
Hari - hari Alan sungguh sangat menyenangkan, dia setiap hari seolah selalu memiliki kejutan yang diberikan oleh putri kecilnya yang lincah dan selalu ceria. Seperti pagi ini dengan sengaja Alisa yang mulai masuk TK mendapatkan tugas dari sekolahnya untuk membuat 1 menu sarapan pagi yang enak dan Alisa memilih untuk memasak bersama dengan papanya.
"Sayang ini harus dikupas dulu, sini biar papa yang kupas kamu yang mencuci sayuran yang lainnya ok" Alan dengan senang hati menemani putrinya memasak
"Ok papa." Alisa dengan riang dan dia langsung mencuci semua sayuran yang sudah dikupas dan dipotong oleh Alan.
"Mereka sungguh sanga serasi dan terlihat sangat seru." Syafira tersenyum menyaksikan keseruan putri dan suaminya di dapur sambil mengambil gambar mereka berdua untuk diabadikan.
"Papa ini." Alisa memberikan sendok sayur pada Alan
Alan memasak oseng berokoli wortel bakso untuk sayurnya pagi ini yang akan dikirim ke sekolah putrinya sebagai kerja sama antara anak dan orang tua yang sedang berkreasi dalam masakan untuk sarapan pagi yang lezat dan sehat.
"Wah terlihat sangat cantik dan enak." Syafira memuji hasil masakan kedua orang yang dia cintai
"Tentu saja siapa dulu dong yang masak" Alan berkata dengan sombong
"Ya ya ya siapa dulu dong yang masak" Alisa menirukan ucapan papanya dengan bergaya.
"Kami adalah duo captik" ucap Alan dan Alisa bersamaan dengan senyuman yang mengembang dari keduanya dengan berpose
"Hah? Duo captik, apa maksudnya itu" Syafira terlihat bingung dan kaget melihat tingkah putri dan suaminya.
"Iya kami papa dan putri yang cakep dan cantik." Alisa berkata dengan pose dan melipat keduantamgamnya di dada dan membingungkan dadanya dengan mengangkat dagunya.
"Oho baiklah captik, bolehkah mama mencoba masakan kalian?" Syafira tersenyum dan meminta ijin untuk mencicipi masakan keduanya.
"Ya silakan dan berikan penilaian." Alan dan Alisa berdiri di depan Syafira yang sedang mencicipi masakan mereka dengan cemas.
"Bagaimana?" tanya kedua orang itu bersamaan setelah melihat Syafira makan dan terlihat berfikir.
Syafira menatap kedua orang yang berdiri didepannya dengan penasaran dan tak sabar, Syafira tersenyum dan mengacungkan jempol "enak, sungguh sangat lezat."
"Ye...kita berhasil papa." Alisa terlihat sangat senang dan memeluk Alan begitu juga dengan Alan. Mereka berdua saling memeluk dan Alan mengangkat tubuh Alisa lalu membawahnya berputar.
"I love you papa." Alisa berteriak dan mencium Alan
"I love you too baby" Alan membalas ciuman putrinya
Ya bagi seorang putri cinta pertamanya adalah ayahnya, dan dia juga pria satu-satunya di dunia ini yang tak akan pernah tega menyakiti anak perempuannya. Melalui sosok ayah tentunya seorang anak perempuan mampu mengembangkan kemampuan hidupnya untuk terus belajar dan berusaha. Kerja keras yang dilakukan oleh ayah untuk keluarganya dapat memberikan motivasi bagi anak perempuannya agar bisa menjadi perempuan yang nantinya akan tumbuh menjadi sosok yang mandiri.
Hal itu terjadi sama Alisa dan Alan, walau keduanya baru bertemu 1 tahun terakhir namun kebersamaan mereka berdua selalu membuat iri yang melihat sebab Alan selalu menyempatkan diri untuk menemani putrinya main dan juga memanjakan putrinya bahkan Alan selalu siap kapan pun dibutuhkan oleh putrinya.
"Maafkan mama ya sayang, karena mama telat mempertemukan kalian berdua. Tapi syukurlah kalian terlihat sangat bahagia sekarang." Syafira tersenyum dan bergumam dalam hatinya melihat keseruan Alan dan Alisa.
...🌴🌴🌴...
