
Teman - teman alan dalam ruangan itu masih saling tatap satu sama lain, mereka masih belum paham dengan apa yang baru saja alan katakan.
"Tuan jusnya." ucap seorang pelayan yang masuk mengantarkan jus yang tadi dipesankan untuk alan.
"Iya, terima kasih letakkan di situ saja." ucap dandi pada pelayan itu.
"Lan, minum jus mu dulu kamu suka jus durian kan." dandi menuangkan jus durian digelas dan menyodorkan pada alan.
"Hem." alan menerima dan langsung meminumnya sekali tenggak langsung habis.
...🌴🌴🌴...
Brrt brrrtt
"Eh, siapa yang menghubungiku?" adit melihat nama dilayar ponselnya dengan kesal, karna dia merasa terganggu dengan kebersamaannya dengan Sandra kekasihnya diganggu.
"Dandi.?" gumam adit saat melihat nama yang tercampum di layar ponselnya.
"Siapa, kenapa tidak diangkat?" Sandra melangkah dari arah dapur mendekati adit yang sedang duduk kesal di sofa ruang tengah.
"Tidak, bukan siapa - siapa. Dan tidak penting, karna mereka kalo menghubungi hanya ingin mengajak minum - minum. ucapa adit menatap Sandra dengan senyum manisnya.
"Hem, ayo makan semuanya sudah siap." ajak Sandra pada adit.
Setelah mereka makan malam dengan tenang karna adit mematikan telponnya, mereka pun bersenang - senang dengan bercerita dan bermesraan.
"Bolehkah aku memintaknya sekarang? Kitakan sudah bertunangan dan akan segerah menikah." bisik adit di telinganya sandra dan itu membuat sandra gugup karna ini pertama kalinya dia akan melayani seorang pria dan itu pria yang dia cintai.
Setelah mendapat persetujuan sandra adit membawah sandra ke dalam kamarnya dan mereka pun melakukan permainan orang dewasa.
Hingga 3 jam adit memulai permainan mulai dengan start awalnya, dan itu membuat dia sangat puas karna dia adalah pria pertama dengan calon istrinya itu.
Adit mengelus pipi sandra yang tertidur pulas disampingnya, karna kelelahan. Dia menatap wajah sandra yang begitu cantik dan mempesona bagi dirinya.
Setelah adit membersihkan dirinya dia membuka ponselnya lagi yang dia letakkan di ruang tengan. Disitu banyak panggilan dan pesan masuk dari deniel, dandi, bayu dan juga ndaru.
Jam 9.30 malam
Ndaru : Hey anak kampret mati loh.! Cepat ke sini kak alan loh oleng untuk pertama kalinya.
Jam 9.50 malam
Daniel : Setan, ditelpon kenapa dimatikan?!
Jam 10.35 malam
Bayu : Kak cepat kamari kak Alan mabuk berat, sepertinya dia lagi ada masalah karna ngoceh gak jelas.
Jam 11.30 malam
Daniel : Hey kucuk kupret, ke sini gak loh.! Kalo gak ke sini dalam 15 menit gue kebiri loh.
Jam 11.50 malam
Daniel : Sial.! Beneran gak kesini.
Jam 12.10 malam
Dandi : Gue masukin kakak loh ke rumah p*l*c*r*n. Dasar sial.!
"Sial.! Sekarang jam 12.35."
Adit bergegas ganti baju, lalu pergi meninggalkan sandra yang terlelap di apartementnya.
Adit melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi untuk menyusul alan yang kata teman - temannya sedang mabuk berat.
"Kenapa ini bisa terjadi? Kak Alan tak pernah seperti itu, dan dia juga gak pernah menyentuh minuman berbau alkohol."
"Ada masalah apa ya? Kenapa aku tak tau, apa masalahnya begitu berat?"
"Kenapa kakak tak cerita pada ku? Apakah ini berhubungan dangan perusahaan atau kah dengan para investor?"
Adit terus bergumam dan menyesalinya karna dia tak mengangkat telpon dari temannya dari tadi, dia berterisk frustasi dalam mobil, membayangkan alan menghadapi kesulitan sendirian.
...🌴🌴🌴...
Dalam bar
"Bagaimana ini? Si kunyuk tak mengangkat dan membalas pesan kita, bahkan sekarang ponselnya dimatikan." gemaram daniel kesal.
