Baby I Love You

Baby I Love You
Tempat melepas lelah



Setelah menetapkan hati dan menceritakan kepada semua anggota keluarganya Alan telah merasa ringan dan juga bebas, bahkan dia sangat terang - terangan menunjukkan sikapnya pada Syafira tanpa dia tahan - tahan lagi.


Seperti pagi ini Alan dengan sengaja datang ke dapur saat melihat Syafira sedang menyiapkan masakannya untuk sarapan dan langsung memeluknya dari belakang, berlaku manja dan berbisik mesra di telinga Syafira yang membuat wajah serta tubuh Syafira meremang bahkan bergetar karena menahan rasa malu dari ulah Alan yang mulai dengan berani dan terus terang.


"Kau bergetar baby, kenapa apa kau masih malu dan tak biasa? Mulai dari sekarang kau harus membiasakan diri." bisik Alan lagi dan itu membuat Syafira semakin tak kuasa menahan dirinya lagi.


"Maaf aku harus membangunkan Alga." Syafira melepaskan paksa pelukan Alan dan langsung lari masuk kedalam kamar.


Alan yang melihat tingkah Syafira itu tersenyum dan merasa gemas. Alan mengikuti Syafira masuk kedalam kamar dan saat membuka pintu kamar Syafira Alan melihat disana Syafira sedang berusaha melepas baju Alga untuk membantu Alga mandi.


"Ayo mandi setelah itu sarapan dan berangkat sekolah biar gak ketinggalan." ucap Syafira dan Alga mengikuti dengan patuh.


"Mandi pakai air hangat ma dingin." pinta Alga dan Syafira mengiyakan.


Setelah selesai sarapan Alan mengantar Alga ke sekolahnya lalu mengantar Syafira ke sanggar tarinya. "Nanti Daddy jemput saat pulang." ucap Alan pada Syafira saat keluar dari mobilnya.


"Iya Daddy hati - hati dijalan assalamualaikum" Syafira melambaikan tangannya


"Waalaikumsalam.".Alan tersenyum dan melajukan mobilnya.


...🌴🌴🌴...


"Kak ada Daren diruang tunggu." Aditya memberitahu Alan kalau Daren sudah menunggu dari tadi


"Kenapa begitu pagi sudah datang apa yang dia inginkan?" Alan bertanya heran karen Daren gak pernah datang tanpa sebab.


"Entahlah dia tak bilang dan hanya mengatakan kalau ingin bertemu dengan kakak saja" jelas Aditya pada Alan.


"Baiklah siapkan berkas yang kemaren aku mau melihatnya lagi dan letakkan di ruangan ku, aku mau lihat apa maunya Daren datang pagi - pagi menemui ku." ucap Alan berjalan kearah ruang tunggu.


"Angin apa yang membawah mu kemari tuan Daren yang terhormat." sapa Alan saat dia masuk kedalam ruang tunggu


"Alan apa maksudmu di pelelangan kemaren, apa kamu ingin aku bangkrut? Kamu tau pasti kalau aku menginginkan proyek danau itu tapi kau telah mengambilnya dengan harga yang melebihi pasar." Daren langsung menyerang Alan tanpa basa basi.


"Apa yang kau katakan, pihak mereka lah yang mengatakan kalau proyek itu belum ada yang membelinya dan aku membeli karena itu sesuai dengan hotel yang akan ku bangunan di daerah para nelayan, apa kah itu salah?" tanya Alan dan menjelaskan pada Daren masalah yang sebenarnya.


"Tidak mungkin, bagaimana mungkin bisa seperti itu." Daren tak terima dengan penjelasan dari Alan.


"Terserah kau saja, yang jelas aku tak pernah berbuat curang dalam segala pekerjaan ku." jawab Alan dan berdiri mau meninggalkan Daren.


"Heh, kau selalu bangga dan berhasil dalam urusan bisnis mu. Kau belum pernah gagalkan? Bagaimana jika aku berhasil mendapatkan wanita itu, karena aku selalu berhasil dalam urusan wanita, sama seperti saat aku merebut Anita dari tangan mu." ucap Daren dan Alan langsung berbalik menarik kerah baju Daren dengan kuat. "Kau jangan macam - macam dengannya, dia berbeda dengan Anita dan aku tak akan pernah membiarkan berhasil kau menyentuhnya. Jangan sampai aku melihat kau menyentuh dia dengan tangan kotor mu itu." ancam akan pada Daren.


