
Setelah segala persiapan dan perlengkapan telah selesai mereka pun berangkat. Dan saat tiba Syafira merasa sangat tenang karena pengawalan yang dilakukan memang sangat ketat.
"Selamat datang para dancer, mari masuk ke sebelah sini." seorang pemandu mengarahkan mereka semuanya ke ruang istirahat.
"Oh iya, saya ingin pada saat acara nanti tolong jaga anak - anak saya" ucap Syafira pada salah satu kru yang ada
"Tenang saja non Fifi kami sudah menyiapkan seperti biasanya dan dia akan menjaga mereka dengan aman" jawab kru itu dengan pasti dan sangat yakin.
Saat semua orang siap pada malam acara terlihat Lisa yang mulai penasaran dengan segala hal itu mulai membuat ribut para kru yang sedang menjaganya. Karena Alga tak ikut dia harus tinggal untuk menghadapi ujian akhirnya.
...🌴🌴🌴...
"Kak apa kakak tak ingin hadir ini adalah malam pertunjukan loh" Farid bertanya pada Alan yang terlihat santai dan tak ada pergerakan untuk pergi
"Tidak aku terlalu malas untuk itu Rid, jika kau ingin kau saja yang datang." Alan menjawab dengan malas
"Tapi kak acara ini adalah acara pertama kakak sebagai donatur sayang sekali kalau kakak tak hadir di sana." bujuk Farid pada Alan
"Sudah kau jangan terus membujuk ku, aku malas untuk hadir kau saja sama Sandra yang hadir sama saja kok." Alan menjawab dengan cuek
"Baiklah kalau begitu aku akan siap sekarang, aku pulang dulu kak" Farid pun pulang ke rumahnya untuk bersiap - siap
...🌴🌴🌴...
"Akhirnya acara malam ini sukses dan tinggal besok semoga akan lancar lagi." ucap Ariana sambil merebahkan tubuhnya ditempat tidur
"Sayang ayo ke kamar mandi dulu bersihkan tubuhmu dan kembali tidur lagi." Syafira membangunkan Lisa.
"Em mama" dengan mata setengah tertutup Lisa berjalan terhuyung - huyung karena tak mau digendong Syafira sehingga terlihat sangat lucu, karena walau dia ngantuk namun selalu patuh dengan perintah sang mama.
Ariana yang melihat hal itu tertawa karena sikap lucu Lisa yang patuh hanya pada mama dan juga kakaknya saja, sementara jika dengan orang lain Lisa sungguh sangat susah diatur.
"Dia memang anak Fifi, lucu sekali"
Setelah selesai mencuci wajahnya dan buang air kecil serta mengganti bajunya dengan baju tidur Lisa kembali berjalan terhuyung menuju tempat tidur dengan di tuntun Syafira.
"Ya ampun dia lucu banget sih, gemes lihatnya, jadi ingin ku cubit saja." Ariana merasa gemas dengan Lisa
"Selamat malam putri tersayang ku." Syafira menidurkan Lisa dan spontan Lisa menarik leher Syafira dengan kedua tangan kecilnya lalu mencium pipi Syafira dan tenggelam lagi di dalam selimut.
"Kau kasih apa sih dia lucu banget gitu." Ariana menatap wajah polos Lisa yang langsung terlelap lagi.
Keesokan paginya Ariana mengajak Syafira untuk jalan - jalan dan membeli oleh - oleh, namun Syafira terlalu malas untuk melakukan hal itu jadi Syafira hanya tinggal di kamar hotel bersama Lisa untuk menghabiskan waktu bersama, karena Lisa juga tak terlalu sulit untuk dijaga atau rewel saat dia bersama dengan mamanya.
Dengan hati yang penasaran Syafira pun membuka dan melihat berita yang ada hari ini karena dia ingin tau kabar dari Daddy nya dan juga keluarganya yang lain.
Syafira tersenyum tipis saat dia melihat kalau perusahaan Daddy nya berkembang sangat pesat dan juga jaya, dengan banyak cabang serta pertokoan dan juga hotel yang berdiri dibawah kekuasaan PT Antariksa Sauntatik Howl yang artinya itu adalah dalam genggaman serta kuasa dari Daddy nya.
"Syukurlah, kabar itu tak berpengaruh pada Daddy."
"Aku merasa sangat lega dan juga senang mendengar itu, mungkin memang sebaiknya aku tak kembali. Karena aku tak ingin dianggap sebagai wanita yang tak punya pendirian."
"Aku adalah orang yang pergi meninggalkan Daddy, dan aku rasa juga sudah cukup bagi Daddy untuk mengurus dan merawat ku selama ini. Aku tak ingin merepotkannya lagi."
Syafira berkata dengan hati yang lega dan terasa tak ada beban karena dari berita menyatakan kalau Alan dan keluarganya yang lain baik - baik saja.
Tak terasa hari pun telah menjelang malam, semua orang telah bersiap lagi untuk acara malam puncak dari pertunjukan, terlihat dari semuanya merasa tegang karena para petinggi dan semau donatur akan datang dan hadir langsung untuk menyaksikan acara malam ini.
"Fifi acara malam ini adalah acara puncaknya, semoga saja ini akan sukses seperti acara semalam. Karena aku dengar kalau semua donatur akan hadir pada malam ini tanpa perwakilan dari orang - orang mereka" ucap Ariana dengan semangat
"Ya semoga saja" Syafira menjawab biasa saja
"Apa kau siap dengan permainanmu?" tanya Ariana menatap Syafira.
