
Daren merasa kaget dan tak tau apa yang terjadi dan siapa wanita yang saat ini berdiri di ruang rapat dengan tenang itu. "Maafkan saya, tapi saya benar - benar tak tau siapa dia."
Daren menghubungi seseorang yang ternyata itu adalah sekuriti, dalam teleponnya Daren meminta sekuriti untuk mengeluarkan wanita dalam ruang rapatnya.
Wanita itu tersenyum pada semua orang "Kalian mungkin tak akan kenal dengan saya, tapi saya akan memperkenalkan diri saya dulu pada kalian, kalau saya adalah Ariana asisten tuan Algazali selalu pemegang saham terbesar dalam perusahaan ini. Jika kalian ingin membereskan masalah dan keluar dari himpitan masalah yang saat ini kalian alami sebaiknya kalian duduk dengan tenang dan mendengarkan penjelasan dari tuan saya"
Ucap Ariana dengan tegas dan santai didepan semua orang, sehingga membuat semua orang itu terdiam dan menatap Ariana dengan bingung.
"Maaf tuan siapa yang ingin tuan keluarkan" tanya seorang sekuriti yang datang ke ruang rapat bersama dengan temannya
"Tidak ada yang akan diusir keluar pak, terima kasih dan sebaiknya kalian kembali ketempat kalian lagi" ucap Ariana pada kedua sekuriti itu.
"Baiklah mari kita dengarkan solusi yang akan diberikan oleh pimpinan saya." Ariana berjalan ketengah dan terlihat menghubungi seseorang dan menyambungkan dengan layar besar didepan semua orang dalam ruang rapat itu.
"Selamat siang semuanya" suara Alga menyapa semua orang.
"Dia masih anak - anak, apa - apa an ini" pemegang saham 1
"Iya benar apa - apa an ini, apa kau ingin mempermainkan kami" pemegang saham 2
"Ini bukanlah lelucon, tuan Daren bagaimana ini bisa terjadi" pemegang saham 3
"Tolong diam dan dengar dulu tuan Saiful, tuan Anang dan tuan Abdi. Aku di sini tidak sedang main - main." ucap Alga dengan tegas
Sontak hal itu membuat tuan Saiful bingung begitu juga dengan yang lainnya karena Alga tak hanya mengenal tuan Saiful saja tapi juga mengenal semua orang yang saat ini ada di dalam ruang rapat itu dengan sangat detail. Bahkan Daren tak bisa bicara apa - apa karena merasa terkejut.
"Jika anda tak menginginkan dan tak mau mendengarkan apa yang akan saya katakan silakan keluar dari ruang rapat, karena saya hanya akan bicara pada mereka yang mampu untuk diajak bicara saja." ucap Alga lagi dengan tegas
Mendengar hal itu tuan Saiful marah besar dan dia merasa kalau dia diremehkan oleh anak kecil yang tak tau apa - apa soal perusahaan dan bisnis.
Perdebatan antara Alga dan tuan Saiful pun terjadi dan terlihat Alga menghadapinya dengan santai sehingga hal itu memancing tuan Saiful semakin marah karena merasa diremehkan oleh anak kecil.
"Maaf, aku tak bisa bicara dan bekerja sama dengan orang seperti anda. Saat ini anda bukan lagi bagian dari rapat ini, sebaiknya anda keluar dari ruang rapat sekarang juga." ucap Alga membuat tuan Saiful semakin marah.
"Ariana, atasi hal ini. Karena saat ini aku telah menghapus dan mengambil alih seluruh saham miliknya dan dia bukan lagi pemegang saham di perusahan ini, keluarkan dia dari ruang rapat ini segerah." ucap Alga dengan tegas pada Ariana yang berperan sebagai asistennya.
"Apa maksudmu bocah!" bentak tuan Saiful marah.
"Tunggu ini tidak mungkin, tuan Saiful kau memang bukan lagi pemegang saham perusahaan ini karena kau telah menjual seluruh saham mu." pemegang saham 4 berkata dan menunjukkan di layar laptopnya.
"Apa, i-ini." mata tuan Saiful terbelalak melihat seluruh sahamnya sudah berpindah tangan.
"Pilihlah tuan, kau mau diseret keluar atau keluar dengan sukarela." ucap Alga saat melihat ada 3 sekuriti yang datang keruang rapat itu
"Baiklah, pengganggu sudah tidak ada. Aku akan bicara langsung saja pada intinya. Saat ini aku adalah pemegang saham terbesar di perusahan ini, dan secara tidak langsung aku akan menjadi pimpinan di perusahaan ini."
"Untuk dapat membantu dan mengatasi semua masalah dan situasi saat ini aku ingin kalian yang masih duduk dan memegang saham milik kalian untuk bisa menentukan dan memilih pimpinan yang baru yang mampu untuk mengeluarkan kalian dari kesulitan ini."