Sementara alan sudah gak karuan dan gak bisa dikendalikan, dia sudah mengoceh kesana kemari dan berjalan oleng tak setabil, namun tak mau berdiam diri.
4 orang yang menemani kewalahan menahan alan yang sangat agresif saat mabuk, karna dia gak bisa diem.
"Duh kak ayok kita antar pulang saja." ucap bayu pada ndaru, yang sudah kewalahan ngadepin alan.
"Tapi kalo bukan kak adit kita pasti akan kewalahan menanganinya, karna dia hanya patuh sama kak Lea dan kak Adit saja." ucap ndaru yang bingung menatap alan yang terus ngomel gak karuan.
"Haaah...! Bocah ini benar - benar susah, masak konsentrasinya pada alkohol buruk banget, cuma dengan 3 gelas dia sudah oleh kek gini." daniel menghela nafas dalam menatap alan yang benar - benar tak tertolong.
"Tapi tingkahnya lucu kalo mabuk." sahut dandi yang sedari tadi merekam untuk mengabadikan moment yang mungkin tak akan pernah terjadi lagi itu.
"Kenapa kau malah merekamnya?" Tanya daniel pada dandi yang sibuk merekam tingkah alan.
"Tapi iya lucu juga ya dia kayak anak kecil yang lagi merajuk. Hahaha!" sambung daniel lagi sambil melihat tingkah alan.
"Kak, apa kita hubungi kak Lea aja?" bayu bertanya pada ndaru yang merasa khawatir pada alan.
"Jangan.! Kalo kita hubungi kak Lea nanti kita kenapa omel juga." ndaru menolak karan dia berfikir jika sampai alea tahun mereka gak akan selama dari amukan alea.
"Ya sudah ayo kita anter rame - rame aja dari pada nanti tambah runyam dia sini." daniel menyarankan pada ke 3 temannya.
"OK, kalian pergilah." perintah dandi pada cewek yang tadi menemani mereka.
Akhirnya dengan susah payah mereka berempat memapah alan masuk ke dalam mobil, 2 orang memegangi alan biar gak berulah, karna mereka pergi menggunakan mobil alan, dan mobil mereka semua ditinggal di bar.
"Kenapa kalian memegangi aku hah?! Lepaskan." teriak alan yang tak mau dipegangi oleh bayu dan dandi.
"Kak tenang lah kita akan pulang sekarang." bayu berkata dan ditatap tajam oleh alan.
"Kita akan pulang? Aku gak mau pulang, kamu saja yang pulang." alan berontak dan memukul bayu juga dandi.
"Lan tenang lah. OK kita gak pulang tapi tenang lah dulu, bisa gak.!" dandi membentak alan yang terus berontak dan memukuli dandi dan juga bayu yang sedan duduk bertiga dengannya untuk memeganginya.
"Hem." alan meringkuk takut melihat dandi yang marah padanya.
"Huuuff. Akhirnya diem juga." bayu menghela nafas setelah alan duduk dengan diam dan anteng.
...🌴🌴🌴...
"Loh, mas Alan kenapa mas Bayu?" Tanya bi amina pada bayu yang memapah alan.
"Kak Alan mabuk bi, maaf tolong jangan bilang sama kak Lea ya bi." pinta bayu pada mi amina yang membukain pintu.
"Iya, iya ayo dibawah masuk mas." bi aminah memberi jalan pada bayu dan dandi yang memapah alan jalan masuk ke dalam rumah.
"Kalian mau membawah ku mana? Aku gak mau pulang dan gak mau ketemu sama anak itu." oceh alan sambil jalan terhuyung - huyung.
"Kak biar kami papah kakak lagi ke kamar." bayu mencobak menangkap tubuh alan yang terhuyung.
"Kamu siapa, pergi aku bisa sendiri a was." alan menyibakka tangannya mengusir semua orang yang berusaha mau membantunya berjalan.
"Duh, ni orang jangan sampek dia mabuk lagi. Nyusahin semua orang." geram daniel yang. melihat alan sambil melanjutkan merekam tingkah alan.
"Ya Allah awas ketabrak tangga itu mas." teriak bi amina saat melihat alan berjalan oleng dan menabrak pegangan tangga.
Bruk
"Aduh sakit, ini apa sih menghalangi jalan saja.! Gak tau kalo aku mau jalan apa. Gal Mau pergi hah?!" alan marah pada anak tangga dan pegangan tangga yang membuat di ambruk dan tersungkur.