Baby I Love You

Baby I Love You
Alan dan Daren



Aksi antara Alan, Alga dan Syafira dikamar mandi itu telah memakan waktu yang sangat lama hingga tak terasa malam pun telah larut dan mereka bertiga bermain air hingga 2 jam lamanya, sampai jari - jari tangan mereka semua mengeriput, dan anak - anak memang selalu bisa membuat suasana mencair dalam segala hal hingga Alan dan Syafira lupa akan kejadian diri mereka dan telah asik bermain serta bercanda bersama.


"Sudah - sudah selesai nanti masuk angin, ayo Alga dikeringkan dulu badannya dan pakai minyak telon nanti biar hangat." Syafira menyudahi permainan airnya.


"Ye ye ye ikut mama." Alga langsung nemplok sama Syafira dan Syafira langsung membalutnya dengan handuk.


"Papa belum ma." celetuk Alga yang melihat Alan masih basah kuyup.


"Papa biar pakai handuk sendiri sayang." Syafira mengusik ribut alga dan Alga tertawa terpingkal - pingkal.


"Daddy cepat bersihkan tubuh Daddy lalu ganti baju yang hangat." ucap Syafira saat dia mengangkat Alga keluar dari kamar mandi.


Mendengar itu Alan tersenyum, ada hawa dingin yang mengalir dalam hati Alan yang dari tadi terasa panas karena kesal melihat Syafira dekat dengan Bian dan Almansyah. "Tolong ambilkan baju ganti Daddy di kamar" minta Alan dan Syafira mengiyakan.


"Alga jangan makan diam di sini mama mau mandi dulu di kamar papa mu dan mengambilkan baju gantinya ok." pinta Syafira pada putranya yang sudah merasa kedinginan, karena Syafira ingin mandi air hangat sebab di kamar mandi luar tak ada shower.


"Iya." jawab Alga dengan senyumnya dan sudah memakai baju hangatnya serta bau harum minyak telon di sekujur tubuh Alga.


"Syafa, baju Daddy mana?" teriak Alan dari dalam kamar mandi Syafira.


"Mama masih mandi di kamar papa." jawab Alga sambil teriak dari tempat tidur.


Mendengar jawaban Alga Alan langsung keluar dari kamar mandi dengan melilitkan handuk ditubuh bagian bawahnya. "Mama kemana?" Alan mengulangi lagi pertanyaannya.


"Mama mandi di kamar papa." jawab Alga tersenyum menatap Alan "Papa tak dingin? Mau Aga kasih minyak biar hangat." tawar Alga pada Alan dan mengambilkan minyak telon miliknya.


"Eh, ngapain sayang? Papa dikasih apa itu?" tanya Alea yang datang karena Alan dan Syafira tak kunjung kembali ke rumahnya.


"Kak." Alan tersenyum dan menoleh pada Alea.


"Minyak telon biar gak dingin" jawab Alga yang masih mengusik punggung Alan dengan minyak telon.


"Dimana Syafa?" tanya Alea pad Alan.


"Daddy ini bajunya." Syafira langsung masuk membawah kaos untuk Alan.


"Cuma ini? Lalu celana dan ********** mana?" tanya Alan menatap Syafira bingung dan Syafira malu ditanya seperti itu jadi dia tak menjawab.


"Ya sudalah Daddy ambil sendiri." Alan bangun dan mengenakan kaosnya "Alan gak kembali kak karena capek mau tidur saja." jawab Alan lalu pergi ke atas.


"Ya sudalah kalau begitu kamu juga harus istirahat karena sudah malam, selamat malam sayang." ucap Alea tersenyum dan meninggalkan Syafira.


...🌴🌴🌴...


Ditempat Daren dia sedang memerintahkan orangnya untuk mencari tau soal Syafira secara detail karena dia ingin mendekati Syafira dan mendapatkannya sebab dia tau kalau Syafira adalah wanita incaran Alan, jadi Daren lebih bersemangat untuk mendapatkannya karena Daren ingin melihat Alan yang kebakaran jenggot melihat wanitanya telah digaet olehnya.


"Pak saya sudah mencari tau soal orang yang bapak perintahkan. Dan dia salah adalah orangnya tuan Alan." ucap Yusron pada Daren.