"Baru setelah itu aku bisa melakukan pekerjaan ku dengan baik, silakan kalian tentukan pilihan kalian. Ingin aku yang memimpin kalian atau tidak." ucap Alga dengan tenang dan santai
Terlihat semua orang dalam ruang rapa itu berkasak kusuk, mereka tak tau harus bagaiman dan juga tak yakin kalau anak kecil itu bisa memimpin dan mengurus maslah perusahan.
"Kami tak tau harus bagaimana, karena kau masih anak - anak dan lagi ini adalah perusahaan bukan tempat bermain untuk anak - anak" ucap pemegang saham 3
"Tentu saja tuan Abdi, aku tak menganggap tempat ini adalah permainan. Jika anda tak setuju bisa keluar dari ruangan ini." jawab Alga
"Tunggu dulu, siapa sebenarnya dirimu dan kenapa kau mengklaim bahwa kau adalah pemilik saham terbesar di perusahan ini, sedangkan aku pemilik perusahaan ini masih ada di sini." Daren berkata dengan tak puas dan penasaran
Alga tersenyum dan dia menggerakkan tangannya sehingga Ariana yang ada di ruangan itu membagikan sebuah dokumen pada semua orang dan terlihat mereka semuanya terkejut karena isi dokumen itu adalah pengalihan kekuasaan atas perusahaan dan juga pemegang saham 70 persen dan 8 persen saham yang didapatkan dari milik tuan Saiful, yang menunjukkan kalau Alga berhak atas jabatan pimpinan tertinggi di perusahaan dan juga perencanaan kedepannya masalah perusahaan itu.
"Dia, dia benar - benar luar biasa. Bagaimana dia bisa berfikir dan melakukan perencanaan seperti ini dan lagi dalam dokumen ini menyatakan kalau dia adalah pemegang saham terbesar saat ini yang artinya dia adalah pimpinan perusahaan ini."
Semua orang di ruang rapat itu merasa kagum dan Daren terdiam kaku di kursinya karena dia tak bisa memikirkan hal yang sederhana itu selama ini. Bahkan dia baru sadar kalau perusahaannya telah terjual dan semua itu adalah orang yang sama.
"Baik, kami akan memilih anda sebagai pimpinan baru perusahan ini selaku anda adalah pemegang saham terbesar dan juga tuan Daren telah melakukan jual beli atas perusahaannya kepada anda." ucap para pemegang saham lainnya
"Bagaimana bisa seperti itu, kalian tak bisa memutuskan hal ini sembarangan pada anak kecil, dan lagi ini pasti adalah penipuan karena aku terjebak dalam permainan ini. Jelas aku telah menjual dan melakukan pertukaran dengan orang yang berbeda lalu bagaimana bisa itu semua adalah orang yang sama, ini pasti jebakan, ini jebakan." Daren terlihat marah dan tak puas
Perdebatan pun terjadi lagi dan pada keputusan akhir Daren telah kalah dan harus keluar dari perusahaannya sendiri karena lagi - lagi Ariana menunjukkan berkas yang menyatakan kalau Daren telah menanda tangani berkas jual beli yang dia lakukan 1 Minggu lalu.
Rapat siang itu pun berakhir dengan baik dan menjadikan Alga sebagai pimpinan baru di perusahan Daren dan akan melakukan perubahan total dalam sistem yang selama ini telah ada dan berjalan, serta perubahan nama baru perusahaan.
6 bulan berlalu dari kejadian panas itu dan dengan cepat Alga telah merubah seluruh sistem yang ada di perusahaan serta mengganti nama PT. Farendra Comfort menjadi PT. Golden Grade Comfort dan perusahaan itu telah berjalan dengan stabil lagi dengan adanya sistem baru yang telah ditetapkan.
...🌴🌴🌴...
"Dia benar - benar sungguh luar biasa, dia adalah anak kecil yang sangat hebat. Dia bisa menguasai dunia bisnis diusianya yang sangat muda, pasti nanti dia akan jadi orang sukses yang luar biasa saat dewasa." ucap tuan Abdi memuji Alga
"Kau benar tuan Abdi, dia adalah anak kecil yang tak bisa diremehkan dan lagi asistennya itu, dia terlihat seperti orang yang sudah berpengalaman di bidangnya, kerjanya sangat cepat, tepat dan akurat." sambung Rendra
"Hem, aku tak menyangka kalau kita memiliki pimpinan yang bahkan usianya masih jauh dibawah usia putraku yang saat ini telah menjalani perkuliahan." tuan Anang berkata dan menghela nafas tak percaya.
"Tapi sistem kerjanya sungguh luar biasa, lihatlah dia tak omong kosong karena dalam waktu 6 bulan dia telah mampu mengembalikan semuanya dan meningkatkan pendapatan bahkan 3 kali lipat dari sebelumnya. Dia benar - benar si kecil yang luar biasa." tuan Rendra berkata dengan senang.
Para orang - orang pemegang saham itu berkumpul bersama untuk merayakan keberhasilan kerja dan peningkatan perusahaan yang sangat cepat, dan mereka semua merasa puas dengan kinerja Alga yang mempu membuktikan pada mereka kalau dia mampu dan bisa melakukan semuanya melampaui apa yang telah ada selama ini.