"Wah gak nyangka kalau tuan Alan yang merupakan orang besar dan seorang bos ini ternyata bisa memasak dengan rasa yang sangat lezat." puji guru dari tempat Alisa bersekolah
"Terima kasih" Alan berkata dengan malu
"Wah benar dia sungguh sangat tampan" ibu 3
"Hei aku ingin memakan masakan" ibu 2
"Hem untung tadi aku ikut ke sini bersama dengan putriku, akhirnya aku bisa cuci mata dengan melihat ketampanan seorang bos besar." ibu 4
"Benar, aku juga sungguh beruntung" ibu 1
"Aku biasanya melihatnya di berita dan televisi, dia seolah tak bisa dijangkau. Tapi tak ku sangka kalau dia menyekolahkan anaknya di sekolah biasa seperti ini" ibu 2
"Iya sepertinya dia orang yang baik dan tak terlalu membedakan orang, lihatlah dia juga berbincang dengan para wali lainnya dengan baik dan terlihat sangat seru." ibu 1
"Benar bu sepertinya dia bukan orang kaya yang sombong." ibu 3
"Ku dengar katanya istrinya juga cantik" ibu 4
"Iya benar dan dia adalah mantan musisi dari luar negeri dan sekarang sedang menjalankan bisnis keluarga" ibu 5
"Para ibu - ibu wali murid yang lain yang tau tentang Alan sedang membicarakan soal Alan, dan terlihat para ibu - ibu itu merapat dan berusaha untuk berbincang dengan Alan bersama dengan para suami mereka yang ikut datang dalam acara yang diadakan di sekolah pagi itu.
"Pak Alan istrinya kok tidak ikut?" tanya seorang pria yang merupak wali murid juga
"Oh dia sedang ke suatu tempat dan akan menyusul sebentar lagi dia akan sampai." jawab Alan dengan sopan dan santai
"Apakah tadi anda memasak sendiri pak Alan?" tanya pak Gusti yang juga merupakan wali murid
"Iya pak, dan kami sudah sibuk dari sejak pagi" jawab Alan
"Wah iya benar, saya juga sibuk dari subuh pak Alan. Sepertinya kita sebagai seorang ayah juga harus bisa memasak atau ketrampilan lain yang bisa dikerjakan bersama dengan putri kita." ucap pak Gusti dengan menghela nafas dalam
Alan tersenyum melihat dan mendengar kata - kata dari para bapak - bapak yang pada mengeluh dan menghela nafas karena harus melakukan berbagai tugas dari sekolah yang melibatkan mereka.
"Wah siap itu yang datang, dia terlihat sangat muda dan cantik."
Para wali murid yang lain menatap kedatangan Syafira yang terlihat sedang membawah sesuatu di kedua tangannya, lalu terlihat Alan datang membantu membawahkan barang - barang yang dibawah oleh Syafira
"Maaf saya datang terlambat karena saya menyiapkan menu untuk para wali dan guru dari restoran kami, dan saya adalah Syafira ibu dari Alisa." ucap Syafira dengan ramah dan senyuman yang hangat pada semua orang yang ada di ruangan rapat yang telah disulap menjadi ruang makan.
"Ya ampun Bu Syafira harusnya tak usah repot - repot begini." ucap kepala sekolah pada Syafira.
"Tidak apa pak, karena kami juga ingin menjamu semuanya dan mumpung ada acara makan bersama untuk sarapan pagi ini makanya saya dan suami saya ingin menyiapkan ini untuk semuanya" Syafira berkata dengan ramah
"Benar kata istri saya, karena selama ini kami tak pernah bisa kumpul bersama, dan mumpung ada kesempatan ini maka kami ingin mengenal semuanya." Alan berkata dengan penuh hormat pada para guru dan wali murid yang ada.
"Ya ampun mereka baik dan ramah ya, aku juga tak pernah menyangka kalau mereka akan menempatkan putrinya di sekolah negeri ini, ku pikir mereka akan menempatkan anak - anaknya di sekolah favorit yang mahal" ucap seorang guru memberikan nilai pada Alan dan Syafira.
Acara sekolah itu pun berjalan dengan sangat baik dan juga sangat menyenangkan karena mereka semuanya berbaur jadi satu seolah tak ada batasan antara orang kaya seperti Alan dan orang biasa bahkan para guru juga para staf sekolah. Kebersamaan antara semuanya terlihat sangat menyenangkan dan para anak - anak mereka juga terlihat sangat menikmati acara makan bersama itu.