"Sayang kamu harus diam dan ikutin apa kata Tante Rina ya ga boleh nakal mama kerja dulu ok princess" Syafira bicara dengan Lisa
"Ya mama" jawab Lisa dengan cepat
"Wah tuan Alan tak ku sangka akhirnya anda berkenan untuk hadir juga." ucap seorang panitia menyambut kedatangan Alan
Alan berjalan menuju ke ruang acara dan semua orang mendekat hanya untuk sekedar berbincang ringan atau menyapa Alan dan juga berjabat tangan, karena Alan terkenal sebagai pengusaha sukses yang masih terbilang muda dari para pebisnis yang lainnya, serta sikapnya yang terbilang tak.begitu Rama membuat semua orang jadi mengambil kesempatan saat dia bertemu dengan Alan dengan banyak orang.
Terlihat Alan sangat sibuk dengan semua orang dan Aditya yang datang bersamanya juga tak kalah sibuknya karena meladeni banyaknya orang yang datang berkerumun untuk mendekati Alan.
Di sisi lain Rina yang menjaga Lisa merasa kewalahan dengan tingkah Lisa yang sangat aktif dan tak mau diam, akhirnya Rina pun meminta bantuan pada temannya untuk menjaga Lisa yaitu Ayu.
"Dia aktif sekali" Ayu tersenyum melihat tingkah Lisa yang lucu dan tak takut pada siapa pun walau baru dia temui.
"Iya aku lelah sekali, padahal ini belum ada 1 jam loh." keluh Rina dan Ayu tersenyum
Alan berjalan menuju ke tempat acara, dia dan Aditya berjalan melewati karpet merah yang diberi batas di kanan dan kirinya bersama dengan beberapa orang yang tadi menyapanya.
Sedangkan Lisa yang tadinya bermain di dekat taman bunga yang jaraknya lumayan jauh dari pintu masuk kedalam gedung itu tanpa sengaja melihat wajah Alan yang sangat dia kenali.
Penglihatan anak yang masih muda sangat tajam bahkan dengan jarak yang lumayan jauh pun dia bisa mengenali wajah orang yang dia kenali dan tanpa sengaja dia rindukan dalam diam.
"Papa" Lisa teriak dan terlihat sangat senang saat dia melihat papanya secara langsung.
"Eh dik Lisa mau mau kemana" Rina dan Ayu kaget karena Lisa lari sambil berteriak menyebut kata papa.
"Hei mau kemana dik Lisa." tanya Ayu yang berhasil menangkap Lisa
Melihat Alan yang sudah berjalan masuk dan hampir tak dapat dilihatnya Lisa langsung berteriak dan menangis histeris membuat Rina dan Ayu jadi panik dan juga takut karena dilihat orang - orang, mereka berdua takut akan dikira mencuri anak.
"Tidak, tidak saya menjaganya."
"Benar, benar sekali kami penjaganya"
Ucap Rina dan Ayu menjelaskan pada orang - orang yang menatap dengan tajam pada mereka berdua.
Namun karena tangis Lisa semakin melengking akhirnya Ayu melepaskan Lisa dari dekapannya dan mengikuti kemana arah Lisa pergi.
"Papa, papa." Lisa lari lagi mengejar bayangan Alan yang mulai menghilang.
Karena tubuh kecil dan langkah kecil Lisa yang menerobos masuk gedung diantara orang - orang dewasa membuat dia tak terlihat, Ayu dan Rina pun kehilangan dia dan kesulitan mencarinya.
Gadis kecil yang sangat putus asah itu menjerit seketika karena tak bisa menemukan papanya dan membuat semua orang yang berkerumun jadi menoleh dan melihat kearahnya sehingga membuat jalan untuk Lisa bisa melihat Alan kembali.
Senyum terukir di bibir Lisa dan dia lari dengan langkah kecilnya melewati semua orang membuat semuanya melihat dan bertanya - tanya pada gadis kecil yang cantik dan lucu itu.
Lisa sempat terjatuh sebelum dia mendekati Alan, namun Alan yang tak melihatnya terus saja berjalan dan pergi, sehingga hal itu membuat Lisa sedih dan menangis lagi karena merasa kalau papa yang selama ini dia rindukan tak menginginkan dirinya.
Lisa bangunan dan berdiri sambil berkaca - baca lagi "Papa."
Semua orang yang melihat hal itu jadi berbisik dan membuat Alan menoleh dan melihat Lisa. Gadis kecil dengan baju warna pink dan juga pita pink berdiri dengan wajah sedih dan menatap Alan dengan mata beningnya.
"Lucu dan cantik sekali anak siapa itu?" Aditya bergumam dan melihat Lisa.
"Papa." Lisa berjalan mendekati Alan dan menatapnya dengan berkaca - kaca.
Lisa berjalan semakin dekat dan memeluk kaki Alan dengan erat membuat semua orang kaget bahkan orang - orang yang mengenal Alan tak memiliki istri atau dekat dengan wanita manapun selama ini meskipun ada banyak sekali wanita yang menginginkan dirinya.
"Anak siapa kak" Aditya berbisik pada Alan
"Tak tau" jawab Alan ikut berbisik juga
"Papa" Lisa menatap Alan dengan wajah sedih.
"Gadis kecil siapa namamu?" Alan yang tak tega dan penasaran jongkok dan menggendong Lisa.
"Papa." Lisa mengalungkan tangannya dileher Alan dan mencium pipi Alan, hal itu membuat Alan tersenyum menatap dengan lembut pada gadis kecil di gendongannya.
Pemandangan yang terbilang langkah bagi semua orang itu membuat mereka semuanya mengabadikan moment itu, karena wajah lembut dan senyum manis dari seorang Alan.