"Jadi dia benar - benar orangnya Alan ya, bagus kalau begitu. Dapatkan datanya secara lengkap dan aku ingin sudah ada sore ini juga." perintah Daren pada Yusron.


"Baik pak." jawab Yusron dan langsung pergi meninggalkan ruangan Daren.


"Kenapa kau cemburu? Taka masalah siapa pun targetnya yang penting bisa membuat Alan tak berkutik dan aku tak kurang memberimu jatah." ucap Daren menarik tangan Yusnia dan ******* bibir Yusnia.


...🌴🌴🌴...


"Kak acara amal nanti malam apa mau datang atau nyerahin sumbangan saja." tanya Aditya pad Alan untuk acara amal yang selalu diakan setiap 1 tahun sekali pada badan amal yang akan dihadiri oleh banyak konglomerat dan para pengusaha.


"Kita hadir saja seperti biasa untuk memberikan muka dan memberi sumbangannya seperti biasanya." jawab Alan


"Baiklah kalau begitu ku akan menyiapkan segalanya untuk nanti malam dan akan berangkat langsung." Aditya pergi dan menyiapkan semuanya.


Syafira : Halo assalamualaikum


Alan : waalaikumsalam, Fa nanti Daddy pulang malam jadi kamu gak usah nunggu Daddy untuk malam malam.


Syafira : Baiklah


Alan : Apa Alga sudah tidur?


Syafira : Belum masih nonton acara kesukaannya.


Alan : Ya sudah, sampai nanti assalamualaikum


Syafira : Waalaikumsalam.


Ya hubungan Alan dan Syafira sudah mulai sedikit mencair sejak mereka main air bersama dengan Alga kemaren dan mereka bertiga selalu makan sarapan dan makan malam bersama. Dan Alan juga lebih perhatian sama Syafira, begitu juga dengan Syafira yang mulai tak lagi menghindari Alan.


...🌴🌴🌴...


Acara malam amal pun telah digelar dengan ramai dan juga dihadiri banyak orang yang memiliki tujuan mereka masing - masing serta telah menjadikan ajang menjalin relasi dan juga jodoh, karena acara malam itu didatangi oleh banyak orang yang sangat memiliki tujuan mereka.


"Wah lihat siapa ini yang datang? Ku pikir kau tak akan mau datang ke acara seperti ini." tegur Daren pada Alan yang terlihat datang


"Ku pikir kau saja yang tak pernah tau kalau aku selalu datang." jawab Alan cuek dan melewati Daren.


"Syafira Putri Pertiwi Abigail seorang janda beranak 1 dan telah hamil serta melahirkan saat masih duduk di bangku sekolah menengah umum, dia adalah wanita yang menarik dan juga energik. Sebagai guru tari, pemain dan juga telah menjadi bintang klub. Aku sangat menginginkan dia, bagaimana apakah kau setuju menjadi ayah mertuaku Alan?" ucap Daren dengan tersenyum


"Apa maksudmu?!" Alan marah menatap Daren.


"Kenapa, apa kamu tak terima? Aku akan mendapatkan dia, dan kamu taukan kalau aku akan mendapatkan apa yang telah ku targetkan." Daren berkata dengan tingkah menantang.


"Jangan macam - macam, dan jangan sampai kau berani menyentuhnya karena jika tidak aku akan menghancurkan mu." Alan menarik kerah baju Daren dengan marah.


"Aku jadi semakin semangat untuk mendapatkan dia, kau mau apa hah? Menghajar ku. Kita lihat nanti, selama dia bukan milik siapa pun aku masih punya hak untuk mendapatkannya." Daren menepis tangan Alan dengan kasar dan mendorong Alan. "Kau bukan siapa - siapanya dan hanya ayah angkatnya saja, dan apa kau tau semakin melihatmu kesal seperti ini aku jadi semakin ingin untuk merebutnya dari mu." ucap Daren lalu tersenyum dan melewati Alan.


"Daren, jangan macam - macam kamu." Alan sangat kesal dan ingin sekali menghajar Daren saat itu juga.


"Aku tak akan membiarkan mu mendapatkannya." Alan mengepalkan tangannya menatap Daren marah.