanti malam, terutama ayunda, karna dia ingin tampil dan terlihat bagus di depan kekasihnya Denis.
Syafira yang siap - siap tak sadar kalo dia diawasi oleh alan, dengan asyik syafira melenggokkan tubuhnya didepan cermin didalam kamarnya yang terbuka, karna dia sedang mencobak baju untuk keacara ulang tahun teman sekolahnya.
"Hem putri daddy cantik banget." ucap alan sambil melangkah masuk kedalam kamar syafira.
"Da-daddy" ucap syafira terbata karna dia terkejut tiba - tiba alan masuk, karna kata bi amina kalo alan tak ada di rumah sedang keluar sama adit.
"Ya, rasanya tak rela melepas putri daddy yang cantik ini." langkah kaki alan semakin dekat dengan syafira.
Mendapat tatapan dan godaan dari alan syafira merasa salah tingkah, dan jantungnya berdebar semakin cepat sehingga membuat syafira makin panaik dan tak tau harus berbuat apa.
Sementara alan yang menatap syafira dengan lekat tak dapat menyadari kalo syafira sedang menahan debar jantungnya yang terasa semaki cepat.
"Ya daddy benar - benar tak rela melepasmu sayangku." alan tersenyum menatap syafira dan mengangkat wajah syafira agar menatapnya.
"Ya Ampun ini terlalu dekat, jantungku bisa copot daddy." gumam syafira dalam hati, yang memunculkan senyum manis bagi alan.
Cup
Mata syafira terbelalak mendapat kecupan dipipinya dari alan yang sangat tiba - tiba dan singkat.
"Jangan pulang terlalu malam nanti OK." pinta alan setelah mengecup pipi syafira tanpa rasa bersalah.
"OK, daddy aku berangkat dulu." syafira langsung lari karna jantungnya berdebar dengan lebih cepat dari yang tadi.
"Gila - gila ini gak baik buat kesehatan jantung ku. Aku benar - benar anak yang kurang ajar karna menginginkan daddy-nya." gumam syafira sambil berlari ke rumah ayunda.
...🌴🌴🌴...
Tak lama setelah syafira sampai dirumah ayunda, denispun sampai untuk menjemput mereka berdua (ayunda dan syafira).
"Waoh ini benar - benar luar biasa, ini adalah hotel yang sangat megah." ucap ayunda terpukau dengan dekorasi dari jalan untuk masuk ruang pesta dihotel itu.
"Sepertinya juga ada perayaan pesta lain di hotel ini kak, lihat saja yang datang orang - orang penting semua." syafira berkata pada ayunda karna melihat juga ada jalan yang bersimpang dengan mereka dilorong yang sama.
"Kau benar." jawab ayunda menatap jalan yang dibuat sangat indah dengan tulisan nama Fira Yusniawati.
Malam itu pesta ulang tahun berjalan dengan sangat megah dan mewah, semua orang menikmati acara malam itu. Mereka semua menyanyikan lagu ulang tahun dengan diiringi musik yang dimainkan oleh para okestra.
Sementara disisi lain dalam hotel yang sama juga sedang diadakan acara ulang tahun yang begitu sangat meriah.
"Tuan Alan, terima kasih atas kehadirannya dan terima kasih juga kadonya." ucap fira yang sedang merayakan ulang tahunnya.
"Ya, selamat semoga kamu selalu bahagia." ucap alan.
"Selamat ulang tahun nona Fira." ucap adit yang datang bersama dengan alan.
"Terima kasih tuan Adit." senyum fira sangat merekah melihat alan yang datang keacara pestanya.
"Akan ku buat kau jadi milikku malam ini tuan Alan." gumam fira dalam hati dan menatap alan yang sedang berbincang dengan papanya.
Fira pun melancarkan aksinya dengan menyuruh seorang pelayan memberikan minuman pada alan, saat dia melihat dan mendengar adit pergi untuk melihat kekasihnya yang sedang mengalami kecelakaan dan akan menjemput alan lagi.
"Minum tuan." seorang pelayan menyodorkan minuman pada alan.
"Terima kasih." ucap alan menerima minuman itu dan meminumnya pelan sampai habis.