Daren tertawa terbahak melihat reaksi Alan yang biasanya kalem itu langsung marah dan menunjukkan ekspresi ingin membunuhnya, dalam hati Daren tau kalau wanita yang bernama Syafira itu adalah kelemahan Alan terbesar. Karena Alan tak akan marah jika dia tak peduli dengan wanita itu.


"Aku tak akan pernah memberimu kesempatan untuk menyentuh kelemahan ku." teriak Alan saat Daren berjalan dan melangkah pergi kari kantor Alan.


"Sial. Aku pasti akan menghancurkan mu jika kau sampai mengganggu Syafira." gumam Alan dalam ruang tunggu dan mengepalkan tangannya.


Seharian Alan bekerja tak bisa fokus karena dia terpengaruh dan teringat oleh kata - kata Daren yang akan membuat Syafira datang dalam pelukannya. Karena Alan sangat tau persis dengan tanya itu, saat dia menargetkan wanita dia selalu berhasil dengan cara apa pun.


"Pak semua data dari rapat tadi sudah saya salin dan saya kirim lewat email bapak, jadi silakan bapak lihat dan teliti. Terus nanti siang ada janji makan siang dengan direktur perencanaan perusahaan kontruksi di restoran Cina pak, terus malamnya ada janji makan malam dengan ketua dari swalayan yang mau membuka cabang di mol milik kita." ucap Ninis menjelaskan jadwal Alan untuk hari ini.


"Oh iya maaf aku tak fokus, nanti kau minta Aditya saja untuk mengoreksinya dan janji makan malamnya tolong kau berikan pada Aditya saja nanti setelah makan siang dengan direktur perencanaan aku mau langsung pulang sorenya." ucap Alan yang sudah mulai merasa lelah.


"Baik pak kalau begitu nanti saya akan sampaikan semuanya pada pak Aditya. Sekarang ada beberapa berkas yang harus bapak tanda tangani segerah." Ninis menyerahkan beberapa berkas pada Alan dan dia ijin keluar.


Sesuai dengan perkiraan Alan, makanan siang itu memakan waktu yang lumayan lama dan pembahasan pekerjaan juga membutuhkan waktu lama juga hingga acara makan siang itu hampir selesai sore hari. Alan langsung melakukan mobilnya kearah pulang karena dia tak bisa menjemput Syafira siang tadi sehingga saat pulang Alan mampir ke toko bunga sebagai ucapan maaf pada Syafira yang tak jadi menjemput dia.


...🌴🌴🌴...


"Assalamualaikum Bi, apa Syafa sudah di rumah?" tanya Alan pada bi Aminah yang dia temui di halaman rumah


"Sudah dari tadi." jawab bi Aminah sopan.


"Syafa lagi apa?" tanya Alan yang melihat Syafira sibuk di dapur.


"Iya waalaikumsalam. Lagi bikin pisang goreng." jawab Syafira tersenyum menatap Alan.


"Maaf, assalamualaikum." ucap Alan mendekati Syafira.


"Alga yang minta? Kenapa anak itu suka sekali sama pisang goreng." tanya Alan yang merasa heran.


"Iya, katanya mau makan yang sama kayak di tv." jawab Syafira tersenyum dan tangannya lincah membuat pisang goreng krispi kesukaan Alga.


"Maafkan Daddy karena tadi tak jadi menjemput kamu." Alan menyodorkan buket bunga pada Syafira.


"Terima kasih, tidak apa. Daddy mandi dulu sana." ucap Syafira dan Alan tersenyum lalu mengecup pipi Syafira.


Malamnya setelah selesai makan malam Syafira santai bersama dengan Alga yang lagi belajar dan Syafira menemaninya. Alan yang selesai mengerjakan pekerjaannya yang diberikan oleh Aditya saat pulang dari kantor tadi langsung ikut nimbrung dengan aktifitas dengan kedua orang kesayangannya.


"Ah, nyaman sekali. Ini benar - benar tempat yang bisa melepaskan lelah karena seharian bekerja." ucap Alan tersenyum menatap Syafira sambil tidur dipangkuan Syafira.


"Mama sudah selesai Aga mau nonton tv." ucap Alga yang telah selesai menyelesaikan tugas sekolahnya.


Syafira perlahan menyentuh kepala Alan dan mengusiknya lembut, hal itu membuat Alan merasa semakin nyaman dan perlahan menutup matanya hingga terlelap.